30 October 2019

Waroenk Seafood Kupang bakal luncurkan menu terbaru Ayam Goreng Veteran


Waroenk Seafood and Oriental Cuisine (selanjutnya disebut Waroenk Seafood saja), tidak ketinggalan mengangkat menu “legenda” yang sudah ada dan populer sejak zaman penjajahan Jepang di Indonesia, yaitu Ayam Goreng Veteran. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Menu berbahan ayam, baik ayam kampung maupun broiler yang lebih sering disebut ayam potong, saat ini menjadi salah satu bahan daging yang paling banyak dikonsumsi penikmat kuliner.
Berbagai kreasi makanan yang menggunakan bahan dari unggas ini digemari lantaran keefisienannya. Para peternak tidak terlalu sulit mengembang-biakkan ayam, khususnya ayam potong karena ditunjang teknologi mutakhir dalam peternakan, terutama pakan.
Adapun olahan kreatif dari makanan berbahan ayam tersebut di antaranya Ayam Goreng Veteran Waroenk Seafood di Jalan Veteran 18, Fatululi Kupang yang bakal diluncurkan awal November 2019.
Sebagai salah satu resto dan kafe representatif yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine (selanjutnya disebut Waroenk Seafood saja), tidak ketinggalan mengangkat menu “legenda” yang sudah ada dan populer sejak zaman penjajahan Jepang di Indonesia, yaitu Ayam Goreng Veteran.
“Sejatinya, menu terbaru kami ini, Ayam Goreng Veteran menggunakan bahan daging ayam kampung. Meskipun dibombardir kehadiran ayam broiler di era 1980 hingga saat ini, tetapi ayam kampung tetap memiliki penikmat tersendiri,” jelas Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Seafood, Yunita Sanu saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18, Fatululi, Kupang, Selasa (29/10/2019).
Ia menambahkan, selain cita rasa gurih daging ayam kampung yang menjadi kontribusi kepopuleran Ayam Goreng Veteran, hal lain yang juga menjadi penentu digemarinya makanan ini tidak lepas dari penggunaan kremesan renyah.
“Ayam Goreng Veteran adalah kreasi masakan yang dibuat dengan teknik menggoreng. Caranya, daging ayam kampung digoreng dengan baluran tepung terigu yang telah dibumbui (kremes), dan digoreng hingga matang kecokelatan,” imbuhnya.
Yunita menjelaskan, sensasi “kriuk” yang dihasilkan dari remah tepung terigu menjadikan olahan ini disebut “ayam kremes” atau ayam kriuk di beberapa tempat.
“Mirip ‘ayam kentucky’, namun baluran tepung pada Ayam Goreng Kremesan lebih berbentuk remah-remah. Perbedaan mendasar lainnya dibandingkan ayam Kentucky, karena (Ayam Goreng Veteran) menggunakan bahan daging ayam kampung, bukan ayam broiler seperti pada ayam kentucky,” paparnya.
Ditambahkan, proses pembuatan Ayam Goreng Kremesan juga jauh lebih sulit. Pasalnya, saat membuat “kremesan” sangat mudah melempem (luyak) dan menggumpal tidak karuan saat digoreng. Sehingga, dibutuhkan teknik tersendiri.
Di Waroenk Seafood, sebut Yunita, menu personal Ayam Goreng Veteran (Nasi Ayam Goreng Veteran) dibanderol cukup terjangkau Rp 40 ribu.
“Sementara, untuk menu ala carte (porsi), Ayam Goreng Veteran dibanderol juga cukup murah Rp 60 ribu. Sekadar tahu ya, menu legenda Nusantara ini sudah ada sejak zaman Jepang, lho,” jelasnya.
Yunita berharap, hadirnya menu baru Ayam Goreng Veteran pihaknya, bisa memberi pilihan berbeda bagi penikmat ayam goreng yang sudah bosan makan ayam goreng yang biasa-biasa saja.
Sekadar diketahui, seperti Ayam Goreng Kremesan di Waroenk Podjok, sejatinya Ayam Goreng Veteran merupakan kreasi resep ayam goreng temurun dari “Mbok Berek” yang sudah dikenal di Yogyakarta sejak masa penjajahan Jepang.
Nama Mbok Berek merupakan sebutan untuk Nini Ronodikromo yang memiliki nama panggilan Nyi Rame, istri dari Roniro yang lebih sering dipanggil Djakiman. Keduanya tinggal di desa Candisari, Yogyakarta, dan memiliki enam orang anak, yaitu Samidjo Mangundimedjo, Saminten Pawirosudarsono, Sukinah Mulyodimejo, Tumirah Martohanggono, Saminun, dan Suwarto.
Salah seorang anak Nyi Rame sangat rewel dan sering menangis hingga menjerit-jerit (dalam bahasa Jawa disebut “berek-berek”), sehingga membuat Nyi Rame memiliki panggilan baru, yaitu Mbok Berek.
Nama tersebut akhirnya menjadi ciri khas ayam goreng “kremes”, yang dijualnya hingga keturunannya. Selanjutnya, dari kreasi “kremes” inilah tercipta menu kreatif seperti Ayam Goreng Veteran.

16 September 2019

Superstore Aneka Niaga hadir di Alak Kupang, harga murah ala grosir


Guna mengakomodir keperluan rumah tangga yang ramah di kantong, pelaku usaha yang sebelumnya telah popular sebagai toko ritel murah, Panca Sakti kembali mengembangkan sayap bisnisnya dengan membuka superstore terlengkap dengan brand Aneka Niaga di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Alak, Kota Kupang. / Effendy Wongso
britaloka.com, Kupang - Kebutuhan terhadap keperluan rumah tangga saat ini semakin berkembang. Konsumen yang berbelanja barang-barang ritel atau consumer good pun semakin beragam. Tidak hanya pada kelengkapan barang yang tersedia, tetapi juga harganya yang terjangkau.
Guna mengakomodir keperluan rumah tangga yang ramah di kantong, pelaku usaha yang sebelumnya telah popular sebagai toko ritel murah, Panca Sakti kembali mengembangkan sayap bisnisnya dengan membuka superstore terlengkap dengan brand Aneka Niaga di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
“Pangsa pasar yang ingin disasar manajemen Superstore Aneka Niaga adalah dari semua kalangan. Makanya, harga yang dibanderol murah ala grosir,” terang Supervisor Aneka Niaga, Claudia saat ditemui di Jalan Yos Sudarso KM 5, Alak, Kupang, Senin (16/9/2019).
Murah ala grosir yang dimaksud, urainya, jika membeli lebih banyak (biasanya untuk kembali dijual) jauh lebih murah. “Jadi, jika ecerannya sudah murah apalagi grosirannya,” ulas Claudia.
Claudia menambahkan, pihaknya sengaja membuka di Alak karena daerah tersebut merupakan kecamatan dengan wilayah terluas di Kota Kupang. Apalagi, sambungnya, daerah itu juga merupakan area potensial di wilayah paling barat Kota Kupang lantaran terdapat banyak kompleks perumahan atau pemukiman penduduk.
“Tidak hanya itu, daerah ini merupakan jalur niaga karena sudah sangat dengan Pelabuhan Peti Kemas Tenau. Aktivitas perdagangan, baik ritel maupun perikanan menggeliat di sana sehingga pangsa pasar konsumen inilah yang ingin kami garap,” imbuhnya.
Aneka Niaga sendiri, menurut Claudia sudah memiliki planning market mengakomodir konsumen di sekitaran 12 kelurahan di Alak, di antaranya Alak, Batuplat, Fatufeto, Mantasi, Manulai II, Manutapen, Naioni, Namosain, Nunbaun Delha, Nunbaun Sabu, Nunhila, dan Penkase Oeleta.
“Tentu saja, kami juga mengakomodir konsumen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebab mereka bisa membeli grosiran dengan harga murah di Aneka Niaga. Secara simbiosis, manajemen juga menjual produk-produk mereka seperti makanan kemasan rumah tangga keripik dan lain-lain,” paparnya.
Claudia mengatakan, aneka kebutuhan rumah tangga terlengkap seperti susu, terigu, beras, telur, bumbu dapur, shampoo, sabun mandi, sabun cuci, alat tulis dan kantor (ATK), dan keperluan bayi bisa diperoleh konsumen di Aneka Niaga.
“Lengkaplah pokoknya, karena Aneka Niaga menempati sekitar 10 ruko dua lantai dengan dimeter 900 meter persegi sehingga konsumen dapat berbelanja dengan leluasa berbagai barang jualan,” urainya.
Dibuka Sabtu (14/9/2019) lalu, Claudia memaparkan jika animo konsumen yang berbelanja sangat apresiatif.
“Umumnya komentar pelanggan, harga yang kami tawarkan sangat kompetitif dan murah dibandingkan superstore maupun swalayan lainnya,” ujarnya.
Selain superstore, Claudia mengatakan pihaknya juga bakal membuka resto dan kafe yang cukup luas di samping lokasi Aneka Niaga dalam waktu dekat ini.
“Yang pasti, kehadiran pusat kuliner ini nantinya untuk melengkapi superstore kami agar pelanggan bisa makan maupun minum sehabis berbelanja di Aneka Niaga,” tutupnya.

08 July 2019

Waroenk Podjok Food Festival bertabur diskon besar hingga gratis minuman

Memasuki usia kedua eksistensinya di dunia kuliner, manajemen Waroenk menggelar berbagai program guna memanjakan pelanggan. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Memasuki usia kedua eksistensinya di dunia kuliner, manajemen Waroenk menggelar berbagai program guna memanjakan pelanggan.
Kali ini, restoran dan kafe dengan logo “koki berkumis” tersebut, melalui salah satu restoran representatifnya, Waroenk Podjok di Ground Floor (GF) Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, menggelar promo bertajuk “Waroenk Podjok Food Festival” yang berlaku selama sebulan, mulai 8 Juli 2019 hingga 8 Agustus 2019.
“Promo ini sendiri merupakan rangkaian hari ulang tahun (HUT) kedua Waroenk. Seperti diketahui, promo lainnya yang terkait HUT kedua kami adalah free ongkos (ongkir) GrabFood yang berlangsung pada 8 Juli 2019, selanjutnya ada juga promo yang tengah berjalan hingga tiga bulan ke depan yaitu Happy Hours Waroenk Podjok yang bekerja sama dengan IM3 Ooredoo,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Sanu saat ditemui di Waroenk Podjok, Senin (8/7/2019).
Ia menambahkan, promo Waroenk Podjok Food Festival selain sebagai program kuliner berkelanjutan pihaknya, juga sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan yang selama ini loyal bersantap di Waroenk, khususnya Waroenk Podjok.
“Promo kami kali ini bisa dibilang luar biasa, sebab manajemen menggelontorkan diskon besar hingga gratis minuman dan es krim bagi anak-anak, dan berlaku setiap hari sesuai tematik promo yang sudah dirilis,” papar Yunita.
Adapun promo Waroenk Podjok Food Festival yang dimaksud, di antaranya diskon 20 persen setiap Senin untuk seluruh makanan pembuka (Appetizer), beli satu dapat satu atau “Buy 1 Get 1” setiap Selasa untuk seluruh makanan Ricebowl, gratis minuman jenis “Aneka Minuman” setiap Rabu untuk semua makanan Indonesia (Indonesian Corner), gratis kentang goreng atau French Fries setiap Kamis untuk makanan Barat (Western Corner), diskon 20 persen setiap Jumat untuk semua makanan jenis mie dan sayuran (Noodle and Vegetable), gratis es krim (Extra Ice Cream) satu sekop untuk anak pelanggan yang memesan makanan apa saja setiap Sabtu, dan diskon 10 persen setiap Minggu untuk semua makanan Asia dan Jepang (Asian and Japanese Corner).
Meskipun mengaku tidak ada target omset yang dipatok manajemen dari promo tersebut, tetapi Yunita mengutarakan optimistisnya terhadap peluncuran Waroenk Podjok Food Festival.
“Kami optimistis bisa mengangkat trafik kunjungan pelanggan. Selain karena cita rasa menu-menu kami yang sudah familiar di lidah pelanggan, promo juga sebagai cara mendongkrak penjualan. Istilahnya, semua kalangan dapat mencicipi makanan dan minuman kami yang ‘mewah’. Jadi, makan mewah ala Waroenk ‘sonde’ bikin kantong bolong,” ujarnya.
Sementara itu, promo lainnya yang sudah berjalan adalah Happy Hour Waroenk Podjok-IM3 Ooredoo (Indosat Ooredoo). Promo yang mematok jam berlaku mulai pukul 14.00-18.00 Wita tersebut juga memberikan benefit yang menguntungkan pelanggan.
“Ada diskon 10 persen untuk seluruh menu, baik makanan maupun minuman, dengan syarat pesanan menu dalam rentang waktu 14.00-18.00 Wita. Tidak ada minimal transaksi, semua dapat diskon (10 persen) itu. Tetapi, khusus bagi pelanggan yang bertransaksi minimal Rp 50 ribu (berlaku kelipatan), akan mendapatkan kupon undian berhadiah satu unit smartphone Samsung Galaxy A10 dan puluhan hadiah hiburan lainnya,” tutup Yunita.

22 June 2019

HUT ke-2 Waroenk, pesan makanan lewat GrabFood gratis ongkir

Memperingati HUT kedua pada 8 Juli 2019, Waroenk Group memberikan apresiasi terhadap pelanggan. Dengan menggandeng GrabFood, manajemen Waroenk menggratiskan ongkos kirim (ongkir) pesanan atau order makanan dengan minimal transaksi Rp 100 ribu. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Hari Ulang Tahun (HUT) atau hari jadi merupakan salah satu momen penting bagi seseorang atau suatu instansi, sebab dengan bertambahnya usia diharapkan kematangan dan kedewasaan akan semakin bertambah pula.
Begitu juga yang telah dicapai manajemen Waroenk Group yang bakal merayakan HUT kedua pada Senin 8 Juli 2019 mendatang.
Seperti diketahui, saat ini perusahaan kuliner berlogo “koki berkumis” itu telah memiliki tiga cabang resto dan kafe di Kota Kupang, di antaranya Waroenk Oebufu Jalan WJ Lalamentik Oebufu, Waroenk Podjok GF Transmart Jalan WJ Lalamentik Fatululi, dan Waroenk Seafood and Oriental Cuisine Jalan Veteran 18 Fatululi.
Pencapaian yang diraih manajemen tersebut, menurut Senior Marketing Communication and Public Relation Waroenk Group, Yunita Kitu diperoleh berkat profesionalisme yang diusung manajemen selama ini.
“Sukses yang diraih Waroenk dengan membuka tiga cabang dalam waktu singkat karena kami memang benar-benar menyajikan yang terbaik bagi pelanggan. Terbaik di sini tentu tak bisa dipisahkan dari cita rasa kuliner yang kami suguhkan, begitupun dengan pelayanan yang mumpuni,” paparnya saat ditemui di Waroenk Seafood, Jumat (21/6/2019).
Memperingati HUT kedua, ulas Yunita, pihaknya memberikan apresiasi terhadap pelanggan. Dengan menggandeng GrabFood, manajemen Waroenk menggratiskan ongkos kirim (ongkir) pesanan atau order makanan dengan minimal transaksi Rp 100 ribu.
“Apresiasi subsidi ongkir ini berlaku hanya pada Senin 8 Juli 2019 dengan maksimal nominal subsidi ongkir Rp 10 ribu,” jelasnya.
Yunita menambahkan, tidak hanya program subsidi ongkir tetapi juga ada program makan gratis bagi pelanggan yang pas berulang tahun di hari yang sama.
“Pelanggan yang berulang tahun pada saat HUT kedua kami di Senin 8 Juli 2019, juga berhak mendapatkan makan gratis berupa satu porsi nasi goreng, boleh varian nasi goreng apa saja sesuai pilihan pelanggan yang berulang tahun di tiga resto kami, baik Waroenk Oebufu, Waroenk Podjok, dan Waroenk Seafood,” urainya.
Bagi yang berulang tahun bersamaan HUT kedua Waroenk Group, boleh makan di tempat atau memesannya (take away) melalui GrabFood dengan tetap mendapatkan subsidi ongkir. Syaratnya, sambung Yunita, hanya menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas diri lainnya.
“Bagaimana jika pemesan yang berulang tahun ingin bawa pulang makanan tersebut melalui GrabFood, boleh dengan syarat itu tadi, yaitu sebelumnya mengirimkan foto KTP mereka ke Whats Up (WA) Waroenk Group (jika memesan di Waroenk Oebufu WA-nya ke 0822-4766-6545, Waroenk Podjok 0858-5761-4038, Waroenk Seafood 0813-8544-2833),” katanya.
Yunita berharap, program subsidi bagi pelanggan di HUT kedua pihaknya dapat diapresiasi dengan baik, tidak hanya pelanggan loyal Waroenk Group tetapi juga keberadaan driver GrabFood yang selama ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pengguna jasa Grab.

19 June 2019

Ayam Goreng Sambal Terasi Waroenk Podjok disukai lantaran pedasnya yang asli

Karyawan Waroenk Podjok Kupang, Endang Ngogo tengah memperlihatkan menu Ayam Goreng Sambal Terasi Waroenk Podjok, Selasa (18/6/2019). / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Inovasi dan kreativitas, apapun bentuknya dan dalam kompartemen apapun, selalu membuahkan hasil yang tidak terkira.
Hal tersebut tidak terkecuali dalam bisnis kuliner. Sebut saja yang dilakukan manajemen Waroenk Resto and Cafe yang dengan cepat melejit bahkan menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang.
Sebagai salah satu resto dan kafe inovatif, manajemen Waroenk Podjok yang merupakan salah satu anak perusahaan Waroenk Group, selalu berkreasi menciptakan menu-menu baru, baik Nusantara maupun mancanegara.
“Bentuk inovasi dan kreativitas manajemen tidak lain adalah komitmen meluncurkan menu-menu baru. Waroenk Podjok sendiri akan meluncurkan menu istimewa Ayam Geprek untuk mengakomodir penikmat kuliner, khususnya yang menyukai makanan berbahan ayam,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Sanu saat ditemui di Waroenk Podjok, GF Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Selasa (18/6/2019).
Ia menambahkan, memang secara berkala pihaknya terus meluncurkan menu-menu baru. Tidak hanya baru, tetapi juga memiliki cita rasa berbeda ketimbang menu-menu sebelumnya.
“Beberapa makanan, bahkan dapat dikatakan pionir. Sebut saja Ayam Gepuk Waroenk Oebufu, setelah sebelumnya kami meluncurkan menu ikonik yang laris diburu pelanggan seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli,” paparnya.
Yunita menjelaskan, Ayam Geprek Spesial dan “turunannya” diprediksi bakal menjadi menu favorit pelanggan. “Alasannya, kami melihat pengalaman Ayam Gepuk Waroenk Oebufu yang menjadi favorit pelanggan di sana, bahkan menu itu menjadi ikonik.
Lebih detail, Yunita menguraikan “turunan” Ayam Geprek di antaranya Ayam Geprek Original Spesial, Ayam Geprek Sambal Matah, dan Ayam Geprek Sambal Matah Spesial.
“Semuanya kami banderol dengan harga sangat terjangkau, masing-masing Ayam Geprek Original Rp 27.500, Ayam Geprek Original Spesial Rp 33 ribu, Ayam Geprek Sambal Matah Rp 27.500, Ayam Geprek Sambal Matah Spesial Rp 33 ribu, dan Ayam Goreng Sambal Terasi Rp 45 ribu,” ulasnya.
Menurut Yunita, makanan-makanan tersebut sejak diluncurkan pada 4 Mei 2018 lalu itu disukai pelanggan. Pasalnya, kepedasan maupun kelezatan menu-menu tersebut “asli”.
Artinya, bagi penikmat kuliner yang menyukai pedas, selalu merasa puas dengan cita rasa pedas yang ditawarkan.
“Takaran pedas Ayam Geprek kami ini memang orisinal dan pas, karena menggunakan cabai pilihan. Pastinya, menu itu bakal bikin goyang lidah pelanggan,” katanya.
Sekadar diketahui, “geprek” baik ayam maupun daging sapi adalah makanan khas Sunda, Jawa Barat. Sejatinya, mulanya menu ini terbuat dari daging sapi, dengan rasa khas yang sedikit manis dan gurih.

28 May 2019

Akomodir penikmat kuliner milenial, Waroenk luncurkan 16 menu series baru

Menu series yang diluncurkan Waroenk Oebufu akhir Mei 2019 di antaranya Penyetan Series (Penyet Ayam dengan varian tahu-tempe Rp 45 ribu, Penyet Ikan dengan varian tahu-tempe Rp 25 ribu, dan Penyet Telur dengan varian tahu-tempe Rp 25 ribu). Semua menu tersebut dibekali nasi sebagai bagian paket Penyetan Series.
britaloka.com, KUPANG - Bagi penikmat kulier “zaman now” atau lebih kerap disebut kaum milenial, kegiatan bersantap saat ini tidak sekadar makan atau mengudap, tetapi lebih dari itu. Lebih dari itu yang dimaksud, makan tidak hanya upaya untuk mengisi perut namun ada ekspektasi lain yang ingin lebih ditonjolkan seperti gaya hidup dalam lingkup kuliner.
Gaya hidup dalam lingkup kuliner biasa disebut “dyne with style”. Ini dapat dilihat dari aktivitas pra bersantap seperti selfie dengan makanan, atau kegiatan foto makanan lantas diunggah ke media sosial (medsos) mereka seperti Facebook, Instagram, dan lainnya.
Sebagai pelaku kuliner yang super-representatif di Kota Kupang, manajemen resto berlogo koki berkumis, Waroenk tidak pernah ketinggalan untuk selalu meng-update menu-menu baru, termasuk menu series yang lagi digandrungi anak-anak muda.
“Mengakomodir penikmat kuliner milenial, kami kembali meluncurkan menu-menu eksotik yang lezat, unik, dan berbeda. Menu series kami ini dapat dikatakan pionir dan pertama di Kota Kupang,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Oebufu, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Oebufu, Jalan WJ Lalaentik, Oebufu, Kupang, Selasa (28/5/2019).
Dijelaskan menu series yang diluncurkan akhir Mei 2019 tersebut di antaranya Penyetan Series (Penyet Ayam dengan varian tahu-tempe Rp 45 ribu , Penyet Ikan dengan varian tahu-tempe Rp 25 ribu, dan Penyet Telur dengan varian tahu-tempe Rp 25 ribu). Semua menu tersebut, imbuh Merlin, dibekali nasi sebagai bagian paket Penyetan Series.
“Dalam jajaran Ropang atau Roti Panggang Series, kami memiliki 10 item di antaranya Ropang Chicken Jalap Rp 50 ribu, Ropang Chicken Teriyaki Rp 52 ribu, Ropang Crunchy Peanut Rp 30 ribu, Ropang Corn Mozza Rp 50 ribu, Ropang Sausage Pizza Rp 37 ribu, Ropang Beef Teriyaki Rp 52.500, Ropang Oreo Green Tea Rp 30 ribu, Ropang Milky Cheese Rp 37 ribu, Ropang John Rp 50 ribu, dan Ropang Oreo Tiramisu Rp 50 ribu,” ulasnya.
Merlin menambahkan, untuk jajaran Quesadilla Series yang merupakan menu asal Meksiko, pihaknya meluncurkannya dalam tiga varian, di antaranya Cheese Quesadilla (berbahan keju) Rp 30 ribu, Chicken Quesadilla (berbahan ayam) Rp 30 ribu, dan Chocomelt Banana Quesadilla (berbahan pisang) Rp 20 ribu.
“Dalam jajaran Hotplate Series, kami menawarkan dua pilihan menu di antaranya Beef Hotplate Pepper Rice (berbahan sapi) Rp 36 ribu dan Chicken Hotplate (berbahan ayam) Rp 36 ribu,” katanya.
Merlin menjelaskan, tidak hanya menyajikan menu unik, lezat, dan beda tetapi juga otentik asal daerah menu yang dihadirkan, seperti yang dapat dicicipi pelanggan untuk menu khas Madura, yaitu Nasi Cumi Madura yang dibanderol terjangkau Rp 40 ribu.
“Sensasi menu khas Madura ini boleh dikatakan unik karena menggunakan bahan cumi hitam, mie goreng, dan keripik rempeyek. Jadi, otentikasi kelezatannya tidak dapat diragukan lagi,” bahasnya.
Dalam jajaran menu Nusantara, selain Nasi Cumi Madura, pihaknya juga meluncurkan Nasi Goreng Cumi Negro yang juga dibanderol sangat terjangkau Rp 40 ribu.
“Menu ini (Nasi Goreng Cumi Hitam) adalah varian unik untuk varian nasi goreng karena tidak seperti biasanya yang berwarna putih atau merah, tetapi hitam. Makanan ini adalah racikan kreatif perpaduan makanan Asia Tenggara, Thailand dan Indonesia. Kalau di Thailand, nasi goreng ini disebut Itim Fried Rice, atau nasi goreng hitam,” ujar Merlin.
Ia menambahkan, bagi penyuka mie, Waroenk Oebufu juga meluncurkan Mie Huha Rp 35 ribu. “Tidak seperti mie reguler lainnya, mie kami ini tergolong unik karena mienya diwadahi keripik bertopping irisan sosis dan bakwan udang goreng,” jelas wanita yang hobi dengar musik ini.
Bagi yang ingin sekadar camilan atau menambah topping di Mie Huha ini, sebut Merlin, ada Bakwan Udang Goreng yang garing dan renyah. “Harganya juga ramah di kantong kaum milenial, hanya Rp 24 ribu,” katanya.
Untuk penyuka ikan berkuah, manajemen juga meluncurkan menu sedap Nusantara, Ikan Selai Santan Pedas Rp 30 ribu.
Tak hanya makanan, bahas Merlin, Waroenk Oebufu juga meluncurkan varian minuman asal Korea yang menyegarkan, Bingsoo Series.
“Minuman es krim Bingsoo dengan varian topping saat ini menjadi hits di kalangan milenial. Waroenk Oebufu meluncurkan empat item, di antaranya Fruit Bingsoo, Choco Bingsoo, Ogura Bingsoo, Cookies Bingsoo yang semuanya berbanderol Rp 35 ribu,” imbuhnya.
Sementara minuman lainnya, urai Merlin, ada varian minuman asal Spanyol, yaitu Mojitos Series. “Kami menawarkannya dalam dua varian, yaitu Peach Mojitos dan Virgin Mojitos yang dibanderol sama Rp 20 ribu,” paparnya.
Ada juga Frappe Series, sambung Merlin, yang merupakan topping blend drink khas Waroenk dalam tiga varian antara lain Matcha Frappe, Magura Frappe, Matcha Oreo, dan Salted Caramel Frappe yang semuanya berbanderol harga sama, Rp 33 ribu,” tutupnya.

25 April 2019

Dimsum Waroenk Seafood, appetizer khas Tiongkok yang populer di dunia

Banyak varian appetizer yang ditawarkan pelaku kuliner, tetapi yang paling populer dan sudah digemari warga dunia adalah dimsum yang berasal dari Tiongkok. Dimsum atau “dianxin” dalam bahasa Tionghoa, lazimnya makanan kecil lainnya biasanya dimakan sebagai sarapan atau brunch. / Istimewa

britaloka.com, KUPANG - Bersantap, baik secara personal maupun berkelompok rasanya tidak lengkap tanpa appetizer. Appetizer atau makanan pembuka, juga dapat dikatakan makanan kecil, saat ini bukan hal asing bagi penikmat kuliner.
Banyak varian appetizer yang ditawarkan pelaku kuliner, tetapi yang paling populer dan sudah digemari warga dunia adalah dimsum yang berasal dari Tiongkok. Dimsum atau “dianxin” dalam bahasa Tionghoa, lazimnya makanan kecil lainnya biasanya dimakan sebagai sarapan atau brunch.
Hal tersebut diungkapkan Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang, Rabu (24/4/2018).
“Secara asimilatif, dimsum sangat populer di kalangan Kanton, yaitu entitas Tionghoa Tiongkok yang secara turun temurun berdomisili dan menjadi mayoritas penduduk Hongkong. Untuk itu, penyebutan dimsum lebih populer ketimbang dianxin,” ulasnya.
Diterangkan, dimsum terdiri dari berbagai penganan berpotongan kecil, biasanya disantap saat jamuan minum teh. Secara kultural, lanjutnya, orang Kanton sangat mementingkan acara minum teh yang disebut yamcha atau yincha.
“Salah satu item dimsum yang digemari adalah Xiaolongbao, yang memiliki arti roti keranjang kecil. Makanan juga dikenal sebagai pangsit yang memiliki kuah (saus) di dalamnya karena varian dimsum ini adalah sejenis roti yang memiliki isi,” papar Rivaldy.
Ia menjelaskan, Xiaolongbao berasal dari Tiongkok bagian selatan, terutama Shanghai dan Suzhou. Makanan ini biasa disajikan menggunakan keranjang bambu lantaran proses memasak makanan ini memang dikukus menggunakan keranjang bambu tadi.
Lebih lanjut, Rivaldy mengatakan, salah satu item tidak kalah populernya adalah Siomai (biasa ditulis. Siomay) yang dalam bahasa Mandarin kerap disebut “shaomai”, sementara dalam bahasa Kanton disebut “siu maai”.
“Uniknya, kulit Siomay serupa kulit pangsit. Makanan ini konon berasal dari daerah gurun kaum nomad Mongolia,” imbuhnya.
Rivaldy menambahkan, Siomay biasanya berisi daging cincang yang dibungkus kulit tipis dari tepung terigu. Kendati begitu, siomai juga biasanya diisi daging udang, kepiting, atau sapi.
Makanan ini dibuat berbentuk silinder, di atasnya diberi hiasan seperti telur kepiting, parutan wortel, atau kacang polong. Setelah dimatangkan dengan cara dikukus, siomai dimakan dengan cuka atau kecap asin.
“Di Waroenk Seafood, varian dimsum yang ditawarkan adalah dimsum Siomay Ayam, Ekado, Kwotiek, Lumpia Kulit Tahu, Sushinori, dan Kaki Ayam yang masing-masing dibanderol terjangkau Rp 20 ribu,” tutupnya.

15 April 2019

Tunjuk kelingking ungu diskon 10 persen di Waroenk Seafood


Guna mengapresiasi kegiatan Pemilu 2019, manajemen Waroenk, dalam hal ini Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Kupang menggelar program diskon 10 persen makan dan minum bagi pengunjung yang menunjukkan jari yang telah tercelup tinta ungu. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Pilpres dalam Pemilu 2019, tinggal menghitung hari. Sebagai warga negara yang baik, setiap warga negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi syarat kepesertaan harus ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut.
Guna mengapresiasi kegiatan akbar lima tahunan itu, manajemen Waroenk, dalam hal ini Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, menggelar program diskon 10 persen makan dan minum bagi pengunjung yang menunjukkan jari yang telah tercelup tinta ungu.
“Jadi, seusai mencoblos pada Rabu, 17 April 2019, penikmat kuliner berhak mendapatkan diskon 10 persen dari kami, hanya dengan menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah tercelup tinta ungu sebagai bukti telah mengikuti Pemilu 2019,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang, Sabtu (6/4/2019).
Dijelaskan, promo “Tunjuk Kelingking Ungu Diskon 10 Persen” pihaknya berlaku hanya satu hari.
“Jadi, jangan sia-siakan kesempatan promo yang kami gelar bagi peserta Pemilu 2019. Usai mencoblos, masyarakat bisa berbondong-bondong ke Waroenk Seafood and Oriental Cuisine untuk makan siang bersama keluarga maupun sahabatnya,” ajak Rivaldy.
Ia menambahkan, selain apresiasi bagi masyarakat peserta Pemilu 2019, gelaran promo yang diluncurkan pihaknya juga ingin lebih mengenalkan Waroenk Seafood and Oriental Cuisine kepada penikmat kuliner.
“Ada sekitar 150 menu di luar minuman yang kami tawarkan, semuanya berbeda dengan yang ada di Waroenk Oebufu dan Waroenk Podjok. Sehingga, pelanggan yang ingin mencicipi makanan yang lebih variatif, khususnya seafood dan makanan Asia, bisa ke Waroenk Seafood and Oriental Cuisine,” imbuh Rivaldy.
Bahkan, lanjut pria yang gemar icip-icip kuliner tersebut, beberapa menu dapat dikatakan pionir dengan harga sangat murah dan terjangkau di Kota Kupang. Sebut saja Bebek (Peking) Panggang Waroenk, Ayam Hainan, Bubur Waroenk dengan topping Telur Seribu Tahun, Dimsum, dan Steamboat.
“Tidak hanya pionir dan pertama di Kota Sasando ini, tetapi Dimsum dan Steamboat kami benar-benar murah. Steamboat misalnya, untuk Regular (satu hingga dua orang) hanya Rp 105 ribu dan Large (tiga hingga empat orang) Rp 210 ribu,” ulas Rivaldy.
Adapun menu Bubur Waroenk juga dibanderol sangat murah. “Satu porsi Bubur Waroenk hanya Rp 15 ribu, jika ditambah topping legendaris seperti Telur Seribu Tahun (Phitan Egg), pelanggan cukup menambah Rp 7.500. Masih ada topping lainnya yang tak kalah sedapnya dibandingkan Telur Seribu Tahun, seperti udang, telur asin, dan ayam Hainan.
Yang pasti, sebut Rivaldy, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine adalah tempat pas untuk makan sekaligus nongkrong kaum milenial. Selain menunya unik, lezat, dan beda, suasana restoran juga sangat nyaman.
“Ada akses free wifi, full AC sehingga pelanggan yang makan tidak gerah, serta pelayanan yang ramah dari waitress (pramusaji). Atau, kalau yang ingin sekadar ngopi dan minum teh juga bisa, karena kami menyediakan kopi dan Chinese Tea khas Tiongkok yang sangat digemari di dunia,” paparnya.
Rivaldy menguraikan, untuk Chinese Tea pihaknya dibanderol sangat murah karena hanya Rp 15 ribu per teko.
“Jadi, segera habis mencoblos, tunjukkan kelingking yang sudah dicelup tinta ungu di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine untuk mendapatkan diskon 10 persen. Jangan lupa, kami juga ada program ‘Makan Berhadiah Motor dan Emas’. Di program ini, pelanggan yang bertransaksi Rp 100 ribu akan mendapatkan satu kupon undian berhadiah satu unit sepeda motor dan lima keping emas untuk masing-masing lima pemenang hiburan,” tutupnya

03 April 2019

Makan berhadiah motor dan emas di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine


 
Memasuki tahun ketiga kehadirannya, Waroenk Resto and Cafe kembali membuka cabang di Jalan Veteran 18 (ex Palm Seafood, samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang. Tentu saja, eksistensi Waroenk bisa bertahan karena terus mempertahankan cita rasa makanan yang mumpuni. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Bicara kuliner, tentu tidak ada habisnya. Banyak ragam kuliner yang ditawarkan pengusaha tetapi tidak semua memuaskan pelanggannya. Pasalnya, makanan dengan cita rasa berkualitas itulah yang sulit dipertahankan.
Memasuki tahun ketiga kehadirannya, Waroenk Resto and Cafe kembali membuka cabang di Jalan Veteran 18 (ex Palm Seafood, samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang. Tentu saja, eksistensi Waroenk bisa bertahan karena terus mempertahankan cita rasa makanan yang mumpuni.
“Makanan yang kami hadirkan sangat disukai penikmat kuliner di Kota Kupang, bahkan para pendatang yang berkunjung di Kota Sasando ini. Terbukti, kami mendapat penghargaan Kadin Award 2018 dari Kadin NTT sebagai Restoran dengan Menu Terinovatif se-NTT,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemu di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jumat (29/3/2019).
Apresiasi itu terus berlanjut, lanjut Rivaldy, dengan banyaknya pujian terhadap cita rasa makanan dari pelanggan yang datang pada soft opening Waroenk Seafood and Oriental Cuisine pada Rabu (27/3/2019) lalu.
“Bebek (Peking) Panggang Waroenk jadi best seller jualan kami di hari pertama peluncuran resto kami. Menurut testimoni pelanggan, selain lezat harga yang kami banderol termasuk murah. Bayangkan, untuk seperempat ekor hanya Rp 99 ribu, dan ini sudah bisa disantap empat-tiga orang dengan ukuran lumayan besar,” imbuhnya.
Rivaldy menambahkan, selain itu pihaknya juga menyediakan sekitar 150 menu lain, seperti seafood (lobster, kepiting, ikan laut dan tawar, serta kerang), dimsum, nasi Hainan, bubur, ayam panggang, sup, sayuran,” paparnya.
“Sayuran kami yang populer adalah Baby Buncis yang sudah sangat digemari penikmat kuliner internasional. Sementara, untuk minuman juga tidak kalah variatifnya, baik dingin maupun panas seperti Chinese Tea yang legendaris,” katanya.
Yang pasti, sebut Rivaldy, semua menu baik makanan dan minuman dibanderol dengan harga murah dan terjangkau.
“Makanan seafood ada yang kami jual per porsi dan per ons sesuai pilihan pelanggan. Selama ini, Waroenk kan dikenal sebagai penyedia makanan berkelas, mewah namun dengan harga terjangkau. Jadi, semua kalangan dapat masuk di resto kami,” ujarnya.
Selain tetap mempertahankan cita rasa semua menunya, Rivaldy mengatakan ada apresiasi untuk pelanggan yang bersantap di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, yaitu “Program Makan Berhadiah Motor dan Emas”.
“Boleh dibilang ini bentuk apresiasi dan surprais bagi pelanggan, makan makanan enak dengan harga murah tetapi berkesempatan mendapatkan hadiah sepeda motor dan emas,” katanya.
Ia menjelaskan, mekanisme program undian adalah dengan makan minimal Rp 100 ribu (berlaku kelipatan), pelanggan berhak mendapat satu kupon undian yang akan diundi pada 3 Oktober 2019 mendatang.
“Kupon undian dikumpulkan terakhir pada 27 September 2019. Satu orang pemenang, berhak mendapat satu sepeda motor Honda Beat eSP dan lima orang pemenang hiburan masing-masing akan mendapatka emas satu gram,” urai Rivaldy.
Ia mengatakan, selain apresiasi bagi pelanggan, program “Makan Berhadiah Motor dan Emas” tersebut dapat lebih memanjakan konsumen, sehingga lebih loyal dan konsisten bersantap di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine yang memang dikenal sebagai resto penyedia makanan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Yang pasti, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine berkomitmen menyediakan makanan halal yang lezat, enak, dan berharga terjangkau. Selain itu, sebagai tempat bersantap yang nyaman, cozy, dan pas untuk nongkrong bersama teman maupun keluarga,” tutup Rivaldy.

05 March 2019

Ini salah satu menu andalan yang bakal hadir di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine

BEBEK PEKING - Salah satu menu andalan di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine adalah Bebek Peking. Bebek Peking merupakan salah satu makanan yang berasal dari Tiongkok yang sudah mendunia. / Istimewa

britaloka.com, KUPANG - Salah satu jenis makanan yang tidak kalah favorit dari ayam adalah bebek. Bebek, entah dengan olahan dipanggang, digoreng, atau dibakar sama lezatnya ketika sudah tersaji di atas piring pelanggan
Di Indonesia, bebek bahkan menjadi menu ikonik. Hal itu dapat dilihat di beberapa daerah, seperti di Surabaya dengan menu Nasi Bebek-nya yang masif dikonsumsi masyarakat setempat.
Mengapa bebek selalu menjadi “juara” di hati penikmatnya, tidak lain karena bebek memiliki cita rasa yang berbeda dan khas dibandingkan olahan ayam. Belum lagi aroma kulit bebek yang bersentuhan dengan minyak yang panas, benar-benar “melelehkan liur” penikmat kuliner.
Salah satu menu andalan yang bakal hadir di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, yang merupakan cabang dari Waroenk Group adalah Bebek Peking.
Hal tersebut diungkapkan Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (Ex Palm Resto, samping Lippo Plaza), Fatululi, Kupang, Selasa (5/3/2019).
Menurutnya, Bebek Peking yang juga dikenal sebagai “roasted duck” ini memang bisa membuat nafsu makan pelanggan meningkat. Pasalnya, lanjut Rivaldy, Bebek Peking yang biasanya diracik secara dipanggang, memiliki aroma yang wangi dengan bagian luar yang berwarna kecokelatan.
“Selain itu, cita rasa yang renyah pada bagian kulitnya menambah kelezatannya. Apalagi, kontur bagian dalam dagingnya juga lembut. Yang pasti, Bebek Peking kami benar-benar empuk dan tidak alot,” urainya.
Tidak hanya soal tekstur kelembutan dagingnya yang berkontribusi mengangkat kelezatan menu tersebut, tetapi Rivaldy tak menafikan kehadiran bumbu-bumbu pendukung Bebek Peking.
“Beberapa bumbu impor, sehingga berbeda dibandingkan bebek-bebek panggang reguler yang disajikan resto-resto lain,” paparnya.
Meskipun belum menyebut harga per potong atau porsinya, namun ia mengatakan menu oriental khas Tiongkok yang telah melegenda tersebut dibanderol pihaknya sangat terjangkau.
“Sangat terjangkau untuk makanan elite seperti Bebek Peking ini. Jadi, kami berharap semua kalangan dapat menikmati sajian khas oriental yang dulunya hanya dapat dinikmati para bangsawan Tiongkok ini,” imbuh Rivaldy.
Sebelumnya, ia mengklaim beberapa makanan yang diluncurkan manajemen Waroenk adalah pertama di Kota Kupang, di antaranya Suki dan Shabu-shabu, Daging Domba, Bebek Panggang Rempah, Burung Dara Masak Szechuan, Seafood Tofu Hotplate, Ayam Goreng Koloke, Sup Wantan Udang, Ayam Rebus Hainan, termasuk Bebek Peking yang menjadi menu andalan.
Rivaldy juga mengatakan, semua menu yang dihadirkan halal dan sudah bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Rencananya, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine akan buka pada pertengahan Maret 2019. Jadi, penikmat kuliner penyuka seafood dan oriental cuisine siap-siap saja merasakan sensasi menu-menu kami yang lezat, unik, dan beda,” ujar Rivaldy.
Sekadar diketahui, Bebek Peking atau dalam bahasa Mandarin disebut “Beijing Kaoya”, pada awalnya merupakan kuliner yang serupa kalkun panggang khas Amerika Serikat (AS). Pada masa Dinasti Yuan, sekitar 1271-1368, pengembara Marco Polo membawa kebiasaan memanggang daging unggas dan mengenalkannya kepada masyarakat Tiongkok.
Dinasti Yuan atau Kerajaan Mongol yang dipimpin Kaisar Kubilai Khan memerintahkan untuk mendatangkan aneka bumbu makanan dari pelosok dunia, seperti dari Eropa, Arab, dan India. Pada saat itulah tercipta kuliner yang bernama bebek panggang.
Ketika Kaisar Kubilai Khan memindahkan Ibu Kota negaranya ke Beijing, kuliner bebek panggang ini pun turut terangkat dan populer. Hal tersebut berlanjut hingga masa Dinasti Ming sekitar 1522.
Bebek panggang yang digunakan tadinya merupakan bebek yang berasal dari Kota Nanjing, tetapi lama kelamaan populasi bebek di Nanjing berkurang lantaran terkontaminasi polusi udara yang sangat tinggi.
Untuk mengakali hal itu, para peternak bebek akhirnya menemukan jenis bebek lain yang memiliki tekstur serupa bebek Nanjing. Bebek inilah yang kemudian dinamakan Bebek Peking.
Bebek peking diracik dengan menggunakan dua teknik memanggang, yaitu dipanggang dengan menggunakan oven konvensional dengan teknik yang berasal dari restoran Bianyifang di Chongwemen pada 1816.
Sementara itu, untuk teknik kedua adalah teknik Quanjude yang dikembangkan di dapur istana kekaisaran Dinasti Qing. Sebelum dimasak, bebek dilapisi sirup manis dan bumbu rempah lalu digantung hingga kering sekitar 24 jam. Hal ini dimaksudkan untuk memisahkan kulit bebek dari dagingnya. Inilah yang membuat kulit Bebek Peking panggang terasa renyah dan berkilau saat disajikan.

31 January 2019

Nasi Goreng Jawa, menu nusantara yang digemari berbagai kalangan

NASI GORENG JAWA - Bagi penikmat kuliner Nusantara, nasi goreng yang rasanya nikmat ini juga kerap diburu saat mereka ingin makan secara praktis, cepat disajikan, dan enak mengenyangkan. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Sajian nasi goreng sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Menu makanan yang merakyat ini selalu bisa menjadi alternatif bersantap, baik untuk sarapan pagi, hingga makan siang dan malam.
Bagi penikmat kuliner Nusantara, nasi goreng yang rasanya nikmat ini juga kerap diburu saat mereka ingin makan secara praktis, cepat disajikan, dan enak mengenyangkan. Sejatinya, nasi goreng apapun variannya, sama-sama memiliki cita rasa lezat sesuai bumbu dan rempah yang dipakai setiap daerah di Indonesia. Adapun “topping” yang dipakai merupakan kreasi tipikal dari daerah yang mengeluarkan nasi goreng tersebut.
Hal itu tentu juga berlaku bagi Nasi Goreng Jawa. Nasi goreng Jawa, dapat dibedakan dengan nasi goreng-nasi goreng lainnya, yaitu identik dengan rasa manis dan gurih.
"Beda dibandingkan nasi goreng lainnya, bumbu Nasi Goreng Jawa bisa dibilang lebih banyak," terang Marcomm and PR Waroenk Podjok, Yunita Kitu saat ditemui di Waroenk Podjok, GF Transmart Kupang, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Selasa (29/1/2018).
Selain bumbu, Nasi Goreng Jawa juga menggunakan tambahan sedikit terasi dan sambal dari cabai kering. Selain itu, nasi goreng Jawa juga menggunakan suwiran daging ayam sebagai lauk, sehingga menambah rasa gurihnya.
"Sudah memang dari awal, nasi goreng Jawa menggunakan suwiran daging ayam. Tetapi, ini juga tergantung dari beberapa kreasi penyajian koki setiap daerah, yang biasanya menggunakan ikan teri kering (asin) sebagai lauk,” urai Yunita.
Ia menambahkan, Nasi goreng Jawa selain identik dengan rasa manisnya yang diperoleh dari campuran kecap manis, juga menggunakan sayuran seperti tauge dan sayur sawi sebagai pelengkap.
“Tidak hanya itu, Nasi Goreng Jawa juga menggunakan irisan telur rebus, dan kerupuk udang,” imbuh Yunita.
Diuraikan, Nasi Goreng Jawa adalah nasi goreng khas Jawa yang berbeda dibandingkan nasi goreng Tiongkok (Chinese Food). Perbedaannya adalah nasi goreng Tiongkok biasanya berwarna agak kuning lantaran dicampur kari untuk versi Kanton Singapura serta nasi goreng Tiongkok Daratan (China) berwarna merah muda dengan lauk sayuran, daging sapi, seafood seperti udang dan cumi, atau nasi goreng dengan saus khusus yang biasa dapat ditemui di daerah pecinan.
“Dulunya, Nasi goreng Jawa dibumbui dengan sambal ulek yang membuat rasanya pedas, dan dimasak secara tradisional menggunakan kayu bakar atau angl,” papar Yunita.
Dijeaskan, Nasi Goreng Jawa pihaknya yang dibanderol Rp 44 ribu tersebut, disukai penikmat kuliner dari berbagai kalangan.
“Seperti Bakmi Goreng Jawa yang selalu ‘dirindukan’, Nasi Goreng Jawa juga begitu. Jadi, menu ini masuk dalam makanan ‘sejuta umat’ yang sangat digemari di Waroenk Podjok,” ulas Yunita.
Terkait animo pelanggan terhadap Nasi Goreng Jawa, ia mengatakan cukup responsif. Menurutnya, kehadiran menu itu berkontribusi mengangkat menu-menu Nusantara pihaknya.
“Selain Nasi Goreng Belacan khas Bali yang kami luncurkan dan menjadi menu ikonik di Waroenk Podjok, Nasi Goreng Jawa juga tidak kalah pamor. Untuk varian nasi goreng, makanan ini menempati rating yang cukup bagus, bahkan menyamai rating penjualan Nasi Goreng Belacan,” beber Yunita.
Sekadar diketahui, Nasi Goreng Jawa merupakan salah satu jenis makanan yang sangat digemari di Indonesia, dengan menyasar berbagai kalangan, baik middle-down maupun middle-up.
Kelezatan Nasi Goreng Jawa bahkan disukai ekspatriat dari berbagai negara. Wisatawan mancanegara biasanya akan mencari menu berbahan nasi ini di daerah persingaahan pelesir mereka di Indonesia.
Nasi Goreng Jawa memiliki banyak variasi, seperti Nasi Goreng Babat Semarang yang warnanya agak cokelat dengan lauk babat sebagai isian. Selain itu, ada Nasi Goreng Jawa Tengah yang warnanya merah muda dengan lauk sayuran kol dan suwiran ayam kampung.
Tidak hanya itu, di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya, ada Nasi Goreng Surabaya yang warnanya merah kecokelatan, dengan porsi yang besar serta agak pedas dengan lauk irisan telur dadar dan ayam goreng.
Sementara di Yogyakarta, ada Nasi Goreng Kampung yang warnanya merah dengan lauk telur mata sapi dan ayam kampung goreng.