08 July 2019

Waroenk Podjok Food Festival bertabur diskon besar hingga gratis minuman

Memasuki usia kedua eksistensinya di dunia kuliner, manajemen Waroenk menggelar berbagai program guna memanjakan pelanggan. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Memasuki usia kedua eksistensinya di dunia kuliner, manajemen Waroenk menggelar berbagai program guna memanjakan pelanggan.
Kali ini, restoran dan kafe dengan logo “koki berkumis” tersebut, melalui salah satu restoran representatifnya, Waroenk Podjok di Ground Floor (GF) Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, menggelar promo bertajuk “Waroenk Podjok Food Festival” yang berlaku selama sebulan, mulai 8 Juli 2019 hingga 8 Agustus 2019.
“Promo ini sendiri merupakan rangkaian hari ulang tahun (HUT) kedua Waroenk. Seperti diketahui, promo lainnya yang terkait HUT kedua kami adalah free ongkos (ongkir) GrabFood yang berlangsung pada 8 Juli 2019, selanjutnya ada juga promo yang tengah berjalan hingga tiga bulan ke depan yaitu Happy Hours Waroenk Podjok yang bekerja sama dengan IM3 Ooredoo,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Sanu saat ditemui di Waroenk Podjok, Senin (8/7/2019).
Ia menambahkan, promo Waroenk Podjok Food Festival selain sebagai program kuliner berkelanjutan pihaknya, juga sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan yang selama ini loyal bersantap di Waroenk, khususnya Waroenk Podjok.
“Promo kami kali ini bisa dibilang luar biasa, sebab manajemen menggelontorkan diskon besar hingga gratis minuman dan es krim bagi anak-anak, dan berlaku setiap hari sesuai tematik promo yang sudah dirilis,” papar Yunita.
Adapun promo Waroenk Podjok Food Festival yang dimaksud, di antaranya diskon 20 persen setiap Senin untuk seluruh makanan pembuka (Appetizer), beli satu dapat satu atau “Buy 1 Get 1” setiap Selasa untuk seluruh makanan Ricebowl, gratis minuman jenis “Aneka Minuman” setiap Rabu untuk semua makanan Indonesia (Indonesian Corner), gratis kentang goreng atau French Fries setiap Kamis untuk makanan Barat (Western Corner), diskon 20 persen setiap Jumat untuk semua makanan jenis mie dan sayuran (Noodle and Vegetable), gratis es krim (Extra Ice Cream) satu sekop untuk anak pelanggan yang memesan makanan apa saja setiap Sabtu, dan diskon 10 persen setiap Minggu untuk semua makanan Asia dan Jepang (Asian and Japanese Corner).
Meskipun mengaku tidak ada target omset yang dipatok manajemen dari promo tersebut, tetapi Yunita mengutarakan optimistisnya terhadap peluncuran Waroenk Podjok Food Festival.
“Kami optimistis bisa mengangkat trafik kunjungan pelanggan. Selain karena cita rasa menu-menu kami yang sudah familiar di lidah pelanggan, promo juga sebagai cara mendongkrak penjualan. Istilahnya, semua kalangan dapat mencicipi makanan dan minuman kami yang ‘mewah’. Jadi, makan mewah ala Waroenk ‘sonde’ bikin kantong bolong,” ujarnya.
Sementara itu, promo lainnya yang sudah berjalan adalah Happy Hour Waroenk Podjok-IM3 Ooredoo (Indosat Ooredoo). Promo yang mematok jam berlaku mulai pukul 14.00-18.00 Wita tersebut juga memberikan benefit yang menguntungkan pelanggan.
“Ada diskon 10 persen untuk seluruh menu, baik makanan maupun minuman, dengan syarat pesanan menu dalam rentang waktu 14.00-18.00 Wita. Tidak ada minimal transaksi, semua dapat diskon (10 persen) itu. Tetapi, khusus bagi pelanggan yang bertransaksi minimal Rp 50 ribu (berlaku kelipatan), akan mendapatkan kupon undian berhadiah satu unit smartphone Samsung Galaxy A10 dan puluhan hadiah hiburan lainnya,” tutup Yunita.

22 June 2019

HUT ke-2 Waroenk, pesan makanan lewat GrabFood gratis ongkir

Memperingati HUT kedua pada 8 Juli 2019, Waroenk Group memberikan apresiasi terhadap pelanggan. Dengan menggandeng GrabFood, manajemen Waroenk menggratiskan ongkos kirim (ongkir) pesanan atau order makanan dengan minimal transaksi Rp 100 ribu. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Hari Ulang Tahun (HUT) atau hari jadi merupakan salah satu momen penting bagi seseorang atau suatu instansi, sebab dengan bertambahnya usia diharapkan kematangan dan kedewasaan akan semakin bertambah pula.
Begitu juga yang telah dicapai manajemen Waroenk Group yang bakal merayakan HUT kedua pada Senin 8 Juli 2019 mendatang.
Seperti diketahui, saat ini perusahaan kuliner berlogo “koki berkumis” itu telah memiliki tiga cabang resto dan kafe di Kota Kupang, di antaranya Waroenk Oebufu Jalan WJ Lalamentik Oebufu, Waroenk Podjok GF Transmart Jalan WJ Lalamentik Fatululi, dan Waroenk Seafood and Oriental Cuisine Jalan Veteran 18 Fatululi.
Pencapaian yang diraih manajemen tersebut, menurut Senior Marketing Communication and Public Relation Waroenk Group, Yunita Kitu diperoleh berkat profesionalisme yang diusung manajemen selama ini.
“Sukses yang diraih Waroenk dengan membuka tiga cabang dalam waktu singkat karena kami memang benar-benar menyajikan yang terbaik bagi pelanggan. Terbaik di sini tentu tak bisa dipisahkan dari cita rasa kuliner yang kami suguhkan, begitupun dengan pelayanan yang mumpuni,” paparnya saat ditemui di Waroenk Seafood, Jumat (21/6/2019).
Memperingati HUT kedua, ulas Yunita, pihaknya memberikan apresiasi terhadap pelanggan. Dengan menggandeng GrabFood, manajemen Waroenk menggratiskan ongkos kirim (ongkir) pesanan atau order makanan dengan minimal transaksi Rp 100 ribu.
“Apresiasi subsidi ongkir ini berlaku hanya pada Senin 8 Juli 2019 dengan maksimal nominal subsidi ongkir Rp 10 ribu,” jelasnya.
Yunita menambahkan, tidak hanya program subsidi ongkir tetapi juga ada program makan gratis bagi pelanggan yang pas berulang tahun di hari yang sama.
“Pelanggan yang berulang tahun pada saat HUT kedua kami di Senin 8 Juli 2019, juga berhak mendapatkan makan gratis berupa satu porsi nasi goreng, boleh varian nasi goreng apa saja sesuai pilihan pelanggan yang berulang tahun di tiga resto kami, baik Waroenk Oebufu, Waroenk Podjok, dan Waroenk Seafood,” urainya.
Bagi yang berulang tahun bersamaan HUT kedua Waroenk Group, boleh makan di tempat atau memesannya (take away) melalui GrabFood dengan tetap mendapatkan subsidi ongkir. Syaratnya, sambung Yunita, hanya menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas diri lainnya.
“Bagaimana jika pemesan yang berulang tahun ingin bawa pulang makanan tersebut melalui GrabFood, boleh dengan syarat itu tadi, yaitu sebelumnya mengirimkan foto KTP mereka ke Whats Up (WA) Waroenk Group (jika memesan di Waroenk Oebufu WA-nya ke 0822-4766-6545, Waroenk Podjok 0858-5761-4038, Waroenk Seafood 0813-8544-2833),” katanya.
Yunita berharap, program subsidi bagi pelanggan di HUT kedua pihaknya dapat diapresiasi dengan baik, tidak hanya pelanggan loyal Waroenk Group tetapi juga keberadaan driver GrabFood yang selama ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pengguna jasa Grab.

19 June 2019

Ayam Goreng Sambal Terasi Waroenk Podjok disukai lantaran pedasnya yang asli

Karyawan Waroenk Podjok Kupang, Endang Ngogo tengah memperlihatkan menu Ayam Goreng Sambal Terasi Waroenk Podjok, Selasa (18/6/2019). / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Inovasi dan kreativitas, apapun bentuknya dan dalam kompartemen apapun, selalu membuahkan hasil yang tidak terkira.
Hal tersebut tidak terkecuali dalam bisnis kuliner. Sebut saja yang dilakukan manajemen Waroenk Resto and Cafe yang dengan cepat melejit bahkan menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang.
Sebagai salah satu resto dan kafe inovatif, manajemen Waroenk Podjok yang merupakan salah satu anak perusahaan Waroenk Group, selalu berkreasi menciptakan menu-menu baru, baik Nusantara maupun mancanegara.
“Bentuk inovasi dan kreativitas manajemen tidak lain adalah komitmen meluncurkan menu-menu baru. Waroenk Podjok sendiri akan meluncurkan menu istimewa Ayam Geprek untuk mengakomodir penikmat kuliner, khususnya yang menyukai makanan berbahan ayam,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Sanu saat ditemui di Waroenk Podjok, GF Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Selasa (18/6/2019).
Ia menambahkan, memang secara berkala pihaknya terus meluncurkan menu-menu baru. Tidak hanya baru, tetapi juga memiliki cita rasa berbeda ketimbang menu-menu sebelumnya.
“Beberapa makanan, bahkan dapat dikatakan pionir. Sebut saja Ayam Gepuk Waroenk Oebufu, setelah sebelumnya kami meluncurkan menu ikonik yang laris diburu pelanggan seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli,” paparnya.
Yunita menjelaskan, Ayam Geprek Spesial dan “turunannya” diprediksi bakal menjadi menu favorit pelanggan. “Alasannya, kami melihat pengalaman Ayam Gepuk Waroenk Oebufu yang menjadi favorit pelanggan di sana, bahkan menu itu menjadi ikonik.
Lebih detail, Yunita menguraikan “turunan” Ayam Geprek di antaranya Ayam Geprek Original Spesial, Ayam Geprek Sambal Matah, dan Ayam Geprek Sambal Matah Spesial.
“Semuanya kami banderol dengan harga sangat terjangkau, masing-masing Ayam Geprek Original Rp 27.500, Ayam Geprek Original Spesial Rp 33 ribu, Ayam Geprek Sambal Matah Rp 27.500, Ayam Geprek Sambal Matah Spesial Rp 33 ribu, dan Ayam Goreng Sambal Terasi Rp 45 ribu,” ulasnya.
Menurut Yunita, makanan-makanan tersebut sejak diluncurkan pada 4 Mei 2018 lalu itu disukai pelanggan. Pasalnya, kepedasan maupun kelezatan menu-menu tersebut “asli”.
Artinya, bagi penikmat kuliner yang menyukai pedas, selalu merasa puas dengan cita rasa pedas yang ditawarkan.
“Takaran pedas Ayam Geprek kami ini memang orisinal dan pas, karena menggunakan cabai pilihan. Pastinya, menu itu bakal bikin goyang lidah pelanggan,” katanya.
Sekadar diketahui, “geprek” baik ayam maupun daging sapi adalah makanan khas Sunda, Jawa Barat. Sejatinya, mulanya menu ini terbuat dari daging sapi, dengan rasa khas yang sedikit manis dan gurih.

28 May 2019

Akomodir penikmat kuliner milenial, Waroenk luncurkan 16 menu series baru

Menu series yang diluncurkan Waroenk Oebufu akhir Mei 2019 di antaranya Penyetan Series (Penyet Ayam dengan varian tahu-tempe Rp 45 ribu, Penyet Ikan dengan varian tahu-tempe Rp 25 ribu, dan Penyet Telur dengan varian tahu-tempe Rp 25 ribu). Semua menu tersebut dibekali nasi sebagai bagian paket Penyetan Series.
britaloka.com, KUPANG - Bagi penikmat kulier “zaman now” atau lebih kerap disebut kaum milenial, kegiatan bersantap saat ini tidak sekadar makan atau mengudap, tetapi lebih dari itu. Lebih dari itu yang dimaksud, makan tidak hanya upaya untuk mengisi perut namun ada ekspektasi lain yang ingin lebih ditonjolkan seperti gaya hidup dalam lingkup kuliner.
Gaya hidup dalam lingkup kuliner biasa disebut “dyne with style”. Ini dapat dilihat dari aktivitas pra bersantap seperti selfie dengan makanan, atau kegiatan foto makanan lantas diunggah ke media sosial (medsos) mereka seperti Facebook, Instagram, dan lainnya.
Sebagai pelaku kuliner yang super-representatif di Kota Kupang, manajemen resto berlogo koki berkumis, Waroenk tidak pernah ketinggalan untuk selalu meng-update menu-menu baru, termasuk menu series yang lagi digandrungi anak-anak muda.
“Mengakomodir penikmat kuliner milenial, kami kembali meluncurkan menu-menu eksotik yang lezat, unik, dan berbeda. Menu series kami ini dapat dikatakan pionir dan pertama di Kota Kupang,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Oebufu, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Oebufu, Jalan WJ Lalaentik, Oebufu, Kupang, Selasa (28/5/2019).
Dijelaskan menu series yang diluncurkan akhir Mei 2019 tersebut di antaranya Penyetan Series (Penyet Ayam dengan varian tahu-tempe Rp 45 ribu , Penyet Ikan dengan varian tahu-tempe Rp 25 ribu, dan Penyet Telur dengan varian tahu-tempe Rp 25 ribu). Semua menu tersebut, imbuh Merlin, dibekali nasi sebagai bagian paket Penyetan Series.
“Dalam jajaran Ropang atau Roti Panggang Series, kami memiliki 10 item di antaranya Ropang Chicken Jalap Rp 50 ribu, Ropang Chicken Teriyaki Rp 52 ribu, Ropang Crunchy Peanut Rp 30 ribu, Ropang Corn Mozza Rp 50 ribu, Ropang Sausage Pizza Rp 37 ribu, Ropang Beef Teriyaki Rp 52.500, Ropang Oreo Green Tea Rp 30 ribu, Ropang Milky Cheese Rp 37 ribu, Ropang John Rp 50 ribu, dan Ropang Oreo Tiramisu Rp 50 ribu,” ulasnya.
Merlin menambahkan, untuk jajaran Quesadilla Series yang merupakan menu asal Meksiko, pihaknya meluncurkannya dalam tiga varian, di antaranya Cheese Quesadilla (berbahan keju) Rp 30 ribu, Chicken Quesadilla (berbahan ayam) Rp 30 ribu, dan Chocomelt Banana Quesadilla (berbahan pisang) Rp 20 ribu.
“Dalam jajaran Hotplate Series, kami menawarkan dua pilihan menu di antaranya Beef Hotplate Pepper Rice (berbahan sapi) Rp 36 ribu dan Chicken Hotplate (berbahan ayam) Rp 36 ribu,” katanya.
Merlin menjelaskan, tidak hanya menyajikan menu unik, lezat, dan beda tetapi juga otentik asal daerah menu yang dihadirkan, seperti yang dapat dicicipi pelanggan untuk menu khas Madura, yaitu Nasi Cumi Madura yang dibanderol terjangkau Rp 40 ribu.
“Sensasi menu khas Madura ini boleh dikatakan unik karena menggunakan bahan cumi hitam, mie goreng, dan keripik rempeyek. Jadi, otentikasi kelezatannya tidak dapat diragukan lagi,” bahasnya.
Dalam jajaran menu Nusantara, selain Nasi Cumi Madura, pihaknya juga meluncurkan Nasi Goreng Cumi Negro yang juga dibanderol sangat terjangkau Rp 40 ribu.
“Menu ini (Nasi Goreng Cumi Hitam) adalah varian unik untuk varian nasi goreng karena tidak seperti biasanya yang berwarna putih atau merah, tetapi hitam. Makanan ini adalah racikan kreatif perpaduan makanan Asia Tenggara, Thailand dan Indonesia. Kalau di Thailand, nasi goreng ini disebut Itim Fried Rice, atau nasi goreng hitam,” ujar Merlin.
Ia menambahkan, bagi penyuka mie, Waroenk Oebufu juga meluncurkan Mie Huha Rp 35 ribu. “Tidak seperti mie reguler lainnya, mie kami ini tergolong unik karena mienya diwadahi keripik bertopping irisan sosis dan bakwan udang goreng,” jelas wanita yang hobi dengar musik ini.
Bagi yang ingin sekadar camilan atau menambah topping di Mie Huha ini, sebut Merlin, ada Bakwan Udang Goreng yang garing dan renyah. “Harganya juga ramah di kantong kaum milenial, hanya Rp 24 ribu,” katanya.
Untuk penyuka ikan berkuah, manajemen juga meluncurkan menu sedap Nusantara, Ikan Selai Santan Pedas Rp 30 ribu.
Tak hanya makanan, bahas Merlin, Waroenk Oebufu juga meluncurkan varian minuman asal Korea yang menyegarkan, Bingsoo Series.
“Minuman es krim Bingsoo dengan varian topping saat ini menjadi hits di kalangan milenial. Waroenk Oebufu meluncurkan empat item, di antaranya Fruit Bingsoo, Choco Bingsoo, Ogura Bingsoo, Cookies Bingsoo yang semuanya berbanderol Rp 35 ribu,” imbuhnya.
Sementara minuman lainnya, urai Merlin, ada varian minuman asal Spanyol, yaitu Mojitos Series. “Kami menawarkannya dalam dua varian, yaitu Peach Mojitos dan Virgin Mojitos yang dibanderol sama Rp 20 ribu,” paparnya.
Ada juga Frappe Series, sambung Merlin, yang merupakan topping blend drink khas Waroenk dalam tiga varian antara lain Matcha Frappe, Magura Frappe, Matcha Oreo, dan Salted Caramel Frappe yang semuanya berbanderol harga sama, Rp 33 ribu,” tutupnya.

25 April 2019

Dimsum Waroenk Seafood, appetizer khas Tiongkok yang populer di dunia

Banyak varian appetizer yang ditawarkan pelaku kuliner, tetapi yang paling populer dan sudah digemari warga dunia adalah dimsum yang berasal dari Tiongkok. Dimsum atau “dianxin” dalam bahasa Tionghoa, lazimnya makanan kecil lainnya biasanya dimakan sebagai sarapan atau brunch. / Istimewa

britaloka.com, KUPANG - Bersantap, baik secara personal maupun berkelompok rasanya tidak lengkap tanpa appetizer. Appetizer atau makanan pembuka, juga dapat dikatakan makanan kecil, saat ini bukan hal asing bagi penikmat kuliner.
Banyak varian appetizer yang ditawarkan pelaku kuliner, tetapi yang paling populer dan sudah digemari warga dunia adalah dimsum yang berasal dari Tiongkok. Dimsum atau “dianxin” dalam bahasa Tionghoa, lazimnya makanan kecil lainnya biasanya dimakan sebagai sarapan atau brunch.
Hal tersebut diungkapkan Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang, Rabu (24/4/2018).
“Secara asimilatif, dimsum sangat populer di kalangan Kanton, yaitu entitas Tionghoa Tiongkok yang secara turun temurun berdomisili dan menjadi mayoritas penduduk Hongkong. Untuk itu, penyebutan dimsum lebih populer ketimbang dianxin,” ulasnya.
Diterangkan, dimsum terdiri dari berbagai penganan berpotongan kecil, biasanya disantap saat jamuan minum teh. Secara kultural, lanjutnya, orang Kanton sangat mementingkan acara minum teh yang disebut yamcha atau yincha.
“Salah satu item dimsum yang digemari adalah Xiaolongbao, yang memiliki arti roti keranjang kecil. Makanan juga dikenal sebagai pangsit yang memiliki kuah (saus) di dalamnya karena varian dimsum ini adalah sejenis roti yang memiliki isi,” papar Rivaldy.
Ia menjelaskan, Xiaolongbao berasal dari Tiongkok bagian selatan, terutama Shanghai dan Suzhou. Makanan ini biasa disajikan menggunakan keranjang bambu lantaran proses memasak makanan ini memang dikukus menggunakan keranjang bambu tadi.
Lebih lanjut, Rivaldy mengatakan, salah satu item tidak kalah populernya adalah Siomai (biasa ditulis. Siomay) yang dalam bahasa Mandarin kerap disebut “shaomai”, sementara dalam bahasa Kanton disebut “siu maai”.
“Uniknya, kulit Siomay serupa kulit pangsit. Makanan ini konon berasal dari daerah gurun kaum nomad Mongolia,” imbuhnya.
Rivaldy menambahkan, Siomay biasanya berisi daging cincang yang dibungkus kulit tipis dari tepung terigu. Kendati begitu, siomai juga biasanya diisi daging udang, kepiting, atau sapi.
Makanan ini dibuat berbentuk silinder, di atasnya diberi hiasan seperti telur kepiting, parutan wortel, atau kacang polong. Setelah dimatangkan dengan cara dikukus, siomai dimakan dengan cuka atau kecap asin.
“Di Waroenk Seafood, varian dimsum yang ditawarkan adalah dimsum Siomay Ayam, Ekado, Kwotiek, Lumpia Kulit Tahu, Sushinori, dan Kaki Ayam yang masing-masing dibanderol terjangkau Rp 20 ribu,” tutupnya.

15 April 2019

Tunjuk kelingking ungu diskon 10 persen di Waroenk Seafood


Guna mengapresiasi kegiatan Pemilu 2019, manajemen Waroenk, dalam hal ini Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Kupang menggelar program diskon 10 persen makan dan minum bagi pengunjung yang menunjukkan jari yang telah tercelup tinta ungu. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Pilpres dalam Pemilu 2019, tinggal menghitung hari. Sebagai warga negara yang baik, setiap warga negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi syarat kepesertaan harus ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut.
Guna mengapresiasi kegiatan akbar lima tahunan itu, manajemen Waroenk, dalam hal ini Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, menggelar program diskon 10 persen makan dan minum bagi pengunjung yang menunjukkan jari yang telah tercelup tinta ungu.
“Jadi, seusai mencoblos pada Rabu, 17 April 2019, penikmat kuliner berhak mendapatkan diskon 10 persen dari kami, hanya dengan menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah tercelup tinta ungu sebagai bukti telah mengikuti Pemilu 2019,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang, Sabtu (6/4/2019).
Dijelaskan, promo “Tunjuk Kelingking Ungu Diskon 10 Persen” pihaknya berlaku hanya satu hari.
“Jadi, jangan sia-siakan kesempatan promo yang kami gelar bagi peserta Pemilu 2019. Usai mencoblos, masyarakat bisa berbondong-bondong ke Waroenk Seafood and Oriental Cuisine untuk makan siang bersama keluarga maupun sahabatnya,” ajak Rivaldy.
Ia menambahkan, selain apresiasi bagi masyarakat peserta Pemilu 2019, gelaran promo yang diluncurkan pihaknya juga ingin lebih mengenalkan Waroenk Seafood and Oriental Cuisine kepada penikmat kuliner.
“Ada sekitar 150 menu di luar minuman yang kami tawarkan, semuanya berbeda dengan yang ada di Waroenk Oebufu dan Waroenk Podjok. Sehingga, pelanggan yang ingin mencicipi makanan yang lebih variatif, khususnya seafood dan makanan Asia, bisa ke Waroenk Seafood and Oriental Cuisine,” imbuh Rivaldy.
Bahkan, lanjut pria yang gemar icip-icip kuliner tersebut, beberapa menu dapat dikatakan pionir dengan harga sangat murah dan terjangkau di Kota Kupang. Sebut saja Bebek (Peking) Panggang Waroenk, Ayam Hainan, Bubur Waroenk dengan topping Telur Seribu Tahun, Dimsum, dan Steamboat.
“Tidak hanya pionir dan pertama di Kota Sasando ini, tetapi Dimsum dan Steamboat kami benar-benar murah. Steamboat misalnya, untuk Regular (satu hingga dua orang) hanya Rp 105 ribu dan Large (tiga hingga empat orang) Rp 210 ribu,” ulas Rivaldy.
Adapun menu Bubur Waroenk juga dibanderol sangat murah. “Satu porsi Bubur Waroenk hanya Rp 15 ribu, jika ditambah topping legendaris seperti Telur Seribu Tahun (Phitan Egg), pelanggan cukup menambah Rp 7.500. Masih ada topping lainnya yang tak kalah sedapnya dibandingkan Telur Seribu Tahun, seperti udang, telur asin, dan ayam Hainan.
Yang pasti, sebut Rivaldy, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine adalah tempat pas untuk makan sekaligus nongkrong kaum milenial. Selain menunya unik, lezat, dan beda, suasana restoran juga sangat nyaman.
“Ada akses free wifi, full AC sehingga pelanggan yang makan tidak gerah, serta pelayanan yang ramah dari waitress (pramusaji). Atau, kalau yang ingin sekadar ngopi dan minum teh juga bisa, karena kami menyediakan kopi dan Chinese Tea khas Tiongkok yang sangat digemari di dunia,” paparnya.
Rivaldy menguraikan, untuk Chinese Tea pihaknya dibanderol sangat murah karena hanya Rp 15 ribu per teko.
“Jadi, segera habis mencoblos, tunjukkan kelingking yang sudah dicelup tinta ungu di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine untuk mendapatkan diskon 10 persen. Jangan lupa, kami juga ada program ‘Makan Berhadiah Motor dan Emas’. Di program ini, pelanggan yang bertransaksi Rp 100 ribu akan mendapatkan satu kupon undian berhadiah satu unit sepeda motor dan lima keping emas untuk masing-masing lima pemenang hiburan,” tutupnya

03 April 2019

Makan berhadiah motor dan emas di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine


 
Memasuki tahun ketiga kehadirannya, Waroenk Resto and Cafe kembali membuka cabang di Jalan Veteran 18 (ex Palm Seafood, samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang. Tentu saja, eksistensi Waroenk bisa bertahan karena terus mempertahankan cita rasa makanan yang mumpuni. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Bicara kuliner, tentu tidak ada habisnya. Banyak ragam kuliner yang ditawarkan pengusaha tetapi tidak semua memuaskan pelanggannya. Pasalnya, makanan dengan cita rasa berkualitas itulah yang sulit dipertahankan.
Memasuki tahun ketiga kehadirannya, Waroenk Resto and Cafe kembali membuka cabang di Jalan Veteran 18 (ex Palm Seafood, samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang. Tentu saja, eksistensi Waroenk bisa bertahan karena terus mempertahankan cita rasa makanan yang mumpuni.
“Makanan yang kami hadirkan sangat disukai penikmat kuliner di Kota Kupang, bahkan para pendatang yang berkunjung di Kota Sasando ini. Terbukti, kami mendapat penghargaan Kadin Award 2018 dari Kadin NTT sebagai Restoran dengan Menu Terinovatif se-NTT,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemu di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jumat (29/3/2019).
Apresiasi itu terus berlanjut, lanjut Rivaldy, dengan banyaknya pujian terhadap cita rasa makanan dari pelanggan yang datang pada soft opening Waroenk Seafood and Oriental Cuisine pada Rabu (27/3/2019) lalu.
“Bebek (Peking) Panggang Waroenk jadi best seller jualan kami di hari pertama peluncuran resto kami. Menurut testimoni pelanggan, selain lezat harga yang kami banderol termasuk murah. Bayangkan, untuk seperempat ekor hanya Rp 99 ribu, dan ini sudah bisa disantap empat-tiga orang dengan ukuran lumayan besar,” imbuhnya.
Rivaldy menambahkan, selain itu pihaknya juga menyediakan sekitar 150 menu lain, seperti seafood (lobster, kepiting, ikan laut dan tawar, serta kerang), dimsum, nasi Hainan, bubur, ayam panggang, sup, sayuran,” paparnya.
“Sayuran kami yang populer adalah Baby Buncis yang sudah sangat digemari penikmat kuliner internasional. Sementara, untuk minuman juga tidak kalah variatifnya, baik dingin maupun panas seperti Chinese Tea yang legendaris,” katanya.
Yang pasti, sebut Rivaldy, semua menu baik makanan dan minuman dibanderol dengan harga murah dan terjangkau.
“Makanan seafood ada yang kami jual per porsi dan per ons sesuai pilihan pelanggan. Selama ini, Waroenk kan dikenal sebagai penyedia makanan berkelas, mewah namun dengan harga terjangkau. Jadi, semua kalangan dapat masuk di resto kami,” ujarnya.
Selain tetap mempertahankan cita rasa semua menunya, Rivaldy mengatakan ada apresiasi untuk pelanggan yang bersantap di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, yaitu “Program Makan Berhadiah Motor dan Emas”.
“Boleh dibilang ini bentuk apresiasi dan surprais bagi pelanggan, makan makanan enak dengan harga murah tetapi berkesempatan mendapatkan hadiah sepeda motor dan emas,” katanya.
Ia menjelaskan, mekanisme program undian adalah dengan makan minimal Rp 100 ribu (berlaku kelipatan), pelanggan berhak mendapat satu kupon undian yang akan diundi pada 3 Oktober 2019 mendatang.
“Kupon undian dikumpulkan terakhir pada 27 September 2019. Satu orang pemenang, berhak mendapat satu sepeda motor Honda Beat eSP dan lima orang pemenang hiburan masing-masing akan mendapatka emas satu gram,” urai Rivaldy.
Ia mengatakan, selain apresiasi bagi pelanggan, program “Makan Berhadiah Motor dan Emas” tersebut dapat lebih memanjakan konsumen, sehingga lebih loyal dan konsisten bersantap di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine yang memang dikenal sebagai resto penyedia makanan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Yang pasti, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine berkomitmen menyediakan makanan halal yang lezat, enak, dan berharga terjangkau. Selain itu, sebagai tempat bersantap yang nyaman, cozy, dan pas untuk nongkrong bersama teman maupun keluarga,” tutup Rivaldy.

05 March 2019

Ini salah satu menu andalan yang bakal hadir di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine

BEBEK PEKING - Salah satu menu andalan di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine adalah Bebek Peking. Bebek Peking merupakan salah satu makanan yang berasal dari Tiongkok yang sudah mendunia. / Istimewa

britaloka.com, KUPANG - Salah satu jenis makanan yang tidak kalah favorit dari ayam adalah bebek. Bebek, entah dengan olahan dipanggang, digoreng, atau dibakar sama lezatnya ketika sudah tersaji di atas piring pelanggan
Di Indonesia, bebek bahkan menjadi menu ikonik. Hal itu dapat dilihat di beberapa daerah, seperti di Surabaya dengan menu Nasi Bebek-nya yang masif dikonsumsi masyarakat setempat.
Mengapa bebek selalu menjadi “juara” di hati penikmatnya, tidak lain karena bebek memiliki cita rasa yang berbeda dan khas dibandingkan olahan ayam. Belum lagi aroma kulit bebek yang bersentuhan dengan minyak yang panas, benar-benar “melelehkan liur” penikmat kuliner.
Salah satu menu andalan yang bakal hadir di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, yang merupakan cabang dari Waroenk Group adalah Bebek Peking.
Hal tersebut diungkapkan Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (Ex Palm Resto, samping Lippo Plaza), Fatululi, Kupang, Selasa (5/3/2019).
Menurutnya, Bebek Peking yang juga dikenal sebagai “roasted duck” ini memang bisa membuat nafsu makan pelanggan meningkat. Pasalnya, lanjut Rivaldy, Bebek Peking yang biasanya diracik secara dipanggang, memiliki aroma yang wangi dengan bagian luar yang berwarna kecokelatan.
“Selain itu, cita rasa yang renyah pada bagian kulitnya menambah kelezatannya. Apalagi, kontur bagian dalam dagingnya juga lembut. Yang pasti, Bebek Peking kami benar-benar empuk dan tidak alot,” urainya.
Tidak hanya soal tekstur kelembutan dagingnya yang berkontribusi mengangkat kelezatan menu tersebut, tetapi Rivaldy tak menafikan kehadiran bumbu-bumbu pendukung Bebek Peking.
“Beberapa bumbu impor, sehingga berbeda dibandingkan bebek-bebek panggang reguler yang disajikan resto-resto lain,” paparnya.
Meskipun belum menyebut harga per potong atau porsinya, namun ia mengatakan menu oriental khas Tiongkok yang telah melegenda tersebut dibanderol pihaknya sangat terjangkau.
“Sangat terjangkau untuk makanan elite seperti Bebek Peking ini. Jadi, kami berharap semua kalangan dapat menikmati sajian khas oriental yang dulunya hanya dapat dinikmati para bangsawan Tiongkok ini,” imbuh Rivaldy.
Sebelumnya, ia mengklaim beberapa makanan yang diluncurkan manajemen Waroenk adalah pertama di Kota Kupang, di antaranya Suki dan Shabu-shabu, Daging Domba, Bebek Panggang Rempah, Burung Dara Masak Szechuan, Seafood Tofu Hotplate, Ayam Goreng Koloke, Sup Wantan Udang, Ayam Rebus Hainan, termasuk Bebek Peking yang menjadi menu andalan.
Rivaldy juga mengatakan, semua menu yang dihadirkan halal dan sudah bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Rencananya, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine akan buka pada pertengahan Maret 2019. Jadi, penikmat kuliner penyuka seafood dan oriental cuisine siap-siap saja merasakan sensasi menu-menu kami yang lezat, unik, dan beda,” ujar Rivaldy.
Sekadar diketahui, Bebek Peking atau dalam bahasa Mandarin disebut “Beijing Kaoya”, pada awalnya merupakan kuliner yang serupa kalkun panggang khas Amerika Serikat (AS). Pada masa Dinasti Yuan, sekitar 1271-1368, pengembara Marco Polo membawa kebiasaan memanggang daging unggas dan mengenalkannya kepada masyarakat Tiongkok.
Dinasti Yuan atau Kerajaan Mongol yang dipimpin Kaisar Kubilai Khan memerintahkan untuk mendatangkan aneka bumbu makanan dari pelosok dunia, seperti dari Eropa, Arab, dan India. Pada saat itulah tercipta kuliner yang bernama bebek panggang.
Ketika Kaisar Kubilai Khan memindahkan Ibu Kota negaranya ke Beijing, kuliner bebek panggang ini pun turut terangkat dan populer. Hal tersebut berlanjut hingga masa Dinasti Ming sekitar 1522.
Bebek panggang yang digunakan tadinya merupakan bebek yang berasal dari Kota Nanjing, tetapi lama kelamaan populasi bebek di Nanjing berkurang lantaran terkontaminasi polusi udara yang sangat tinggi.
Untuk mengakali hal itu, para peternak bebek akhirnya menemukan jenis bebek lain yang memiliki tekstur serupa bebek Nanjing. Bebek inilah yang kemudian dinamakan Bebek Peking.
Bebek peking diracik dengan menggunakan dua teknik memanggang, yaitu dipanggang dengan menggunakan oven konvensional dengan teknik yang berasal dari restoran Bianyifang di Chongwemen pada 1816.
Sementara itu, untuk teknik kedua adalah teknik Quanjude yang dikembangkan di dapur istana kekaisaran Dinasti Qing. Sebelum dimasak, bebek dilapisi sirup manis dan bumbu rempah lalu digantung hingga kering sekitar 24 jam. Hal ini dimaksudkan untuk memisahkan kulit bebek dari dagingnya. Inilah yang membuat kulit Bebek Peking panggang terasa renyah dan berkilau saat disajikan.

31 January 2019

Nasi Goreng Jawa, menu nusantara yang digemari berbagai kalangan

NASI GORENG JAWA - Bagi penikmat kuliner Nusantara, nasi goreng yang rasanya nikmat ini juga kerap diburu saat mereka ingin makan secara praktis, cepat disajikan, dan enak mengenyangkan. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Sajian nasi goreng sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Menu makanan yang merakyat ini selalu bisa menjadi alternatif bersantap, baik untuk sarapan pagi, hingga makan siang dan malam.
Bagi penikmat kuliner Nusantara, nasi goreng yang rasanya nikmat ini juga kerap diburu saat mereka ingin makan secara praktis, cepat disajikan, dan enak mengenyangkan. Sejatinya, nasi goreng apapun variannya, sama-sama memiliki cita rasa lezat sesuai bumbu dan rempah yang dipakai setiap daerah di Indonesia. Adapun “topping” yang dipakai merupakan kreasi tipikal dari daerah yang mengeluarkan nasi goreng tersebut.
Hal itu tentu juga berlaku bagi Nasi Goreng Jawa. Nasi goreng Jawa, dapat dibedakan dengan nasi goreng-nasi goreng lainnya, yaitu identik dengan rasa manis dan gurih.
"Beda dibandingkan nasi goreng lainnya, bumbu Nasi Goreng Jawa bisa dibilang lebih banyak," terang Marcomm and PR Waroenk Podjok, Yunita Kitu saat ditemui di Waroenk Podjok, GF Transmart Kupang, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Selasa (29/1/2018).
Selain bumbu, Nasi Goreng Jawa juga menggunakan tambahan sedikit terasi dan sambal dari cabai kering. Selain itu, nasi goreng Jawa juga menggunakan suwiran daging ayam sebagai lauk, sehingga menambah rasa gurihnya.
"Sudah memang dari awal, nasi goreng Jawa menggunakan suwiran daging ayam. Tetapi, ini juga tergantung dari beberapa kreasi penyajian koki setiap daerah, yang biasanya menggunakan ikan teri kering (asin) sebagai lauk,” urai Yunita.
Ia menambahkan, Nasi goreng Jawa selain identik dengan rasa manisnya yang diperoleh dari campuran kecap manis, juga menggunakan sayuran seperti tauge dan sayur sawi sebagai pelengkap.
“Tidak hanya itu, Nasi Goreng Jawa juga menggunakan irisan telur rebus, dan kerupuk udang,” imbuh Yunita.
Diuraikan, Nasi Goreng Jawa adalah nasi goreng khas Jawa yang berbeda dibandingkan nasi goreng Tiongkok (Chinese Food). Perbedaannya adalah nasi goreng Tiongkok biasanya berwarna agak kuning lantaran dicampur kari untuk versi Kanton Singapura serta nasi goreng Tiongkok Daratan (China) berwarna merah muda dengan lauk sayuran, daging sapi, seafood seperti udang dan cumi, atau nasi goreng dengan saus khusus yang biasa dapat ditemui di daerah pecinan.
“Dulunya, Nasi goreng Jawa dibumbui dengan sambal ulek yang membuat rasanya pedas, dan dimasak secara tradisional menggunakan kayu bakar atau angl,” papar Yunita.
Dijeaskan, Nasi Goreng Jawa pihaknya yang dibanderol Rp 44 ribu tersebut, disukai penikmat kuliner dari berbagai kalangan.
“Seperti Bakmi Goreng Jawa yang selalu ‘dirindukan’, Nasi Goreng Jawa juga begitu. Jadi, menu ini masuk dalam makanan ‘sejuta umat’ yang sangat digemari di Waroenk Podjok,” ulas Yunita.
Terkait animo pelanggan terhadap Nasi Goreng Jawa, ia mengatakan cukup responsif. Menurutnya, kehadiran menu itu berkontribusi mengangkat menu-menu Nusantara pihaknya.
“Selain Nasi Goreng Belacan khas Bali yang kami luncurkan dan menjadi menu ikonik di Waroenk Podjok, Nasi Goreng Jawa juga tidak kalah pamor. Untuk varian nasi goreng, makanan ini menempati rating yang cukup bagus, bahkan menyamai rating penjualan Nasi Goreng Belacan,” beber Yunita.
Sekadar diketahui, Nasi Goreng Jawa merupakan salah satu jenis makanan yang sangat digemari di Indonesia, dengan menyasar berbagai kalangan, baik middle-down maupun middle-up.
Kelezatan Nasi Goreng Jawa bahkan disukai ekspatriat dari berbagai negara. Wisatawan mancanegara biasanya akan mencari menu berbahan nasi ini di daerah persingaahan pelesir mereka di Indonesia.
Nasi Goreng Jawa memiliki banyak variasi, seperti Nasi Goreng Babat Semarang yang warnanya agak cokelat dengan lauk babat sebagai isian. Selain itu, ada Nasi Goreng Jawa Tengah yang warnanya merah muda dengan lauk sayuran kol dan suwiran ayam kampung.
Tidak hanya itu, di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya, ada Nasi Goreng Surabaya yang warnanya merah kecokelatan, dengan porsi yang besar serta agak pedas dengan lauk irisan telur dadar dan ayam goreng.
Sementara di Yogyakarta, ada Nasi Goreng Kampung yang warnanya merah dengan lauk telur mata sapi dan ayam kampung goreng.

21 December 2018

Chicken Smoky Waroenk Podjok, steik ayam cita rasa barbeque

Chicken Smoky adalah steik ayam yang sangat digemari pelanggan Waroenk Podjok. Selain berbahan daging ayam dengan tekstur empuk, ayam fillet goreng renyah ini juga diimbuhi sayuran, kentang, telur mata sapi, dan saus barbeque (BBQ). / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANGLagi-lagi, menu berbahan ayam menjadi primadona para pelaku kuliner. Ayam, diracik dengan cara apapun tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para koki.
Pasalnya, selain daging sapi, ayam adalah bahan makanan yang paling banyak dikonsumsi konsumen dunia. Berkat bahan makanan yang familier ini, pelaku kuliner dapat meluncurkan menu apa saja dengan bahan daging ayam yang disukai pelanggan, termasuk Chicken Smoky yang menjadi salah satu menu di Waroenk Podjok.
“Chicken Smoky adalah steik ayam yang sangat digemari pelanggan kami. Selain berbahan daging ayam dengan tekstur empuk, ayam fillet goreng renyah ini juga diimbuhi sayuran, kentang, telur mata sapi, dan saus barbeque (BBQ),” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu saat ditemui belum lama ini di Waroenk Podjok, GF Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Oebobo, Kupang.
Ia menambahkan, steik ayam bercita rasa BBQ yang diluncurkan pihaknya untuk mengakomodir penikmat kuliner di Kota Kupang yang gemar menyantap menu Western.
“Saat ini, menu Western tidak hanya dikonsumsi ekspatriat atau wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Kota Sasando ini, tetapi juga warga Kupang dan sekitarnya,” papar Yunita.
Beberapa makanan Barat seperti Chicken Smoky, sebut wanita kelahiran 1996 ini, secara domestik digemari warga lokal karena menggunakan bahan makanan yang familier dari dalam negeri sendiri seperti ayam.
“Jadi, bisa dikatakan Chicken Smoky adalah menu Western tetapi tetap mengusung kearifan lokal (karena menggunakan bahan-bahan lokal),” ujarnya.
Menurut Yunita, beda halnya bila meracik steik berbahan daging sapi yang memang memiliki ragam alternatif impor yang sudah dimafhumi penikmat steik.
“Kalau steik daging ayam memang agak simpel, berbeda dibandingkan steik daging sapi yang memang memiliki ragam pilihan racikan. Seperti yang kita ketahui, daging sapi memang sedikit repot karena tergantung kekenyalan daging sapi itu sendiri. Sehingga, penikmat kuliner biasanya memilih sapi impor yang benar-benar dari peternakan sapi potong khusus untuk pangan steik,” paparnya.
Yunita menjelaskan, secara esensial steik ayam klasik Eropa ini tidak pernah surut penggemar. Pasalnya, lapisan tepung roti di bagian luar isi (daging ayam) terasa renyah dan garing. Sehingga, itu pulalah yang menjadi ciri khas kelezatan menu tersebut.
“Selain itu, bagian luarnya ditaburi lelehan saus BBQ dan mozarella sehingga menambah harum daging ayam yang disajikan di atas hotplate atau piring baja khas yang tetap menjaga panas makanan hingga di atas meja pelanggan,” tambahnya.
Tidak hanya “topping” khas seperti saus BBQ dan mozarella, imbuh Yunita, tetapi kelezatan Chicken Smoky ini juga disempurnakan hadirnya french fries (kentang goreng), telur mata sapi, dan sayuran seperti wortel dan buncis.
“Chicken Smoky ini kami banderol sangat terjangkau hanya Rp 45 ribu. Animo pelanggan Waroenk Podjok sendiri cukup apresiatif. Rata-rata mengatakan steik ayam kami ini lembut, gurih, dan yummy. Jadi, bagi yang menyukai menu Barat, jangan ragu bersantap di Waroenk Podjok,” promosinya.
Sekadar diketahui, steak atau steik dalam bahasa Indonesia merupakan potongan besar daging (sapi maupun ayam) yang di-grilled dan disajikan di atas hotplate bersama kentang dan sayuran.
Makanan ini sudah dikenal sejak lama di Eropa dengan bumbu minimalis yang dulunya dimasak menggunakan api arang. Selain daging sapi dan ayam, ikan juga menjadi bahan utama steik.
Kebanyakan steik dipotong tegak lurus dengan fiber otot sehingga menambah kelegitan daging. Aneka sausnya pun menambah kelezatan steik.
Secara garis besar, ada tiga cara memasak yang bisa diminta pelanggan sesuai keinginan kepada pramusaji, yaitu Well Done, Medium, dan Rare. Well Done bisa jadi disebut matang benar. Warna dagingnya kecokelatan dengan kondisi daging yang agak keras lantaran kandungan airnya banyak menguap.
Adapun Medium atau setengah matang masih memiliki warna merah pada bagian tengahnya. Sementara, steik Rare sebagian besar masih berwarna merah. Jika masuk dalam golongan pecinta daging sejati, pilihan Rare tentu tidak boleh terlewatkan.
Sejatinya, sebelum dipanggang (atau digoreng), biasanya daging terlebih dulu dilumuri bumbu-bumbu seperti garam, merica, dan rempah. Selain itu, makanan ini diolesi mentega atau minyak zaitun.
Setelah itu, barulah diberi saus steik. Pilihan saus tentu disesuaikan bagian daging yang diorder. Cita rasa daging bakar yang lezat lebih terasa dengan saus yang pas.
Saus yang cocok untuk steik Sirloin misalnya, tentu berbeda dengan Chicken Steik. Saus yang biasa tersedia adalah mushroom sauce, black pepper, blue cheese, maitre d’butter, dan bernaise.

18 November 2018

Sedapnya Loco Rice, modifikasi racikan menu Hawaii yang menggoda

Loko Rice Waroenk terdiri dari nasi dengan irisan sosis, bakso sapi, jamur, dan telur mata sapi dalam baluran saus pedas manis. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Inovasi yang rutin dilakukan pelaku usaha yang bergerak dalam bidang kuliner selama ini telah memperkaya keberagaman makanan dunia. Paling tidak, hal tersebut dapat dilihat dari lahirnya menu-menu baru yang bertujuan memanjakan lidah konsumen.
Tidak heran, beberapa pemerhati kuliner termasuk mendiang Bondan Winarno pernah mengungkapkan, kuliner yang terus lahir dari inovasi secara implisit adalah kebudayaan baru yang akan terus menambah khazanah budaya suatu bangsa.
Hampir semua negara memiliki kuliner khas yang mendunia dan menjadi makanan ikonik yang “doyan” disantap masyarakat yang notabene bukan berasal dari negara asalnya.
Salah satunya adalah Loco Moco yang berasal dari salah satu negara bagian Amerika Serikat (AS), Hawaii. Lantaran kepopulerannya, Loco Moco banyak diadaptasi menjadi racikan lokal yang mengikuti persediaan bahan pangan negara-negara pengadaptasi.
“Sehingga, jadilah (Loco Moco) ini menjadi Loco Rice yang merupakan menu ikonik di Waroenk. Meskipun Loco Rice adalah menu Barat (AS), tetapi kami meraciknya sesuai cita rasa Nusantara. Penggunaan bumbu-bumbu lokal justru memperkaya makanan ini, sehingga cocok di lidah orang Indonesia,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu (17/11/2018).
Diuraikan, Loko Rice yang dibanderol pihaknya Rp 32 ribu itu, terdiri dari nasi dengan irisan sosis, bakso sapi, jamur, dan telur mata sapi dalam baluran saus pedas manis.
“Sejak peluncuran menu ini bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu, Loco Rice yang masuk dalam kompartemen Rice Bowl atau tren kontemporer penyajian menu dalam mangkuk ala Korea sudah menjadi makanan favorit pelanggan. Ini dapat dilihat dari order list di Waroenk yang selalu menempati rating-rating tertinggi,” beber Merlin.
Ia menambahkan, Loko Moko yang diadaptasi menjadi Loko Rice pihaknya adalah makanan kontemporer Hawaii. Ada banyak variasi, sebut Merlin, tetapi Loco Moco yang disajikan secara tradisional (Asia, terutama Jepang) terdiri dari nasi putih.
“Di atasnya ditumpuk daging burger, telur goreng, dan saus berwarna cokelat (biasanya berupa kaldu daging kental). Adapun variasi lainnya, bisa cabai, bacon, daging sapi teriyaki, ayam teriyaki, ikan laut, udang, tiram, dan daging lainnya,” imbuhnya.
Merlin menjelaskan, penamaan Loco Moco di Hawaii yang mayoritas dihuni etnik Jepang berasal dari nama sebuah jaringan restoran yang berbasis di Hawaii, degan cara penyajian kebanyakan negara Asia yaitu menyajikan hidangan nasi dalam mangkuk (Rice Bowl).
“Jadi, Loko Rice adalah makanan kontemporer. Diciptakan warga AS keturunan Jepang, Richard Inouye dan istrinya Nancy pada 1949 di Hilo, Hawaii. Mereka berinovasi untuk menciptakan makanan yang berbeda dibandingkan sandwich. Tentu, alasannya tidak lepas dari harganya yang tidak mahal, proses pembuatannya cepat, dan juga disajikan secara praktis,” paparnya.
Caranya, urai Merlin, mereka memasukkan nasi ke dalam mangkuk, sekerat besar daging burger di atas nasi, kemudian diberi kaldu daging kental, serta ditambahkan telur goreng (biasanya telur mata sapi).
“Jika Loco Moco asalnya ada sekerat daging burger di atas nasi, tetapi modifikasi yang kami lakukan di Waroenk adalah mengiris daging dan sosis menjadi keratan kecil agar lebih mudah dimakan. Secara umum, hampir sama dengan Loco Moco ciptaan Richard Inouye dan Nancy, tetapi tentu bumbunya berbeda di luar penyajian daging yang diiris ala Waroenk,” ulasnya.

13 November 2018

Resmi jadi mitra Grab Food, Waroenk genjot order makanan via online

Waroenk dan Waroenk Podjok yang sudah menjadi destinasi kuliner favorit penikmat kuliner di Kota Kupang, turut menjalin kerja sama kemitraan dengan Grab, sebuah perusahaan platform (aplikasi) digital asal Singapura yang sudah hadir sejak 2012. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Perkembangan dunia kuliner yang bertumbuh secara pesat saat ini turut dipengaruhi maraknya penggunaan internet. Kemudahan bertransaksi di dunia daring (online) yang efisien, cepat, dan praktis dapat dilihat dari masifnya penjualan lewat toko maupun restoran berbasis website.
Seiring hal tersebut, dalam satu dekade terakhir pun telah bermunculan medium pendukung seperti delivery order, yang tidak hanya disediakan para pelaku usaha kuliner, tetapi juga penyedia jasa pengantaran yang semakin memudahkan transaksi antara pelaku usaha sebuah hotel, restoran, dan kafe (horeka) dengan konsumennya.
Tidak ingin ketinggalan, Waroenk dan Waroenk Podjok yang sudah menjadi destinasi kuliner favorit penikmat kuliner di Kota Kupang, turut menjalin kerja sama kemitraan dengan Grab, sebuah perusahaan platform (aplikasi) digital asal Singapura yang sudah hadir sejak 2012.
“Kemitraan dengan Grab Food, yang merupakan salah satu kompartemen bisnis Grab sangat berkontribusi mengangkat penjualan kami secara delivery. Sejak berjalan (kerja sama) pada awal November 2018 lalu, pesanan cukup signifikan,” jelas Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Ground Floor (GF) Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Selasa (13/11/2018).
Ia menambahkan, pelanggan bisa memesan berbagai varian makanan lezat yang disediakan Waroenk maupun Waroenk Podjok hanya dengan sekali “klik” pada aplikasi Grab pada smartphone mereka.
“Dengan Grab Food, tidak perlu khawatir kelaparan karena makanan akan diantar dengan cepat. Selain itu, kualitas makanan yang diantar tetap terjaga berkat tas thermal yang didesain khusus oleh manajemen Grab Food. Intinya, order makanan jauh lebih praktis, cepat, dan efisien,” imbuh Noncy.
Adapun mekanisme orderan makanan pihaknya, ia menyebut sesuai standardisasi Grab Food.
“Tidak ada batasan pesanan, jadi sesuai standar yang sudah menjadi prosedur order di aplikasi Grab Food. Restoran yang terdaftar, termasuk Waroenk dan Waroenk Podjok, disusun berdasarkan estimasi waktu dan jarak pengiriman ke tempat konsumen, sehingga makanan dapat disantap selagi hangat layaknya bersantap langsung di restoran,” papar Noncy.
Sementara itu, pihak manajemen Grab Kupang yang diwakili James, belum lama ini mengungkapkan Grab sangat mengapresiasi kekayaan kuliner di Kota Kupang.
“Grab Food hanya menjalin kerja sama dengan restoran terbaik, yang berarti memilih pelaku kuliner tanpa risiko. Yang pasti, jejak rekam (company profile) mitra  harus bagus. Sehingga, setiap pesanan akan memuaskan selera para pecinta kuliner. Kami sendiri mengapresiasi Waroenk dan Waroenk Podjok sebagai mitra dengan ‘brand’ yang sudah cukup mumpuni di Kota Kupang,” katanya.
Sekadar diketahui, Grab sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi merupakan salah satu platform Android yang bermarkas di Singapura. Aplikasi tersebut diklaim paling sering digunakan di Asia Tenggara, menyediakan layanan kebutuhan sehari-hari bagi para pelanggan, termasuk perjalanan, pesan-antar makanan, pengiriman barang, dan sarana pembayaran menggunakan e-wallet (dompet digital).
Saat ini, selain di Singapura, Grab juga menyediakan layanan di Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja. Ekspansi bisnis Grab di wilayah-wilayah itu disokong terhadap keyakinan setiap masyarakat di Asia Tenggara harus mendapatkan keuntungan dari ekonomi digital. Untuk itulah, perusahaan memberikan akses untuk layanan transportasi yang aman dan terjangkau, layanan pesan-antar makanan dan pengiriman barang, serta layanan pembayaran mobile dan finansial yang representatif.
Di Indonesia sendiri, Grab melayani pemesanan kendaraan seperti ojek (Grab Bike), mobil (Grab Car), dan taksi (Grab Taksi) serta kurir (Grab Express), pesan-antar makanan (Grab Food), dan carpooling sosial (Grab Hitch Car).
Saat ini Grab tersedia di 125 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura, Papua.