25 April 2019

Dimsum Waroenk Seafood, appetizer khas Tiongkok yang populer di dunia

Banyak varian appetizer yang ditawarkan pelaku kuliner, tetapi yang paling populer dan sudah digemari warga dunia adalah dimsum yang berasal dari Tiongkok. Dimsum atau “dianxin” dalam bahasa Tionghoa, lazimnya makanan kecil lainnya biasanya dimakan sebagai sarapan atau brunch. / Istimewa

britaloka.com, KUPANG - Bersantap, baik secara personal maupun berkelompok rasanya tidak lengkap tanpa appetizer. Appetizer atau makanan pembuka, juga dapat dikatakan makanan kecil, saat ini bukan hal asing bagi penikmat kuliner.
Banyak varian appetizer yang ditawarkan pelaku kuliner, tetapi yang paling populer dan sudah digemari warga dunia adalah dimsum yang berasal dari Tiongkok. Dimsum atau “dianxin” dalam bahasa Tionghoa, lazimnya makanan kecil lainnya biasanya dimakan sebagai sarapan atau brunch.
Hal tersebut diungkapkan Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang, Rabu (24/4/2018).
“Secara asimilatif, dimsum sangat populer di kalangan Kanton, yaitu entitas Tionghoa Tiongkok yang secara turun temurun berdomisili dan menjadi mayoritas penduduk Hongkong. Untuk itu, penyebutan dimsum lebih populer ketimbang dianxin,” ulasnya.
Diterangkan, dimsum terdiri dari berbagai penganan berpotongan kecil, biasanya disantap saat jamuan minum teh. Secara kultural, lanjutnya, orang Kanton sangat mementingkan acara minum teh yang disebut yamcha atau yincha.
“Salah satu item dimsum yang digemari adalah Xiaolongbao, yang memiliki arti roti keranjang kecil. Makanan juga dikenal sebagai pangsit yang memiliki kuah (saus) di dalamnya karena varian dimsum ini adalah sejenis roti yang memiliki isi,” papar Rivaldy.
Ia menjelaskan, Xiaolongbao berasal dari Tiongkok bagian selatan, terutama Shanghai dan Suzhou. Makanan ini biasa disajikan menggunakan keranjang bambu lantaran proses memasak makanan ini memang dikukus menggunakan keranjang bambu tadi.
Lebih lanjut, Rivaldy mengatakan, salah satu item tidak kalah populernya adalah Siomai (biasa ditulis. Siomay) yang dalam bahasa Mandarin kerap disebut “shaomai”, sementara dalam bahasa Kanton disebut “siu maai”.
“Uniknya, kulit Siomay serupa kulit pangsit. Makanan ini konon berasal dari daerah gurun kaum nomad Mongolia,” imbuhnya.
Rivaldy menambahkan, Siomay biasanya berisi daging cincang yang dibungkus kulit tipis dari tepung terigu. Kendati begitu, siomai juga biasanya diisi daging udang, kepiting, atau sapi.
Makanan ini dibuat berbentuk silinder, di atasnya diberi hiasan seperti telur kepiting, parutan wortel, atau kacang polong. Setelah dimatangkan dengan cara dikukus, siomai dimakan dengan cuka atau kecap asin.
“Di Waroenk Seafood, varian dimsum yang ditawarkan adalah dimsum Siomay Ayam, Ekado, Kwotiek, Lumpia Kulit Tahu, Sushinori, dan Kaki Ayam yang masing-masing dibanderol terjangkau Rp 20 ribu,” tutupnya.

15 April 2019

Tunjuk kelingking ungu diskon 10 persen di Waroenk Seafood


Guna mengapresiasi kegiatan Pemilu 2019, manajemen Waroenk, dalam hal ini Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Kupang menggelar program diskon 10 persen makan dan minum bagi pengunjung yang menunjukkan jari yang telah tercelup tinta ungu. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Pilpres dalam Pemilu 2019, tinggal menghitung hari. Sebagai warga negara yang baik, setiap warga negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi syarat kepesertaan harus ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut.
Guna mengapresiasi kegiatan akbar lima tahunan itu, manajemen Waroenk, dalam hal ini Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, menggelar program diskon 10 persen makan dan minum bagi pengunjung yang menunjukkan jari yang telah tercelup tinta ungu.
“Jadi, seusai mencoblos pada Rabu, 17 April 2019, penikmat kuliner berhak mendapatkan diskon 10 persen dari kami, hanya dengan menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah tercelup tinta ungu sebagai bukti telah mengikuti Pemilu 2019,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang, Sabtu (6/4/2019).
Dijelaskan, promo “Tunjuk Kelingking Ungu Diskon 10 Persen” pihaknya berlaku hanya satu hari.
“Jadi, jangan sia-siakan kesempatan promo yang kami gelar bagi peserta Pemilu 2019. Usai mencoblos, masyarakat bisa berbondong-bondong ke Waroenk Seafood and Oriental Cuisine untuk makan siang bersama keluarga maupun sahabatnya,” ajak Rivaldy.
Ia menambahkan, selain apresiasi bagi masyarakat peserta Pemilu 2019, gelaran promo yang diluncurkan pihaknya juga ingin lebih mengenalkan Waroenk Seafood and Oriental Cuisine kepada penikmat kuliner.
“Ada sekitar 150 menu di luar minuman yang kami tawarkan, semuanya berbeda dengan yang ada di Waroenk Oebufu dan Waroenk Podjok. Sehingga, pelanggan yang ingin mencicipi makanan yang lebih variatif, khususnya seafood dan makanan Asia, bisa ke Waroenk Seafood and Oriental Cuisine,” imbuh Rivaldy.
Bahkan, lanjut pria yang gemar icip-icip kuliner tersebut, beberapa menu dapat dikatakan pionir dengan harga sangat murah dan terjangkau di Kota Kupang. Sebut saja Bebek (Peking) Panggang Waroenk, Ayam Hainan, Bubur Waroenk dengan topping Telur Seribu Tahun, Dimsum, dan Steamboat.
“Tidak hanya pionir dan pertama di Kota Sasando ini, tetapi Dimsum dan Steamboat kami benar-benar murah. Steamboat misalnya, untuk Regular (satu hingga dua orang) hanya Rp 105 ribu dan Large (tiga hingga empat orang) Rp 210 ribu,” ulas Rivaldy.
Adapun menu Bubur Waroenk juga dibanderol sangat murah. “Satu porsi Bubur Waroenk hanya Rp 15 ribu, jika ditambah topping legendaris seperti Telur Seribu Tahun (Phitan Egg), pelanggan cukup menambah Rp 7.500. Masih ada topping lainnya yang tak kalah sedapnya dibandingkan Telur Seribu Tahun, seperti udang, telur asin, dan ayam Hainan.
Yang pasti, sebut Rivaldy, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine adalah tempat pas untuk makan sekaligus nongkrong kaum milenial. Selain menunya unik, lezat, dan beda, suasana restoran juga sangat nyaman.
“Ada akses free wifi, full AC sehingga pelanggan yang makan tidak gerah, serta pelayanan yang ramah dari waitress (pramusaji). Atau, kalau yang ingin sekadar ngopi dan minum teh juga bisa, karena kami menyediakan kopi dan Chinese Tea khas Tiongkok yang sangat digemari di dunia,” paparnya.
Rivaldy menguraikan, untuk Chinese Tea pihaknya dibanderol sangat murah karena hanya Rp 15 ribu per teko.
“Jadi, segera habis mencoblos, tunjukkan kelingking yang sudah dicelup tinta ungu di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine untuk mendapatkan diskon 10 persen. Jangan lupa, kami juga ada program ‘Makan Berhadiah Motor dan Emas’. Di program ini, pelanggan yang bertransaksi Rp 100 ribu akan mendapatkan satu kupon undian berhadiah satu unit sepeda motor dan lima keping emas untuk masing-masing lima pemenang hiburan,” tutupnya

03 April 2019

Makan berhadiah motor dan emas di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine


 
Memasuki tahun ketiga kehadirannya, Waroenk Resto and Cafe kembali membuka cabang di Jalan Veteran 18 (ex Palm Seafood, samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang. Tentu saja, eksistensi Waroenk bisa bertahan karena terus mempertahankan cita rasa makanan yang mumpuni. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Bicara kuliner, tentu tidak ada habisnya. Banyak ragam kuliner yang ditawarkan pengusaha tetapi tidak semua memuaskan pelanggannya. Pasalnya, makanan dengan cita rasa berkualitas itulah yang sulit dipertahankan.
Memasuki tahun ketiga kehadirannya, Waroenk Resto and Cafe kembali membuka cabang di Jalan Veteran 18 (ex Palm Seafood, samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang. Tentu saja, eksistensi Waroenk bisa bertahan karena terus mempertahankan cita rasa makanan yang mumpuni.
“Makanan yang kami hadirkan sangat disukai penikmat kuliner di Kota Kupang, bahkan para pendatang yang berkunjung di Kota Sasando ini. Terbukti, kami mendapat penghargaan Kadin Award 2018 dari Kadin NTT sebagai Restoran dengan Menu Terinovatif se-NTT,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemu di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jumat (29/3/2019).
Apresiasi itu terus berlanjut, lanjut Rivaldy, dengan banyaknya pujian terhadap cita rasa makanan dari pelanggan yang datang pada soft opening Waroenk Seafood and Oriental Cuisine pada Rabu (27/3/2019) lalu.
“Bebek (Peking) Panggang Waroenk jadi best seller jualan kami di hari pertama peluncuran resto kami. Menurut testimoni pelanggan, selain lezat harga yang kami banderol termasuk murah. Bayangkan, untuk seperempat ekor hanya Rp 99 ribu, dan ini sudah bisa disantap empat-tiga orang dengan ukuran lumayan besar,” imbuhnya.
Rivaldy menambahkan, selain itu pihaknya juga menyediakan sekitar 150 menu lain, seperti seafood (lobster, kepiting, ikan laut dan tawar, serta kerang), dimsum, nasi Hainan, bubur, ayam panggang, sup, sayuran,” paparnya.
“Sayuran kami yang populer adalah Baby Buncis yang sudah sangat digemari penikmat kuliner internasional. Sementara, untuk minuman juga tidak kalah variatifnya, baik dingin maupun panas seperti Chinese Tea yang legendaris,” katanya.
Yang pasti, sebut Rivaldy, semua menu baik makanan dan minuman dibanderol dengan harga murah dan terjangkau.
“Makanan seafood ada yang kami jual per porsi dan per ons sesuai pilihan pelanggan. Selama ini, Waroenk kan dikenal sebagai penyedia makanan berkelas, mewah namun dengan harga terjangkau. Jadi, semua kalangan dapat masuk di resto kami,” ujarnya.
Selain tetap mempertahankan cita rasa semua menunya, Rivaldy mengatakan ada apresiasi untuk pelanggan yang bersantap di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, yaitu “Program Makan Berhadiah Motor dan Emas”.
“Boleh dibilang ini bentuk apresiasi dan surprais bagi pelanggan, makan makanan enak dengan harga murah tetapi berkesempatan mendapatkan hadiah sepeda motor dan emas,” katanya.
Ia menjelaskan, mekanisme program undian adalah dengan makan minimal Rp 100 ribu (berlaku kelipatan), pelanggan berhak mendapat satu kupon undian yang akan diundi pada 3 Oktober 2019 mendatang.
“Kupon undian dikumpulkan terakhir pada 27 September 2019. Satu orang pemenang, berhak mendapat satu sepeda motor Honda Beat eSP dan lima orang pemenang hiburan masing-masing akan mendapatka emas satu gram,” urai Rivaldy.
Ia mengatakan, selain apresiasi bagi pelanggan, program “Makan Berhadiah Motor dan Emas” tersebut dapat lebih memanjakan konsumen, sehingga lebih loyal dan konsisten bersantap di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine yang memang dikenal sebagai resto penyedia makanan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Yang pasti, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine berkomitmen menyediakan makanan halal yang lezat, enak, dan berharga terjangkau. Selain itu, sebagai tempat bersantap yang nyaman, cozy, dan pas untuk nongkrong bersama teman maupun keluarga,” tutup Rivaldy.

05 March 2019

Ini salah satu menu andalan yang bakal hadir di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine

BEBEK PEKING - Salah satu menu andalan di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine adalah Bebek Peking. Bebek Peking merupakan salah satu makanan yang berasal dari Tiongkok yang sudah mendunia. / Istimewa

britaloka.com, KUPANG - Salah satu jenis makanan yang tidak kalah favorit dari ayam adalah bebek. Bebek, entah dengan olahan dipanggang, digoreng, atau dibakar sama lezatnya ketika sudah tersaji di atas piring pelanggan
Di Indonesia, bebek bahkan menjadi menu ikonik. Hal itu dapat dilihat di beberapa daerah, seperti di Surabaya dengan menu Nasi Bebek-nya yang masif dikonsumsi masyarakat setempat.
Mengapa bebek selalu menjadi “juara” di hati penikmatnya, tidak lain karena bebek memiliki cita rasa yang berbeda dan khas dibandingkan olahan ayam. Belum lagi aroma kulit bebek yang bersentuhan dengan minyak yang panas, benar-benar “melelehkan liur” penikmat kuliner.
Salah satu menu andalan yang bakal hadir di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, yang merupakan cabang dari Waroenk Group adalah Bebek Peking.
Hal tersebut diungkapkan Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (Ex Palm Resto, samping Lippo Plaza), Fatululi, Kupang, Selasa (5/3/2019).
Menurutnya, Bebek Peking yang juga dikenal sebagai “roasted duck” ini memang bisa membuat nafsu makan pelanggan meningkat. Pasalnya, lanjut Rivaldy, Bebek Peking yang biasanya diracik secara dipanggang, memiliki aroma yang wangi dengan bagian luar yang berwarna kecokelatan.
“Selain itu, cita rasa yang renyah pada bagian kulitnya menambah kelezatannya. Apalagi, kontur bagian dalam dagingnya juga lembut. Yang pasti, Bebek Peking kami benar-benar empuk dan tidak alot,” urainya.
Tidak hanya soal tekstur kelembutan dagingnya yang berkontribusi mengangkat kelezatan menu tersebut, tetapi Rivaldy tak menafikan kehadiran bumbu-bumbu pendukung Bebek Peking.
“Beberapa bumbu impor, sehingga berbeda dibandingkan bebek-bebek panggang reguler yang disajikan resto-resto lain,” paparnya.
Meskipun belum menyebut harga per potong atau porsinya, namun ia mengatakan menu oriental khas Tiongkok yang telah melegenda tersebut dibanderol pihaknya sangat terjangkau.
“Sangat terjangkau untuk makanan elite seperti Bebek Peking ini. Jadi, kami berharap semua kalangan dapat menikmati sajian khas oriental yang dulunya hanya dapat dinikmati para bangsawan Tiongkok ini,” imbuh Rivaldy.
Sebelumnya, ia mengklaim beberapa makanan yang diluncurkan manajemen Waroenk adalah pertama di Kota Kupang, di antaranya Suki dan Shabu-shabu, Daging Domba, Bebek Panggang Rempah, Burung Dara Masak Szechuan, Seafood Tofu Hotplate, Ayam Goreng Koloke, Sup Wantan Udang, Ayam Rebus Hainan, termasuk Bebek Peking yang menjadi menu andalan.
Rivaldy juga mengatakan, semua menu yang dihadirkan halal dan sudah bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Rencananya, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine akan buka pada pertengahan Maret 2019. Jadi, penikmat kuliner penyuka seafood dan oriental cuisine siap-siap saja merasakan sensasi menu-menu kami yang lezat, unik, dan beda,” ujar Rivaldy.
Sekadar diketahui, Bebek Peking atau dalam bahasa Mandarin disebut “Beijing Kaoya”, pada awalnya merupakan kuliner yang serupa kalkun panggang khas Amerika Serikat (AS). Pada masa Dinasti Yuan, sekitar 1271-1368, pengembara Marco Polo membawa kebiasaan memanggang daging unggas dan mengenalkannya kepada masyarakat Tiongkok.
Dinasti Yuan atau Kerajaan Mongol yang dipimpin Kaisar Kubilai Khan memerintahkan untuk mendatangkan aneka bumbu makanan dari pelosok dunia, seperti dari Eropa, Arab, dan India. Pada saat itulah tercipta kuliner yang bernama bebek panggang.
Ketika Kaisar Kubilai Khan memindahkan Ibu Kota negaranya ke Beijing, kuliner bebek panggang ini pun turut terangkat dan populer. Hal tersebut berlanjut hingga masa Dinasti Ming sekitar 1522.
Bebek panggang yang digunakan tadinya merupakan bebek yang berasal dari Kota Nanjing, tetapi lama kelamaan populasi bebek di Nanjing berkurang lantaran terkontaminasi polusi udara yang sangat tinggi.
Untuk mengakali hal itu, para peternak bebek akhirnya menemukan jenis bebek lain yang memiliki tekstur serupa bebek Nanjing. Bebek inilah yang kemudian dinamakan Bebek Peking.
Bebek peking diracik dengan menggunakan dua teknik memanggang, yaitu dipanggang dengan menggunakan oven konvensional dengan teknik yang berasal dari restoran Bianyifang di Chongwemen pada 1816.
Sementara itu, untuk teknik kedua adalah teknik Quanjude yang dikembangkan di dapur istana kekaisaran Dinasti Qing. Sebelum dimasak, bebek dilapisi sirup manis dan bumbu rempah lalu digantung hingga kering sekitar 24 jam. Hal ini dimaksudkan untuk memisahkan kulit bebek dari dagingnya. Inilah yang membuat kulit Bebek Peking panggang terasa renyah dan berkilau saat disajikan.

31 January 2019

Nasi Goreng Jawa, menu nusantara yang digemari berbagai kalangan

NASI GORENG JAWA - Bagi penikmat kuliner Nusantara, nasi goreng yang rasanya nikmat ini juga kerap diburu saat mereka ingin makan secara praktis, cepat disajikan, dan enak mengenyangkan. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Sajian nasi goreng sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Menu makanan yang merakyat ini selalu bisa menjadi alternatif bersantap, baik untuk sarapan pagi, hingga makan siang dan malam.
Bagi penikmat kuliner Nusantara, nasi goreng yang rasanya nikmat ini juga kerap diburu saat mereka ingin makan secara praktis, cepat disajikan, dan enak mengenyangkan. Sejatinya, nasi goreng apapun variannya, sama-sama memiliki cita rasa lezat sesuai bumbu dan rempah yang dipakai setiap daerah di Indonesia. Adapun “topping” yang dipakai merupakan kreasi tipikal dari daerah yang mengeluarkan nasi goreng tersebut.
Hal itu tentu juga berlaku bagi Nasi Goreng Jawa. Nasi goreng Jawa, dapat dibedakan dengan nasi goreng-nasi goreng lainnya, yaitu identik dengan rasa manis dan gurih.
"Beda dibandingkan nasi goreng lainnya, bumbu Nasi Goreng Jawa bisa dibilang lebih banyak," terang Marcomm and PR Waroenk Podjok, Yunita Kitu saat ditemui di Waroenk Podjok, GF Transmart Kupang, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Selasa (29/1/2018).
Selain bumbu, Nasi Goreng Jawa juga menggunakan tambahan sedikit terasi dan sambal dari cabai kering. Selain itu, nasi goreng Jawa juga menggunakan suwiran daging ayam sebagai lauk, sehingga menambah rasa gurihnya.
"Sudah memang dari awal, nasi goreng Jawa menggunakan suwiran daging ayam. Tetapi, ini juga tergantung dari beberapa kreasi penyajian koki setiap daerah, yang biasanya menggunakan ikan teri kering (asin) sebagai lauk,” urai Yunita.
Ia menambahkan, Nasi goreng Jawa selain identik dengan rasa manisnya yang diperoleh dari campuran kecap manis, juga menggunakan sayuran seperti tauge dan sayur sawi sebagai pelengkap.
“Tidak hanya itu, Nasi Goreng Jawa juga menggunakan irisan telur rebus, dan kerupuk udang,” imbuh Yunita.
Diuraikan, Nasi Goreng Jawa adalah nasi goreng khas Jawa yang berbeda dibandingkan nasi goreng Tiongkok (Chinese Food). Perbedaannya adalah nasi goreng Tiongkok biasanya berwarna agak kuning lantaran dicampur kari untuk versi Kanton Singapura serta nasi goreng Tiongkok Daratan (China) berwarna merah muda dengan lauk sayuran, daging sapi, seafood seperti udang dan cumi, atau nasi goreng dengan saus khusus yang biasa dapat ditemui di daerah pecinan.
“Dulunya, Nasi goreng Jawa dibumbui dengan sambal ulek yang membuat rasanya pedas, dan dimasak secara tradisional menggunakan kayu bakar atau angl,” papar Yunita.
Dijeaskan, Nasi Goreng Jawa pihaknya yang dibanderol Rp 44 ribu tersebut, disukai penikmat kuliner dari berbagai kalangan.
“Seperti Bakmi Goreng Jawa yang selalu ‘dirindukan’, Nasi Goreng Jawa juga begitu. Jadi, menu ini masuk dalam makanan ‘sejuta umat’ yang sangat digemari di Waroenk Podjok,” ulas Yunita.
Terkait animo pelanggan terhadap Nasi Goreng Jawa, ia mengatakan cukup responsif. Menurutnya, kehadiran menu itu berkontribusi mengangkat menu-menu Nusantara pihaknya.
“Selain Nasi Goreng Belacan khas Bali yang kami luncurkan dan menjadi menu ikonik di Waroenk Podjok, Nasi Goreng Jawa juga tidak kalah pamor. Untuk varian nasi goreng, makanan ini menempati rating yang cukup bagus, bahkan menyamai rating penjualan Nasi Goreng Belacan,” beber Yunita.
Sekadar diketahui, Nasi Goreng Jawa merupakan salah satu jenis makanan yang sangat digemari di Indonesia, dengan menyasar berbagai kalangan, baik middle-down maupun middle-up.
Kelezatan Nasi Goreng Jawa bahkan disukai ekspatriat dari berbagai negara. Wisatawan mancanegara biasanya akan mencari menu berbahan nasi ini di daerah persingaahan pelesir mereka di Indonesia.
Nasi Goreng Jawa memiliki banyak variasi, seperti Nasi Goreng Babat Semarang yang warnanya agak cokelat dengan lauk babat sebagai isian. Selain itu, ada Nasi Goreng Jawa Tengah yang warnanya merah muda dengan lauk sayuran kol dan suwiran ayam kampung.
Tidak hanya itu, di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya, ada Nasi Goreng Surabaya yang warnanya merah kecokelatan, dengan porsi yang besar serta agak pedas dengan lauk irisan telur dadar dan ayam goreng.
Sementara di Yogyakarta, ada Nasi Goreng Kampung yang warnanya merah dengan lauk telur mata sapi dan ayam kampung goreng.

21 December 2018

Chicken Smoky Waroenk Podjok, steik ayam cita rasa barbeque

Chicken Smoky adalah steik ayam yang sangat digemari pelanggan Waroenk Podjok. Selain berbahan daging ayam dengan tekstur empuk, ayam fillet goreng renyah ini juga diimbuhi sayuran, kentang, telur mata sapi, dan saus barbeque (BBQ). / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANGLagi-lagi, menu berbahan ayam menjadi primadona para pelaku kuliner. Ayam, diracik dengan cara apapun tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi para koki.
Pasalnya, selain daging sapi, ayam adalah bahan makanan yang paling banyak dikonsumsi konsumen dunia. Berkat bahan makanan yang familier ini, pelaku kuliner dapat meluncurkan menu apa saja dengan bahan daging ayam yang disukai pelanggan, termasuk Chicken Smoky yang menjadi salah satu menu di Waroenk Podjok.
“Chicken Smoky adalah steik ayam yang sangat digemari pelanggan kami. Selain berbahan daging ayam dengan tekstur empuk, ayam fillet goreng renyah ini juga diimbuhi sayuran, kentang, telur mata sapi, dan saus barbeque (BBQ),” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu saat ditemui belum lama ini di Waroenk Podjok, GF Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Oebobo, Kupang.
Ia menambahkan, steik ayam bercita rasa BBQ yang diluncurkan pihaknya untuk mengakomodir penikmat kuliner di Kota Kupang yang gemar menyantap menu Western.
“Saat ini, menu Western tidak hanya dikonsumsi ekspatriat atau wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Kota Sasando ini, tetapi juga warga Kupang dan sekitarnya,” papar Yunita.
Beberapa makanan Barat seperti Chicken Smoky, sebut wanita kelahiran 1996 ini, secara domestik digemari warga lokal karena menggunakan bahan makanan yang familier dari dalam negeri sendiri seperti ayam.
“Jadi, bisa dikatakan Chicken Smoky adalah menu Western tetapi tetap mengusung kearifan lokal (karena menggunakan bahan-bahan lokal),” ujarnya.
Menurut Yunita, beda halnya bila meracik steik berbahan daging sapi yang memang memiliki ragam alternatif impor yang sudah dimafhumi penikmat steik.
“Kalau steik daging ayam memang agak simpel, berbeda dibandingkan steik daging sapi yang memang memiliki ragam pilihan racikan. Seperti yang kita ketahui, daging sapi memang sedikit repot karena tergantung kekenyalan daging sapi itu sendiri. Sehingga, penikmat kuliner biasanya memilih sapi impor yang benar-benar dari peternakan sapi potong khusus untuk pangan steik,” paparnya.
Yunita menjelaskan, secara esensial steik ayam klasik Eropa ini tidak pernah surut penggemar. Pasalnya, lapisan tepung roti di bagian luar isi (daging ayam) terasa renyah dan garing. Sehingga, itu pulalah yang menjadi ciri khas kelezatan menu tersebut.
“Selain itu, bagian luarnya ditaburi lelehan saus BBQ dan mozarella sehingga menambah harum daging ayam yang disajikan di atas hotplate atau piring baja khas yang tetap menjaga panas makanan hingga di atas meja pelanggan,” tambahnya.
Tidak hanya “topping” khas seperti saus BBQ dan mozarella, imbuh Yunita, tetapi kelezatan Chicken Smoky ini juga disempurnakan hadirnya french fries (kentang goreng), telur mata sapi, dan sayuran seperti wortel dan buncis.
“Chicken Smoky ini kami banderol sangat terjangkau hanya Rp 45 ribu. Animo pelanggan Waroenk Podjok sendiri cukup apresiatif. Rata-rata mengatakan steik ayam kami ini lembut, gurih, dan yummy. Jadi, bagi yang menyukai menu Barat, jangan ragu bersantap di Waroenk Podjok,” promosinya.
Sekadar diketahui, steak atau steik dalam bahasa Indonesia merupakan potongan besar daging (sapi maupun ayam) yang di-grilled dan disajikan di atas hotplate bersama kentang dan sayuran.
Makanan ini sudah dikenal sejak lama di Eropa dengan bumbu minimalis yang dulunya dimasak menggunakan api arang. Selain daging sapi dan ayam, ikan juga menjadi bahan utama steik.
Kebanyakan steik dipotong tegak lurus dengan fiber otot sehingga menambah kelegitan daging. Aneka sausnya pun menambah kelezatan steik.
Secara garis besar, ada tiga cara memasak yang bisa diminta pelanggan sesuai keinginan kepada pramusaji, yaitu Well Done, Medium, dan Rare. Well Done bisa jadi disebut matang benar. Warna dagingnya kecokelatan dengan kondisi daging yang agak keras lantaran kandungan airnya banyak menguap.
Adapun Medium atau setengah matang masih memiliki warna merah pada bagian tengahnya. Sementara, steik Rare sebagian besar masih berwarna merah. Jika masuk dalam golongan pecinta daging sejati, pilihan Rare tentu tidak boleh terlewatkan.
Sejatinya, sebelum dipanggang (atau digoreng), biasanya daging terlebih dulu dilumuri bumbu-bumbu seperti garam, merica, dan rempah. Selain itu, makanan ini diolesi mentega atau minyak zaitun.
Setelah itu, barulah diberi saus steik. Pilihan saus tentu disesuaikan bagian daging yang diorder. Cita rasa daging bakar yang lezat lebih terasa dengan saus yang pas.
Saus yang cocok untuk steik Sirloin misalnya, tentu berbeda dengan Chicken Steik. Saus yang biasa tersedia adalah mushroom sauce, black pepper, blue cheese, maitre d’butter, dan bernaise.

18 November 2018

Sedapnya Loco Rice, modifikasi racikan menu Hawaii yang menggoda

Loko Rice Waroenk terdiri dari nasi dengan irisan sosis, bakso sapi, jamur, dan telur mata sapi dalam baluran saus pedas manis. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Inovasi yang rutin dilakukan pelaku usaha yang bergerak dalam bidang kuliner selama ini telah memperkaya keberagaman makanan dunia. Paling tidak, hal tersebut dapat dilihat dari lahirnya menu-menu baru yang bertujuan memanjakan lidah konsumen.
Tidak heran, beberapa pemerhati kuliner termasuk mendiang Bondan Winarno pernah mengungkapkan, kuliner yang terus lahir dari inovasi secara implisit adalah kebudayaan baru yang akan terus menambah khazanah budaya suatu bangsa.
Hampir semua negara memiliki kuliner khas yang mendunia dan menjadi makanan ikonik yang “doyan” disantap masyarakat yang notabene bukan berasal dari negara asalnya.
Salah satunya adalah Loco Moco yang berasal dari salah satu negara bagian Amerika Serikat (AS), Hawaii. Lantaran kepopulerannya, Loco Moco banyak diadaptasi menjadi racikan lokal yang mengikuti persediaan bahan pangan negara-negara pengadaptasi.
“Sehingga, jadilah (Loco Moco) ini menjadi Loco Rice yang merupakan menu ikonik di Waroenk. Meskipun Loco Rice adalah menu Barat (AS), tetapi kami meraciknya sesuai cita rasa Nusantara. Penggunaan bumbu-bumbu lokal justru memperkaya makanan ini, sehingga cocok di lidah orang Indonesia,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu (17/11/2018).
Diuraikan, Loko Rice yang dibanderol pihaknya Rp 32 ribu itu, terdiri dari nasi dengan irisan sosis, bakso sapi, jamur, dan telur mata sapi dalam baluran saus pedas manis.
“Sejak peluncuran menu ini bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu, Loco Rice yang masuk dalam kompartemen Rice Bowl atau tren kontemporer penyajian menu dalam mangkuk ala Korea sudah menjadi makanan favorit pelanggan. Ini dapat dilihat dari order list di Waroenk yang selalu menempati rating-rating tertinggi,” beber Merlin.
Ia menambahkan, Loko Moko yang diadaptasi menjadi Loko Rice pihaknya adalah makanan kontemporer Hawaii. Ada banyak variasi, sebut Merlin, tetapi Loco Moco yang disajikan secara tradisional (Asia, terutama Jepang) terdiri dari nasi putih.
“Di atasnya ditumpuk daging burger, telur goreng, dan saus berwarna cokelat (biasanya berupa kaldu daging kental). Adapun variasi lainnya, bisa cabai, bacon, daging sapi teriyaki, ayam teriyaki, ikan laut, udang, tiram, dan daging lainnya,” imbuhnya.
Merlin menjelaskan, penamaan Loco Moco di Hawaii yang mayoritas dihuni etnik Jepang berasal dari nama sebuah jaringan restoran yang berbasis di Hawaii, degan cara penyajian kebanyakan negara Asia yaitu menyajikan hidangan nasi dalam mangkuk (Rice Bowl).
“Jadi, Loko Rice adalah makanan kontemporer. Diciptakan warga AS keturunan Jepang, Richard Inouye dan istrinya Nancy pada 1949 di Hilo, Hawaii. Mereka berinovasi untuk menciptakan makanan yang berbeda dibandingkan sandwich. Tentu, alasannya tidak lepas dari harganya yang tidak mahal, proses pembuatannya cepat, dan juga disajikan secara praktis,” paparnya.
Caranya, urai Merlin, mereka memasukkan nasi ke dalam mangkuk, sekerat besar daging burger di atas nasi, kemudian diberi kaldu daging kental, serta ditambahkan telur goreng (biasanya telur mata sapi).
“Jika Loco Moco asalnya ada sekerat daging burger di atas nasi, tetapi modifikasi yang kami lakukan di Waroenk adalah mengiris daging dan sosis menjadi keratan kecil agar lebih mudah dimakan. Secara umum, hampir sama dengan Loco Moco ciptaan Richard Inouye dan Nancy, tetapi tentu bumbunya berbeda di luar penyajian daging yang diiris ala Waroenk,” ulasnya.

13 November 2018

Resmi jadi mitra Grab Food, Waroenk genjot order makanan via online

Waroenk dan Waroenk Podjok yang sudah menjadi destinasi kuliner favorit penikmat kuliner di Kota Kupang, turut menjalin kerja sama kemitraan dengan Grab, sebuah perusahaan platform (aplikasi) digital asal Singapura yang sudah hadir sejak 2012. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Perkembangan dunia kuliner yang bertumbuh secara pesat saat ini turut dipengaruhi maraknya penggunaan internet. Kemudahan bertransaksi di dunia daring (online) yang efisien, cepat, dan praktis dapat dilihat dari masifnya penjualan lewat toko maupun restoran berbasis website.
Seiring hal tersebut, dalam satu dekade terakhir pun telah bermunculan medium pendukung seperti delivery order, yang tidak hanya disediakan para pelaku usaha kuliner, tetapi juga penyedia jasa pengantaran yang semakin memudahkan transaksi antara pelaku usaha sebuah hotel, restoran, dan kafe (horeka) dengan konsumennya.
Tidak ingin ketinggalan, Waroenk dan Waroenk Podjok yang sudah menjadi destinasi kuliner favorit penikmat kuliner di Kota Kupang, turut menjalin kerja sama kemitraan dengan Grab, sebuah perusahaan platform (aplikasi) digital asal Singapura yang sudah hadir sejak 2012.
“Kemitraan dengan Grab Food, yang merupakan salah satu kompartemen bisnis Grab sangat berkontribusi mengangkat penjualan kami secara delivery. Sejak berjalan (kerja sama) pada awal November 2018 lalu, pesanan cukup signifikan,” jelas Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Ground Floor (GF) Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Selasa (13/11/2018).
Ia menambahkan, pelanggan bisa memesan berbagai varian makanan lezat yang disediakan Waroenk maupun Waroenk Podjok hanya dengan sekali “klik” pada aplikasi Grab pada smartphone mereka.
“Dengan Grab Food, tidak perlu khawatir kelaparan karena makanan akan diantar dengan cepat. Selain itu, kualitas makanan yang diantar tetap terjaga berkat tas thermal yang didesain khusus oleh manajemen Grab Food. Intinya, order makanan jauh lebih praktis, cepat, dan efisien,” imbuh Noncy.
Adapun mekanisme orderan makanan pihaknya, ia menyebut sesuai standardisasi Grab Food.
“Tidak ada batasan pesanan, jadi sesuai standar yang sudah menjadi prosedur order di aplikasi Grab Food. Restoran yang terdaftar, termasuk Waroenk dan Waroenk Podjok, disusun berdasarkan estimasi waktu dan jarak pengiriman ke tempat konsumen, sehingga makanan dapat disantap selagi hangat layaknya bersantap langsung di restoran,” papar Noncy.
Sementara itu, pihak manajemen Grab Kupang yang diwakili James, belum lama ini mengungkapkan Grab sangat mengapresiasi kekayaan kuliner di Kota Kupang.
“Grab Food hanya menjalin kerja sama dengan restoran terbaik, yang berarti memilih pelaku kuliner tanpa risiko. Yang pasti, jejak rekam (company profile) mitra  harus bagus. Sehingga, setiap pesanan akan memuaskan selera para pecinta kuliner. Kami sendiri mengapresiasi Waroenk dan Waroenk Podjok sebagai mitra dengan ‘brand’ yang sudah cukup mumpuni di Kota Kupang,” katanya.
Sekadar diketahui, Grab sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi merupakan salah satu platform Android yang bermarkas di Singapura. Aplikasi tersebut diklaim paling sering digunakan di Asia Tenggara, menyediakan layanan kebutuhan sehari-hari bagi para pelanggan, termasuk perjalanan, pesan-antar makanan, pengiriman barang, dan sarana pembayaran menggunakan e-wallet (dompet digital).
Saat ini, selain di Singapura, Grab juga menyediakan layanan di Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja. Ekspansi bisnis Grab di wilayah-wilayah itu disokong terhadap keyakinan setiap masyarakat di Asia Tenggara harus mendapatkan keuntungan dari ekonomi digital. Untuk itulah, perusahaan memberikan akses untuk layanan transportasi yang aman dan terjangkau, layanan pesan-antar makanan dan pengiriman barang, serta layanan pembayaran mobile dan finansial yang representatif.
Di Indonesia sendiri, Grab melayani pemesanan kendaraan seperti ojek (Grab Bike), mobil (Grab Car), dan taksi (Grab Taksi) serta kurir (Grab Express), pesan-antar makanan (Grab Food), dan carpooling sosial (Grab Hitch Car).
Saat ini Grab tersedia di 125 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura, Papua.

06 November 2018

Manjakan pelanggan, Waroenk bagi-bagi tiket nonton gratis

Karyawan Waroenk Resto and Cafe, Nita tengah memamerkan hadiah Take Me Out. Selama ini, manajemen Waroenk kerap mengadakan promo berhadiah guna memanjakan pelanggan. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Setelah bagi-bagi hadiah dalam promo kuliner Take Me Out yang masih berjalan, manajemen Waroenk dan Waroenk Podjok kembali “menabur” hadiah kepada pelanggannya, yaitu tiket nonton gratis di XXI Transmart Kupang.
Apresiasi kepada pelanggan tersebut diberikan secara terbatas untuk film “A Man Called Ahok” yang bakal tayang pada Kamis, 8 November 2018.
“Terbatas, hanya sekitar 30 tiket kepada pelanggan prioritas yang menggunakan pembayaran T-Cash Telkomsel yang bertransaksi minimal Rp 100 ribu makan dan minum di Waroenk dan Waroenk Podjok,” papar Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, GF Transmart Carrefour, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Senin (5/11/2018).
Noncy mengatakan, pelanggan Waroenk maupun Waroenk Podjok diharap dapat menggunakan kesempatan secepat mungkin untuk mendapatkan tiket nonton yang terbatas itu dengan cara menggukan fitur pembayaran virtual T-Cash di smartphone mereka.
“Selain memberi apresiasi terhadap pelanggan loyal Waroenk dan Waroenk Podjok, tujuan bagi-bagi tiket nonton gratis ini juga sebagai upaya Telkomsel menggenjot penggunaan T-Cash secara masif,” imbuhnya.
Kegiatan nonton bareng (nobar) dilakukan pada pemutaran perdana film “A Man Called Ahok” pada Kamis (8/11/2018) untuk pertunjukan malam hari sekitar pukul 19.00 Wita.
“Jadi, pelanggan sebaiknya cepat-cepatan bertransaksi di Waroenk maupun Waroenk Podjok karena tiket sangat terbatas. Apalagi, hari ‘H’ pemutaran film tinggal beberapa hari lagi,” ujar Noncy.
Ia menambahkan, promo yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk atensi rutin yang sudah diagendakan sebelumnya.
“Kegiatan promo (bagi-bagi hadiah) akan selalu kami adakan untuk memanjakan pelanggan. Pada musim liburan seperti Natal di Desember nanti, juga banyak kegiatan serupa yang akan kami gelar. Jadi, pelanggan Waroenk maupun Waroenk Podjok, nantikan acara bagi-bagi hadiah yang lebih menarik lagi di akhir tahun,” kata Noncy.
Sekadar diketahui, film “A Man Called Ahok” mengisahkan kehidupan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diangkat berdasarkan buku karya Rudi Valinka.
Meskipun pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur dan Gubernur DKI Jakarta itu sangat lekat dengan dunia politik, namun film yang diangkat ini akan menampilkan sisi berbeda dari Ahok.
Dalam buku A Man Called Ahok, Rudi Valinka pergi ke Belitung untuk mencari tahu kisah-kisah yang membentuk kepribadian Ahok.
“Saya percaya karakter orang terbentuk karena faktor keluarga, lingkungan, pasti ada cerita di balik itu,” ujar Rudi saat konferensi pers peluncuran trailer “A Man Called Ahok” di Jakarta, Kamis (6/9/2018) sebagaimana dilansir Kantor Berita Antara.
Putrama Tuta, sebagai sutradara film ini, mengemukakan sisi yang lebih ditonjolkan dalam film adalah hubungan antara orang tua dan anak, dalam hal ini adalah Ahok dan ayahnya Kim Nam.
“Ahok adalah sosok menarik untuk diangkat, ceritanya sangat menginspirasi untuk generasi berikutnya,” ujar Putrama.

01 November 2018

Asah kreativitas anak, Waroenk Resto and Cafe gelar lomba mewarnai

Guna mengasah kreativitas anak, manajemen Waroenk bersama Transmart Carrefour dan Pegadaian Kupang mengadakan event “Lomba Mewarnai Anak Waroenk” yang diselenggarakan mulai pukul 16.00 Wita hingga selesai di Transmart Carrefour, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Jumat (16/11/2018).

britaloka.com, KUPANG - Anak-anak adalah harapan dan penerus bangsa. Anak yang memiliki kemampuan dan keterampilan mumpuni diklaim bakal menjadi sumber daya manusia (SDM) andal nantinya. Untuk itu, sedini mungkin anak-anak sudah dididik untuk kreatif, cakap, tanggap, dan memiliki empati.
Guna mengasah kreativitas anak, manajemen Waroenk bersama Transmart Carrefour dan Pegadaian Kupang mengadakan event “Lomba Mewarnai Anak Waroenk” yang diselenggarakan mulai pukul 16.00 Wita hingga selesai di Transmart Carrefour, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Jumat (16/11/2018).
“Selain mengasah kreativitas anak melalui kegiatan mewarnai, kegiatan yang bakal menjadi agenda rutin Waroenk, juga bertujuan memfasilitasi penyaluran bakat dan hobi mewarnai anak-anak, terutama (anak) pelanggan,” jelas Public Relation and Representative Admin Waroenk Resto and Cafe, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Kamis (1/11/2018).
Ia menambahkan, Lomba Mewarnai Anak Waroenk didukung Transmart Carrefour yang memberikan akses lokasi kegiatan di Lt 1 Transmart, dan Pegadaian yang menyediakan hadiah utama tabungan emas dan trofi merchandise boneka untuk enam anak.
“Pegadaian juga menyediakan empat doorprize rekening tabungan emas untuk empat orang tua peserta anak yang mengikuti sharing produc Pegadaian yang berlokasi di tempat sama. Jadi, sembari mengikutkan anak dalam lomba, mereka juga bisa mendapatkan informasi menarik terkait produk Pegadaian,” imbuh Merlin.
Sementara itu, manajemen Waroenk memberi piagam, merchandise menarik, dan voucher free makan bagi enam pemenang sesuai peringkat juara.
“Jadi, ada enam pemenang, masing-masing satu juara satu hingga tiga dan juara harapan satu hingga tiga,” beber Merlin.
Diuraikan, tidak hanya hadiah-hadiah tadi, tetapi beberapa pendukung acara seperti Hilo School, Royal Bakery, Waroenk Podjok, 96 SKFM Radio Suara Kupang, dan Harian Pos Kupang bakal memberi goodie bag berisi snack dan lain-lain kepada setiap peserta anak.
“Peserta anak dibatasi 50 saja, ini untuk memberi keluasaan dan ketenangan bagi anak-anak agar lebih fokus. Tetapi, tidak menutup kemungkinan, untuk event seperti ini selanjutnya yang bakal digodok menjadi kalender rutin per periodik Waroenk, bakal memberi kesempatan lebih banyak peserta anak. Kami juga melihat momentum agar tidak mengganggu aktivitas sekolah anak-anak,” papar Merlin.
Terkait syarat dan ketentuan lomba, wanita penyuka musik tersebut mengatakan tidak sulit karena peserta anak sama sekali tidak dipungut biaya pendaftaran Kategorinya, anak berusia enam hingga sembilan tahun, atau sekelas TK hingga kelas tiga SD.
“Orang tua peserta cukup berbelanja Rp 100 ribu di Transmart Carrefour, dan menukarkan struk belanja tersebut dengan formulir pendaftaran Lomba Mewarnai Waroenk yang sudah disediakan di konter customer service Transmart Carrefour,” ungkap Merlin.
Adapun syarat dan ketentuan lainnya, setiap peserta membawa peralatan menggambar sendiri, seperti meja dan crayon (pensil warna).
“Kami menyediakan kertas gambar ukuran standar, yang bakal diwarnai peserta anak. Durasi mewarnai paling lambat 60 menit, dan akan dinilai juri profesional yang disediakan Transmart Carrefour. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat,” tutup Merlin.

23 October 2018

Chicken Parmigia Waroenk, Steik Ayam Khas Italia-Amerika yang Menggiurkan

Manajemen Waroenk Kupang sudah meluncurkan Chicken Parmigia bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu. Peluncuran menu perpaduan dari Negeri Spageti dan Paman Sam itu mendapat animo yang cukup baik dari pelanggan. / Effendy Wongso

TERKINI.id, KUPANG - Selain spageti dan piza (sering ditulis pizza) yang sudah menjadi makanan ikonik dunia, Italia juga menghasilkan kuliner yang tidak kalah populernya seperti steik. Di antara demikian banyak steik, ada satu varian yang sudah sangat mendunia yaitu Chicken Parmigia.
Uniknya, menu steik berbahan ayam yang lebih dikenal sebagai “chicken parmigiana” ini merupakan kolaborasi dari makanan Amerika Serikat (AS), dan berkembang secara masif di negara-negara Eropa dan Australia.
Chicken Parmigia juga dikenal sebagai “ayam parmesan” tersebut terdiri dari dada ayam dilapisi tepung roti (gandum) dengan siraman saus tomat dan keju mozzarella, serta parmesan atau provolone. Chicken Parmigia modern yang dikenal saat ini biasanya disajikan bersama french fries (stik kentang goreng) dan sayuran.
“Kami menyediakan menu itu karena sudah populer, tidak hanya di negara asalnya (Italia-Amerika), tetapi juga di Indonesia. Boleh dikata, menu ini dapat ditemukan dalam menu western yang disajikan restoran dan kafe hotel besar nasional,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Resto and Cafe, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Selasa (23/10/2018).
Ia menambahkan, pihaknya sudah meluncurkan Chicken Parmigia bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu. Peluncuran menu perpaduan dari Negeri Spageti dan Paman Sam itu mendapat animo yang cukup baik dari pelanggan.
“Ini terbukti dari banyaknya order (pesanan) Chicken Parmigia dalam daftar permintaan pelanggan selama ini. Secara umum, steik berbahan ayam di Waroenk disukai konsumen karena bertekstur lembut dan tidak alot. Apalagi, penyajian menu-menu Italia khususnya dan Eropa umumnya yang dilakukan manajemen boleh dibilang, kamilah pertama di Kota Kupang,” kata Merlin.
Lantaran mendapat apresiasi yang bagus dari penikmat kuliner di Kota Sasando, sebut wanita penyuka musik ini, manajemen pun meluncurkan menu-menu steik berbahan ayam maupun daging lainnya seperti Chicken Mozza yang dibanderol Rp 64.500, Chicken Smokey Rp 53.500, Beef Schnitzel Rp 64.500, dan Minced Burger Steak Rp 48.500 di Waroenk Podjok, GF Transmart Kupang yang merupakan cabang dari Waroenk.
Chicken Parmigia Waroenk sendiri dibanderol cukup terjangkau Rp 37 ribu. “Sangat terjangkau untuk versi steik. Manajemen ingin semua kalangan dapat menikmati menu Eropa (western) ini, sehingga membanderolnya dengan low price,” imbuh Merlin.
Sekadar diketahui, di AS dan Kanada, Chicken Parmigia sering disajikan sebagai hidangan utama. Sering, dihidangkan pada sisi atau di atas pasta.
Tidak kurang, beberapa restoran di sana mengkreasikan menu ini secara inovatif, dengan memadukannya dengan burger. Hal itu dilakukan pengusaha kuliner asal Italia yang berimigrasi ke AS pada 1906.
 Para imigran Italia mulai memanfaatkan pasar daging AS yang terjangkau, memasukkan “ayam” ke burger yang biasanya diisi beef (daging). Masifnya perkembangan menu ini turut mendongkrak pasar kuliner di sana, terlebih ketika resep untuk Chicken Parmigia diterbitkan di koran The New York Times pada 1962.
Sementara itu, hidangan ini secara teratur disajikan sebagai makanan utama di seluruh Australia. Menu tersebut bahkan dianggap sebagai makanan “wajib” dalam setiap keberadaan restoran maupun kafe.
Di Australia, Chicken Parmigia umumnya disajikan dengan keripik (biasanya stik kentang goreng) dan salad, meskipun ada beberapa kontradiksi terkait tata letak bahan tambahan tersebut, apakah harus disajikan di bawah atau di samping ayam.
Tak membutuhkan waktu lama, popularitas menu yang tergolong modern di zamannya ini berkontribusi atas banyaknya restoran khusus Chicken Parmigia, khususnya di Kota Melbourne.

17 October 2018

Gandeng Telkomsel, Waroenk bagi-bagi hadiah dalam program Take Me Out

Karyawan Waroenk Resto and Cafe, Kupang, Angel Adu tengah memamerkan beberapa hadiah yang bakal dibawa pulang pelanggan dalam program Take Me Out. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hadiah dapat diartikan pemberian (kenang-kenangan, penghargaan, penghormatan). Hadiah biasanya diberikan seseorang atau komunal untuk mengapresiasi suatu prestasi. Hadiah juga lazim diberikan untuk seseorang yang merayakan hari jadi atau ulang tahun, pernikahan, dan lain-lain.
Terkait hadiah, resto dan kafe yang sudah menjadi pusat destinasi kuliner favorit di Kota Kupang, Waroenk dan Waroenk Podjok juga mengapresiasi pelanggannya dengan memberikan hadiah-hadiah menarik.
“Mulai besok, Selasa (16/10/2018), menggandeng Telkomsel, kami meluncurkan program ‘Take Me Out’. Kegiatan bagi-bagi hadiah ini untuk mengapresiasi penikmat kuliner, khususnya di Kota Kupang yang sudah menjadikan Waroenk sebagai tempat makan dan minum favorit mereka,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu saat ditemui di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Fatululi, Kupang, Senin (15/10/2018).
Yunita menambahkan, peran pelanggan terhadap perkembangan Waroenk tidak dapat dinafikan pihaknya. Untuk itulah, bersama Telkomsel yang sudah bekerja sama manajemen sejak awal pembukaan Waroenk di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, diajak berkontribusi dalam program “Take Me Out” tersebut.
“Dalam program ‘Take Me Out’, pelanggan berhak mendapatkan hadiah langsung berbagai suvenir maupun merchandise menarik, di antaranya pulsa Telkomsel, boneka, tas, mug dan stoples cantik, dan masih banyak hadiah lainnya,” imbuhnya.
Yunita menguraikan, pelanggan cukup bertransaksi makan maupun minum senilai Rp 100 ribu, kemudian menukarkan 50 Telkomsel Poin mereka dengan cara ketik waroenk (untuk Waroenk Oebufu) dan warpok (untuk Waroenk Podjok) dan kirim SMS ke 777. Setelah ada notifikasi masuk (berhasil) dari Telkomsel, mereka dapat mencabut hadiah langsung yang berisi berbagai hadiah tadi dalam bowl.
“Tetapi tidak hanya itu, sebab pelanggan masih berkesempatan memperoleh hadiah utama satu unit smartphone yang bakal diundi di setiap akhir periode (tiga bulanan). Caranya, struk pelanggan ditulisi nama, nomor handphone, dan nomor identitas diri (KTP/SIM), lalu dimasukkan dalam kotak undian yang tersedia di Waroenk, baik Waroenk Oebufu maupun Waroenk Podjok di Transmart,” paparnya.
Yunita berharap, program “Take Me Out” pihaknya dapat lebih menggenjot penjualan yang selama ini sudah bagus.
“Program apresiasi bagi-bagi hadiah seperti ini memang selalu kami gelar untuk lebih mendekatkan pelanggan agar lebih loyal lagi. Sewaktu gelaran Piala Dunia Rusia 2018 lalu, juga dengan menggandeng Telkomsel, kami bagi-bagi hadiah serupa. Animo pelanggan sangat baik, dan tetap menginginkan kegiatan lebih rutin dilaksanakan,” tutupnya.

03 October 2018

Varian makanan dalam Waroenk Korean Food Times laris diburu pelanggan


Salah satu menu dalam Waroenk Korean Food Times, Korean Shrimp Rice. Sebelumnya menu-menu Korea tadi sudah diluncurkan bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2018, namun karena ingin lebih meningkatkan penjualan, pihaknya berinisiatif membuat program Waroenk Korean Food Times. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Diluncurkan kemarin, Senin 1 Oktober 2018, varian menu Korea dalam program Waroenk Korean Food Times laris diburu pelanggan. Menu-menu bercita rasa “eksotik” khas Asia Timur Jauh tersebut di antaranya Beef Bulgogi, Korean Shrimp Rice, Sticky Wings, dan Korean Chicken Pop.
Program diskon 20 persen menu Korea tersebut turut menggandeng 96 SKFM Radio Suara Kupang. Tujuannya, selain publisitas terkait makanan yang ingin ditonjolkan, manajemen Waroenk juga berupaya mengenalkan makanan Korea lebih dekat kepada penikmat kuliner, khususnya di Kota Kupang.
“Kenapa kami mengangkat menu Korea, karena makanan dari Negeri Gingseng ini tidak kalah lezatnya dengan menu-menu dari negara lain, seperti Chinese Food (Tiongkok) dan Japanese Food (Jepang),” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya terkait animo program yang baru diluncurkan pihaknya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Selasa 2 Oktober 2018.
Merlin mengungkapkan, sebelumnya menu-menu Korea tadi sudah diluncurkan bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017, namun karena ingin lebih meningkatkan penjualan, pihaknya berinisiatif membuat program Waroenk Korean Food itu.
“Menu-menu Korea kami sudah lama bisa dinikmati penikmat kuliner, animo pelanggan juga cukup apresiatif. Tetapi, dengan adanya peluncuran program Waroenk Korean Food, diharapkan menu tadi dapat lebih diterima masyarakat. Apalagi, dengan mengikuti program tersebut, banyak benefit yang dapat diperoleh pelanggan yang khususnya mencicipi menu Korea setiap Senin, seperti diskon harga 20 persen jika makan dari jam dua siang hingga jam lima sore,” imbuhnya.
Merlin menambahkan, tidak hanya diskon yang tergolong besar, tetapi pelanggan juga berkesempatan mendapatkan voucher makan gratis bila mengikuti kuis di 96 SKFM Radio Suara Kupang.
Wanita muda yang hobi mendengarkan musik ini menguraikan, optimistis terhadap keberhasilan program Waroenk Korean Food Times. Pasalnya, sejak diluncurkan kemarin, Senin 1 Oktober 2018, pelanggan langsung “berburu” menu-menu Korea tadi.
Terkait spesifikasi menu Korea pihaknya yang paling laris, Merlin mengatakan semuanya disukai.
“Selain Beef Bulgogi yang sudah menjadi menu ikonik Waroenk, Korean Shrimp Rice juga laris dalam list menu Korea kami. Makanan ini sendiri terdiri dari udang crispy berpadu saus Korea yang disajikan bersama nasi putih hangat. Menu tersebut merupakan tipikal menu Korea yang khas disajikan dalam mangkuk (Korean Rice Bowl),” urainya.
Merlin menjelaskan, pihaknya tidak dapat menafikan faktor tren Korea (Korean Wave, sehingga kuliner Korea juga terangkat.
“Satu dasawarsa ini, tren terkait Korea (mengacu ke Korea Selatan), sangat digemari warga dunia. Berbagai kompartemen hiburan seperti film, musik, dan fashion menjadi kiblat para kaum urban, tidak terkecuali kuliner seperti Korean Rice Bowl yang sudah mendunia,” tutupnya.