15 April 2019

Tunjuk kelingking ungu diskon 10 persen di Waroenk Seafood


Guna mengapresiasi kegiatan Pemilu 2019, manajemen Waroenk, dalam hal ini Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Kupang menggelar program diskon 10 persen makan dan minum bagi pengunjung yang menunjukkan jari yang telah tercelup tinta ungu. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Pilpres dalam Pemilu 2019, tinggal menghitung hari. Sebagai warga negara yang baik, setiap warga negara Indonesia (WNI) yang telah memenuhi syarat kepesertaan harus ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut.
Guna mengapresiasi kegiatan akbar lima tahunan itu, manajemen Waroenk, dalam hal ini Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, menggelar program diskon 10 persen makan dan minum bagi pengunjung yang menunjukkan jari yang telah tercelup tinta ungu.
“Jadi, seusai mencoblos pada Rabu, 17 April 2019, penikmat kuliner berhak mendapatkan diskon 10 persen dari kami, hanya dengan menunjukkan jari kelingkingnya yang sudah tercelup tinta ungu sebagai bukti telah mengikuti Pemilu 2019,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang, Sabtu (6/4/2019).
Dijelaskan, promo “Tunjuk Kelingking Ungu Diskon 10 Persen” pihaknya berlaku hanya satu hari.
“Jadi, jangan sia-siakan kesempatan promo yang kami gelar bagi peserta Pemilu 2019. Usai mencoblos, masyarakat bisa berbondong-bondong ke Waroenk Seafood and Oriental Cuisine untuk makan siang bersama keluarga maupun sahabatnya,” ajak Rivaldy.
Ia menambahkan, selain apresiasi bagi masyarakat peserta Pemilu 2019, gelaran promo yang diluncurkan pihaknya juga ingin lebih mengenalkan Waroenk Seafood and Oriental Cuisine kepada penikmat kuliner.
“Ada sekitar 150 menu di luar minuman yang kami tawarkan, semuanya berbeda dengan yang ada di Waroenk Oebufu dan Waroenk Podjok. Sehingga, pelanggan yang ingin mencicipi makanan yang lebih variatif, khususnya seafood dan makanan Asia, bisa ke Waroenk Seafood and Oriental Cuisine,” imbuh Rivaldy.
Bahkan, lanjut pria yang gemar icip-icip kuliner tersebut, beberapa menu dapat dikatakan pionir dengan harga sangat murah dan terjangkau di Kota Kupang. Sebut saja Bebek (Peking) Panggang Waroenk, Ayam Hainan, Bubur Waroenk dengan topping Telur Seribu Tahun, Dimsum, dan Steamboat.
“Tidak hanya pionir dan pertama di Kota Sasando ini, tetapi Dimsum dan Steamboat kami benar-benar murah. Steamboat misalnya, untuk Regular (satu hingga dua orang) hanya Rp 105 ribu dan Large (tiga hingga empat orang) Rp 210 ribu,” ulas Rivaldy.
Adapun menu Bubur Waroenk juga dibanderol sangat murah. “Satu porsi Bubur Waroenk hanya Rp 15 ribu, jika ditambah topping legendaris seperti Telur Seribu Tahun (Phitan Egg), pelanggan cukup menambah Rp 7.500. Masih ada topping lainnya yang tak kalah sedapnya dibandingkan Telur Seribu Tahun, seperti udang, telur asin, dan ayam Hainan.
Yang pasti, sebut Rivaldy, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine adalah tempat pas untuk makan sekaligus nongkrong kaum milenial. Selain menunya unik, lezat, dan beda, suasana restoran juga sangat nyaman.
“Ada akses free wifi, full AC sehingga pelanggan yang makan tidak gerah, serta pelayanan yang ramah dari waitress (pramusaji). Atau, kalau yang ingin sekadar ngopi dan minum teh juga bisa, karena kami menyediakan kopi dan Chinese Tea khas Tiongkok yang sangat digemari di dunia,” paparnya.
Rivaldy menguraikan, untuk Chinese Tea pihaknya dibanderol sangat murah karena hanya Rp 15 ribu per teko.
“Jadi, segera habis mencoblos, tunjukkan kelingking yang sudah dicelup tinta ungu di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine untuk mendapatkan diskon 10 persen. Jangan lupa, kami juga ada program ‘Makan Berhadiah Motor dan Emas’. Di program ini, pelanggan yang bertransaksi Rp 100 ribu akan mendapatkan satu kupon undian berhadiah satu unit sepeda motor dan lima keping emas untuk masing-masing lima pemenang hiburan,” tutupnya

03 April 2019

Makan berhadiah motor dan emas di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine


 
Memasuki tahun ketiga kehadirannya, Waroenk Resto and Cafe kembali membuka cabang di Jalan Veteran 18 (ex Palm Seafood, samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang. Tentu saja, eksistensi Waroenk bisa bertahan karena terus mempertahankan cita rasa makanan yang mumpuni. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Bicara kuliner, tentu tidak ada habisnya. Banyak ragam kuliner yang ditawarkan pengusaha tetapi tidak semua memuaskan pelanggannya. Pasalnya, makanan dengan cita rasa berkualitas itulah yang sulit dipertahankan.
Memasuki tahun ketiga kehadirannya, Waroenk Resto and Cafe kembali membuka cabang di Jalan Veteran 18 (ex Palm Seafood, samping Lippo Plaza, depan Hotel Pelangi), Fatululi, Kupang. Tentu saja, eksistensi Waroenk bisa bertahan karena terus mempertahankan cita rasa makanan yang mumpuni.
“Makanan yang kami hadirkan sangat disukai penikmat kuliner di Kota Kupang, bahkan para pendatang yang berkunjung di Kota Sasando ini. Terbukti, kami mendapat penghargaan Kadin Award 2018 dari Kadin NTT sebagai Restoran dengan Menu Terinovatif se-NTT,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemu di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jumat (29/3/2019).
Apresiasi itu terus berlanjut, lanjut Rivaldy, dengan banyaknya pujian terhadap cita rasa makanan dari pelanggan yang datang pada soft opening Waroenk Seafood and Oriental Cuisine pada Rabu (27/3/2019) lalu.
“Bebek (Peking) Panggang Waroenk jadi best seller jualan kami di hari pertama peluncuran resto kami. Menurut testimoni pelanggan, selain lezat harga yang kami banderol termasuk murah. Bayangkan, untuk seperempat ekor hanya Rp 99 ribu, dan ini sudah bisa disantap empat-tiga orang dengan ukuran lumayan besar,” imbuhnya.
Rivaldy menambahkan, selain itu pihaknya juga menyediakan sekitar 150 menu lain, seperti seafood (lobster, kepiting, ikan laut dan tawar, serta kerang), dimsum, nasi Hainan, bubur, ayam panggang, sup, sayuran,” paparnya.
“Sayuran kami yang populer adalah Baby Buncis yang sudah sangat digemari penikmat kuliner internasional. Sementara, untuk minuman juga tidak kalah variatifnya, baik dingin maupun panas seperti Chinese Tea yang legendaris,” katanya.
Yang pasti, sebut Rivaldy, semua menu baik makanan dan minuman dibanderol dengan harga murah dan terjangkau.
“Makanan seafood ada yang kami jual per porsi dan per ons sesuai pilihan pelanggan. Selama ini, Waroenk kan dikenal sebagai penyedia makanan berkelas, mewah namun dengan harga terjangkau. Jadi, semua kalangan dapat masuk di resto kami,” ujarnya.
Selain tetap mempertahankan cita rasa semua menunya, Rivaldy mengatakan ada apresiasi untuk pelanggan yang bersantap di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, yaitu “Program Makan Berhadiah Motor dan Emas”.
“Boleh dibilang ini bentuk apresiasi dan surprais bagi pelanggan, makan makanan enak dengan harga murah tetapi berkesempatan mendapatkan hadiah sepeda motor dan emas,” katanya.
Ia menjelaskan, mekanisme program undian adalah dengan makan minimal Rp 100 ribu (berlaku kelipatan), pelanggan berhak mendapat satu kupon undian yang akan diundi pada 3 Oktober 2019 mendatang.
“Kupon undian dikumpulkan terakhir pada 27 September 2019. Satu orang pemenang, berhak mendapat satu sepeda motor Honda Beat eSP dan lima orang pemenang hiburan masing-masing akan mendapatka emas satu gram,” urai Rivaldy.
Ia mengatakan, selain apresiasi bagi pelanggan, program “Makan Berhadiah Motor dan Emas” tersebut dapat lebih memanjakan konsumen, sehingga lebih loyal dan konsisten bersantap di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine yang memang dikenal sebagai resto penyedia makanan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Yang pasti, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine berkomitmen menyediakan makanan halal yang lezat, enak, dan berharga terjangkau. Selain itu, sebagai tempat bersantap yang nyaman, cozy, dan pas untuk nongkrong bersama teman maupun keluarga,” tutup Rivaldy.

05 March 2019

Ini salah satu menu andalan yang bakal hadir di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine

BEBEK PEKING - Salah satu menu andalan di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine adalah Bebek Peking. Bebek Peking merupakan salah satu makanan yang berasal dari Tiongkok yang sudah mendunia. / Istimewa

britaloka.com, KUPANG - Salah satu jenis makanan yang tidak kalah favorit dari ayam adalah bebek. Bebek, entah dengan olahan dipanggang, digoreng, atau dibakar sama lezatnya ketika sudah tersaji di atas piring pelanggan
Di Indonesia, bebek bahkan menjadi menu ikonik. Hal itu dapat dilihat di beberapa daerah, seperti di Surabaya dengan menu Nasi Bebek-nya yang masif dikonsumsi masyarakat setempat.
Mengapa bebek selalu menjadi “juara” di hati penikmatnya, tidak lain karena bebek memiliki cita rasa yang berbeda dan khas dibandingkan olahan ayam. Belum lagi aroma kulit bebek yang bersentuhan dengan minyak yang panas, benar-benar “melelehkan liur” penikmat kuliner.
Salah satu menu andalan yang bakal hadir di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, yang merupakan cabang dari Waroenk Group adalah Bebek Peking.
Hal tersebut diungkapkan Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18 (Ex Palm Resto, samping Lippo Plaza), Fatululi, Kupang, Selasa (5/3/2019).
Menurutnya, Bebek Peking yang juga dikenal sebagai “roasted duck” ini memang bisa membuat nafsu makan pelanggan meningkat. Pasalnya, lanjut Rivaldy, Bebek Peking yang biasanya diracik secara dipanggang, memiliki aroma yang wangi dengan bagian luar yang berwarna kecokelatan.
“Selain itu, cita rasa yang renyah pada bagian kulitnya menambah kelezatannya. Apalagi, kontur bagian dalam dagingnya juga lembut. Yang pasti, Bebek Peking kami benar-benar empuk dan tidak alot,” urainya.
Tidak hanya soal tekstur kelembutan dagingnya yang berkontribusi mengangkat kelezatan menu tersebut, tetapi Rivaldy tak menafikan kehadiran bumbu-bumbu pendukung Bebek Peking.
“Beberapa bumbu impor, sehingga berbeda dibandingkan bebek-bebek panggang reguler yang disajikan resto-resto lain,” paparnya.
Meskipun belum menyebut harga per potong atau porsinya, namun ia mengatakan menu oriental khas Tiongkok yang telah melegenda tersebut dibanderol pihaknya sangat terjangkau.
“Sangat terjangkau untuk makanan elite seperti Bebek Peking ini. Jadi, kami berharap semua kalangan dapat menikmati sajian khas oriental yang dulunya hanya dapat dinikmati para bangsawan Tiongkok ini,” imbuh Rivaldy.
Sebelumnya, ia mengklaim beberapa makanan yang diluncurkan manajemen Waroenk adalah pertama di Kota Kupang, di antaranya Suki dan Shabu-shabu, Daging Domba, Bebek Panggang Rempah, Burung Dara Masak Szechuan, Seafood Tofu Hotplate, Ayam Goreng Koloke, Sup Wantan Udang, Ayam Rebus Hainan, termasuk Bebek Peking yang menjadi menu andalan.
Rivaldy juga mengatakan, semua menu yang dihadirkan halal dan sudah bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Rencananya, Waroenk Seafood and Oriental Cuisine akan buka pada pertengahan Maret 2019. Jadi, penikmat kuliner penyuka seafood dan oriental cuisine siap-siap saja merasakan sensasi menu-menu kami yang lezat, unik, dan beda,” ujar Rivaldy.
Sekadar diketahui, Bebek Peking atau dalam bahasa Mandarin disebut “Beijing Kaoya”, pada awalnya merupakan kuliner yang serupa kalkun panggang khas Amerika Serikat (AS). Pada masa Dinasti Yuan, sekitar 1271-1368, pengembara Marco Polo membawa kebiasaan memanggang daging unggas dan mengenalkannya kepada masyarakat Tiongkok.
Dinasti Yuan atau Kerajaan Mongol yang dipimpin Kaisar Kubilai Khan memerintahkan untuk mendatangkan aneka bumbu makanan dari pelosok dunia, seperti dari Eropa, Arab, dan India. Pada saat itulah tercipta kuliner yang bernama bebek panggang.
Ketika Kaisar Kubilai Khan memindahkan Ibu Kota negaranya ke Beijing, kuliner bebek panggang ini pun turut terangkat dan populer. Hal tersebut berlanjut hingga masa Dinasti Ming sekitar 1522.
Bebek panggang yang digunakan tadinya merupakan bebek yang berasal dari Kota Nanjing, tetapi lama kelamaan populasi bebek di Nanjing berkurang lantaran terkontaminasi polusi udara yang sangat tinggi.
Untuk mengakali hal itu, para peternak bebek akhirnya menemukan jenis bebek lain yang memiliki tekstur serupa bebek Nanjing. Bebek inilah yang kemudian dinamakan Bebek Peking.
Bebek peking diracik dengan menggunakan dua teknik memanggang, yaitu dipanggang dengan menggunakan oven konvensional dengan teknik yang berasal dari restoran Bianyifang di Chongwemen pada 1816.
Sementara itu, untuk teknik kedua adalah teknik Quanjude yang dikembangkan di dapur istana kekaisaran Dinasti Qing. Sebelum dimasak, bebek dilapisi sirup manis dan bumbu rempah lalu digantung hingga kering sekitar 24 jam. Hal ini dimaksudkan untuk memisahkan kulit bebek dari dagingnya. Inilah yang membuat kulit Bebek Peking panggang terasa renyah dan berkilau saat disajikan.

31 January 2019

Nasi Goreng Jawa, menu nusantara yang digemari berbagai kalangan

NASI GORENG JAWA - Bagi penikmat kuliner Nusantara, nasi goreng yang rasanya nikmat ini juga kerap diburu saat mereka ingin makan secara praktis, cepat disajikan, dan enak mengenyangkan. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Sajian nasi goreng sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Menu makanan yang merakyat ini selalu bisa menjadi alternatif bersantap, baik untuk sarapan pagi, hingga makan siang dan malam.
Bagi penikmat kuliner Nusantara, nasi goreng yang rasanya nikmat ini juga kerap diburu saat mereka ingin makan secara praktis, cepat disajikan, dan enak mengenyangkan. Sejatinya, nasi goreng apapun variannya, sama-sama memiliki cita rasa lezat sesuai bumbu dan rempah yang dipakai setiap daerah di Indonesia. Adapun “topping” yang dipakai merupakan kreasi tipikal dari daerah yang mengeluarkan nasi goreng tersebut.
Hal itu tentu juga berlaku bagi Nasi Goreng Jawa. Nasi goreng Jawa, dapat dibedakan dengan nasi goreng-nasi goreng lainnya, yaitu identik dengan rasa manis dan gurih.
"Beda dibandingkan nasi goreng lainnya, bumbu Nasi Goreng Jawa bisa dibilang lebih banyak," terang Marcomm and PR Waroenk Podjok, Yunita Kitu saat ditemui di Waroenk Podjok, GF Transmart Kupang, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Selasa (29/1/2018).
Selain bumbu, Nasi Goreng Jawa juga menggunakan tambahan sedikit terasi dan sambal dari cabai kering. Selain itu, nasi goreng Jawa juga menggunakan suwiran daging ayam sebagai lauk, sehingga menambah rasa gurihnya.
"Sudah memang dari awal, nasi goreng Jawa menggunakan suwiran daging ayam. Tetapi, ini juga tergantung dari beberapa kreasi penyajian koki setiap daerah, yang biasanya menggunakan ikan teri kering (asin) sebagai lauk,” urai Yunita.
Ia menambahkan, Nasi goreng Jawa selain identik dengan rasa manisnya yang diperoleh dari campuran kecap manis, juga menggunakan sayuran seperti tauge dan sayur sawi sebagai pelengkap.
“Tidak hanya itu, Nasi Goreng Jawa juga menggunakan irisan telur rebus, dan kerupuk udang,” imbuh Yunita.
Diuraikan, Nasi Goreng Jawa adalah nasi goreng khas Jawa yang berbeda dibandingkan nasi goreng Tiongkok (Chinese Food). Perbedaannya adalah nasi goreng Tiongkok biasanya berwarna agak kuning lantaran dicampur kari untuk versi Kanton Singapura serta nasi goreng Tiongkok Daratan (China) berwarna merah muda dengan lauk sayuran, daging sapi, seafood seperti udang dan cumi, atau nasi goreng dengan saus khusus yang biasa dapat ditemui di daerah pecinan.
“Dulunya, Nasi goreng Jawa dibumbui dengan sambal ulek yang membuat rasanya pedas, dan dimasak secara tradisional menggunakan kayu bakar atau angl,” papar Yunita.
Dijeaskan, Nasi Goreng Jawa pihaknya yang dibanderol Rp 44 ribu tersebut, disukai penikmat kuliner dari berbagai kalangan.
“Seperti Bakmi Goreng Jawa yang selalu ‘dirindukan’, Nasi Goreng Jawa juga begitu. Jadi, menu ini masuk dalam makanan ‘sejuta umat’ yang sangat digemari di Waroenk Podjok,” ulas Yunita.
Terkait animo pelanggan terhadap Nasi Goreng Jawa, ia mengatakan cukup responsif. Menurutnya, kehadiran menu itu berkontribusi mengangkat menu-menu Nusantara pihaknya.
“Selain Nasi Goreng Belacan khas Bali yang kami luncurkan dan menjadi menu ikonik di Waroenk Podjok, Nasi Goreng Jawa juga tidak kalah pamor. Untuk varian nasi goreng, makanan ini menempati rating yang cukup bagus, bahkan menyamai rating penjualan Nasi Goreng Belacan,” beber Yunita.
Sekadar diketahui, Nasi Goreng Jawa merupakan salah satu jenis makanan yang sangat digemari di Indonesia, dengan menyasar berbagai kalangan, baik middle-down maupun middle-up.
Kelezatan Nasi Goreng Jawa bahkan disukai ekspatriat dari berbagai negara. Wisatawan mancanegara biasanya akan mencari menu berbahan nasi ini di daerah persingaahan pelesir mereka di Indonesia.
Nasi Goreng Jawa memiliki banyak variasi, seperti Nasi Goreng Babat Semarang yang warnanya agak cokelat dengan lauk babat sebagai isian. Selain itu, ada Nasi Goreng Jawa Tengah yang warnanya merah muda dengan lauk sayuran kol dan suwiran ayam kampung.
Tidak hanya itu, di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya, ada Nasi Goreng Surabaya yang warnanya merah kecokelatan, dengan porsi yang besar serta agak pedas dengan lauk irisan telur dadar dan ayam goreng.
Sementara di Yogyakarta, ada Nasi Goreng Kampung yang warnanya merah dengan lauk telur mata sapi dan ayam kampung goreng.