18 November 2018

Sedapnya Loco Rice, modifikasi racikan menu Hawaii yang menggoda

Loko Rice Waroenk terdiri dari nasi dengan irisan sosis, bakso sapi, jamur, dan telur mata sapi dalam baluran saus pedas manis. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Inovasi yang rutin dilakukan pelaku usaha yang bergerak dalam bidang kuliner selama ini telah memperkaya keberagaman makanan dunia. Paling tidak, hal tersebut dapat dilihat dari lahirnya menu-menu baru yang bertujuan memanjakan lidah konsumen.
Tidak heran, beberapa pemerhati kuliner termasuk mendiang Bondan Winarno pernah mengungkapkan, kuliner yang terus lahir dari inovasi secara implisit adalah kebudayaan baru yang akan terus menambah khazanah budaya suatu bangsa.
Hampir semua negara memiliki kuliner khas yang mendunia dan menjadi makanan ikonik yang “doyan” disantap masyarakat yang notabene bukan berasal dari negara asalnya.
Salah satunya adalah Loco Moco yang berasal dari salah satu negara bagian Amerika Serikat (AS), Hawaii. Lantaran kepopulerannya, Loco Moco banyak diadaptasi menjadi racikan lokal yang mengikuti persediaan bahan pangan negara-negara pengadaptasi.
“Sehingga, jadilah (Loco Moco) ini menjadi Loco Rice yang merupakan menu ikonik di Waroenk. Meskipun Loco Rice adalah menu Barat (AS), tetapi kami meraciknya sesuai cita rasa Nusantara. Penggunaan bumbu-bumbu lokal justru memperkaya makanan ini, sehingga cocok di lidah orang Indonesia,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu (17/11/2018).
Diuraikan, Loko Rice yang dibanderol pihaknya Rp 32 ribu itu, terdiri dari nasi dengan irisan sosis, bakso sapi, jamur, dan telur mata sapi dalam baluran saus pedas manis.
“Sejak peluncuran menu ini bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu, Loco Rice yang masuk dalam kompartemen Rice Bowl atau tren kontemporer penyajian menu dalam mangkuk ala Korea sudah menjadi makanan favorit pelanggan. Ini dapat dilihat dari order list di Waroenk yang selalu menempati rating-rating tertinggi,” beber Merlin.
Ia menambahkan, Loko Moko yang diadaptasi menjadi Loko Rice pihaknya adalah makanan kontemporer Hawaii. Ada banyak variasi, sebut Merlin, tetapi Loco Moco yang disajikan secara tradisional (Asia, terutama Jepang) terdiri dari nasi putih.
“Di atasnya ditumpuk daging burger, telur goreng, dan saus berwarna cokelat (biasanya berupa kaldu daging kental). Adapun variasi lainnya, bisa cabai, bacon, daging sapi teriyaki, ayam teriyaki, ikan laut, udang, tiram, dan daging lainnya,” imbuhnya.
Merlin menjelaskan, penamaan Loco Moco di Hawaii yang mayoritas dihuni etnik Jepang berasal dari nama sebuah jaringan restoran yang berbasis di Hawaii, degan cara penyajian kebanyakan negara Asia yaitu menyajikan hidangan nasi dalam mangkuk (Rice Bowl).
“Jadi, Loko Rice adalah makanan kontemporer. Diciptakan warga AS keturunan Jepang, Richard Inouye dan istrinya Nancy pada 1949 di Hilo, Hawaii. Mereka berinovasi untuk menciptakan makanan yang berbeda dibandingkan sandwich. Tentu, alasannya tidak lepas dari harganya yang tidak mahal, proses pembuatannya cepat, dan juga disajikan secara praktis,” paparnya.
Caranya, urai Merlin, mereka memasukkan nasi ke dalam mangkuk, sekerat besar daging burger di atas nasi, kemudian diberi kaldu daging kental, serta ditambahkan telur goreng (biasanya telur mata sapi).
“Jika Loco Moco asalnya ada sekerat daging burger di atas nasi, tetapi modifikasi yang kami lakukan di Waroenk adalah mengiris daging dan sosis menjadi keratan kecil agar lebih mudah dimakan. Secara umum, hampir sama dengan Loco Moco ciptaan Richard Inouye dan Nancy, tetapi tentu bumbunya berbeda di luar penyajian daging yang diiris ala Waroenk,” ulasnya.

13 November 2018

Resmi jadi mitra Grab Food, Waroenk genjot order makanan via online

Waroenk dan Waroenk Podjok yang sudah menjadi destinasi kuliner favorit penikmat kuliner di Kota Kupang, turut menjalin kerja sama kemitraan dengan Grab, sebuah perusahaan platform (aplikasi) digital asal Singapura yang sudah hadir sejak 2012. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Perkembangan dunia kuliner yang bertumbuh secara pesat saat ini turut dipengaruhi maraknya penggunaan internet. Kemudahan bertransaksi di dunia daring (online) yang efisien, cepat, dan praktis dapat dilihat dari masifnya penjualan lewat toko maupun restoran berbasis website.
Seiring hal tersebut, dalam satu dekade terakhir pun telah bermunculan medium pendukung seperti delivery order, yang tidak hanya disediakan para pelaku usaha kuliner, tetapi juga penyedia jasa pengantaran yang semakin memudahkan transaksi antara pelaku usaha sebuah hotel, restoran, dan kafe (horeka) dengan konsumennya.
Tidak ingin ketinggalan, Waroenk dan Waroenk Podjok yang sudah menjadi destinasi kuliner favorit penikmat kuliner di Kota Kupang, turut menjalin kerja sama kemitraan dengan Grab, sebuah perusahaan platform (aplikasi) digital asal Singapura yang sudah hadir sejak 2012.
“Kemitraan dengan Grab Food, yang merupakan salah satu kompartemen bisnis Grab sangat berkontribusi mengangkat penjualan kami secara delivery. Sejak berjalan (kerja sama) pada awal November 2018 lalu, pesanan cukup signifikan,” jelas Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Ground Floor (GF) Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Selasa (13/11/2018).
Ia menambahkan, pelanggan bisa memesan berbagai varian makanan lezat yang disediakan Waroenk maupun Waroenk Podjok hanya dengan sekali “klik” pada aplikasi Grab pada smartphone mereka.
“Dengan Grab Food, tidak perlu khawatir kelaparan karena makanan akan diantar dengan cepat. Selain itu, kualitas makanan yang diantar tetap terjaga berkat tas thermal yang didesain khusus oleh manajemen Grab Food. Intinya, order makanan jauh lebih praktis, cepat, dan efisien,” imbuh Noncy.
Adapun mekanisme orderan makanan pihaknya, ia menyebut sesuai standardisasi Grab Food.
“Tidak ada batasan pesanan, jadi sesuai standar yang sudah menjadi prosedur order di aplikasi Grab Food. Restoran yang terdaftar, termasuk Waroenk dan Waroenk Podjok, disusun berdasarkan estimasi waktu dan jarak pengiriman ke tempat konsumen, sehingga makanan dapat disantap selagi hangat layaknya bersantap langsung di restoran,” papar Noncy.
Sementara itu, pihak manajemen Grab Kupang yang diwakili James, belum lama ini mengungkapkan Grab sangat mengapresiasi kekayaan kuliner di Kota Kupang.
“Grab Food hanya menjalin kerja sama dengan restoran terbaik, yang berarti memilih pelaku kuliner tanpa risiko. Yang pasti, jejak rekam (company profile) mitra  harus bagus. Sehingga, setiap pesanan akan memuaskan selera para pecinta kuliner. Kami sendiri mengapresiasi Waroenk dan Waroenk Podjok sebagai mitra dengan ‘brand’ yang sudah cukup mumpuni di Kota Kupang,” katanya.
Sekadar diketahui, Grab sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi merupakan salah satu platform Android yang bermarkas di Singapura. Aplikasi tersebut diklaim paling sering digunakan di Asia Tenggara, menyediakan layanan kebutuhan sehari-hari bagi para pelanggan, termasuk perjalanan, pesan-antar makanan, pengiriman barang, dan sarana pembayaran menggunakan e-wallet (dompet digital).
Saat ini, selain di Singapura, Grab juga menyediakan layanan di Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja. Ekspansi bisnis Grab di wilayah-wilayah itu disokong terhadap keyakinan setiap masyarakat di Asia Tenggara harus mendapatkan keuntungan dari ekonomi digital. Untuk itulah, perusahaan memberikan akses untuk layanan transportasi yang aman dan terjangkau, layanan pesan-antar makanan dan pengiriman barang, serta layanan pembayaran mobile dan finansial yang representatif.
Di Indonesia sendiri, Grab melayani pemesanan kendaraan seperti ojek (Grab Bike), mobil (Grab Car), dan taksi (Grab Taksi) serta kurir (Grab Express), pesan-antar makanan (Grab Food), dan carpooling sosial (Grab Hitch Car).
Saat ini Grab tersedia di 125 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura, Papua.

06 November 2018

Manjakan pelanggan, Waroenk bagi-bagi tiket nonton gratis

Karyawan Waroenk Resto and Cafe, Nita tengah memamerkan hadiah Take Me Out. Selama ini, manajemen Waroenk kerap mengadakan promo berhadiah guna memanjakan pelanggan. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Setelah bagi-bagi hadiah dalam promo kuliner Take Me Out yang masih berjalan, manajemen Waroenk dan Waroenk Podjok kembali “menabur” hadiah kepada pelanggannya, yaitu tiket nonton gratis di XXI Transmart Kupang.
Apresiasi kepada pelanggan tersebut diberikan secara terbatas untuk film “A Man Called Ahok” yang bakal tayang pada Kamis, 8 November 2018.
“Terbatas, hanya sekitar 30 tiket kepada pelanggan prioritas yang menggunakan pembayaran T-Cash Telkomsel yang bertransaksi minimal Rp 100 ribu makan dan minum di Waroenk dan Waroenk Podjok,” papar Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, GF Transmart Carrefour, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Senin (5/11/2018).
Noncy mengatakan, pelanggan Waroenk maupun Waroenk Podjok diharap dapat menggunakan kesempatan secepat mungkin untuk mendapatkan tiket nonton yang terbatas itu dengan cara menggukan fitur pembayaran virtual T-Cash di smartphone mereka.
“Selain memberi apresiasi terhadap pelanggan loyal Waroenk dan Waroenk Podjok, tujuan bagi-bagi tiket nonton gratis ini juga sebagai upaya Telkomsel menggenjot penggunaan T-Cash secara masif,” imbuhnya.
Kegiatan nonton bareng (nobar) dilakukan pada pemutaran perdana film “A Man Called Ahok” pada Kamis (8/11/2018) untuk pertunjukan malam hari sekitar pukul 19.00 Wita.
“Jadi, pelanggan sebaiknya cepat-cepatan bertransaksi di Waroenk maupun Waroenk Podjok karena tiket sangat terbatas. Apalagi, hari ‘H’ pemutaran film tinggal beberapa hari lagi,” ujar Noncy.
Ia menambahkan, promo yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk atensi rutin yang sudah diagendakan sebelumnya.
“Kegiatan promo (bagi-bagi hadiah) akan selalu kami adakan untuk memanjakan pelanggan. Pada musim liburan seperti Natal di Desember nanti, juga banyak kegiatan serupa yang akan kami gelar. Jadi, pelanggan Waroenk maupun Waroenk Podjok, nantikan acara bagi-bagi hadiah yang lebih menarik lagi di akhir tahun,” kata Noncy.
Sekadar diketahui, film “A Man Called Ahok” mengisahkan kehidupan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diangkat berdasarkan buku karya Rudi Valinka.
Meskipun pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur dan Gubernur DKI Jakarta itu sangat lekat dengan dunia politik, namun film yang diangkat ini akan menampilkan sisi berbeda dari Ahok.
Dalam buku A Man Called Ahok, Rudi Valinka pergi ke Belitung untuk mencari tahu kisah-kisah yang membentuk kepribadian Ahok.
“Saya percaya karakter orang terbentuk karena faktor keluarga, lingkungan, pasti ada cerita di balik itu,” ujar Rudi saat konferensi pers peluncuran trailer “A Man Called Ahok” di Jakarta, Kamis (6/9/2018) sebagaimana dilansir Kantor Berita Antara.
Putrama Tuta, sebagai sutradara film ini, mengemukakan sisi yang lebih ditonjolkan dalam film adalah hubungan antara orang tua dan anak, dalam hal ini adalah Ahok dan ayahnya Kim Nam.
“Ahok adalah sosok menarik untuk diangkat, ceritanya sangat menginspirasi untuk generasi berikutnya,” ujar Putrama.

01 November 2018

Asah kreativitas anak, Waroenk Resto and Cafe gelar lomba mewarnai

Guna mengasah kreativitas anak, manajemen Waroenk bersama Transmart Carrefour dan Pegadaian Kupang mengadakan event “Lomba Mewarnai Anak Waroenk” yang diselenggarakan mulai pukul 16.00 Wita hingga selesai di Transmart Carrefour, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Jumat (16/11/2018).

britaloka.com, KUPANG - Anak-anak adalah harapan dan penerus bangsa. Anak yang memiliki kemampuan dan keterampilan mumpuni diklaim bakal menjadi sumber daya manusia (SDM) andal nantinya. Untuk itu, sedini mungkin anak-anak sudah dididik untuk kreatif, cakap, tanggap, dan memiliki empati.
Guna mengasah kreativitas anak, manajemen Waroenk bersama Transmart Carrefour dan Pegadaian Kupang mengadakan event “Lomba Mewarnai Anak Waroenk” yang diselenggarakan mulai pukul 16.00 Wita hingga selesai di Transmart Carrefour, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Jumat (16/11/2018).
“Selain mengasah kreativitas anak melalui kegiatan mewarnai, kegiatan yang bakal menjadi agenda rutin Waroenk, juga bertujuan memfasilitasi penyaluran bakat dan hobi mewarnai anak-anak, terutama (anak) pelanggan,” jelas Public Relation and Representative Admin Waroenk Resto and Cafe, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Kamis (1/11/2018).
Ia menambahkan, Lomba Mewarnai Anak Waroenk didukung Transmart Carrefour yang memberikan akses lokasi kegiatan di Lt 1 Transmart, dan Pegadaian yang menyediakan hadiah utama tabungan emas dan trofi merchandise boneka untuk enam anak.
“Pegadaian juga menyediakan empat doorprize rekening tabungan emas untuk empat orang tua peserta anak yang mengikuti sharing produc Pegadaian yang berlokasi di tempat sama. Jadi, sembari mengikutkan anak dalam lomba, mereka juga bisa mendapatkan informasi menarik terkait produk Pegadaian,” imbuh Merlin.
Sementara itu, manajemen Waroenk memberi piagam, merchandise menarik, dan voucher free makan bagi enam pemenang sesuai peringkat juara.
“Jadi, ada enam pemenang, masing-masing satu juara satu hingga tiga dan juara harapan satu hingga tiga,” beber Merlin.
Diuraikan, tidak hanya hadiah-hadiah tadi, tetapi beberapa pendukung acara seperti Hilo School, Royal Bakery, Waroenk Podjok, 96 SKFM Radio Suara Kupang, dan Harian Pos Kupang bakal memberi goodie bag berisi snack dan lain-lain kepada setiap peserta anak.
“Peserta anak dibatasi 50 saja, ini untuk memberi keluasaan dan ketenangan bagi anak-anak agar lebih fokus. Tetapi, tidak menutup kemungkinan, untuk event seperti ini selanjutnya yang bakal digodok menjadi kalender rutin per periodik Waroenk, bakal memberi kesempatan lebih banyak peserta anak. Kami juga melihat momentum agar tidak mengganggu aktivitas sekolah anak-anak,” papar Merlin.
Terkait syarat dan ketentuan lomba, wanita penyuka musik tersebut mengatakan tidak sulit karena peserta anak sama sekali tidak dipungut biaya pendaftaran Kategorinya, anak berusia enam hingga sembilan tahun, atau sekelas TK hingga kelas tiga SD.
“Orang tua peserta cukup berbelanja Rp 100 ribu di Transmart Carrefour, dan menukarkan struk belanja tersebut dengan formulir pendaftaran Lomba Mewarnai Waroenk yang sudah disediakan di konter customer service Transmart Carrefour,” ungkap Merlin.
Adapun syarat dan ketentuan lainnya, setiap peserta membawa peralatan menggambar sendiri, seperti meja dan crayon (pensil warna).
“Kami menyediakan kertas gambar ukuran standar, yang bakal diwarnai peserta anak. Durasi mewarnai paling lambat 60 menit, dan akan dinilai juri profesional yang disediakan Transmart Carrefour. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat,” tutup Merlin.