23 October 2018

Chicken Parmigia Waroenk, Steik Ayam Khas Italia-Amerika yang Menggiurkan

Manajemen Waroenk Kupang sudah meluncurkan Chicken Parmigia bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu. Peluncuran menu perpaduan dari Negeri Spageti dan Paman Sam itu mendapat animo yang cukup baik dari pelanggan. / Effendy Wongso

TERKINI.id, KUPANG - Selain spageti dan piza (sering ditulis pizza) yang sudah menjadi makanan ikonik dunia, Italia juga menghasilkan kuliner yang tidak kalah populernya seperti steik. Di antara demikian banyak steik, ada satu varian yang sudah sangat mendunia yaitu Chicken Parmigia.
Uniknya, menu steik berbahan ayam yang lebih dikenal sebagai “chicken parmigiana” ini merupakan kolaborasi dari makanan Amerika Serikat (AS), dan berkembang secara masif di negara-negara Eropa dan Australia.
Chicken Parmigia juga dikenal sebagai “ayam parmesan” tersebut terdiri dari dada ayam dilapisi tepung roti (gandum) dengan siraman saus tomat dan keju mozzarella, serta parmesan atau provolone. Chicken Parmigia modern yang dikenal saat ini biasanya disajikan bersama french fries (stik kentang goreng) dan sayuran.
“Kami menyediakan menu itu karena sudah populer, tidak hanya di negara asalnya (Italia-Amerika), tetapi juga di Indonesia. Boleh dikata, menu ini dapat ditemukan dalam menu western yang disajikan restoran dan kafe hotel besar nasional,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Resto and Cafe, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Selasa (23/10/2018).
Ia menambahkan, pihaknya sudah meluncurkan Chicken Parmigia bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu. Peluncuran menu perpaduan dari Negeri Spageti dan Paman Sam itu mendapat animo yang cukup baik dari pelanggan.
“Ini terbukti dari banyaknya order (pesanan) Chicken Parmigia dalam daftar permintaan pelanggan selama ini. Secara umum, steik berbahan ayam di Waroenk disukai konsumen karena bertekstur lembut dan tidak alot. Apalagi, penyajian menu-menu Italia khususnya dan Eropa umumnya yang dilakukan manajemen boleh dibilang, kamilah pertama di Kota Kupang,” kata Merlin.
Lantaran mendapat apresiasi yang bagus dari penikmat kuliner di Kota Sasando, sebut wanita penyuka musik ini, manajemen pun meluncurkan menu-menu steik berbahan ayam maupun daging lainnya seperti Chicken Mozza yang dibanderol Rp 64.500, Chicken Smokey Rp 53.500, Beef Schnitzel Rp 64.500, dan Minced Burger Steak Rp 48.500 di Waroenk Podjok, GF Transmart Kupang yang merupakan cabang dari Waroenk.
Chicken Parmigia Waroenk sendiri dibanderol cukup terjangkau Rp 37 ribu. “Sangat terjangkau untuk versi steik. Manajemen ingin semua kalangan dapat menikmati menu Eropa (western) ini, sehingga membanderolnya dengan low price,” imbuh Merlin.
Sekadar diketahui, di AS dan Kanada, Chicken Parmigia sering disajikan sebagai hidangan utama. Sering, dihidangkan pada sisi atau di atas pasta.
Tidak kurang, beberapa restoran di sana mengkreasikan menu ini secara inovatif, dengan memadukannya dengan burger. Hal itu dilakukan pengusaha kuliner asal Italia yang berimigrasi ke AS pada 1906.
 Para imigran Italia mulai memanfaatkan pasar daging AS yang terjangkau, memasukkan “ayam” ke burger yang biasanya diisi beef (daging). Masifnya perkembangan menu ini turut mendongkrak pasar kuliner di sana, terlebih ketika resep untuk Chicken Parmigia diterbitkan di koran The New York Times pada 1962.
Sementara itu, hidangan ini secara teratur disajikan sebagai makanan utama di seluruh Australia. Menu tersebut bahkan dianggap sebagai makanan “wajib” dalam setiap keberadaan restoran maupun kafe.
Di Australia, Chicken Parmigia umumnya disajikan dengan keripik (biasanya stik kentang goreng) dan salad, meskipun ada beberapa kontradiksi terkait tata letak bahan tambahan tersebut, apakah harus disajikan di bawah atau di samping ayam.
Tak membutuhkan waktu lama, popularitas menu yang tergolong modern di zamannya ini berkontribusi atas banyaknya restoran khusus Chicken Parmigia, khususnya di Kota Melbourne.

17 October 2018

Gandeng Telkomsel, Waroenk bagi-bagi hadiah dalam program Take Me Out

Karyawan Waroenk Resto and Cafe, Kupang, Angel Adu tengah memamerkan beberapa hadiah yang bakal dibawa pulang pelanggan dalam program Take Me Out. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hadiah dapat diartikan pemberian (kenang-kenangan, penghargaan, penghormatan). Hadiah biasanya diberikan seseorang atau komunal untuk mengapresiasi suatu prestasi. Hadiah juga lazim diberikan untuk seseorang yang merayakan hari jadi atau ulang tahun, pernikahan, dan lain-lain.
Terkait hadiah, resto dan kafe yang sudah menjadi pusat destinasi kuliner favorit di Kota Kupang, Waroenk dan Waroenk Podjok juga mengapresiasi pelanggannya dengan memberikan hadiah-hadiah menarik.
“Mulai besok, Selasa (16/10/2018), menggandeng Telkomsel, kami meluncurkan program ‘Take Me Out’. Kegiatan bagi-bagi hadiah ini untuk mengapresiasi penikmat kuliner, khususnya di Kota Kupang yang sudah menjadikan Waroenk sebagai tempat makan dan minum favorit mereka,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu saat ditemui di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Fatululi, Kupang, Senin (15/10/2018).
Yunita menambahkan, peran pelanggan terhadap perkembangan Waroenk tidak dapat dinafikan pihaknya. Untuk itulah, bersama Telkomsel yang sudah bekerja sama manajemen sejak awal pembukaan Waroenk di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, diajak berkontribusi dalam program “Take Me Out” tersebut.
“Dalam program ‘Take Me Out’, pelanggan berhak mendapatkan hadiah langsung berbagai suvenir maupun merchandise menarik, di antaranya pulsa Telkomsel, boneka, tas, mug dan stoples cantik, dan masih banyak hadiah lainnya,” imbuhnya.
Yunita menguraikan, pelanggan cukup bertransaksi makan maupun minum senilai Rp 100 ribu, kemudian menukarkan 50 Telkomsel Poin mereka dengan cara ketik waroenk (untuk Waroenk Oebufu) dan warpok (untuk Waroenk Podjok) dan kirim SMS ke 777. Setelah ada notifikasi masuk (berhasil) dari Telkomsel, mereka dapat mencabut hadiah langsung yang berisi berbagai hadiah tadi dalam bowl.
“Tetapi tidak hanya itu, sebab pelanggan masih berkesempatan memperoleh hadiah utama satu unit smartphone yang bakal diundi di setiap akhir periode (tiga bulanan). Caranya, struk pelanggan ditulisi nama, nomor handphone, dan nomor identitas diri (KTP/SIM), lalu dimasukkan dalam kotak undian yang tersedia di Waroenk, baik Waroenk Oebufu maupun Waroenk Podjok di Transmart,” paparnya.
Yunita berharap, program “Take Me Out” pihaknya dapat lebih menggenjot penjualan yang selama ini sudah bagus.
“Program apresiasi bagi-bagi hadiah seperti ini memang selalu kami gelar untuk lebih mendekatkan pelanggan agar lebih loyal lagi. Sewaktu gelaran Piala Dunia Rusia 2018 lalu, juga dengan menggandeng Telkomsel, kami bagi-bagi hadiah serupa. Animo pelanggan sangat baik, dan tetap menginginkan kegiatan lebih rutin dilaksanakan,” tutupnya.

03 October 2018

Varian makanan dalam Waroenk Korean Food Times laris diburu pelanggan


Salah satu menu dalam Waroenk Korean Food Times, Korean Shrimp Rice. Sebelumnya menu-menu Korea tadi sudah diluncurkan bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2018, namun karena ingin lebih meningkatkan penjualan, pihaknya berinisiatif membuat program Waroenk Korean Food Times. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Diluncurkan kemarin, Senin 1 Oktober 2018, varian menu Korea dalam program Waroenk Korean Food Times laris diburu pelanggan. Menu-menu bercita rasa “eksotik” khas Asia Timur Jauh tersebut di antaranya Beef Bulgogi, Korean Shrimp Rice, Sticky Wings, dan Korean Chicken Pop.
Program diskon 20 persen menu Korea tersebut turut menggandeng 96 SKFM Radio Suara Kupang. Tujuannya, selain publisitas terkait makanan yang ingin ditonjolkan, manajemen Waroenk juga berupaya mengenalkan makanan Korea lebih dekat kepada penikmat kuliner, khususnya di Kota Kupang.
“Kenapa kami mengangkat menu Korea, karena makanan dari Negeri Gingseng ini tidak kalah lezatnya dengan menu-menu dari negara lain, seperti Chinese Food (Tiongkok) dan Japanese Food (Jepang),” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya terkait animo program yang baru diluncurkan pihaknya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Selasa 2 Oktober 2018.
Merlin mengungkapkan, sebelumnya menu-menu Korea tadi sudah diluncurkan bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017, namun karena ingin lebih meningkatkan penjualan, pihaknya berinisiatif membuat program Waroenk Korean Food itu.
“Menu-menu Korea kami sudah lama bisa dinikmati penikmat kuliner, animo pelanggan juga cukup apresiatif. Tetapi, dengan adanya peluncuran program Waroenk Korean Food, diharapkan menu tadi dapat lebih diterima masyarakat. Apalagi, dengan mengikuti program tersebut, banyak benefit yang dapat diperoleh pelanggan yang khususnya mencicipi menu Korea setiap Senin, seperti diskon harga 20 persen jika makan dari jam dua siang hingga jam lima sore,” imbuhnya.
Merlin menambahkan, tidak hanya diskon yang tergolong besar, tetapi pelanggan juga berkesempatan mendapatkan voucher makan gratis bila mengikuti kuis di 96 SKFM Radio Suara Kupang.
Wanita muda yang hobi mendengarkan musik ini menguraikan, optimistis terhadap keberhasilan program Waroenk Korean Food Times. Pasalnya, sejak diluncurkan kemarin, Senin 1 Oktober 2018, pelanggan langsung “berburu” menu-menu Korea tadi.
Terkait spesifikasi menu Korea pihaknya yang paling laris, Merlin mengatakan semuanya disukai.
“Selain Beef Bulgogi yang sudah menjadi menu ikonik Waroenk, Korean Shrimp Rice juga laris dalam list menu Korea kami. Makanan ini sendiri terdiri dari udang crispy berpadu saus Korea yang disajikan bersama nasi putih hangat. Menu tersebut merupakan tipikal menu Korea yang khas disajikan dalam mangkuk (Korean Rice Bowl),” urainya.
Merlin menjelaskan, pihaknya tidak dapat menafikan faktor tren Korea (Korean Wave, sehingga kuliner Korea juga terangkat.
“Satu dasawarsa ini, tren terkait Korea (mengacu ke Korea Selatan), sangat digemari warga dunia. Berbagai kompartemen hiburan seperti film, musik, dan fashion menjadi kiblat para kaum urban, tidak terkecuali kuliner seperti Korean Rice Bowl yang sudah mendunia,” tutupnya.

01 October 2018

Gandeng Radio Suara Kupang, Waroenk luncurkan Korean Food Time


Untuk lebih mengakomodir penikmat kuliner Korea, manajemen Waroenk Kupang membuat program yang memberikan banyak benefit bagi pelanggan, yaitu Waroenk Korean Food Time dengan menggandeng 96 SKFM Radio Suara Kupang. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Siapa yang tidak mengenal Korea Selatan (Korsel). Salah satu daerah di Semenanjung Korea ini adalah negara yang sebelumnya dikenal sebagai penghasil telepon seluler ternama, Samsung. Tidak hanya itu, dalam bidang otomotif pun mereka menghasilkan produk mobil yang juga cukup ternama, Hyundai.
Tidak kalah dengan produk komersial dalam bidang teknologi, Korsel yang kerap disebut “Korea” saja juga tak kalah pamor dalam bidang fashion, juga entertainment seperti film dan musik. Film dan musik bahkan sudah menjadi industri di sana.
Dalam bidang kuliner, Negeri Gingseng ini juga “menggigit”. Berbagai varian makanan Korea sudah menjandi menu internasional yang digemari warga dunia. Sebut saja Bulgogi dan Kimchi.
Salah satu resto dan kafe representatif yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk juga sudah mengeluarkan menu Korea, di antaranya Beef Bulgogi yang dibanderol Rp 28.500, Korean Chicken Pop Rp 37 ribu, Sticky Wings Rp 37 ribu, dan Korean Shrimp Rice Rp 37 ribu.
Hal tersebut diungkapkan Public Relation and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Minggu 30 September 2018.
Dijelaskan, sebelumnya bersamaan pembukaan Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu, pihaknya memang sudah meluncurkan menu Korea tadi.
“Untuk lebih mengakomodir penikmat kuliner Korea, maka kami berinisiatif membuat program yang memberikan banyak benefit bagi pelanggan, yaitu Waroenk Korean Food Time,” imbuh Merlin.
Benefit yang dimaksudnya adalah diskon harga 20 persen untuk makanan Korea tadi.
“(Program) ini berlaku setiap Senin, jam 2 siang hingga 5 sore. Tidak hanya itu, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan voucher makan gratis di Waroenk dengan mengikuti kuis setiap Senin di 96 SKFM Radio Suara Kupang,” paparnya.
Terkait animo pelanggan selama ini terhadap makanan Korea, Merlin mengungkapkan cukup apresiatif.
“Pelanggan suka, kok. Ya, seperti yang sudah menjadi komitmen manajemen untuk mempersembahkan men-menu lezat, kegemaran konsumen terhadap hal-hal berbau Korea juga tidak terlepas dari tren Korea (Korean Wave), tidak terkecuali kulinernya,” katanya.
Merlin menggambarkan, makanan Korea pihaknya semuanya enak. “Beberapa bumbu memang impor (Korea), sehingga boleh dibilang di Kota Kupang, kamilah yang pertama menyajikan menu-menu itu,” klaimnya.
Dengan menggandeng beberapa mitra sebagai media publikasi seperti 96 SKFM Radio Suara Kupang, Merlin menjelaskan pihaknya optimistis dapat lebih menggenjot penjualan, khususnya menu Korea.
“Dari media-media mitra tersebutlah, update soal makanan dan sebagainya bisa sampai ke pelanggan. Tidak menutup kemungkinan, ke depannya kami tidak hanya mengangkat kuliner Korea, tetapi juga kuliner Jepang, dan negara-negara lainnya dengan membuat program serupa,” bebernya.
Sekadar diketahui, Hallyu atau Korean Wave yang dapat diartikan sebagai “demam Korea” adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara sejak 1990-an.
Secara umum, Hallyu memicu banyak orang untuk mempelajari bahasa Korea dan kebudayaan Korea.
Salah satu pelecut demam Korea tidak lain masifnya tayangan drama Korea. Media-media asing, terutama di Korea melansir drama Korea merupakan penyebab mulai merebaknya Hallyu di berbagai negara.
Warga Korea yang suka menonton drama dan film, serta mendengar musik berkontribusi terhdap maraknya perusahaan TV Korea mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi film drama.
Tidak sedikit di antaranya yang mencetak sukses, diekspor ke luar negeri dengan royalti atau hak siar berbiaya besar. Adapun drama televisi yang memicu Hallyu antara lain Winter Sonata, Dae Jang Geum, Stairway to Heaven, Beautiful Days, dan Hotelier.