27 September 2018

Komitmen manjakan lidah pelanggan, Waroenk Resto luncurkan Ayam Bakar

AYAM BAKAR WAROENK - Selama ini, berbagai varian menu berbahan sudah banyak disajikan manajemen Waroenk, seperti Nasi Ayam Goreng Jomblo, Nasi Ayam Goreng Surabaya, Ayam Goreng Lado Ijo di Waroenk Oebufu atau Ayam Goreng Kremesan dan Ayam Goreng Sambal Terasi di Waroenk Podjok. Tetapi, untuk memperkaya menu sekaligus memanjakan pelanggan, manajemen Waroenk menghadirkan menu baru yaitu Ayam Bakar Waroenk. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Keragaman kuliner Nusantara memang tidak ada habisnya. Hal inilah yang memperkaya khazanah terkait makanan di Indonesia. Apapun bahannya, menu nasional selalu menggiurkan.
Salah satu bahan makanan yang paling banyak digunakan di dalam negeri, bahkan negara-negara Asia adalah ayam. Menu berbahan ayam, baik ayam kampung maupun broiler yang lebih sering disebut ayam potong, saat ini menjadi salah satu bahan daging yang paling banyak dikonsumsi penikmat kuliner.
Jika ditelaah, berbagai kreasi makanan yang menggunakan bahan dari unggas ini digemari lantaran keefisienannya. Para peternak tidak terlalu sulit mengembang-biakkan ayam, khususnya ayam potong karena ditunjang teknologi mutakhir dalam peternakan, terutama pakan.
Adapun olahan kreatif dari makanan berbahan ayam tersebut di antaranya “ayam bakar”. Sebagai salah satu resto dan kafe representatif yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk tidak ketinggalan mengangkat menu populer tersebut.
 “Selama ini, berbagai varian menu berbahan ayam sudah banyak disajikan manajemen, seperti Nasi Ayam Goreng Jomblo, Nasi Ayam Goreng Surabaya, Ayam Goreng Lado Ijo di Waroenk Oebufu atau Ayam Goreng Kremesan dan Ayam Goreng Sambal Terasi di Waroenk Podjok. Tetapi, untuk memperkaya menu sekaligus memanjakan pelanggan, kami menghadirkan menu baru yaitu Ayam Bakar Waroenk,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Rabu (26/9/2018) malam.
Ayam Bakar Waroenk yang dibanderol harga promo Rp 30 ribu itu, sebut Merlin, diklaim berbeda dibandingkan menu berbahan ayam yang sudah diluncurkan sebelumnya.
“Berbeda, karena cara meracik dan mengolahnya pun sudah berbeda yaitu dibakar. Apalagi, sebelum dibakar ayamnya ‘diungkep’ (direndam) dengan bumbu-bumbu khas sehingga terasa gurih,” bebernya.
Merlin menambahkan, tidak hanya itu sebab sambal terasi yang sepaket nasi dan Ayam Bakar Waroenk hadir menambah kelezatannya.
Terkait target penjualan yang ingin disasar manajemen atas peluncuran menu baru itu, ia mengatakan tidak ada tetapi tetap optimistis akan menjadi menu ikonik pihaknya.
“Melihat animo pelanggan terhadap menu berbahan ayam yang sudah diluncurkan sebelumnya, kami optimistis Ayam Bakar Waroenk bakal disukai dan menjadi menu favorit penikmat kuliner di Kota Kupang,” ungkapnya.
Merlin berharap, hadirnya menu Ayam Bakar Waroenk bisa memberi pilihan berbeda bagi penikmat ayam yang sudah bosan makan ayam goreng atau bakar yang biasa-biasa saja.
Sekadar diketahui, ayam bakar atau juga sering disebut ayam panggang merupakan makanan berbahan unggas yang sudah masif dikonsumsi penduduk dunia, terutama penduduk Asia dan Amerika. Daging ayam yang diperoleh dari ayam ternak itu, biasanya dihidangkan sebagai makanan dalam berbagai cara.
Kegemaran sebagian besar masyarakat dunia dalam mengonsumsi daging ayam dapat dilihat dari ukiran-ukiran Babylon sekitar 600 sebelum masehi (SM) yang menampilkan ayam sebagai makanan.
Ayam juga merupakan daging yang paling laris diperoleh ketika zaman pertengahan. Penggunaan daging ayam di Amerika Serikat (AS), meningkat lantaran kekurangan persediaan daging sapi pada Perang Dunia II.
Di Eropa, pada 1996 konsumsi daging ayam meningkat drastis dibandingkan daging sapi. Hal tersebut terjadi sehubungan merebaknya isu terkait penyakit bovine spongiform encephalopathy (BSE) atau lebih dikenal sebagai penyakit sapi gila di Indonesia.

20 September 2018

Ini keunikan dan kelezatan Nasi Goreng Keju Waroenk Podjok


Karyawan Waroenk Podjok, Angel Adu tengah memamerkan Nasi Goreng Keju di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Kamis 20 September 2018. Tidak hanya lezat, Nasi Goreng Keju diklaim unik dan berbeda karena disajikan secara kreatif di atas hotplate. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Salah satu jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi orang Indonesia adalah nasi goreng. Selain lezat, makanan yang berbahan utama nasi putih dan varian lauk seperti suwiran daging, ayam, sayur, dan banyak variasi lainnya ini sangat simple, terutama dalam penyajiannya.
Selain itu, nasi goreng juga merupakan makanan yang bisa dinikmati semua kalangan, baik dewasa maupun anak-anak. Secara basicly, meskipun sederhana, beberapa varian nasi goreng diracik kreatif para pelaku kuliner dalam kompartemen pantry-nya.
Salah satu nasi goreng yang sudah diolah kreatif dan menjadi menu unik dapat dijumpai di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang. Namanya, Nasi Goreng Keju yang tidak hanya berbeda dibandingkan menu nasi goreng yang dikenal sebelumnya, namun juga berbeda dalam penyajiannya.
Pasalnya, Nasi Goreng Keju yang ditawarkan tempat makan dan minum yang belum lama ini memperoleh penghargaan Kadin NTT Award 2018 kategori “Restoran dengan Menu Terinovatif se-NTT” ini, menyajikannya di atas hotplate atau piring baja.
“Jadi uniknya di sini. Kalau penyajian nasi goreng reguler yang kita kenal selama ini di atas piring biasa, tetapi di Waroenk Podjok manajemen menggunakan hotplate,” terang Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Kamis (20/9/2018) pagi.
Penggunaan hotplate sendiri cukup beralasan, urai Noncy, lantaran wadah tersebut dapat mempertahankan panas sehingga kehangatan makanan tetap terjaga lama.
“Tujuan penggunaan hotplate agar makanan yang berada dalam wadah ini tetap panas. Jadi, jangan heran kalau saat disajikan di atas meja pelanggan, makanan tetap mengepulkan asap. Ini sensasi tersendiri dalam menyantap makanan yang fresh,” imbuh Noncy.
Sekadar diketahui, hotplate merupakan inovasi lain dari sebuah piring penyaji makanan yang terbuat dari baja. Hotplate sering digunakan beberapa pengusaha kuliner untuk menyajikan aneka makanan seperti steik, spageti (lebih sering ditulis spaghetti), nasi goreng, cah kangkung, dan lain-lain.
Lantaran sifatnya yang mampu menahan panas selama kurun waktu tertentu, piring baja ini cocok untuk menyajikan makanan yang nikmat disantap saat kondisi panas seperti steik.
“Tetapi, tentu tidak hanya itu karena Nasi Goreng Keju Waroenk Podjok menggunakan bahan-bahan makanan yang prestisius seperti keju slice, mozarella, telur, dan daging asap yang tidak dapat diragukan lagi kelezatannya,” paparnya.
Yang pasti, sebut Noncy, pihaknya selalu berkomitmen menghadirkan menu berkualitas, unik, dan berbeda. Ia mengklaim jika Nasi Goreng Keju yang dibanderol Rp 48 ribu tersebut diluncurkan pertama kali oleh pihaknya di Kota Kupang.
“Selama ini, sejak diluncurkan pada 2 Maret 2018 lalu, animo pelanggan terhadap menu kami ini cukup bagus. Dalam varian nasi goreng, Nasi Goreng Keju kami ini masuk dalam daftar salah satu pesanan terlaris,” imbuhnya.
Selain Nasi Goreng Keju, Noncy mengatakan Waroenk Podjok juga menawarkan Katsu Fried Rice yang dibanderol Rp 45.500, Nasi Goreng Bistik Ayam Rp 45.500, dan masih banyak varian nasi goreng lainnya.

14 September 2018

Lelehan Keju Mozza Bikin Tambah Lezat Bebek Goreng Golden Waroenk Podjok

Kelezatan Bebek Goreng Golden Waroenk Podjok diklaim lebih nikmat karena disajikan dengan saus telur asin dan keju mozarella leleh. Ini juga yang membedakan dengan bebek goreng lain, yang secara reguler hanya digoreng biasa. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Salah satu jenis makanan yang tidak kalah favorit dari ayam adalah bebek. Bebek, entah dengan olahan digoreng atau dibakar, sama lezatnya ketika sudah tersaji di atas piring pelanggan
Di Indonesia, bebek bahkan menjadi menu ikonik. Hal itu dapat dilihat di beberapa daerah, seperti di Surabaya dengan menu Nasi Bebek-nya yang masif dikonsumsi masyarakat setempat.
Mengapa bebek selalu menjadi “juara” di hati penikmatnya, tidak lain karena bebek digoreng atau dibakar memiliki cita rasa yang berbeda dan khas dibandingkan olahan ayam. Belum lagi aroma kulit bebek yang bersentuhan dengan minyak yang panas, benar-benar “melelehkan liur” penikmat kuliner.
“Kelezatan Bebek Goreng Golden kami lebih nikmat karena disajikan dengan saus telur asin dan keju mozarella leleh. Ini juga yang membedakan dengan bebek goreng lain, yang secara reguler hanya digoreng biasa,” terang Marketing Communication and Representative Admin, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Jumat (14/9/2018).
Ia menambahkan, sebagai destinasi kuliner terpandang di Kota Kupang, pihaknya selalu pionir menyajikan menu-menu unggul yang unik dan berbeda, seperti Bebek Goreng Golden.
“Selain menambah unsur saji lain seperti lelehan keju mozarella dan saus telur asin, daging bebeknya pun empuk dan tidak alot,” papar Noncy.
Wanita kelahiran Rote, 1994 ini mengatakan, sejak diluncurkan 2 Maret 2018 lalu, menu bertekstur warna senada emas tersebut selalu diburu pelanggan.
“Tidak kalah menu berbahan ayam, Bebek Goreng Golden juga merajai daftar pesanan pelanggan di Waroenk Podjok. Beberapa komentar dari pelanggan, rata-rata menyukai menu bebek kami ini karena berkontur lembut dan empuk. Jadi, tidak alot dan sekeras daging bebek lainnya,” imbuhnya.
Bebek Goreng Golden, sebut Noncy, dibanderol cukup terjangkau Rp 59 ribu. “Selain itu, menu bebek lainnya yang kami tawarkan ada Bebek Goreng Rempah Wangi Rp 51 ribu,” urainya.
Sekadar diketahui, di Indonesia menu bebek memiliki banyak varian tergantung cara penyajian setiap daerah. Di kalangan penikmat kuliner “abangan”, bebek goreng adalah versi daging bebek yang digoreng dan dihidangkan dengan lalapan (sayuran segar).
Saat ini, bebek goreng dapat ditemui di warung-warung kaki lima hingga di restoran dan hotel mewah. Lantaran bebek goreng biasanya dimakan dengan nasi, maka penjual bebek goreng kaki lima menuliskan menu bebek goreng dengan spanduk bertuliskan “Nasi Bebek”.
Hingga saat ini, masih jarang dijumpai sajian bebek yang dimasak atau disajikan selain digoreng. Nasi bebek atau bebek goreng ini biasanya disajikan dalam keadan yang masih panas atau baru digoreng dengan lalapan daun kemangi, timun, dan sambal serta dimakan langsung dengan tangan (tanpa sendok).
Namun, yang paling khas dari bebek goreng adalah bumbunya yang berupa minyak berwarna kuning yang dilumurkan di atas nasi panas.
Dari sekian banyak versi penyajian bebek, salah satu yang paling terkenal di dunia adalah Bebek Peking. Bebek Peking atau disebut “Beijing Kaoya” adalah makanan tradisional di Tiongkok yang berasal dari Beijing.
Makanan Bebek Peking ini juga marak ditemui di Taiwan, mulanya dibawa pemerintahan nasionalis Kuomintang yang kalah perang saudara di Tiongkok daratan dan melarikan diri ke Pulau Taiwan pada 1949.
Bebek Peking dibuat menggunakan bahan daging bebek yang diternakkan secara khusus untuk menu ini. Lazimnya, bebek-bebek digemukkan dengan cara diberikan makanan bergizi pada saat bebek-bebek kekenyangan. Para peternak biasanya memberi pangan ternak secara paksa.
Sehingga, inilah yang kemudian menjadikan Bebek Peking juga dikenal dengan nama “bebek isi”. Bebek tadi disajikan setelah dipanggang dengan kayu-kayu bakar khusus yang akan menambah wangi daging bebek yang dipanggang.

13 September 2018

Menu berbahan ayam ini punya saus khas yang lezat, ini penampakannya

Salah satu varian menu chinese food yang tidak kalah lezatnya adalah Ayam Masak Saus Inggris. Menu ini dapat dikatakan “wajib” ada dalam paket dimsum yang biasanya disajikan dalam setiap gelaran makan bersama sebuah keluarga. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Menyoal kuliner dunia, tidak ada yang dapat memungkiri jika chinese food atau makanan yang berakar dari Tiongkok merupakan salah satu makanan paling populer. Karena kelezatannya, menu asal Tiongkok banyak diadaptasi negara lain seperti Jepang dan Korea.
Sementara itu, dalam perkembangan sejarah kuliner pula, dengan menyebarnya imigran Tiongkok di berbagai negara, maka restoran chinese food juga semakin menjamur, khususnya di wilayah pecinan (China Town) berbagai negara.
Salah satu varian menu chinese food yang tidak kalah lezatnya adalah Ayam Masak Saus Inggris. Menu ini dapat dikatakan “wajib” ada dalam paket dimsum yang biasanya disajikan dalam setiap gelaran makan bersama sebuah keluarga.
“Ayam Masak Saus Inggris yang merupakan menu ‘turunan’ dari daging cantonese yang kami sajikan di Waroenk Podjok sangat digemari pelanggan. Secara umum, untuk varian chinese food menu ini menempati rating-rating teratas dalam daftar pesanan,” jelas Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Rabu (12/9/2018).
Salah satu alasan Ayam Masak Saus Inggris sangat disukai, sebut wanita kelahiran 1996 itu, tidak lepas dari sausnya yang khas.
“Daging ayam pada menu ini memiliki cita rasa lezat karena sausnya yang sangat spesial. Sebelum dimasak, daging dipotong kecil-kecil (fillet), selanjutnya dimasak dengan ‘kecap inggris’. Lantaran dipotong kecil-kecil, sausnya lebih mudah meresap hingga ke seluruh bagian dalam daging ayam,” imbuhnya.
Yunita menguraikan, Ayam Masak Saus Inggris dimasak menggunakan lada hitam, ditambah potongan paprika merah dan paprika hijau. Kuahnya sedikit kental dan berwarna hitam.
Dijelaskan, meskipun saus pada menu tersebut bernama “inggris”, tetapi asal makanan itu bukan dari negara Inggris.
Diuraikan, banyak klaim terkait muasal negara pertama yang menciptakan kecap sebagai bahan utama saus inggris.
Adapun nama Inggris disematkan pada ‘kecap’ ini, imbuh Yunita, karena banyak orang Inggris yang dulunya menjajah India, membawa resep kecap atau saus ini ke Inggris.
“Kecap inggris merupakan peninggalan hubungan Inggris dengan India pada zaman kolonial yang menjadi populer sekitar 1830-an. Sejarah kuliner ini sendiri simpang siur karena di Tiongkok kecap itu ada jauh sebelum orang Inggris mempopulerkannya ke berbagai belahan dunia, seperti pada era Meiji di Jepang melalui India,” paparnya.
Ia menjelaskan, di Tiongkok kecap tersebut bernama “Lajiangyou”. Kecap ini banyak dijadikan saus terkait chinese food yang berakar pada cantonese food.
Adapun nama “cantonese” diambil dari salah satu provinsi ternama Tiongkok, Kanton (Guandong). Seperti diketahui sebelumnya, Kanton sudah sangat terkenal sebagai pencipta bumbu masakan yang khas dan lezat.
“Di restoran dimsum di Hongkong, kecap inggris disebut ‘gip jup’ dalam bahasa Kanton. Secara harfiah, penyedap untuk makanan,” tutup Yunita.

09 September 2018

Chilli Chicken Tender, perpaduan menu Tiongkok-India yang lezat

Menu yang disukai pelanggan sejak peluncurannya pada 8 Juli 2017 lalu bersamaan pembukaan Waroenk tersebut dinamai Chilli Chicken Tender. Makanan berbahan nasi disajikan dengan ayam fillet paha masak cabai garam itu mendapat apresiasi yang cukup bagus dari penikmat kuliner. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Dari seratusan menu di Waroenk Resto and Cafe dan Waroenk Podjok, ada satu menu yang dapat merepresentasikan paduan kelembutan dan kelezatan berbalur pedas cabai yang khas “menggigit”.
Menu yang disukai pelanggan sejak peluncurannya pada 8 Juli 2017 lalu bersamaan pembukaan Waroenk tersebut dinamai Chilli Chicken Tender. Makanan berbahan nasi disajikan dengan ayam fillet paha masak cabai garam itu mendapat apresiasi yang cukup bagus dari penikmat kuliner.
“Sesuai artinya, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti (potongan) ayam lembut pedas. Menu yang masuk dalam kategori Rice Bowl kami ini disukai pelanggan karena kelembutan tekstur daging ayam filletnya,” jelas Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu 8 September 2018.
Ia menambahkan, makanan yang dibanderol Rp 32 ribu tersebut didukung sensasi cabai garam pedas yang dibalur pada menu ini sehingga menambah kelezatannya.
“Selama ini, Chilli Chicken Tender sudah populer di Asia, terutama India, Tiongkok, Korea, dan Jepang. Makanya, di Asia seperti Indonesia yang dihuni ekspatriat dari keempat negara itu, menu ini sangat digemari. Berkat menu ini pulalah sehingga berkontribusi menumbuhkan restoran-restoran China (Tiongkok), Jepang dan Korea di Tanah Air,” beber Merlin.
Dijelaskan, Chilli Chicken Tender kerap juga disebut “ayam cabai”. Masuk dalam varian menu modern Indo-China dengan racikan kering berbalur cabai. Umumnya, menu ini menggunakan bahan ayam tanpa tulang, tetapi dalam perkembangannya banyak koki juga menggunakan potongan ayam bertulang.
Sekadar diketahui, Chilli Chicken Tender sejatinya berasal dari perpaduan hidangan Tiongkok dan India. Masakan ini berasal dari imigran Tiongkok yang menghuni India, terutama yang berbasis di Kolkata yang dulu disebut Kalkuta (Calcutta).
Secara parsial, chinese food masih populer di sana lantaran imigran Tiongkok banyak membuka restoran. Asimilasi dengan makanan tradisional India itulah yang mendukung berkembangnya perpaduan masakan Tiongkok-India.