17 May 2018

Selama Ramadan, Waroenk Kupang buka hingga pukul 04.00 Wita, ada free takjil juga

Guna mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa dan sahur di luar rumah keluarganya masing-masing, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang menyediakan free takjil, serta beroperasi hingga pukul 04.00 Wita. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Bulan penuh berkah, Ramadan memasuki hari pertama dan dirayakan seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Kebahagiaan, lebih terasa saat berbuka puasa dan sahur bersama di antara keluarga yang berkumpul di rumah.
Akan tetapi, bagi yang tidak memiliki kesempatan berbuka puasa dan sahur di rumah lantaran satu dan lain hal, biasanya akan berbuka puasa di resto maupun kafe.

Untuk itu, guna mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa dan sahur di luar rumah keluarganya masing-masing, Waroenk yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang menyediakan free takjil, serta beroperasi hingga pukul 04.00 Wita.

“Selama bulan puasa ini, mulai besok Jumat (18/5/2018) hingga akhir Ramadan, Kamis (14/6/2018), kami akan buka hingga pukul 04.00 Wita. Biasanya, di hari biasa kami tutup pukul 11.30 Wita, tetapi untuk mengakomodir pelanggan yang melaksanakan ibadah puasa di Ramadan tahun ini, Waroenk akan buka sampai subuh,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Kamis (17/5/2018) sore.
Menurut wanita muda yang senang dengar musik ini, jam operasional yang lebih panjang pihaknya selain memberi kesempatan kepada pelanggan untuk sahur, jugat (18/5/2018) hingga akhir Ramadan, Kamis (14/6/2018), kami akan buka hingga pukul 04.00 Wita. Biasanya, di hari biasa kami tutup pukul 11.30 Wita, tetapi untuk mengakomodir pelanggan yang melaksanakan ibadah puasa di Ramadan tahun ini, Waroenk akan buka sampai subuh,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang,  Kamis (17/5/2018) sore.a memberi kesempatan bagi para “night worker” atau pekerja yang beraktivitas di malam hari untuk tetap dapat menikmati makanan di Waroenk.
“Mereka boleh juga ‘ngopi’ sembari kongko-kongko bersama teman, karena kopi yang kami tawarkan dari biji kopi pilihan. Selain itu, kami juga menyediakan roti Royal Bakery yang berkualitas. Yang pasti, makan maupun minum pastinya lebih asyik di Waroenk,” ujar Merlin.

Tidak hanya itu, tambah Merlin, setiap harinya pihaknya akan memberikan secara gratis takjil yang jenisnya berubah setiap hari kepada pelanggan yang berbuka puasa.

Sebelumnya, Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok (Waroenk Group), Yunita Kitu mengatakan, manajemen  turut berbahagia atas datangnya bulan penuh berkah ini.

“Makanya, kami memberikan free takjil yang nantinya akan berbeda-beda setiap harinya (di Waroenk Podjok dan Waroenk Oebufu),” jelasnya.

Adapun jenis takjil yang bakal disediakan resto dan kafe yang belum lama ini meraih penghargaan Kadin NTT Award 2018 kategori “Restoran dengan Menu Terinovatif se-NTT” tersebut, antara lain Kolak Pisang, Kolak Singkong, Bubur Kacang Ijo, dan berbagai jenis takjil lainnya.

“Untuk di hari pertama puasa sore hari ini, kami menyediakan Kolak Pisang. Free takjil berlaku untuk umum, atau siapa saja yang bersantap di Waroenk Podjok (dan Waroenk Oebufu) pada pukul 17.30 Wita hingga 18.30 Wita,” imbuh Yunita.

Ia menambahkan, khusus bagi pelanggan yang ingin membeli menu takjil, pihaknya menyediakan dan menjual aneka jenis takjil di Waroenk Podjok.

“Takjil yang kami jual adalah jajanan pasar (penganan) yang fresh atau dibuat pada hari ini juga, di antaranya Onde-onde Rp 2.500, Putu Ayu Rp 2.300, Pici-pici Rp 2.000, Singkong Keju Rp 2.800, Talam Rp 2.500, Lalampa Rp 6.000, dan masih banyak kue lainnya,” papar Yunita. 
Sebelumnya, Sales Representatif Royal Bakery yang menjaga stan jajanan pasar di Waroenk Podjok, Ika menjelaskan setiap harinya pihaknya memang sudah menjual aneka jajanan pasar yang menjadi pelengkap menu-menu resto di Waroenk Podjok.

“Tetapi, jelang dan masuk Ramadan tahun ini, kami lebih memperkaya variasi jualan. Yang pasti, lebih banyak pilihan bagi pelanggan yang menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Yang pasti, sebut Ika, semuanya segar lantaran kompartemen pantry pantry membuatnya langsung untuk hari itu juga. “Jadi tetap terjaga kualitasnya,” ujarnya.

Dijelaskan, tidak hanya jajanan pasar tetapi di Waroenk Oebufu juga menjual aneka roti (bakery).
“Yang ingin membeli roti, boleh ke Royal Bakery di Jalan Bundaran PU (TDM), atau boleh juga ke Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu,” tutupnya.

Alhamdulillah, ada free takjil bagi pelanggan yang bersantap di Waroenk Podjok

Untuk mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa di luar rumah keluarga masing-masing, Waroenk Podjok yang merupakan resto dan kafe representatif di Kota Kupang menyediakan free takjil. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Bulan penuh berkah, Ramadan memasuki hari pertama dan dirayakan seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Kebahagiaan terasa saat berbuka puasa bersama di antara keluarga yang berkumpul di rumah.
Namun, bagi yang tidak berbuka puasa di rumah biasanya akan berbuka puasa di resto maupun kafe. Untuk mengakomodir umat Muslim yang akan berbuka puasa di luar rumah keluarga masing-masing, Waroenk Podjok yang merupakan resto dan kafe representatif di Kota Kupang menyediakan free takjil.
“Setiap harinya, kami akan memberikan secara gratis takjil yang jenisnya berubah setiap hari kepada pelanggan yang berbuka puasa di tempat kami. Kami turut berbahagia atas datangnya bulan penuh berkah ini. Makanya, kami memberikan free takjil yang nantinya akan berbeda-beda setiap harinya,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Podjok, Yunita Kitu dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Oebobo, Kupang, Kamis (17/5/2018).
Adapun jenis takjil yang bakal disediakan pihaknya, antara lain Kolak Pisang, Kolak Singkong, Bubur Kacang Ijo, dan berbagai jenis takjil lainnya.
“Untuk di hari pertama puasa sore hari ini, kami menyediakan Kolak Pisang. Free takjil berlaku untuk umum, atau siapa saja yang bersantap di Waroenk Podjok pada pukul 17.30 Wita hingga 18.30 Wita,” imbuh Yunita.
Ia menambahkan, bagi pelanggan yang ingin membeli menu takjil, pihaknya menyediakan dan menjual aneka jenis takjil.
“Takjil yang kami jual adalah jajanan pasar (penganan) yang fresh atau dibuat pada hari ini juga, di antaranya Onde-onde Rp 2.500, Putu Ayu Rp 2.300, Pici-pici Rp 2.000, Singkong Keju Rp 2.800, Talam Rp 2.500, Lalampa Rp 6.000, dan masih banyak kue lainnya,” papar Yunita.
Sebelumnya, Sales Representatif Royal Bakery, Ika yang menjaga stan jajanan pasar di Waroenk Podjok menjelaskan, setiap harinya pihaknya memang sudah menjual aneka jajanan pasar yang menjadi pelengkap menu-menu resto di Waroenk Podjok.
“Tetapi, jelang dan masuk Ramadan tahun ini, kami lebih memperkaya variasi jualan. Yang pasti, lebih banyak pilihan bagi pelanggan yang menjalankan ibadah puasa,” imbuhnya.
“Yang pasti, semuanya segar, karena kami membuatnya langsung untuk hari itu juga. Jadi tetap terjaga kualitasnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tidak hanya jajanan pasar tetapi pihaknya juga menjual aneka roti (bakery).
“Yang ingin membeli roti, boleh ke Royal Bakery di Jalan Bundaran PU (TDM), atau boleh juga ke Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu,” tutupnya.

13 May 2018

Ini alasan Waroenk Resto and Cafe raih Kadin Award 2018 sebagai resto dengan menu terinovatif se-NTT

Dalam kegiatan Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Rapimprov Kadin NTT) dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018 di Hotel Aston, Jalan Timor Raya, Kupang, Jumat (11/5/2018), Waroenk Resto and Cafe meraih penghargaan sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Inovasi dalam bidang kuliner yang selama ini diimplementasikan manajemen Waroenk Resto and Cafe membuahkan hasil.
Dalam kegiatan Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Rapimprov Kadin NTT) dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018 di Hotel Aston, Jalan Timor Raya, Kupang, Jumat (11/5/2018), resto dan kafe berlogo “koki berkumis” tersebut meraih penghargaan sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT.
Penghargaan yang diraih manajemen Waroenk itu merupakan salah satu dari 35 penerima Kadin Award 2018 dari berbagai kategori bidang usaha, termasuk kuliner (restoran/kafe).
Dari ratusan pelaku kuliner yang bergerak di Kota Kupang, bahkan ribuan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kadin NTT memilih manajemen Waroenk. Memang bukan tanpa sebab jika komunal swasta terkait dagang ini menetapkan menu-menu yang diluncurkan Waroenk adalah terinovatif se-NTT.
Dalam penyerahan piagam dan trofi kepada perwakilan Waroenk, Ketua Kadin Abraham Paul Liyanto memuji menu-menu yang ada di Waroenk.
“Secara pribadi, saya sudah dua kali bersantap (bersama kolega/keluarga) di Waroenk. Semuanya enak, mohon dipertahankan terus. Semoga pada Kadin Award berikutnya masih dapat menjadi (pelaku kuliner) terbaik,” ujarnya.
Terkait penghargaan yang diperoleh manajemen, Public Relation and Representative Admin, Bunga Aprilia mengatakan pihaknya sangat bangga dan akan tetap berkomitmen menjadi yang terbaik.
“Komitmen tertinggi kami adalah mencapai tingkat kepuasan pelanggan. Ini tentu dapat kami capai dengan konsisten menghadirkan produk-produk kuliner unggul,” terangnya saat dikonfirmasi di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Minggu (13/5/2018).
Selain produk berkualitas, pihaknya juga tidak mengabaikan hal-hal pendukung lainnya seperti standardisasi resto dan kafe yang baik serta sertifikasi kelayakan higienitas seperti dari Dinas Kesehatan dan kehalalan produk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Ini juga yang menjadi alasan keterpilihan kami sebagai salah satu destinasi kuliner terpandang di Kota Kupang khususnya, dan NTT pada umumnya,” imbuh Bunga.
Saat ini, sebut wanita muda kelahiran 1999 itu, total menu yang ada di Waroenk dan Waroenk Podjok sekitar 200. Tidak cukup sampai di situ, sebab setiap bulannya manajemen bakal meluncurkan menu-menu inovatif lainnya.
Sekadar diketahui, Waroenk Resto and Cafe resmi dibuka pada 8 Juli 2017. merupakan perusahaan kuliner yang saat ini sudah menjadi salah satu destinasi kuliner di Kota Kupang.
Perkembangan tersebut dapat dilihat dari dibukanya cabang kedua Waroenk Resto and Cafe, yaitu Waroenk Podjok di Transmart Kupang pada 2 Maret 2018, dan tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang-cabang berikutnya dalam waktu dekat.
Berkat komitmen untuk menjadi perusahaan kuliner yang unggul, dengan produk yang inovatif dan kreatif, Waroenk akan terus bersumbangsih memajukan Kota Kupang, khususnya dalam bidang kuliner.
Dengan komitmen itu pulalah, Waroenk berusaha menjadi ikon destinasi kuliner yang dapat menarik wisatawan penikmat kuliner, baik domestik maupun mancanegara yang tengah berkunjung ke Kota Kupang khususnya, dan NTT pada umumnya.

12 May 2018

Waroenk raih penghargaan restoran dengan menu terinovatif se-NTT dari Kadin



Karyawan Waroenk tengah memamerkan piagam dan trofi penghargaan dari Kadin NTT sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT, Sabtu (12/5/2018). / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Inovasi dalam bidang kuliner yang selama ini diimplementasikan manajemen Waroenk membuahkan hasil.
Dalam kegiatan Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri Nusa Tenggara Timur (Rapimprov Kadin NTT) dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018 di Hotel Aston, Jalan Timor Raya, Kupang, Jumat (11/5/2018), resto dan kafe berlogo “koki berkumis” tersebut meraih penghargaan sebagai restoran dengan menu terinovatif se-NTT.
Penghargaan yang diraih manajemen Waroenk itu merupakan salah satu dari 35 penerima Kadin Award 2018 dari berbagai kategori bidang usaha, termasuk kuliner (restoran/kafe).
"Selain sebagai apresiasi, tujuan pemberian Kadin Award 2018 yang pertama ini diberikan untuk memotivasi para pelaku usaha ekonomi di NTT. Ini agar pelaku usaha semakin bergairah dan bekerja keras dalam bidangnya masing-masing untuk pencapaian terbaik. Hasilnya, tim (survei) telah menghasilkan 35 penerima Kadin Award 2018,” terang Ketua Panitia Rapimprov Kadin NTT dan Malam Penganugerahan Kadin NTT Award 2018, Bobby Liyanto dalam laporannya.
Ia menambahkan, kegiatan pihaknya berlangsung selama dua hari pada dua tempat yang berbeda, yaitu pembukaan di Hotel Aston dan Rapimprov di Hotel Silvya, Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Sabtu (12/7/2018).
“Kegiatan saat ini dihadiri Kadin (daerah) dari 22 kabupaten/kota se-NTT. Juga pelaku ekonomi, tokoh masyarakat pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), perusahaan, dan investor yang memberikan sumbangsih dan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di NTT,” papar Bobby.
Dijelaskan, kegiatan Kadin Award 2018 tercetus dari tiga kriteria penilaian yang diusulkan internal Kadin daerah (Kadinda), instansi terkait (pengusaha), dan tim survei untuk menentukan keabsahan penerima penghargaan.
Adapun kategori usaha para penerima Kadin Award 2018, sebut Bobby, terdiri dari kompartemen pemerintah, investasi dan penanaman modal, tokoh penggerak ekonomi daerah, pendidikan, kesehatan, pemuda dan olahraga, logistik dan transportasi, ritel, asuransi, properti, pariwisata, serta hotel dan restoran/kafe (horeka).
Kegiatan dihadiri Ketua Umum Kadin Pusat Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Kadin NTT Abraham Paul Liyanto, Wali Kota Kupang Jefirstson Riwu Kore, dan Gubernur NTT yang diwakili Kepala Biro (Karo) Ekonomi Petrus Karon.
Sementara itu, Ketua Kadin NTT Abraham Paul Liyanto mengatakan, Rapimprov kali ini guna mengevaluasi kinerja Kadin NTT dan merancang program kerja tahun depan.
“Melalui Rapimprov ini, Kadin bersama Pemerintah NTT merancang program pembangunan ekonomi yang akan dijalankan untuk meningkatkan ekonomi NTT yang lebih baik,” ulasnya.
Paul menambahkan, dalam Rapimprov kali ini juga, pihaknya ingin mempersatukan persepsi Kadinda dari kabupaten/kota se-NTT.
“Ini untuk melihat potensi yang ada dalam masyarakat desa, selanjutnya akan dikembangkan. Salah satu poin yang akan didukung Kadin adalah soal dana pembangun desa yang telah beredar, yaitu Rp 1,5 miliar per desa,” imbuhnya.
Sebelumnya, Paul juga mengatakan, amanat Undang-undang Nomor 1 tahun 1987, Kadin adalah satu-satunyta organisasi usaha yang dilindungi undang-undang. Kadin juga diberi ruang bersama pemerintah dalam merancang dan mengembangkan ekonomi.

11 May 2018

Sambut Piala Dunia Rusia 2018, Waroenk dan Waroenk Podjok bagi-bagi lima smartphone

Karyawan Waroenk Podjok, Indah Christiani Balla tengah memamerkan beberapa hadiah yang bakal diperoleh pelanggan dalam program bagi-bagi hadiah Piala Dunia Rusia 2018. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Momentum perhelatan sepak bola terakbar sejagat raya yang diselenggarakan empat tahun sekali ini, tidak disia-siakan penikmat bola.
Euforia tersebut sudah terlihat jauh hari dengan beragam peraga pendukung kegiatan yang bertebaran di mana-mana.
Juga sudah terlihat kostum terkait bola telah dikenakan banyak orang, baik secara personal maupun komunal. Beberapa pelaku bisnis juga memanfaatkan kesempatan langka itu untuk mendulang laba. Taruhlah seperti menjual pernak-pernik dan aksesori bola dan lain-lain.
Sebagai pelaku bisnis, khususnya dalam kompartemen kuliner, manajemen Waroenk Resto and Cafe dan Waroenk Podjok juga tidak melewatkan momen tersebut.
“Melalui kegiatan Piala Dunia Rusia 2018 ini, kami ingin memanjakan pelanggan dengan memberikan hadiah-hadiah menarik seperti lima smartphone berbasis Android, dua boneka Line, 10 pulsa Rp 50 ribu, dan puluhan hadiah lainnya,” terang Marketing Communication and Representative Admin Waroenk, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Jumat (11/5/2018) pagi.
Merlin menjelaskan, program bagi-bagi hadiah yang dilakukan pihaknya selain sebagai “intermezo” memeriahkan ajang Piala Dunia Rusia 2018, juga apresiasi kepada pelanggan yang telah loyal memilih Waroenk dan Waroenk Podjok di Transmart Kupang sebagai destinasi kuliner favorit mereka.
Adapun mekanisme yang harus dilakukan pelanggan untuk bisa memperolah kesempatan meraih hadiah-hadiah tersebut cukup mudah.
“Cuma transaksi minimal Rp 100 ribu makan-minum di Waroenk maupun Waroenk Podjok, maka pelanggan akan mendapatkan satu kupon undian yang diisi nama, nomor handphone, dan tebakan negara yang bakal meraih juara dunia sepak bola pada tahun ini. Selain itu, pelanggan juga cukup menukarkan 10 poin Telkomsel mereka. Program ini berlaku kelipatan, artinya jika pelanggan bertransaksi lebih, misalnya Rp 200 ribu maka kupon yang mereka peroleh adalah dua lembar. Begitu seterusnya, dan penukaran poin cukup sekali saja,” imbuh Merlin.
Ia menjelaskan, kupon-kupon yang sudah terkumpul nantinya akan diundi seminggu setelah final Piala Dunia Rusia 2018. Pemenang akan dihubungi via telepon untuk pengambilan hadiah.
Wanita muda yang gemar “icip-icip” kuliner ini menambahkan, pihaknya berharap dapat menggenjot penjualan selama momen Piala Dunia Rusia 2018.
“Selama ini, progres penjualan sudah cukup bagus. Tetapi, melalui kesempatan ini (Piala Dunia Rusia 2018), selain utamanya ingin memanjakan pelanggan, kami juga ingin lebih meningkatkan penjualan,” urai Merlin.

04 May 2018

Waroenk Podjok luncurkan Ayam Geprek, lezat dan pedasnya asli



Sebagai salah satu resto dan kafe inovatif, manajemen Waroenk Podjok selalu berkreasi menciptakan menu-menu baru, baik Nusantara maupun mancanegara. Jumat (4/5/2018), manajemen kembali meluncurkan menu Ayam Geprek. / Effendy Wosngso
britaloka.com, KUPANG - Inovasi dan kreativitas, apapun bentuknya dan dalam kompartemen apapun, selalu membuahkan hasil yang tidak terkira.
Hal tersebut tidak terkecuali dalam bisnis kuliner. Sebut saja yang dilakukan manajemen Waroenk Resto and Cafe yang dengan cepat melejit bahkan menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang.
Sebagai salah satu resto dan kafe inovatif, manajemen Waroenk Podjok selalu berkreasi menciptakan menu-menu baru, baik Nusantara maupun mancanegara.
“Bentuk inovasi dan kreativitas manajemen tidak lain adalah komitmen meluncurkan menu-menu baru. Waroenk Podjok sendiri akan meluncurkan menu istimewa Ayam Geprek untuk mengakomodir penikmat kuliner, khususnya yang menyukai makanan berbahan ayam,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo saat ditemui di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, Rabu (2/5/2018).
Ia menambahkan, memang secara berkala pihaknya terus meluncurkan menu-menu baru. Tidak hanya baru, tetapi juga memiliki cita rasa berbeda ketimbang menu-menu sebelumnya.
“Beberapa makanan, bahkan dapat dikatakan pionir. Sebut saja Ayam Gepuk Waroenk Oebufu, setelah sebelumnya kami meluncurkan menu ikonik yang laris diburu pelanggan seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli,” paparnya.
Noncy menjelaskan, Ayam Geprek Spesial dan ‘turunannya’ diprediksi bakal menjadi menu favorit pelanggan. “Alasannya, kami melihat pengalaman Ayam Gepuk Waroenk Oebufu yang menjadi favorit pelanggan di sana, bahkan menu itu menjadi ikonik,” urainya.
Lebih detail, Noncy menguraikan ‘turunan’ Ayam Geprek di antaranya Ayam Geprek Original Spesial, Ayam Geprek Sambal Matah, dan Ayam Geprek Sambal Matah Spesial.
“Semuanya kami banderol dengan harga sangat terjangkau, masing-masing Ayam Geprek Original Rp 20 ribu, Ayam Geprek Original Spesial Rp 25 ribu, Ayam Geprek Sambal Matah Rp 20 ribu, Ayam Geprek Sambal Matah Spesial Rp 25 ribu, dan Ayam Goreng Sambal Terasi Rp 35 ribu,” ulasnya.
Menurut Noncy, pihaknya optimistis makanan baru yang diluncurkan hari ini, Jumat (4/5/2018) inikan disukai pelanggan. Pasalnya, kepedasan maupun kelezatan menu-menu tersebut ‘asli’. Artinya, bagi penikmat kuliner yang menyukai pedas, selalu merasa puas dengan cita rasa pedas yang ditawarkan.
“Takaran pedas Ayam Geprek kami ini memang orisinal dan pas, karena menggunakan cabai pilihan. Pastinya, menu itu bakal bikin goyang lidah pelanggan,” katanya.
Sekadar diketahui, “geprek” baik ayam maupun daging sapi adalah makanan khas Sunda, Jawa Barat. Sejatinya, mulanya menu ini terbuat dari daging sapi, dengan rasa khas yang sedikit manis dan gurih.
Geprek yang dibuat dari bahan daging sapi tersebut, diiris searah serat daging kemudian direbus setengah matang. Daging kemudian dipukul-pukul hingga agak empuk. Daging yang sudah empuk direndam ke dalam bumbu yang dicampur santan.
Selanjutnya, direbus kembali hingga air santan menyusut. Jika akan disajikan, daging digoreng dengan sedikit minyak hingga kecokelatan sebelum diangkat.
Lazimnya menu Nusantara lainnya, “geprek” ini akan lebih enak disantap bersama nasi hangat dan sambal yang disediakan pelaku kuliner.