02 April 2018

Yo Mango, varian moctails Waroenk yang sangat digemari pelanggan

Minuman "Yo" berbahan yoghurt, sirup, soda, dan biji selasih Waroenk juga menyediakan taste lain, di antaranya Yo Berry dengan rasa buah buni dan Yo Peach dengan rasa buah persik. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG – Dalam dunia kuliner, ada anekdot yang mengatakan, saat bersantap orang bisa makan tetapi tidak bisa tanpa minum, namun orang bisa minum tanpa bersantap.
Memang secara alami, manusia setelah makan harus minum. Inilah yang mendorong pelaku kuliner, apapun bentuk usahanya selalu menyiapkan minuman untuk pelanggannya.
Dari segi bisnis, dengan hadirnya minuman tentu mendorong grafik penjualan sebuah resto atau kafe yang menawarkan makanan sebagai jualan utama.
Sebagai resto dan kafe representatif yang sudah menjadi destinasi kuliner di Kota Kupang, Waroenk tentu juga menyediakan minuman. Salah satu item minuman dalam varian moctails adalah Yo Mango yang dibanderol Rp 23 ribu.
“Selain Yo Mango, minuman ‘Yo’ berbahan yoghurt, sirup, soda, dan biji selasih ini juga menyediakan taste lain, di antaranya Yo Berry dengan rasa buah buni dan Yo Peach dengan rasa buah persik,” papar Public Relation and Representative Admin Waroenk Resto and Cafe, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin (2/4/2018)
Menurutnya, selama diluncurkan 8 Juli 2017 lalu, ketiga minuman Yo ini sangat digemari pelanggan.
“Alasan disukainya minuman ini, seperti yang kami dengan dari komentar para pelanggan, tidak lepas dari ‘sensasi’ rasa manis dari sirup dan sedikit asam dari yoghurt bersatu dalam satu minuman. Selain itu, moctails jenis Yo ini baru pertama di Kupang,” imbuh Merlin.
Alasan lainnya, penyajian Yo Mango/Berry/Peach juga terbilang “lucu”. Lucu yang dimaksud Merlin adalah keunikan “tampilan” minuman yang disajikan pihaknya.
“Unik, karena ‘tampilan’ wadah (botol) yoghurt yang menggelantung pada ujung sedotan di bibir gelas. Ini memang yang diinginkan kids (anak muda) zaman now yang senang berfoto selfie (swafoto) dengan objek makanan maupun minuman sebelum bersantap,” ujarnya.
Merlin menambahkan, gaya makan anak muda, bahkan penikmat kuliner pada umumnya, tidak lagi sekadar bersantap tetapi menjadikan kegiatan bersantap sebagai ‘gaya hidup’.
“Dalam dunia kuliner kekinian, hal itu (selfie dengan objek makanan/minuman kemudian mengunggahnya di akun media sosial) disebut ‘dine with style’. Sehingga, hal itulah yang mendorong pihak kami untuk menghadirkan produk (makanan dan minuman) yang tidak saja bercita rasa lezat dan unik, tetapi juga memiliki nilai estetik,” tutupnya.