12 April 2018

Berwadah unik, Sapo Tahu Ayam Waroenk Podjok menarik dijadikan spot selfie


Salah satu varian sup di Waroenk Podjok Kupang dalam jajaran Asian and Japanese Corner adalah Sapo Tahu Ayam/Seafood yang masing-masing berbanderol cukup terjangkau Rp 37 ribu dan Rp 42.500 ribu. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG – Boleh dibilang, saat ini aktivitas bersantap tidak sekadar makan. Artinya, ada tujuan lain yang bukan hanya untuk mengisi perut namun yang terjadi pada “zaman now” berkaitan erat dengan gaya hidup.
Hal itu kerap disebut “dine with style”. Ini dapat dilihat dari kelakuan seseorang atau keluarga maupun komunitas yang kerap selfie (swafoto) dengan latar belakang makanan sebelum disantap seseorang, keluarga, maupun komunitas.
Pelaku kuliner saat ini masif menawarkan tempat usahanya dengan hal-hal terkait gaya hidup. Penyediaan spot selfie misalnya, setting ruangan yang unik bahkan “nyeleneh” seperti yang dapat dilihat dari interior maupun peralatan makan ala penjara pada konsep rumah makan waralaba berlabel Mie Rampok.
Itulah beberapa contoh yang dapat dilihat dari implementasi “dine with style” pada resto maupun kafe di kekinian.
“Salah satu tujuan pelanggan bersantap di rumah makan representatif, tentu tidak terlepas dari cita rasa makanan itu sendiri. Tetapi, cita rasa makanan yang mumpuni saja tidak cukup untuk memuaskan pelanggan ‘zaman now’. Ada saja ekspektasi yang mereka inginkan, dan itu tidak terlepas dari gaya hidup,” terang Marketing Communication and Representatif Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keterangan resminya di Waroenk Podjok, Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Rabu (11/4/2018).
Untuk mencapai customer satisfaction atau tingkat kepuasan pelanggan, sebut Noncy, pihaknya pun berusaha menghadirkan atau menawarkan apa yang diinginkan pelanggan.
“Suara pelanggan, tidak terkecuali dalam dunia kuliner adalah ‘soul’ kami. Untuk itulah, kami senantiasa sebisa mungkin untuk mengakomodir kemauan pelanggan. Perlahan, meskipun tidak sesempurna ekspektasi mereka,” imbuhnya.
Ia mengatakan, ekspektasi pelanggan yang mengingkan hal terbaik salah sastunya adalah dengan menghadirkan makanan yang tetap panas.
“Salah satu varian sup kami dalam jajaran Asian and Japanese Corner adalah Sapo Tahu Ayam/Seafood yang masing-masing kami banderol cukup terjangkau Rp 37 ribu dan Rp 42.500. Dengan menggunakan claypot atau ‘mangkuk bertudung’ khusus, makan panasnya tetap terjaga dan awet sehingga makanan yang disajikan di atas meja pelanggan tetap ‘fresh’, terutama panasnya,” ujar Noncy.
Dijelaskan, Sapo Tahu adalah olahan tahu Jepang (meskipun sebagian pengamat kuliner mengatakan berasal dari Tiongkok) dengan sayuran, jamur, dan ayam atau seafood). Dengan menggunakan wadah khusus tadi yang memang dirancang untuk ‘mengawetkan’ panas, maka Sapo Tahu yang lazimnya dikonsumsi selagi panas, tetap lezat dan berkuah gurih.
Noncy mengatakan, makanan yang diluncurkan bersamaan pembukaan Waroenk Podjok di Transmart Kupang pada 2 Maret 2018 lalu, mendapat apresiasi yang cukup baik dari penikmat kuliner di Kota Kupang.
“Apresiatif, masih masuk dalam selera lidah masyarakat di sini. Menu berkuah kami ini juga disukai ekspatriat, terutama dari Tiongkok dan Jepang. Jadi, bagi yang ingin mencicipi otentikasi menu Asia, hanya di Waroenk Podjok tempatnya,” urainya berpromosi.
Terkait target penjualan dari manajemen, Noncy enggan menyebutnya. Ia hanya mengungkapkan sebisa mungkin sebanyak-banyak. “Sebanyak-banyaknyalah. Kalau bisa, makanan ini juga bisa menjadi menu ikonik seperti makanan kami lainnya seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli,” bebernya.
Sekadar diketahui, Sapo Tahu, baik berimbuh ayam maupun seafood, adalah salah satu jenis masakan yang berasal dari Tiongkok. Sapo Tahu ini awalnya dikenal sebagai masakan bagi para vegetarian karena bahan-bahannya tidak menggunakan daging atau ikan, melainkan sayur dan rempah-rempah
Kendati demikian, dalam perkembangan selanjutnya ada perubahan pada masakan Sapo Tahu dengan masuknya bahan-bahan seperti udang, ikan, dan daging. Dalam acara-acara pesta, Sapo Tahu tergolong sebagai hidangan pembuka.
Nama sapo berasal dari penggunaan panci sapo atau claypot yang digunakan untuk memasak hidangan ini. Claypot berbeda dengan mangkuk lainnya lantaran terbuat dari bahan keramik.
Keunggulannya dapat menyimpan panas lebih lama dibanding panci biasa, sehingga hidangan bisa tetap hangat hingga tetes terakhir. Sapo memiliki banyak jenis, seperti sapo tahu, sapo seafood, sapo ayam, dan lain-lain.
Sapo biasanya langsung dimasak dalam claypot dengan menggunakan egg tofu atau Tahu Tiongkok yang bertekstur halus dan lembut. Agar tahu tidak hancur harus digoreng terlebih dulu.
Beberapa bahan yang diperlukan dalam pembuatan Sapo Tahu antara lain tahu Jepang, jamur merang, wortel, sawi putih, bakso ikan, daging ayam, daun bawang, seledri, bawang bombai, bawang putih, cabai merah, saus tiram, kecap ikan, kaldu ayam, minyak wijen, dan tepung maizena.
Di beberapa restoran, Sapo Tahu disajikan secara menarik di atas mangkuk keramik khas Tiongkok. Hal ini bertujuan agar Sapo Tahu tetap terjaga kehangatannya supaya tetap nikmat disantap saat masih hangat.
Selain fungsi tersebut, penggunaan wadah-wadah unik dan “cantik”, menjadi daya tarik tersendiri untuk dijadikan spot swafoto bagi pelanggan.