23 March 2018

Menu bangsawan istana Tiongkok ini ada di Waroenk Podjok

Jika sebelumnya di Waroenk Resto and Cafe yang berlokasi di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, memiliki menu bangsawan istana Korea, yaitu Korean Shrimp Rice dan Shrimp Mayo, maka Waroenk Podjok memiliki menu bangsawan Tiongkok yaitu Ayam Kung Pao. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Jika sebelumnya di Waroenk Resto and Cafe yang berlokasi di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, memiliki menu bangsawan istana Korea, yaitu Korean Shrimp Rice dan Shrimp Mayo, maka Waroenk Podjok memiliki menu bangsawan Tiongkok yaitu Ayam Kung Pao.
Pengelola resto dan kafe berlogo “koki berkumis” yang berada di bawah manajemen Waroenk tersebut, sebelum pembukaan outlet di Lantai Dasar Transmart, Jalan WJ Lalamentik, Fatululi, Kupang, kerap mengatakan Waroenk Podjok bakal meluncurkan menu istimewa yang tidak kalah pamor dibandingkan Waroenk.
Terbukti, dari sekitar 90 menu yang hadir di sana semuanya berbeda dengan menu yang ada di Waroenk. Manajemen Waroenk mengatakan, kehadiran Waroenk Podjok merupakan diferensiasi kuliner lezat dan unik yang sudah menjadi visi perusahaan. Makanya, tak ada satu pun menu yang sama bila pelanggan membuka buku menu di Waroenk Podjok.
“Semua menu berbeda, tetapi tidak meninggalkan ciri khas Waroenk yang mengusung menu lezat dan unik. Termasuk, kehadiran menu spesial Ayam Kung Pao yang merupakan menu yang lahir pada zaman kekaisaran di Tiongkok,” papar Marketing Communication and Representative Admin Waroenk Podjok, Noncy Ndeo dalam keteragan resminya, Jumat (23/3/2018) pagi.
Ia menambahkan, sebelumnya Ayam Kung Pao sudah populer di Indonesia, bahkan mancanegara. Jika merujuk pada kuliner Tiongkok, maka rasanya tidak ada resto maupun kafe berbasis Chinese Food yang mengabaikan kehadiran menu ini.
Pasalnya, selain merupakan menu para bangsawan yang dulunya berasal dari istana Tiongkok, Ayam Kung Pao juga merupakan salah satu sajian lezat khas Szechuan.
 “Ayam Kung Pao atau bagi penikmat kuliner di Barat menyebutnya Kung Pao Chicken, memadukan kerenyahan ayam dengan tambahan bumbu manis pedas. Apalagi, ada tambahan irisan cabai merah kering dan kacang mete. Tentunya, nikmat sebagai pelengkap nasi hangat,” urai Noncy.
Sejak diluncurkan bertepatan pembukaan Waroenk Podjok pada 2 Maret 2018, sebut Noncy, animo pelanggan terhadap Ayam Kung Pao cukup apresiatif.
“Ayam Kung Pao yang kami banderol sangat terjangkau Rp 25 ribu ini sangat diminati pelanggan, khususnya penikmat kuliner Chinese Food. Memang, dalam jajaran menu Asian and Japanese Corner Waroenk Podjok, Ayam Kung Pao ini masuk dalam top menu,” imbuh Noncy.
Sekadar diketahui, Ayam Kung Pao adalah masakan khas Szechuan, Tiongkok. Nama makanan ini berasal dari nama gelar pejabat Dinasti Qing, Ding Baozhen (1820-1886).
Ding merupakan kepala provinsi Shandong, kemudian menjadi gubernur provinsi Szechuan. Gelarnya sebagai Gong Boo atau penjaga istana adalah muasal nama “Kung Pao”.
Dari runut literatur Tiongkok, kaisar terakhir Tiongkok, Pu Yi (1906-1967) juga menggemari Ayam Kung Pao. Setiap kegiatan akbar kerajaan, menu ini selalu hadir menemani para bangsawan di istana-istana Tiongkok.