24 March 2018

Makanan sejuta umat ini sangat digemari di Waroenk Kupang

Kelezatan Nasi Goreng Ikan Asin tidak terlepas dari penggunaan bahan-bahan makanan yang fresh dan berkualitas. Apalagi, nasi goreng ini diimbuhi bumbu istimewa berpadu ikan asin, kekian atau cacahan daging dadu, dan taburan telur dadar spesial. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Di setiap sudut kota, jika Anda menyaksikan kegiatan sarapan pagi maka masif ditemukan orang-orang tengah menyantap nasi goreng. Memang tidak dapat dipungkiri bila nasi goreng sudah menjadi makanan sejuta umat yang digemari, khususnya di negara-negara Asia.
Lantaran kepopuleran makanan ini, beberapa negara Barat mengadaptasi masakan asli dari Asia ini menjadi berbagai menu kreatif western di sana. Bila terdengar jenis makanan berkonotasi “fried rice” yang di antaranya diembel-embeli “beef”, “chicken” dan sejenisnya di awal kata, maka pada dasarnya itu adalah nasi goreng.
Inovasi terhadap menu berbahan utama nasi ini sudah tidak terbilang. Berbagai penamaan nasi goreng hanya dibedakan dari bahan isi, baik daging sapi, ayam, maupun ikan.
Kepopuleran menu yang aslinya berasal dari Tiongkok ini, meskipun ada yang mengklaim dari Indonesia, bukan mengada-ada.
Pasalnya, salah satu channel TV populer asal Amerika Serikat (AS), CNN pada 2016 lalu melansir jika nasi goreng adalah kuliner paling populis disantap untuk sarapan pagi sekaligus makanan terenak kedua di dunia setelah rendang. Voting terkait makanan terenak di dunia tersebut dilakukan kepada 35 ribu penikmat kuliner pengguna Facebook.
“Nasi goreng masuk dalam daftar kedua terpopuler dari 50 daftar makanan terenak di dunia versi CNN. Ini membuktikan bila nasi goreng memiliki pamor yang bagus karena memang enak dan lezat,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Resto and Cafe, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu (24/3/2018).
Terkait nasi goreng berbahan lauk khususnya ikan, salah satu item yang paling populer tentu saja Nasi Goreng Ikan Asin. Jika merujuk pada visi manajemen Waroenk yang rutin meluncurkan menu lezat dan unik, sebut Merlin, maka tentu pihaknya tidak ketinggalan menghadirkan menu Nasi Goreng Ikan Asin.
“Sebelumnya, kami sudah menghadirkan berbagai varian nasi goreng, di antaranya Nasi Goreng Kebuli Rp 35 ribu, Nasi Goreng Bejad (Level 1-5) Rp 32 ribu, Nasi Goreng Juned Rp 29.500, Nasi Goreng Waroenk Rp 32 ribu, Nasi Goreng Yang Chow Rp 42 ribu, dan Nasi Goreng Ikan Asin Rp 42 ribu,” bebernya.
Menurut Merlin, varian nasi goreng yang paling digemari di Waroenk setelah Nasi Goreng Kebuli dan Nasi Goreng Bejad (Level 1-5) adalah Nasi Goreng Ikan Asin.
“Kelezatan Nasi Goreng Ikan Asin tidak terlepas dari penggunaan bahan-bahan makanan yang fresh dan berkualitas. Apalagi, nasi goreng ini diimbuhi bumbu istimewa berpadu ikan asin, kekian atau cacahan daging dadu, dan taburan telur dadar spesial,” ulasnya.
Merlin mengatakan, tidak hanya sampai sebatas varian nasi goreng yang sudah ada, tetapi pihaknya akan terus meluncurkan varian nasi goreng yang lebih inovatif yang lahir dari chef andal Waroenk.
“Jadi bagi penikmat kuliner, khususnya yang menyukai menu nasi goreng, tunggu saja tanggal mainnya sebab kami bakal meluncurkan varian baru yang lebih sedap,” tutupnya.
Sekadar diketahui, menurut catatan sejarah nasi goreng merupakan komponen penting masyarakat Tionghoa di Tiongkok. Makanan ini sudah dikenal sejak 4.000 tahun sebelum masehi.
Di Tiongkok, nasi goreng disebut “chao fan”, lahir dari kearifan lokal dan kebudayaan Tionghoa yang tidak menyukai makanan yang sudah dingin. Apalagi, masyarakat Tionghoa pada waktu itu tidak suka membuang-buang sisa makanan yang tidak habis beberapa hari sebelumnya.
Untuk itu, ada inisiatif dengan menggoreng nasi yang tidak habis supaya bisa dihidangkan kembali dalam keadaan hangat. Sehingga, dalam perkembangannya, nasi goreng akhirnya tersebar ke Asia tenggara, dibawa para perantau Tionghoa yang menetap di sana.
Mereka lantas menciptakan nasi goreng khas lokal dengan racikan bumbu-bumbu dan cara menggoreng yang berbeda-beda, disesuaikan daerah atau tempat yang ditinggali.