27 March 2018

Cap Cay Goreng, menu sayuran yang paling digemari di Waroenk Kupang

Selain selalu hadir dengan meluncurkan menu unik, secara reguler Waroenk Resto and Cafe tidak menafikan menu-menu “sejuta umat” lainnya seperti Cap Cay. / Effendy Wongso

britaloka.com, KUPANG - Selain selalu hadir dengan meluncurkan menu unik, secara reguler Waroenk Resto and Cafe tidak menafikan menu-menu “sejuta umat” lainnya seperti Cap Cay.
Pasalnya, manajemen perusahaan kuliner dengan logo “koki berkumis” itu sebelumnya mengatakan, pihaknya berusaha mengakomodir apa yang digemari penikmat kuliner, khususnya di Kota Kupang.
“Untuk itulah, menu Cap Cay juga kami tawarkan karena tidak dapat dipisahkan dari lidah penikmat kuliner di Indonesia,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae dalam keterangan resminya di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Selasa (27/3/2018).
Menurutnya, meskipun Cap Cay masuk dalam menu reguler yang dapat dijumpai secara mudah di tempat lain, tetapi makanan berbahan utama sayur-mayur berbeda bumbu dibandingkan racikan Cap Cay pada umumnya.
“Mungkin secara umum, Cap Cay semua sama, termasuk bahan utama serta bahan pendukungnya seperti lauk (ayam maupun daging) dan sebagainya. Tetapi, cita rasa tetap menjadi diferensiasi dan ini terletak dari bumbu khas yang kami gunakan,” imbuh Merlin.
Ia menambahkan, Cap Cay yang dibanderol pihaknya Rp 26 ribu adalah dengan cara digoreng.
“Tetapi, Cap Cay dapat di-request berkuah sesuai permintaan pelanggan. Untuk menu ini, tidak perlu diragukan lagi kelezatannya karena dalam daftar permintaan di Waroenk, Cap Cay Goreng setiap hari dapat terjual puluhan porsi. Ini belum termasuk bila ada permintaan order prasmanan instansi pemerintahan maupun swasta,” ujar Merlin.
Sekadar diketahui, Cap Cay, baik goreng maupun kuah dalam dialek Hokkian (salah satu suku Tionghoa di Indonesia), memilik makna “aneka sayuran”. Secara umum, Cap Cay adalah nama hidangan khas Tionghoa yang populer, terdiri dari beragam sayuran yang diracik dalam satu wadah atau wajan.
Tidak seperti namanya yang berarti “sepuluh” (Cap) dalam bahasa Hokkian, jumlah sayuran ternyata tidak tentu. Selama ini, banyak yang salah kaprah menyangka Cap Cay harus mengandung sepuluh macam sayuran karena secara harfiah Cap Cay berarti "sepuluh sayur".
Beberapa jenis sayuran yang biasanya dijadikan Cap Cay adalah sawi putih, sawi hijau, wortel, jagung muda, jamur merang, jamur kuping, kol, kapri, buncis, bunga kol, brokoli, daun bawang, tomat, dan bawang bombai.
Kendati demikian, unsur hewani juga biasa ditambahkan ke dalam makanan ini, misalnya daging sapi, ayam, telur, hati dan ampela ayam, udang, bakso, serta cumi-cumi. Cap Cay dapat dimasak dengan dua cara, direbus (kuah) atau digoreng.
Secara tertulis, sejarah Cap Cay memang tidak pernah diketemukan. Meskipun makanan ini sudah sangat umum dan lazim ditemui dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Tidak hanya pada restoran yang menjual Chinese Food, di penjual mie dan nasi goreng yang dijajakan gerobak di pinggir jalan pun, menu ini masif bisa dijumpai.
Cerita tentang asal usul Cap Cay memang banyak versi. Sehingga, sulit menentukan muasal Cap Cay yang sesungguhnya.
Dalam beberapa versi Cap Cay diklaim pertama kali dikenal di daratan Tiongkok pada era Dinasti Qing (1644-1911). Cap Cay yang dikenal saat itu berupa potongan sayur-sayuran yang dicampur jeroan hewan.
Sementara, versi lainnya mengatakan Cap Cay adalah masakan kaum imigran Tiongkok yang berkelana ke berbagai penjuru dunia. Makanan yang dimasak hari itu adalah apa yang ditemui mereka pada hari itu juga. Semua yang ditemukan hari itu dipotong-potong, kemudian dimasak menjadi satu. Kalau sayur yang ditemukan lebih banyak, maka Cap Cay hari itu menjadi semakin mewah.
Akan tetapi, di Tiongkok sendiri, masakan ini tidak dikenal. Hanya di wilayah Taisan, yang mayoritas penduduknya pengelana dan kaum imigran, istilah masakan Cap Cay ini dikenal dan ada.
Adapun versi yang populer di Amerika Serikat (AS) menceritakan jika kunjungan duta besar Tiongkok, Li Hung Chang ke New York pada 29 Agustus 1896 menjadi latar belakang munculnya masakan Cap Cay di Negeri Paman Sam itu.
Dalam sebuah jamuan makan malam, Li Hung Chang menolak semua hidangan mewah. Ia pun menugaskan juru masak pribadinya untuk menyiapkan menu. Kokinya akhirnya menciptakan masakan yang bisa diterima lidah AS dan Eropa sehingga jadilah masakan Cap Cay itu.\
Beberapa versi juga menyebutkan Cap Cay bukan berasal dari Tiongkok, melainkan masakan yang diciptakan orang Tionghoa yang tinggal di Indonesia.