23 January 2018

Nikmatnya Double Decker, Steik Ayam Dobel di Waroenk

Hidangan steik (sering juga disebut steak) atau bistik kini semakin digemari masyarakat, khususnya di kota-kota besar. Steik yang lazimnya terdiri dari sepotong besar daging, biasanya daging sapi, dada ayam, dan ikan ini, yang dulunya masif dikonsumsi orang-orang Eropa dan Amerika Serikat (AS), kini telah merambah dan menjadi tren sarapan warga dunia, tidak terkecuali Indonesia.
britaloka.com, KUPANG - Hidangan steik (sering juga disebut steak) atau bistik kini semakin digemari masyarakat, khususnya di kota-kota besar. Steik yang lazimnya terdiri dari sepotong besar daging, biasanya daging sapi, dada ayam, dan ikan ini, yang dulunya masif dikonsumsi orang-orang Eropa dan Amerika Serikat (AS), kini telah merambah dan menjadi tren sarapan warga dunia, tidak terkecuali Indonesia.
Salah satu resto representatif di Kupang, Waroenk Resto and Cafe, tidak ketinggalan mengakomodir kebutuhan steik para penikmat kuliner di daerah berjuluk “Kota Sasando”.
Tidak sekadar steik biasa, tetapi manajemen menawarkan steik unik berbahan ayam yang dinamakan “Double Decker”.
“Double Decker kami hadirkan lain dibandingkan steik yang ditawarkan restoran maupun kafe lain. Pasalnya, tidak hanya lezat dengan bahan daging ayam yang legit tetapi juga karena porsinya yang lebih besar,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Resto and Cafe, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin (22/1/2018).
Besar yang dimaksud Merlin tidak lain lantaran potongan daging ayam yang disajikan pihaknya adalah ganda atau “double”.
“Tidak hanya itu, pelengkap daging ayam kami juga tidak kalah lezatnya, sebut saja potongan-potongan kentang goreng atau french fries, saus mayonais dan bolognese, serta potongan wortel dan buncis,” imbuhnya.
Saat ini, sebut Merlin, ada beragam menu steik yang ditawarkan pihaknya, di antaranya Chicken Parmigia, Fish and Fries, dan Sticky Wings yang merupakan menu Korea.
“Semua jenis steik kami digemari pelanggan, tetapi yang paling disukai adalah Double Decker. Sehingga, Double Decker juga menjadi menu paling digemari pelanggan selain menu reguler seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli,” bebernya.
Merlin menjelaskan, Double Decker dibanderol terjangkau Rp 50 ribu. “Ini bisa dibandingkan harga steik yang ditawarkan restoran lain lho, yang bahkan mencapai ratusan ribu rupiah per porsinya,” paparnya.
Sekadar diketahui, steik yang umumnya berbahan sapi, ikan, dan ayam ini biasanya dipotong lebar kurang lebih sebesar telapak tangan, dengan ketebalan 1,5 sentimeter, dibumbui lada dan garam atau bumbu lainnya. Selanjutnya, dipanggang atau digoreng menggunakan mentega.
Kebanyakan steik dipotong tegak lurus dengan serat otot, menambah kelegitan daging. Steik biasanya dimasak dengan cara dipanggang, meskipun dapat digoreng atau dibroil.
Saat ini, para penikmat kuliner, khususnya di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya menyantap steik untuk merasakan kelezatannya, tetapi juga memperoleh sebuah pengalaman tersendiri dalam mencicipi daging ayam dengan kualitas prima hanya di Waroenk Resto and Cafe.