30 January 2018

Kangkung Crispy di Waroenk Resto and Cafe, makanan kampung yang naik “kelas”

Karyawan Waroenk Resto and Cafe Enjelina Babies tengah memamerkan menu Kangkung Crispy. Kangkung Crispy merupakan makanan camilan andalan Waroenk yang dibanderol sangat terjangkau Rp 10 ribu per porsi. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG – Lenggang-lenggang kangkung, kangkung di pinggir kali, Abang pulang merantau dapat uang satu keranjang. Bila Anda masih ingat lagu rakyat lawas di era 1970-1980-an ini, tentu akrab dengan salah satu kata atau larik yang berulang-ulang menyebut “kangkung”.
Lagu tradisional “Lenggang Kangkung” ini sendiri merupakan lagu rakyat bernada riang. Banyak versi sebenarnya, dalam arti diklaim beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang masuk dalam entitas Melayu.
Adapun kata kangkung yang disebut menunjukkan betapa sayuran ini sudah demikian merakyat, sehingga tidak dapat dipisahkan lagi dari rakyat jelata, khususnya di negara-negara di Asia Tenggara.
Terkait kangkung, salah satu resto dan kafe representatif di Kupang, Waroenk tidak ketinggalan mengangkat sayuran ini sebagai salah satu menu camilan andalan.
“Kenapa harus kangkung, karena sayuran ini sudah sangat digemari masyarakat Indonesia, tidak terkecuali di Kupang. Bila Anda sudah bosan makan jenis racikan kangkung seperti Cah Kangkung dan Plecing Kangkung, maka kami menawarkan jenis racikan lain, Kangkung Crispy,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Resto and Cafe, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Selasa (30/1/2018).
Menurutnya, selain menawarkan racikan kangkung secara unik, apa yang ditawarkan pihaknya juga sebagai upaya menaikkan strata kangkung yang dianggap makanan kampung.
“Saat ini, dengan hadirnya olahan kangkung kami, Kangkung Crispy, diharapkan menu ini bisa naik kelas dan masuk resto elite. Kami ingin menu Nusantara mendunia, caranya tentu meraciknya dengan unik dan berbeda,” imbuh Merlin.
Tidak hanya itu, sebut Merlin, pihaknya juga tetap berkomitmen menawarkan makanan berkelas dengan harga miring, sehingga harga Kangkung Crispy khususnya dan menu lain pada umumnya tetap dibanderol terjangkau.
“Harga seporsi Kangkung Crispy hanya Rp 10 ribu. Sangat terjangkau dengan tidak menafikan cita rasa lezat seperti menu-menu kami sebelumnya,” ujarnya.
Salah satu sensasi kelezatan Kangkung Crispy, sebut Merlin, tidak lepas dari penggunaan bahan-bahan yang berkualitas seperti tepung, minyak, dan bumbu-bumbu lainnya. Selain itu, Kangkung Crispy Waroenk juga menggunakan saus mayonais sehingga berbeda dibandingkan racikan kangkung resto lainnya.
“Ini dapat dirasakan pelanggan yang sudah merasakan Kangkung Crispy, yang garing dan gurih dengan sensasi ‘kriuk-kriuk’-nya,” bebernya.
Sekadar diketahui, kangkung atau dalam bahasa ilmiahnya, Ipomoea aquatica Forsk merupakan tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran. Tumbuhan ini lazim ditanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar  tradisional, bahkan di pasar modern atau swalayan.
Kangkung banyak terdapat di negara Asia, merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai di mana-mana, terutama di kawasan berair.
Masakan kangkung yang populer adalah Cah Kangkung (bumbu tauco atau terasi), juga jenis olahan kangkung yang banyak dijual di warung-warung seperti Plecing Kangkung yang ditumis bersama cabai (lombok).
Sejatinya, ada dua bentuk kangkung yang dijual di pasaran. Pertama, kangkung berdaun licin dan berbentuk mata panah sepanjang 10-15 sentimeter. Tumbuhan ini memiliki batang berongga yang menjalar dengan daun berselang dan batang yang menegak pada pangkal daun.
Tumbuhan ini juga bewarna hijau pucat dan menghasilkan bunga bewarna putih, dengan kantung yang mengandung empat biji benih.
Sementara, jenis tumbuhan kangkung kedua adalah dengan daun sempit memanjang, biasanya tersusun menyirip tiga.

25 January 2018

Eksotisme menu Nusantara di Waroenk Resto and Cafe

Aroma rempah-rempah sangat terasa dalam salah satu menu andalan Waroenk Resto and Cafe, Sup Iga Tujuh Rempah. Begitu pula dalam menu lain seperti Rawon Tulang (50 ribu), Soto Ayam Surabaya (20 ribu), dan menu Nusantara Waroenk lainnya. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Saat ini, tidak ada yang dapat menyangkal jika menu Nusantara merupakan salah satu varian makanan terbaik di dunia. Terbaik, dalam artian menu produk Indonesia dikenal sangat lezat, terutama berkat bumbu-bumbu dan rempah-rempah khasnya.
Lantaran rempah-rempahlah maka beberapa bangsa Eropa “menginvasi” Nusantara. Pasalnya, rempah-rempah merupakan barang dagangan paling berharga pada zaman prakolonial. Banyak rempah dulunya digunakan dalam pengobatan, sekaligus bahan untuk kuliner.
Rempah-rempah juga merupakan salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku. Rempah-rempah ini pula yang menyebabkan Belanda kemudian menyusul ke Maluku.
Sementara itu, bangsa Spanyol di bawah pimpinan Magellan telah lebih dulu mencari jalan ke Timur melalui jalan lain, yaitu melewati samudera Pasifik dan akhirnya mendarat di pulau Luzon Filipina.
Terkait rempah-rempah, dapat dipastikan semua restoran maupun kafe yang menyajikan menu Nusantara, menggunakan bahan beraroma kuat ini. Sebabnya, tipikal menu Nusantara memang tidak dapat dilepaskan dari rempah-rempah.
Hal itu juga dapat dilihat dari penyajian hampir semua menu Nusantara yang disediakan Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Kupang.
“Aroma rempah-rempah sangat terasa dalam salah satu menu andalan kami, Sup Iga Tujuh Rempah. Begitu pula dalam menu lain seperti Rawon Tulang (Rp 50 ribu), Soto Ayam Surabaya (Rp 20 ribu), dan menu Nusantara kami lainnya,” papar Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae saat dihubungi di Waroenk, Kamis (25/1/2018).
Ia menambahkan, selain menu yang disebutnya tadi, terdapat menu Nusantara favorit pelanggan. “Gado-gado (Rp 22 ribu), Ayam Goreng Surabaya (Rp 35 ribu), Ayam Goreng Jomblo (Rp 40 ribu), Ayam Gepuk (Rp 25 ribu), dan Ayam Gepuk Mozza (Rp 25 ribu) dengan level atau tingkat kepedasan yang diinginkan pelanggan,” imbuh Merlin.
Menurutnya, semua makanan Nusantara pihaknya memakai rempah-rempah sebagai penunjang cita rasa lezat.
Merlin membeberkan, meskipun hampir semua resto dan kafe yang menawarkan menu Nusantara menggunakan rempah-rempah, namun tidak semua makanan yang dihasilkan bercita rasa baik.
“Artinya, cara meracik juga menentukan lezat tidaknya suatu masakan Nusantara. Di Waroenk, kami benar-benar selektif dan menakar penggunaan rempah-rempah yang berkualitas, sehingga cita rasa yang dihadirkan ideal dan ‘pas’ di lidah,” jelasnya.
Untuk diketahui, dunia kuliner Indonesia mencatat betapa besarnya peran rempah-rempah dalam hidangan setempat (daerah) yang mendapat pengaruh asing seperti dari Timur Tengah, India, Tiongkok, dan Eropa.
Beberapa karakter berbagai hidangan berempah khas Tanah Air seperti di Sumatra mendapat pengaruh dari India, Arab, dan Persia. Sehingga, sangat terasa dalam hidangan bersantap yang dibubuhi rempah lengkap.
Ini dapat dirasakan dalam roti cane, martabak, nasi briyani, dan aneka gulai. Di Aceh, adamie kepiting sementara di Sumatra Utara masyarakat Batak menggunakan lada rimba yang sangat pedas.
Adapun Sumatra Barat terkenal khas dengan rendangnya, gulai ayam, dan kalio yang mempresentasikan aneka rempah. Sementara, di Sumatra Selatan dan Riau, lada dibubuhkan pada tekwan asal Palembang dan bihun goreng seafood dari Selatpanjang.
Di Sulawesi Utara, masakan Minahasa memliki cita rasa pedas dari cabai dan rempah-rempah. Sementara, sup kacang merah atau sup bruine bonen dijerang bersama bumbu pala dan cengkeh. Selanjutnya, kuliner Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan seperti coto mangkasara (Coto Makassar), sup konro, dan sup saudara memiliki cita rasa rempah yang juga kuat.

23 January 2018

Wow, ada boneka Piggy lucu bagi pelanggan Waroenk Resto and Cafe

Karyawan Waroenk Resto and Cafe tengah memamerkan boneka Piggy hasil kerja sama Waroenk-Telkomsel setiap bertransaksi minimal Rp 700 ribu. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG – Sukes diraih tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak upaya yang harus dilakukan, termasuk dalam bisnis kuliner.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam kompartemen kuliner, Waroenk Resto and Cafe selalu berinovasi menciptakan produk dan layanan terbaik untuk memenuhi kepuasan konsumen, khususnya di Kota Kupang.
Hal tersebut dibuktikan melalui beragam menu unik dan lezat yang dihadirkan manajemen Waroenk untuk memanjakan lidah konsumen, sekaligus menghadirkan layanan prima guna mengakomodir kebutuhan kuliner pelanggan.
Tidak hanya konsisten menjaga cita rasa makanan, kehalalan, kebersihan, namun Waroenk juga terus melansir berbagai program menarik agar konsumen selau puas. Ini pulalah yang ingin dicapai manajemen dalam visinya untuk menciptakan “customer satisfaction”.
“Itulah sebabnya kami terus mempublikasikan berbagai hal, tidak hanya terkait peluncuran menu baru tetapi juga program-program menarik seperti yang sudah kami lakukan selama ini,” terang Public Relation and Representative Admin, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Selasa (23/1/2018) pagi.
Adapun program menarik yang dimaksud Merlin, di antaranya kerja sama yang dilakukan Waroenk bersama Telkomsel.
“Bentuk kerja sama manajemen dengan Telkomsel sangat menguntungkan, terutama bagi pelanggan Waroenk-Telkomsel. Pasalnya, setiap Senin hingga Kamis, pelanggan bisa mendapatkan potongan harga 20 persen hanya menukarkan 50 poin Telkomsel Poin, dengan syarat dan ketentuan berlaku,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, pelanggan juga bisa mendapatkan boneka lucu Piggy setiap transaksi makan maupun minum minimal Rp 700 ribu dalam satu struk.
“Syarat dan ketentuan berlaku, nominal pembayaran dihitung setelah penukaran Telkomsel Poin. Contohnya, bila pelanggan bertransaksi Rp 900 ribu otomatis akan didiskon 20 persen sehingga menjadi Rp 700 ribu. Maka, Rp 700 ribu adalah harga transaksi yang ditetapkan minimal agar bisa memperoleh boneka Piggy,” jelas Merlin.
Syarat dan ketentuan lain yang berlaku, sebut Merlin adalah pelanggan yang berhasi memboyong boneka Piggy harus mencantumkan nomor handphone-nya serta fotokopi identitas yang berlaku seperti KTP.
“Ini juga termasuk, selama persediaan masih ada, ya?” tambahnya.
Sementara itu, beberapa pelanggan yang sudah berhasil mendapatkan boneka Piggy mengaku senang terhadap program yang dilakukan Waroenk-Telkomsel, dan mengimbau agar Waroenk bisa tetap mengadakan program-program menarik lainnya.
Sebelumnya, Waroenk juga sudah bekerja sama koran Pos Kupang dalam program Tribun Family Card (TFC), di antaranya pelanggan Pos Kupang bisa makan gratis nasi goreng sebulan sekali hanya dengan menunjukkan kartu TFC-nya yang masih berlaku.
Merlin menambahkan, Waroenk juga sudah bekerja sama BCA dan Bank Mandiri sebagai sarana pembayaran untuk dapat memudahkan konsumen di segala usia dalam bertransaksi.
“Tentu, melalui berbagai pencapaian tersebut, Waroenk bertujuan untuk terus menjaga kenyamanan dan kepuasan konsumen saat menikmati hidangan yang ditawarkan,” tutupnya.

Nikmatnya Double Decker, Steik Ayam Dobel di Waroenk

Hidangan steik (sering juga disebut steak) atau bistik kini semakin digemari masyarakat, khususnya di kota-kota besar. Steik yang lazimnya terdiri dari sepotong besar daging, biasanya daging sapi, dada ayam, dan ikan ini, yang dulunya masif dikonsumsi orang-orang Eropa dan Amerika Serikat (AS), kini telah merambah dan menjadi tren sarapan warga dunia, tidak terkecuali Indonesia.
britaloka.com, KUPANG - Hidangan steik (sering juga disebut steak) atau bistik kini semakin digemari masyarakat, khususnya di kota-kota besar. Steik yang lazimnya terdiri dari sepotong besar daging, biasanya daging sapi, dada ayam, dan ikan ini, yang dulunya masif dikonsumsi orang-orang Eropa dan Amerika Serikat (AS), kini telah merambah dan menjadi tren sarapan warga dunia, tidak terkecuali Indonesia.
Salah satu resto representatif di Kupang, Waroenk Resto and Cafe, tidak ketinggalan mengakomodir kebutuhan steik para penikmat kuliner di daerah berjuluk “Kota Sasando”.
Tidak sekadar steik biasa, tetapi manajemen menawarkan steik unik berbahan ayam yang dinamakan “Double Decker”.
“Double Decker kami hadirkan lain dibandingkan steik yang ditawarkan restoran maupun kafe lain. Pasalnya, tidak hanya lezat dengan bahan daging ayam yang legit tetapi juga karena porsinya yang lebih besar,” terang Public Relation and Representative Admin Waroenk Resto and Cafe, Merlin Sinlae saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin (22/1/2018).
Besar yang dimaksud Merlin tidak lain lantaran potongan daging ayam yang disajikan pihaknya adalah ganda atau “double”.
“Tidak hanya itu, pelengkap daging ayam kami juga tidak kalah lezatnya, sebut saja potongan-potongan kentang goreng atau french fries, saus mayonais dan bolognese, serta potongan wortel dan buncis,” imbuhnya.
Saat ini, sebut Merlin, ada beragam menu steik yang ditawarkan pihaknya, di antaranya Chicken Parmigia, Fish and Fries, dan Sticky Wings yang merupakan menu Korea.
“Semua jenis steik kami digemari pelanggan, tetapi yang paling disukai adalah Double Decker. Sehingga, Double Decker juga menjadi menu paling digemari pelanggan selain menu reguler seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang dan Nasi Goreng Kebuli,” bebernya.
Merlin menjelaskan, Double Decker dibanderol terjangkau Rp 50 ribu. “Ini bisa dibandingkan harga steik yang ditawarkan restoran lain lho, yang bahkan mencapai ratusan ribu rupiah per porsinya,” paparnya.
Sekadar diketahui, steik yang umumnya berbahan sapi, ikan, dan ayam ini biasanya dipotong lebar kurang lebih sebesar telapak tangan, dengan ketebalan 1,5 sentimeter, dibumbui lada dan garam atau bumbu lainnya. Selanjutnya, dipanggang atau digoreng menggunakan mentega.
Kebanyakan steik dipotong tegak lurus dengan serat otot, menambah kelegitan daging. Steik biasanya dimasak dengan cara dipanggang, meskipun dapat digoreng atau dibroil.
Saat ini, para penikmat kuliner, khususnya di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya menyantap steik untuk merasakan kelezatannya, tetapi juga memperoleh sebuah pengalaman tersendiri dalam mencicipi daging ayam dengan kualitas prima hanya di Waroenk Resto and Cafe. 

15 January 2018

Hadir di Transmart Kupang, Waroenk siap gebrak pasar kuliner

Transmart di bawah PT Trans Retail Indonesia siap beroperasi pada 9 Februari 2018. Kehadiran Transmart yang berhadapan langsung dengan Kantor Gubernur NTT yang biasa disebut “Gedung Sasando” ini, membawa angin segar untuk perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
britaloka.com, KUPANG - Hadir di Transmart Kupang, Waroenk siap gebrak pasar kuliner. Perkembangan dunia kuliner memang tidak ada matinya. Industri terkait makanan ini masif dengan inovasi-inovasi baru.
Artinya, menu-menu unik dan lezat selalu lahir dari tangan-tangan kreatif peraciknya, baik personal maupun komunal bisnis kuliner.
Sebagai salah satu resto dan kafe representatif serta terbaik di Kota Kupang, Waroenk bukan saja hadir dengan inovasi produk terbaik, tetapi juga berkontribusi mendistribusikan menu-menu unik dan lezat tersebut ke berbagai kalangan.
“Salah satu caranya, kami membuka cabang di jaringan perbelanjaan modern CT Corp di Kupang, yaitu di Transmart. Adapun lokasinya cukup strategis karena kami bertempat di Lower Ground Transmart yang memang ditujukan khusus untuk pusat kuliner,” papar Public Relation Waroenk Resto and Cafe, Merlin Sinlae saat dihubungi di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu (13/1/2018).
Dijelaskan, dengan membuka cabang pihaknya dapat menjangkau lebih banyak penikmat kuliner. Tentu, hal tersebut didukung hadirnya menu-menu baru yang tidak kalah lezatnya dibandingkan menu-menu Waroenk yang sudah ada sebelumnya.
Lebih jauh, Merlin juga menjelaskan jika manajemen cepat tanggap merespons animo masyarakat terhadap perkembangan Waroenk. Secara rinci, ia mengatakan pembukaan cabang di Transmart merupakan hasil positif pencapaian Waroenk yang cukup sukses selama ini.
“Selama enam bulan kami hadir, sejak pembukaan Waroenk di Oebufu pada 8 Juli 2017 lalu, pelanggan selalu membeludak bahkan antre ingin makan di resto kami. Diharapkan, dengan kehadiran cabang Waroenk di Transmart, kami dapat lebih menjangkau penikmat kuliner, khususnya yang tengah berbelanja atau bermain di Transmart,” imbuhnya.
Merlin mengatakan, varian menu yang bakal hadir di Waroenk Transmart berbeda dibandingkan yang sudah ada di Waroenk Oebufu.
“Seperti komitmen kami yang senantiasa menghadirkan menu baru, maka Waroenk di Transmart yang kami namai Waroenk Podjok akan menawarkan berbagai menu unik, yang tentu saja tidak kalah lezatnya dibandingkan menu-menu di Waroenk Oebufu,” jelasnya.
Merlin “membocorkan”, di antara menu-menu baru pihaknya, bakal didominasi menu Nusantara dan menu Jepang.
“Ada menu Nusantara khas Bandung dan daerah-daerah lainnya. Sementara, menu ala internasional kami ada makanan Jepang yang merupakan fusi atau perpaduan menu lokal dan Jepang,” bebernya.
Yang pasti, sebut Merlin, sesuai tagline Waroenk, “Great Food, Great Price, Great Place”, Waroenk Podjok tetap mengusung makanan lezat dan unik, harga terjangkau, dan tempat yang nyaman.
“Jika tidak ada aral melintang, Waroenk Podjok akan resmi beroperasi pada 9 Februari 2018, bersamaan pembukaan Transmart,” tambahnya.
Sekadar diketahui, Transmart di bawah PT Trans Retail Indonesia siap beroperasi pada 9 Februari 2018. Kehadiran Transmart yang berhadapan langsung dengan Kantor Gubernur NTT yang biasa disebut “Gedung Sasando” ini, membawa angin segar untuk perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Pasalnya, Transmart membuka peluang bagi UMKM untuk menyuplai produknya ke Transmart. Hal itu diungkapkan manajemen PT Trans Retail Indonesia dalam kegiatan Temu Bisnis Pemasok Transmart Carrefour yang berlangsung di Hotel Neo Kupang, Rabu (20/9/2017) lalu yang dihadiri komunal petani, nelayan, dan berbagai komunal UMKM lain.