20 September 2017

Yuk, cicipi Rawon Tulang Waroenk Resto and Cafe yang menggiurkan

Rawon Tulang di Waroenk Resto and Cafe termasuk salah satu makanan yang paling disukai pelanggan karena memiliki cita rasa yang khas. Bukan sekadar rawon biasa, tetapi aroma wangi Rawon Tulang sangat menonjol sehingga menjadi salah satu favorit pelanggan./Istimewa
britaloka.com, KUPANG - Kreasi yang inovatif tidak hanya bersumber dari kompartemen teknologi. Pasalnya, kreasi bisa berasal dari mana saja, termasuk dalam dunia kuliner. Terkait kuliner, setiap saat bisa saja lahir menu-menu baru yang lezat dari resep-resep mutakhir.
Indonesia termasuk salah satu negara yang populer lantaran khazanah kulinernya. Berbagai daerah di Nusantara memiliki menu khas yang tidak hanya disukai masyarakat lokal, tetapi juga penikmat kuliner mancanegara.
Salah satu pelopor menu-menu unik dan lezat di Kota Kupang, Waroenk Resto and Cafe sejak berdiri pada 8 Juli 2017 lalu, sudah rutin meluncurkan masakan yang menggiurkan.
Sebut saja Rawon Tulang yang saat ini menempati rating terbaik makanan yang paling disukai pelanggan setelah Nasi Iga Goreng Sambal Bawang.
“Rawon Tulang termasuk salah satu makanan yang paling disukai pelanggan karena memiliki cita rasa yang khas. Bukan sekadar rawon biasa, tetapi aroma wangi Rawon Tulang sangat menonjol sehingga menjadi salah satu favorit pelanggan,” jelas owner Waroenk, Steven Marloanto saat ditemui Selasa (20/9/2017).
Aroma wangi yang dimaksud pria kelahiran Makassar ini tidak lepas dari penggunaan rempah-rempah racikan koki Waroenk. Selain itu, daging iga untuk bahan isi juga sangat empuk sebab dipilih dari daging pilihan.
“Rawon Tulang yang kami tawarkan porsinya cukup besar, apalagi sudah sepaket nasi, telur asin, dan kerupuk. Menu berkuah sedap ini memang pas dinikmati panas-panas,” imbuh Steven.
Untuk harga, Rawon Tulang dibanderol cukup terjangkau Rp 45 ribu per porsi.
Sekadar diketahui, sejatinya rawon adalah masakan Indonesia berupa sup daging berkuah hitam sebagai campuran bumbu khas yang mengandung kluwek. Meskipun dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur, rawon dikenal pula masyarakat Jawa Tengah sebelah timur atau tepatnya di daerah Surakarta.
Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati.
Semua bahan ini dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek. Di luar negeri, rawon disebut sebagai black soup.