22 April 2017

Wali Kota Danny tantang sineas Makassar unjuk bakat di F8

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto saat menghadiri Pekan Film Makassar 3 di Hotel Gammara, Jumat 21 April 2017. britaloka/Ist
britaloka, MAKASSAR - Industri perfilman di Makassar semakin menggairahkan saja. Terlebih setelah salah satu film lokal Makassar mampu menyabet penghargaan ajang film bergengsi.
Adalah film Uang Panai yang belum lama ini berhasil meraih penghargaan di Indonesian Box Movie Awards (IBOMA) sebagai film terlaris.
Hal itu tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi Kota Makassar. Apresiasi pun tak ketinggalan diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Hal itu pula yang membuat Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto ingin menantang para sineas Makassar lainnya.
Di ajang Eight Festival and Forum (F8) yang digagas Danny, sapaan akrab Ramdhan, para sineas Makassar ditantang untuk turut unjuk bakat dan nyali di hadapan 100 delegasi dari seluruh penjuru dunia.
Diketahui, F8 merupakan event internasional yang telah menjadi event tahunan dan pertama kali digelar pada 2016 lalu. Rencananya, tahun ini akan kembali digelar pada September mendatang.
"Nantinya di F8 kita akan mengundang 100 kota top di dunia. Saya harap film makassar uji nyali dan uji bakat di F8 ," kata Danny di acara malam penganugerahan film terbaik pada pekan Film Makassar ketiga di Hotel Gammara, Jumat 21 April 2017.
F8 sendiri akan menghadirkan sejumlah item acara yang menarik di antaranya festival film, fashion, fussion jazz, folks, fiction writer, flower, dan food.
Danny mengatakan dunia perfilman makassar kian hari semakin berkualitas. Mulai dari garapan hingga artis-artisnya begitu bertalenta.
Salah satu yang menjadikan hal tersebut menarik karena bahasa dan ide cerita yang diangkat masih dalam gaya Makassar secara orisinil.
"Ciri Makassarnya harus kita utamakan karena itu nilai jualnya," tambahnya.
Dengan begitu, Danny mengaku sudah semakin percaya diri mengklaim Makassar sebagai pusat perfilman di Indonesia timur.
Memurutnya, kebangkitan Film Makassar begitu fenomenal serta bisa mengulang sejarah masa lalu. Dulu kata Danny, film produksi Makassar banyak yang melegenda dan masih diingat hingga hari ini, seperti Sumur Tujuh, Sanrego, Cinta di Pantai Losari, dan berbagai film lainnya yang merajai perfilman nasional di zamannya.
Melihat kualitas film dan talenta yang dimiliki sineas muda Makassar itu, Danny pun mengaku siap jika kota yang dipimpinnya ini ke depan akan menjadi tuan rumah Festival Film Indonesia (FFI).
Apalagi, kata Danny, hari ini film sudah menjadi media diplomasi antar negara sekaligus sebagai city branding. Oleh karena itu, menurutnya semakin banyak film-film lokal yang digali akan semakin banyak kekayaan budaya Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja yang luar biasa ditemukan.
"Karenanya, saya sangat mengapresiasi sineas Kota Makassar dan menyampaikan pujian. Memang Sudah pantas dipuji. Saya lihat talenta anak-anak kita luar biasa," papar Danny.