05 March 2017

Tommy Page meninggal dunia, diduga bunuh diri

Tommy Page, penyanyi pop yang melejit namanya setelah menyanyikan lagu A Shoulder to Cry On  meninggal dunia pada Jumat (3/3/3027 dalam usia 46 tahun. Diduga, ia mati bunuh diri. / Ist
britaloka.com - Masih ingat penyanyi pop legendaris Whitney Houston? Jika ingat maka Anda pasti ingat juga kisah tragis hidupnya yang diduga meninggal lantaran bunuh diri.
Kisah miris serupa juga terjadi terhadap Tommy Page. Penyanyi pop yang melejit namanya setelah menyanyikan lagu A Shoulder to Cry On ini, meninggal dunia pada Jumat (3/3/3027) dalam usia 46 tahun.
Kendati penyebab meninggalnya belum diketahui, beberapa sahabat mendiang menyebut ia memang meninggal lantaran bunuh diri.
Extra TV melansir, sebuah akun Facebook menyebut Tommy Page sudah lama depresi. Namun, postingan terkait kondisi psikis tersebut sudah dihapus.
Tommy Page mengawali kariernya di bidang musik di Sire Records. Ia selanjutnya bekerja di sebuah kelab malam di New York sebagai pemeriksa mantel.
Saat bekerja, ia menyerahkan demo lagunya ke Seymor Stein, bos Sire Records. Pada April 1990, lagunya I'll Be Your Everything menduduki puncak tangga lagu Billboard Hot 100.
Lagu itu ditulis Tommy Page sendiri, dibantu dua personel New Kids On The Block (NKOTB) Jordan Knight dan Danny Wood.
Sepanjang kariernya, Tommy Page sudah merilis delapan album. Ia juga terus tur musik ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Tomy Page kemudian kembali kuliah di Stern School of Business untuk mengejar karier sebagai eksekutif musik.
"Sepanjang hidup, saya memimpikan punya lagu yang menduduki peringkat satu tangga lagu. Saya ingin memuncaki Billboard," beber Tommy Page pada 2011 lalu.
Ia kemudian bergabung dengan Warner Bros/Reprise Records. Selama di Warner, ia membantu membentuk karier musik Michael Buble, Alanis Morissette, Josh Groban, dan Green Day.
Sejak itu, Tommy Page lebih banyak berkarier di eksekutif musik, meskipun masih tampil di beberapa negara Asia.
Extra TV juga melansir, dalam beberapa tahun terakhir ia kerap menggelar konser di Filipina. Pasalnya, di negara itu ia masih sangat populer. Tommy Page meninggalkan pasangan hidupnya, Charlie, dan tiga anak mereka.