23 December 2017

Kian Digemari, Waroenk Resto and Cafe Jadi Destinasi Kuliner Favorit di Kupang

Siswa SMU Giovani Kupang saat foto bersama di Waroenk Resto and Cafe beberapa waktu lalu. Saat ini, Waroenk menjadi destinasi kuliner favorit warga Kupang. / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG -  Tidak ada yang dapat memungkiri jika makanan merupakan hal utama dalam kehidupan umat manusia. Semua manusia di dunia membutuhkan makanan guna menyambung hidup.
Makanya, tidaklah mengherankan jika usaha kuliner menjadi bisnis menggiurkan yang masif dijalankan banyak pengusaha. Akan tetapi, bila tidak ditunjang kualitas dalam arti mutu dan higienitas makanan itu sendiri, maka usaha terkait kebutuhan pokok itu tidak akan ada gunanya.
Salah satu resto dan cafe representatif di Kota Kupang, Waroenk tidak menafikan hal tersebut. Hal itu dapat dilihat dari raihan yang selama ini diperoleh. Sebut saja Sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sudah terdaftar pada Dinas Kesehatan Kota Kupang.
Sukses itu tentu saja diraih tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak usaha dan upaya yang dilakukan manajemen Waroenk agar dapat menjadi destinasi kuliner favorit.
Usaha dan upaya yang dimaksud, ulas Steven, di antaranya tetap menjaga cita rasa makanan, peluncuran menu-menu lezat dan unik, serta menjaga kualitas kebersihan baik makanan maupun tempat sehingga nyaman bagi pelanggan.
“Kami baru membuka Waroenk pada 8 Juli 2017 lalu, belum genap enam bulan tetapi animo masyarakat, khususnya penikmat kuliner terhadap Waroenk sangat apresiatif,” papar owner Waroenk, Steven Marloanto saat dihubungi di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu 23 Desember 2017.
Apa yang dikatakan Steven memang bukan tanpa alasan. Ini dapat dilihat dari membeludaknya pelanggan yang makan dan minum di Waroenk, khususnya jelang momen Natal dan Tahun Baru.
“Setiap hari, pelanggan antre untuk bersantap siang dan malam di Waroenk. Tentu ini tidak lepas dari komitmen kami untuk terus berinovasi meluncurkan menu-menu baru dan unik. Hingga kini, minimal setiap bulan ada beberapa varian makanan maupun minuman segar baru yang kami luncurkan,” imbuhnya.
Dijelaskan, khusus besok Minggu 23 Desember 2017, pihaknya akan membuka Waroenk lebih cepat dari biasaya, yaitu pukul 08.00 Wita, tetapi akan tutup pukul 15.00 Wita.
“Pada Senin 25 Desember 2017, tepat perayaan Natal, kami tutup sehari penuh, tetapi akan buka normal seperti biasanya pada pukul 10.00 Wita hingga tutup 24.00 Wita,” jelas Steven.
Ditambahkan, demikian pula jelang “tutup tahun” 2017, Minggu 31 Desember 2017, pihaknya akan membuka Waroenk lebih cepat, yaitu pukul 08.00 Wita tetapi tutup lebih awal dari biasanya, 15.00 Wita.
“Kami juga tutup sehari full pada Senin 1 Januari 2018, dan buka normal seperti biasanya pada Selasa 2 Januari 2018,” imbuh Steven.
Pria kelahiran Makassar ini berharap, momentum Natal dan Tahun Baru pihaknya dapat lebih baik lagi.
“Tentu kami tidak akan cepat berpuas diri atas kesuksesan yang kami raih selama ini. Seperti komitmen awal, kami tetap akan berinovasi meluncurkan menu-menu terbaik dan menjaga kehalalan produk yang kami jual,” tutup Steven.

Akomodir Kebutuhan Kue Natal, Royal Bakery Tetap Buka 25 Desember

Sales Royal Bakery Sheny Kesse tengah memamerkan kue-kue kering (homemade cookies) produksi Royal Bakery di salah satu tenant Royal Bakery di Waroenk Resto, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu (23/12/2017). / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG – Hari Raya Natal yang jatuh 25 Desember sudah tinggal menghitung hari. Sekitar dua hari lagi umat Kristiani seluruh dunia bakal merayakannya dengan khidmat. Tidak hanya itu, Tahun Baru 2018 pun juga tinggal menghitung hari, dan bakal dirayakan secara meriah.
Salah satu kegiatan yang sudah menjadi “budaya” setiap jelang Natal dan Tahun Baru adalah berkumpul bersama keluarga. Akan tetapi, rasanya memang tidak lengkap tanpa ditemani kue-kue kering (homemade cookies) untuk menjamu para kerabat, kolega, maupun tamu lainnya.
Untuk mengakomodir kebutuhan kue-kue Natal, salah satu toko kue dan roti representatif di Kota Kupang, Royal Bakery sudah jauh-jauh hari menyediakan berbagai varian kue kering berkualitas.
Dalam lansirannya, Sabtu 23 Desember 2017, Manajemen Royal Bakery menjelaskan pihaknya tetap akan buka pada 25 Desember.
“Kami tetap akan buka seperti biasa pada saat Natal untuk mengakomodir kebutuhan kue-kue kering warga Kota Kupang. Kami sadari, kesibukan yang luar biasa jelang Natal kadang-kadang membuat beberapa warga lupa menyediakan penganan seperti kue kering hingga hari ‘H’. Inilah sebabnya kami tetap buka agar warga tetap dapat membeli kue kering maupun penganan lainnya seperti roti, puding, daily fresh cake, dan kue lainnya,” papar Manajemen Royal Bakery.
Dijelaskan, besok Minggu 24 Desember 2017 dan Senin 25 Desember 2017, Royal Bakery tetap beroperasi normal seperti hari biasa, yaitu buka pukul 06.00 Wita dan tutup 22.00 Wita.
Manajemen Royal Bakery juga mengklaim kue-kue kering pihaknya merupakan homemade cookies yang khas. Ini berbeda dibandingkan kue-kue pabrikan yang diproduksi massal.
“Homemade cookies berbeda dibandingkan produk pabrikan. Pasalnya, homemade cookies lebih variatif dengan bahan yang lebih kaya dan padat seperti penggunaan mentega, keju, tepung, susu, cokelat, topping-toppingan, serta bahan-bahan berkualitas dan higienis lainnya,” imbuh Manajemen Royal Bakery yang berlokasi di empat tempat, Jalan Bundaran PU No 10 Tuak Daun Merah 3, Lippo Plaza Lantai 1 (depan Hypermart), Jalan Soeharto Oepura, dan Waroenk Resto and Cafe Jalan WJ Lalamentik Oebufu Kupang.

12 December 2017

Legitnya Kue Natal dan Tahun Baru Royal Bakery, Khas Homemade Cookies

Sales Royal Bakery tengah memamerkan kue-kue kering (homemade cookies) produksi Royal Bakery di salah satu tenant Royal Bakery di Waroenk Resto, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin (11/12/2017). / Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Momentum perayaan Natal dan tahun baru segera tiba, terhitung sekitar dua pekan lagi. Di berbagai sudut kota, khususnya kota-kota besar seperti Kupang yang mayoritas dihuni warga Kristiani, suasana Natal tampak lebih semarak.
Berbagai ornamen terkait Natal dan tahun baru terlihat di mana-mana. Jika menyusuri pusat perbelanjaan seperti mal atau plaza, nuansa tersebut sangat terasa.
Namun, tidak hanya mal tetapi rumah-rumah warga Kristiani sudah masif berhias aksesori Natal, sebut saja Pohon Natal dan berbagai pernak-pernik lainnya.
Tentu, perayaan yang dirayakan setiap 25 Desember ini tidak lengkap tanpa penganan dan kue-kue kering (cookies) yang lazim menemani warga yang merayakan Natal.
Salah satu toko roti dan kue representatif di Kupang, Royal Bakery tidak ketinggalan menyediakan kue-kue kering, tart cake, dan berbagai jenis kue lezat lainnya.
“Setiap jelang Natal, Royal Bakery memang menyediakan aneka kue kering untuk mengakomodir kebutuhan camilan warga yang merayakan Natal dan tahun baru,” jelas Manajemen Royal Bakery dalam rilisnya, Senin (11/12/2017).
Dijelaskan, kue-kue Royal Bakery merupakan homemade cookies yang khas. Ini berbeda dibandingkan kue-kue pabrikan yang diproduksi massal.
“Homemade cookies berbeda dibandingkan produk pabrikan. Pasalnya, homemade cookies lebih variatif dengan bahan yang lebih kaya dan padat seperti penggunaan mentega, keju, tepung, susu, cokelat, topping-toppingan, serta bahan-bahan berkualitas dan higienis lainnya,” imbuh Manajemen Royal Bakery yang berlokasi di empat tempat, Jalan Bundaran PU No 10 Tuak Daun Merah 3, Lippo Plaza Lantai 1 (depan Hypermart), Jalan Soeharto Oepura, dan Waroenk Resto and Cafe Jalan WJ Lalamentik Oebufu Kupang.
Apalagi, kue-kue homemade cookies pihaknya tanpa menggunakan bahan pengawet serta lebih inovatif dengan kreasi dan ‘model-model’ yang unik.
Lebih lanjut, Manajemen Royal Bakery mengatakan, untuk kue kering, pihaknya saat ini sudah meluncurkan 13 varian, di antaranya Brownies Cookies yang dibanderol Rp 35 ribu, Chocolate Filling Cookies Rp 45 ribu, Lidah Kucing Coklat Rp 35 ribu, Putri Salju Rp 37.500, Lidah Kucing Keju Rp 35 ribu, Sagu Keju Rp 35 ribu, Kukis Kacang Rp 30 ribu, Sagu Keju Choco Chip Rp 35 ribu, Nastar Keju Rp 55 ribu, Kue Kipas Rp 42.500, Selai Matahari Rp 55 ribu, Kastengel Rp 47.500, dan Kue Kapas Rp 55 ribu.
Adapun untuk fresh daily cake (puding dan bolu) yang sudah diluncurkan dalam 38 varian, di antaranya Pie Susu Rp 6 ribu, Pie Susu Coklat Rp 6.500, Fruit Egg Tart Rp 9 ribu, Fruit Pie Sedang Rp 4.500, Fruit Pie (18 cm) Rp 100 ribu, Bavareal Puding (26 cm) Rp 140 ribu, Blueberry Puding Cake (26x26 cm) Rp160 ribu, Peach Puding Cake (22 cm) Rp 150 ribu, Puding Cake Polkadot (20x20 cm) Rp 140 ribu, dan Puding Coklat Mocca (18 cm) Rp 117.500.
“Selanjutnya, ada Puding Gula (22 cm), Rp 70 ribu, Puding Regal (22 cm) Rp 135 ribu, Puding Rainbow Mini (10 cm) Rp 50 ribu, Puding Jagung (22x22 cm) Rp 75 ribu, Puding Karamel Lapis Kelapa (18x18 cm) Rp 105 ribu, Puding Lumut (22 cm) Rp 65 ribu, Puding Zebra (22 cm) Rp 87.500, Puding Semangka (28 cm) Rp 40 ribu, Puding Roll Cake (28 cm) Rp 115 ribu, dan Puding Leci (28 cm) Rp 95 ribu,” papar Manajemen Royal Bakery.
Sementara itu, ada Tart Jakarta (22 cm) Rp 70 ribu, Peach Puding Tart Utuh (22 cm) Rp 70 ribu, Caramelo Puding Cup Rp 12 ribu, Coconut Puding Cup Rp 18 ribu, Fruit Dessert Puding Cup Rp 10 ribu, Mandarin Chia Orange Puding cup Rp 15 ribu, Wonderland Chia Puding Cup Rp 15 ribu, Mango Puding Cup Rp 12.500, Nata De Coco Puding Cup Rp 12 ribu, dan Peach Puding Cup Rp 10 ribu.
“Tidak ketinggalan, ada Puding Black Forest Cup Rp 14 ribu, Silky Dessert Cup Rp 10 ribu, Puding Lumut Cup Rp 3.500, Puding Lumut Coklat Cup Rp 8 ribu, Puding Fanta Cup Rp 9.500, Puding Coklat Cup + Vla Rp 6 ribu, Puding Lapis Coklat + Vla Rp 8 ribu, dan Strawberry Silky Puding Cup Rp 12 ribu,” jelas Manajemen Royal Bakery.
Ditambahkan, hingga saat ini animo terhadap kue dan roti Royal Bakery sangat bagus. Tidak kurang, berbagai instansi dan personal di Kupang sudah menjadi pelanggan loyal.
“Semua itu tidak lepas dari kualitas bahan-bahan mumpuni yang kami gunakan. Begitu pula dalam hal produksi yang menggunakan alat-alat mutakhir sehingga menghasilkan produk yang bagus pula,” ujar Manajemen Royal Bakery.
Dikatakan, bagi pelanggan yang ingin membeli kue-kue tersebut, bisa menghubungi telepon (0380) 8800002, HP/WA 081237636889, dan BB: D28647F0.

01 December 2017

Lezatnya Empal Sambal Bawang, warnai menu baru Desember di Waroenk Resto and Cafe


Sesuai komitmen untuk selalu menghadirkan menu baru, mengawali Desember 2017, manajemen Waroenk Resto and Cafe kembali meluncurkan Empal Sambal Bawang.
britaloka, KUPANG - Kelezatan menu Nusantara memang tidak dapat dinafikan. Artinya, makanan tradisional dari negeri sendiri tidak pernah surut pada selera lidah orang Indonesia. Bahkan, menu-menu Nusantara yang “eksotis” juga sudah “go international” dan digemari penikmat kuliner luar negeri, baik Eropa, Asia, maupun ekspatriat yang bermukim di Indonesia.
Banyak menu nasional yang sudah menjadi “foodmark” dan dikenal sebagai khazanah bangsa, sebut saja Gado-gado, Soto Ayam Surabaya, Nasi Iga Goreng Sambal Bawang, dan lain-lain. Beberapa makanan khas daerah di Indonesia juga sudah dikreasikan secara inovatif, sebut saja menu lokal Kupang yang sangat populer, Se’i.
Inovatif yang dimaksud adalah cara penyajian yang terbilang unik, yaitu ditempatkan dalam Korean Rice Bowl seperti yang ditawarkan salah satu resto dan kafe representatif di Kota Kupang, Waroenk.
Memang, sebelumnya manajemen Waroenk, seperti yang diungkapkan Steven Marloanto selaku owner, Jumat (1/12/2017) pagi, pihaknya hadir mewarnai dunia kuliner di Kota Kupang dengan menu-menu unik dan lezat.
“Kami sudah mengangkat menu khas Kupang, Se’i menjadi menu unik yang kami namakan Spicy Beef Se’i. Selain penyajian ala Korean Rice Bowl, cita rasa makanan berbahan daging sapi ini juga mumpuni. Jadi, boleh dibilang Waroenk selalu menciptakan menu-menu unik dan lezat yang sebelumnya jarang diangkat pelaku kuliner di Kota Kupang,” paparnya di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang.
Steven menambahkan, sesuai komitmen pihaknya untuk selalu menghadirkan menu baru, mengawali Desember 2017 pihaknya kembali meluncurkan Empal Sambal Bawang.
“Empal Sambal Bawang adalah menu yang kami andalkan untuk menjadi makanan favorit selain yang sudah disukai pelanggan seperti Nasi Iga Goreng Sambal Bawang. Seperti yang kita ketahui, menu Nusantara masih menjadi makanan pilihan masyarakat Indonesia. Untuk mengakomodir hal tersebut, kami coba kreasikan makanan berbahan daging sapi menjadi menu spesial yang tidak kalah dibandingkan Nasi Iga Goreng Sambal Bawang,” jelas pria kelahiran Makassar ini.
Steven menguraikan, Empal Sambal Bawang terasa istimewa lantaran pihaknya memadukan berbagai bahan yang memperkaya kelezatan menu baru tersebut.
“Selain daging sapi pilihan sebagai bahan utama menu ini, kami memadukannya bersama bumbu rempah istimewa, udang crispy, serundeng kelapa, dan sambal bawang spesial. Yang pasti, kami optimistis menu ini jadi favorit pelanggan kami,” imbuhnya.
Empal Sambal Bawang, sebut Steven, dibanderol cukup terjangkau hanya Rp 40 ribu. Untuk melengkapi menu baru Desember 2017, pihaknya juga meluncurkan varian minuman segar Frozen Drink dalam delapan varian rasa pilihan.
“Kami juga sekaligus meluncurkan Frozen Drinks dalam delapan varian rasa yang tidak kalah segarnya dibandingkan minuman yang sudah ada sebelumnya, seperti Milo Dino, Chocolate Cookies, Es Podeng, Es Teler, Es Kopyor, dan lain-lain," terangnya.
Adapun kedelapan varian rasa tu antara lain Berry Beatz, Smashed, Secret Garden, Zenergi, Islander, Winter Pop, Electric Blue, dan Paradise Grape. Semuanya dibanderol terjangkau Rp 22.500.
Sekadar diketahui, sejatinya Empal Sambal Bawang adalah kreasi menu dari Nasi Empal yang merupakan makanan khas Indonesia. Bahan utama makanan ini adalah daging empal. Ini adalah daging sapi yang dimasak dalam bumbu sehingga kering dan gurih.
Daging ini biasanya disajikan dengan nasi hangat serta sambal. Sejatinya pula, Nasi Empal juga banyak dijual dalam bungkus daun pisang, yang memberi hidangan tersebut aroma tersendiri.
Kata Empal berasal dari bahasa Jawa nomina (kata benda), terutama daging sapi yang dipotong agak pipih dan digoreng setelah direbus dan dibumbui.

07 October 2017

Baru diluncurkan, Nasi Goreng Yang Chow Waroenk Kupang laris diburu pelanggan

Nasi Goreng Yang Chow dibanderol Rp 40 ribu, cukup terjangkau dengan menu berkualitas “bintang lima”.
britaloka.com, KUPANG - Baru diluncurkan, Jumat (6/10/2017) pagi, menu terbaru Waroenk Resto and Cafe, Nasi Goreng Yang Chow  laris manis diburu penikmat kuliner di Kupang.
Tidak tanggung-tanggung, rating makanan populer yang berasal dari Asia ini langsung bercokol pada tempat teratas dalam daftar permintaan pelanggan.
Hal tersebut diungkapkan owner Waroenk, Steven Marloanto saat dihubungi di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Jumat (6/10/2017) malam.
Dijelaskan, Nasi Goreng Yang Chow adalah jajaran menu baru yang diluncurkan bersamaan Nasi Goreng Ikan Asin yang dibanderol Rp 40 ribu, Shrimp Mayo Rp 35 ribu, Korean Shrimp Rice Rp 35 ribu, dan Sweet and Sticky Grilled Chicken (Ayam Panggang Merah) Rp 35 ribu.
Sementara, untuk jajaran minuman yang juga diluncurkan pihaknya adalah Es Podeng 20 ribu, Es Teler Rp 27.500, dan Hot Chocolate Rp 20 ribu.
“Nasi Goreng Yang Chow digemari karena menu ini sudah sangat populer di Asia. Berasal dari Tiongkok, nasi goreng ini kemudian juga populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” papar Steven.
Salah satu penyebab digemarinya nasi goreng tersebut tidak lepas dari bahan-bahan isi, seperti daging ayam panggang.
Untuk diketahui, sebut Steven, potongan-potongan kecil ayam panggang yang diracik dan digoreng bersama nasi merupakan ayam panggang pilihan dari Ayam Panggang Merah yang juga diproyeksi bakal menjadi menu favorit Waroenk.
“Tidak hanya berisi potongan-potongan kecil Ayam Panggang Merah, tetapi cita rasa sedap Nasi Goreng Yang Chow juga tidak lepas dari bahan-bahan isi lainnya seperti kekian, kacang polong, dan teluar mata sapi,” beber pria kelahiran Makassar ini
Nasi Goreng Yang Chow sendiri dibanderol Rp 40 ribu, cukup terjangkau dengan menu berkualitas “bintang lima”.
“Kami optimistis Nasi Goreng Yang Chow bisa mengikuti menu serupa kami sebelumnya, yaitu Nasi Goreng Kebuli yang hingga saat ini menjadi favorit pelanggan Waroenk,” imbuh Steven.
Dari pantauan, hingga malam pelanggan masih terus membanjiri Waroenk, dan masif memesan Nasi Goreng Yang Chow.
Sekadar diketahui, nasi goreng sejatinya adalah sebuah hidangan nasi yang telah digoreng dalam sebuah wajan atau penggorengan. Biasanya, dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti telur, sayur-sayuran, makanan laut, atau daging. Makanan ini seringkali disantap sendiri atau disertai hidangan lainnya.
Nasi goreng adalah komponen populer dari masakan Asia Timur, Tenggara, dan Selatan pada wilayah tertentu. Sebagai hidangan buatan rumah, nasi goreng biasanya dibuat dengan bahan-bahan yang tersisa dari hidangan lainnya, yang berujung pada ragam yang tak terbatas. Menjadi penopang ekonomi, hal yang sama juga terjadi pada mi goreng atau Pyttipanna.
Beberapa ragam populer dari nasi goreng memiliki daftar bahan spesifik sendiri. Di Tiongkok, ragam paling terkenal meliputi nasi goreng Yangzhou (Yang Chow) dan nasi goreng Hokkien.
Sementara, Chahan Jepang dianggap sebuah hidangan Tionghoa Jepang, yang berasal dari hidangan nasi goreng Tionghoa. Adapun Bokkeum-bap dari Korea umumnya tak dianggap demikian, meskipun terdapat ragam Tionghoa Korea dari bokkeum-bap.
Di Asia Tenggara, nasi goreng ala Indonesia, Malaysia, dan Singapura yang berkonstruksi serupa dengan di Asia Timur, khususnya nasi goreng asal Tiongkok.
Di Barat, kebanyakan restoran untuk pelanggan vegetarian atau Muslim membuat ragam mereka sendiri dari nasi goreng, termasuk nasi goreng telur.
Nasi goreng juga muncul pada menu-menu restoran Amerika yang menawarkan masakan dengan tanpa tradisi asli dari hidangan tersebut. Selain itu, terdapat ragam nasi goreng di negara-negara selatan Amerika Serikat. Beberapa ragam tersebut meliputi Chaulafan asal Ekuador, Arroz Chaufa asal Peru, Arroz Frito asal Kuba, dan Arroz Mamposteao asal Puerto Rico.
Nasi goreng sejatinya juga adalah makanan jalanan populer Asia. Di beberapa negara Asia, restoran-restoran kecil, gerai-gerai pinggir jalan dan pedagang keliling khusus menyajikan nasi goreng.
Di kota-kota Indonesia, pedagang umum nasi goreng biasa ditemukan berpindah-pindah dengan gerobak makanan mereka dan berhenti di jalanan sibuk atau kawasan tempat tinggal.
Beberapa gerai makanan Asia Tenggara menawarkan nasi goreng dengan pilihan rasa dan hidangan sampingan.

05 October 2017

Ada menu Korean Shrimp Rice di Waroenk Resto and Cafe, yuk cicipin

Korean Shrimp Rice sendiri terdiri dari udang crispy berpadu saos Korea disajikan bersama nasi putih hangat. Menu tersebut merupakan tipikal menu Korea lainnya yang khas disajikan dalam mangkuk./Istimewa
britaloka.com, KUPANG - Kesuksesan sebuah usaha resto maupun kafe, dapat dilihat dari tingginya animo masyarakat pecinta kuliner terhadap menu-menu yang dihadirkan. Tentu, cita rasa tidak dapat dinafikan dalam hal ini.
Selain itu, konsistensi peluncuran menu baru juga tak dapat diabaikan. Makanan maupun minuman unik yang diracik secara kreatif tim produksi dapur, tentu menjadi jaminan kualitas.
Mengawali Oktober 2017, Waroenk Resto and Cafe kembali meluncurkan berbagai menu baru. Tidak kurang, ada lima varian makanan unik dan lezat, serta tiga minuman segar pelepas dahaga.
Hal tersebut dijelaskan owner Waroenk, Steven Marloanto saat ditemui di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Kamis (5/10/2017).
“Seperti komitmen kami untuk selalu menghadirkan makanan unik dan lezat, di awal Oktober 2017 ini Waroenk kembali tampil fresh dengan menu baru. Tidak tanggung-tanggung, ada lima jenis makanan dan tiga minuman,” paparnya.
Dijelaskan, menu tersebut di antaranya Nasi Goreng Ikan Asin yang dibanderol Rp 40 ribu, Nasi Goreng Yang Chow Rp 40 ribu, Shrimp Mayo Rp 35 ribu, Korean Shrimp Rice Rp 35 ribu, dan Sweet and Sticky Grilled Chicken Rp 35 ribu.
Sementara, untuk jajaran minuman ada Es Podeng 20 ribu, Es Teler Rp 27.500, dan Hot Chocolate Rp 20 ribu.
Peluncuran menu baru itu, sebut Steven, juga sesuai tagline Waroenk, Warung Enak yang diklaim pihaknya sebagai pelopor menu unik dan lezat.
Lebih detail, ia menjelaskan jika dalam jajaran menu baru pihaknya kembali menawarkan makanan berkelas ala Korea seperti Korean Shrimp Rice.
“Kami optimistis Korean Shrimp Rice yang masih masuk dalam jenis Korean Rice Bowl ini bakal digemari pelanggan Waroenk. Ini berdasarkan pengalaman peluncuran menu Korea kami sebelumnya seperti Korean Chicken Pop, Beef Bulgogi, dan Sticky Wings,” imbuh Steven.
Terkait target penjualan menu baru pihaknya, ia mengatakan berharap dapat menjual sebanyak-banyaknya.
Sekadar diketahui, Korean Shrimp Rice sendiri terdiri dari udang crispy berpadu saos Korea disajikan bersama nasi putih hangat. Menu tersebut merupakan tipikal menu Korea lainnya yang khas disajikan dalam mangkuk.
Satu dasawarsa ini, tren terkait Korea Selatan atau lebih dikenal sebagai “Korea” saja, sangat digemari warga dunia. Berbagai kompartemen hiburan seperti film, musik, dan fashion menjadi kiblat para kaum urban, tidak terkecuali kuliner seperti Korean Rice Bowl yang sudah mendunia.

28 September 2017

Ini alasan menu Finding Dory diburu pelanggan Waroenk Resto and Cafe

Ikan dory yang memiliki nama lengkap John Dory terkenal akan dagingnya yang berserat halus dan lembut. Ikan ini berasal dari perairan laut dingin di kawasan Australia. / Istimewa
britaloka.com, KUPANG - Sebagai negara maritim, Indonesia dianugerahi berbagai hasil laut, salah satunya tentu ikan yang masif dikonsumsi masyarakat bahkan menjadi komoditas ekspor ke mancanegara.
Secara umum, ikan sudah tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di Nusantara. Ikan bahkan menempati posisi penting sebagai bahan konsumsi yang bergizi.
Sebagai salah satu resto dan kafe pelopor menu unik dan lezat, Waroenk tidak ketinggalan mengangkat menu berbahan ikan sebagai salah satu makanan andalan. Tentu, dengan kreativitas racikan yang sedap.
Hal tersebut diungkapkan owner Waroenk Resto and Cafe, Steven Marloanto saat disambangi di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Kamis (28/9/2017).
“Seperti yang kita ketahui, ikan menjadi bahan makanan yang paling banyak dikonsumsi selain ayam. Untuk itu, kami menyajikan ikan menjadi menu lezat yang dapat dikatakan sangat berbeda dibandingkan penyajian di resto maupun warung lainnya,” paparnya.
Terkait bahan ikan untuk jenis menunya, Steven menyebut ada beberapa jenis ikan seperti tuna dan dory.
“Menu berbahan ikan kami semuanya disukai pelanggan, tetapi yang paling banyak diburu pelanggan adalah dory. Menu dory kami namakan Finding Dory,” imbuhnya.
Steven menambahkan, Finding Dory disukai penikmat kuliner di Kota Kupang karena selain lezat dan bergizi, penyajian ikan ini terbilang unik. Unik yang dimaksudnya lantaran dory disajikan secara fillet lalu digoreng dengan tepung dan bumbu-bumbu khusus sehingga terasa gurih.
“Apalagi, dory kami taruh dalam Korean Rice Bowl, sehingga boleh dibilang menjadi tren penyajian terkini di Kota Kupang,” bebernya.
Terkait penamaan Finding Dory yang mengingatkan terhadap judul film animasi populer Hollywood, ia mengatakan hal itu sudah menjadi tipikal Waroenk. Artinya, keunikan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pihaknya, tidak terkecuali soal penamaan sebuah makanan.
“Beberapa nama makanan kami juga terbilang unik, seperti Nasi Ayam Goreng Jomblo,” imbuh Steven.
Soal harga Finding Dory, ia mengatakan cukup terjangkau sebab hanya dibanderol Rp 35 ribu.
Sekadar diketahui, ikan dory yang memiliki nama lengkap John Dory ini terkenal akan dagingnya yang berserat halus dan lembut. Ikan ini berasal dari perairan laut dingin di kawasan Australia.
Dory bentuknya pipih, kulitnya cokelat dengan mata lebar dan titik hitam di sisi badannya sehingga sekilas mirip ikan kuwe. Kepopuleran dory lantaran dagingnya yang putih, bersih, sangat halus, dan gurih dimakan.
Daging dory tergolong mahal, sehingga lebih sering dijual dalam bentuk fillet. Ikan ini juga enak digoreng, dikukus, atau diberi bumbu yang sedikit kuat. Biasanya, mudah diperoleh di pasar swalayan besar.

27 September 2017

Ini kelezatan menu lokal Se’i yang dikemas dalam Korean Rice Bowl

Selain Spicy Beef Se’i yang dibanderol Rp 35 ribu, Waroenk juga menyediakan beberapa menu lokal yang dikemas dalam Korean Rice Bowl, di antaranya menu Katsu Rice Sambal Matah dan Katsu DonBuri (Japanese Food), Finding Dory, dan masih banyak menu Korean Rice Bowl lainnya./Istimewa
britaloka.com, KUPANG - Memang tidak ada yang dapat menyangkal kelezatan makanan Nusantara. Hal tersebut bahkan sudah diakui penikmat kuliner mancanegara.
Sebagai negara yang memiliki beragam budaya, berbagai kearifan lokal baik adat istiadat maupun budaya, tidak terkecuali kuliner menjadi khazanah tersendiri yang jarang dimiliki negara lain.
Terkait kuliner, berbagai daerah di Indonesia memiliki makanan khas. Sebut saja Coto Makassar di Sulawesi Selatan, Rendang di Sumatera Barat, Gulai Ikan Patin di Jambi, Pempek di Sumatera Selatan, Sate Bandeng di Banten, Kerak Telor di Jakarta, Nasi Gudeg di Yogyakarta, dan Se’i di Nusa Tenggara Timur.
Menyoal Se’i, hampir semua warga di Kota Kupang tidak ada yang tak mengenal makanan berbahan daging asap ini. Sehingga, Se’i di daerah berjuluk “Kota Sasando” ini bukan sekadar makanan, tetapi sudah menjadi “idiom”.
Sebagai salah satu resto dan kafe representatif yang menjadi pelopor menu unik dan lezat, Waroenk tentu saja tidak ketinggalan menawarkan menu Se’i.
“Kenapa kami angkat Se’i sapi sebagai salah satu menu andalan di Waroenk, tidak lain karena kami ingin mengakomodir penikmat kuliner lokal. Seperti yang kita ketahui, bicara kuliner di Kupang, tentu tidak dapat dipisahkan dari Se’i. Sehingga, kami mencoba meracik Se’i sapi menjadi menu inovatif yang kami namakan Spicy Beef Se’i,” terang owner Waroenk Resto and Cafe, Steven Marloanto saat ditemui di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Rabu (27/9/2017).
Adapun inovasi dalam menu pihaknya yang dimaksud pria kelahiran Makassar ini adalah kreativitas meracik Se’i dalam kemasan Korean Rice Bowl.
“Selama ini penikmat kuliner hanya menikmati Se’i secara konservatif. Artinya, Se’i hanya dimakan sebagai lauk pauk. Tetapi, di Waroenk menu ini kami racik dalam satu bowl (mangkuk) dengan paduan rempah-rempah pilihan, termasuk cabai sehingga rasa pedas (spicy) menjadi cita rasa tersendiri bagi pelanggan yang menikmatinya,” papar Steven.
Selain Spicy Beef Se’i yang dibanderol Rp 35 ribu, ia mengatakan Waroenk juga menyediakan beberapa menu lokal yang dikemas dalam Korean Rice Bowl, di antaranya menu Katsu Rice Sambal Matah dan Katsu DonBuri (Japanese Food), Finding Dory, dan masih banyak menu Korean Rice Bowl lainnya.
Sekadar diketahui, daging Se'i adalah daging asap yang khas berasal dari Nusa Tenggara Timur. Sejatinya, daging sapi dimasak menggunakan kayu bakar dengan jarak cukup jauh, sehingga bukan lidah api yang mematangkan daging, melainkan asap panas.
Di Nusa Tenggara Timur, saat ini juga terdapat Se'i dari daging daging ikan. Apabila baru diasap, daging ini bisa langsung dimakan dengan mengirisnya tipis. Akan tetapi, apabila daging ini telah disimpan beberapa hari, maka harus digoreng kembali, atau dimasak dalam tumisan bunga pepaya dan sayur-sayuran lainnya.

23 September 2017

Yuk, berburu spageti Italia di Waroenk Resto and Cafe

Spaghetti Tuna Aglio Olio
britaloka.com, KUPANG – Sebagai salah satu negara di Asia, dengan populasi penduduk terbanyak setelah Tiongkok dan India, Indonesia lazimnya negara-negara Asia lainnya memiliki masyarakat gemar makan nasi sebagai makanan pokok.
Akan tetapi, selain nasi masyarakat Asia lainnya juga gemar makan makanan berbahan mi atau kerap disebut mie. Mie bahkan menempati posisi kedua tertinggi dikonsumsi warga Asia, tidak terkecuali di Indonesia.
Namun, bagaimana dengan negara di Eropa misalnya? Jangan salah, meskipun kebanyakan warganya tidak menjadikan nasi sebagai makanan pokok, mie di beberapa negara Eropa juga digemari.
Di Italia, mie yang dikenal sebagai spageti atau spaghetti sangat digemari dan tidak kalah dengan penganan piza yang sudah populer di seluruh dunia.
Sebagai resto dan kafe pelopor menu unik dan lezat di Kota Kupang, Waroenk yang beralamat di Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, juga tidak mau ketinggalan menyajikan menu berbahan mie. Sebut saja varian Cwie Mie Ayam dan Bakmi Goreng Waroenk, serta tentu saja spaghetti.
“Menu spaghetti di Waroenk dapat dikatakan unik dan berbeda dibandingkan yang disajikan di kebanyakan tempat lain. Beda, karena kami memang meraciknya secara orisinal sehingga otentik spaghetti Italia,” jelas owner Waroenk, Steven Marloanto saat ditemui Sabtu (23/9/2017).
Ia menambahkan, otentikasi yang dimaksudnya tidak lain lantaran penggunaan bumbu-bumbu khas “Italiano” yang menambah kelezatan Italian Food pihaknya.
Adapun menu-menu spaghetti yang ditawarkan Waroenk, sebut Steven, di antaranya Spaghetti Bolognese yang dibanderol sangat terjangkau Rp 35 ribu, Tuna Aglio Olio Rp 30 ribu, Beef Alfredo 40 ribu, dan Pepe Nero Rp 35 ribu.
“Semua menu spaghetti kami disukai pelanggan, tetapi rating Tuna Aglio Olio boleh dibilang lebih baik sesuai daftar permintaan tamu yang mencicipinya,” kata Steven.
Sekadar diketahui, spaghetti adalah mie Italia yang berbentuk panjang seperti lidi, umumnya dimasak sekitar sembilan hingga 12 menit dalam air mendidih.
Makanan ini juga disebut “al dente” yang artinya tidak lengket di gigi, tidak terlalu mentah ataupun terlalu matang. Cara memakannya bervariasi tetapi yang sangat terkenal adalah spaghetti alla Bolognese, yaitu disajikan bersama saus daging cincang lalu ditaburi keju parmesan parut.
Hampir setiap orang mengira spaghetti adalah bakmi yang dibawa pulang Marco Polo dalam perjalanannya dari Tiongkok. Tetapi, setelah diselidiki banyak pihak, sejak zaman dulu bangsa Romawi yang menang dari medan perang selalu menyantap spaghetti. Sementara, Marco Polo kembali dari Tiongkok pada tahun 1292.
Spaghetti merupakan salah satu jenis pasta yang telah dikenal bangsa Italia sejak zaman manusia bercocok tanam sekitar 10 ribu tahun lalu. Makanan tersebut berasal dari tepung yang dihasilkan lalu diolah sedikit air dan telur, sehingga menjadi sebuah adonan yang disebut pasta.
Pasta ini lalu digiling tipis menjadi lembar per lembar, merupakan induk pasta yang dikenal sebagai Lasagna. Selanjutnya, baru berkembang jenis-jenis pasta lainnya seperti Fusili, Penne, Tagliatelle, dan lain-lain.

22 September 2017

Popularitas Sticky Wings di Waroenk Resto terangkat berkat tren film Korea

Sticky Wings menjadi menu Korea yang paling disukai pelanggan. Rating makanan ini sangat bagus, bahkan dalam minggu-minggu terakhir ini menempati peringkat teratas dalam seluruh penjualan menu di Waroenk, / Istimewa
britaloka.com, KUPANG - Korea Selatan (Korsel) atau lebih dikenal sebagai “Korea” saja tidak hanya maju dalam industri teknologi. Banyak hal yang menonjol dari negara berjuluk Negeri Gingseng ini menjadi tren dan digemari warga dunia.
Salah satunya dalam industri hiburan, tepatnya film dan musik. Kegemaran terhadap kompartemen ini memicu budaya pop baru, sebut saja fashion dan kuliner Korea.
Terkait kuliner, Korea sangat populer dengan Kimchi-nya. Selain itu, berbagai menu lain turut merajai popularitas menu dunia, di antaranya dan Sticky Wings dan Korean Chicken Pop.
Saat ditemui di Waroenk Resto and Cafe, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Kamis (21/9/2017), Steven Marloanto yang menakhodai pelopor tempat makan dan minum representatif di Kota Sasando ini membenarkan jika menu ala Korea yang dijual pihaknya sangat digemari pelanggan.
“Sticky Wings menjadi menu Korea yang paling disukai pelanggan. Rating makanan ini sangat bagus, bahkan dalam minggu-minggu terakhir ini menempati peringkat teratas dalam seluruh penjualan menu di Waroenk,” bebernya.
Adapun menu Korea lainnya, sebut Steven, adalah Korean Chicken Pop. “Menu-menu tadi, selain unik dan lezat juga populer karena didongkrak tren Korea. Seperti yang kita ketahui, hal-hal berbau Korea sangat digemari di Indonesia,” imbuhnya.
Hal-hal berbau Korea yang dimaksud Steven, tidak terlepas dari kegemaran masyarakat khususnya kawula muda terhadap tren Korea, terutama film dan musik.
“Tetapi, tentu saja bukan sekadar tren, sebab memang makanan Korea tadi enak dan lezat. Beberapa bumbu memang impor (dari Korea), sehingga boleh dibilang di Kota Kupang, kamilah yang pertama menyajikan menu-menu itu,” ujar pria kelahiran Makassar ini.
Steven menambahkan, harga yang dibanderol untuk Sticky Wings sangat terjangkau Rp 27.500. Sementara untuk kategori rice bowl seperti Korean Chicken Pop Rp 30, dan Beef Bulgogi Rp 35 ribu.
Sekadar diketahui, Hallyu atau Korean Wave yang dapat diartikan sebagai "demam Korea"  adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia sejak 1990-an.
Secara umum, Hallyu memicu banyak orang di negara tersebut untuk mempelajari bahasa Korea dan kebudayaan Korea.
Salah satu pelecut demam Korea tidak lain masifnya tayangan drama Korea. Media-media asing, terutama di Korea melansir drama Korea merupakan penyebab mulai merebaknya Hallyu di berbagai negara.
Warga Korea yang suka menonton drama dan film, serta mendengar musik berkontribusi terhdap maraknya perusahaan TV Korea mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi drama.
Tidak sedikit di antaranya yang mencetak sukses, diekspor ke luar negeri dengan royalti atau hak siar berbiaya besar. Adapun drama televisi yang memicu Hallyu antara lain Winter Sonata, Dae Jang Geum, Stairway to Heaven, Beautiful Days, dan Hotelier.

20 September 2017

Yuk, cicipi Rawon Tulang Waroenk Resto and Cafe yang menggiurkan

Rawon Tulang di Waroenk Resto and Cafe termasuk salah satu makanan yang paling disukai pelanggan karena memiliki cita rasa yang khas. Bukan sekadar rawon biasa, tetapi aroma wangi Rawon Tulang sangat menonjol sehingga menjadi salah satu favorit pelanggan./Istimewa
britaloka.com, KUPANG - Kreasi yang inovatif tidak hanya bersumber dari kompartemen teknologi. Pasalnya, kreasi bisa berasal dari mana saja, termasuk dalam dunia kuliner. Terkait kuliner, setiap saat bisa saja lahir menu-menu baru yang lezat dari resep-resep mutakhir.
Indonesia termasuk salah satu negara yang populer lantaran khazanah kulinernya. Berbagai daerah di Nusantara memiliki menu khas yang tidak hanya disukai masyarakat lokal, tetapi juga penikmat kuliner mancanegara.
Salah satu pelopor menu-menu unik dan lezat di Kota Kupang, Waroenk Resto and Cafe sejak berdiri pada 8 Juli 2017 lalu, sudah rutin meluncurkan masakan yang menggiurkan.
Sebut saja Rawon Tulang yang saat ini menempati rating terbaik makanan yang paling disukai pelanggan setelah Nasi Iga Goreng Sambal Bawang.
“Rawon Tulang termasuk salah satu makanan yang paling disukai pelanggan karena memiliki cita rasa yang khas. Bukan sekadar rawon biasa, tetapi aroma wangi Rawon Tulang sangat menonjol sehingga menjadi salah satu favorit pelanggan,” jelas owner Waroenk, Steven Marloanto saat ditemui Selasa (20/9/2017).
Aroma wangi yang dimaksud pria kelahiran Makassar ini tidak lepas dari penggunaan rempah-rempah racikan koki Waroenk. Selain itu, daging iga untuk bahan isi juga sangat empuk sebab dipilih dari daging pilihan.
“Rawon Tulang yang kami tawarkan porsinya cukup besar, apalagi sudah sepaket nasi, telur asin, dan kerupuk. Menu berkuah sedap ini memang pas dinikmati panas-panas,” imbuh Steven.
Untuk harga, Rawon Tulang dibanderol cukup terjangkau Rp 45 ribu per porsi.
Sekadar diketahui, sejatinya rawon adalah masakan Indonesia berupa sup daging berkuah hitam sebagai campuran bumbu khas yang mengandung kluwek. Meskipun dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur, rawon dikenal pula masyarakat Jawa Tengah sebelah timur atau tepatnya di daerah Surakarta.
Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati.
Semua bahan ini dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek. Di luar negeri, rawon disebut sebagai black soup.

18 September 2017

Lezatnya Cwie Mie Ayam Waroenk, ini rahasianya

Cwie Mie Ayam di Waroenk Resto and Cafe dibanderol Rp 22 ribu, Cwie Mie Ayam Bakso Rp 22 ribu, Cwie Mie Ayam Jamur Rp 22 ribu, dan Cwie Mie Ayam Waroenk Rp 25 ribu./Istimewa
britaloka.com, KUPANG – Sebagai makanan pokok selain nasi, mie atau mi dalam bahasa Indonesia baku sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), memiliki arti penting dalam dunia kuliner Nusantara.
Mie sendiri sudah tidak dapat dipisahkan dari konsumsi masyarakat Indonesia. Sehingga, makanan berbahan pokok mie hampir dapat ditemui di mana saja. Bahkan, produksi mie sudah menjadi industri yang masif diekspor ke luar negeri. Sebut  saja mi instan dalam kemasan yang sudah mendunia.
Sebagai salah satu pelopor makanan unik dan lezat di Kota Kupang, Waroenk Resto and Cafe juga tidak ketinggalan menyajikan menu berbahan mie. Menu mie di Waroenk yang resmi dibuka pada 8 Juli 2017 lalu ini, bahkan menempati rating-rating teratas dalam penjualan dan permintaan pelanggan.
“Menu mie di Waroenk disajikan secara istimewa. Istimewa, karena memang sajian menu mie kami rasanya berbeda dibandingkan mie-mie lainnya,” jelas owner Waroenk, Steven Marloanto saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Senin (18/9/2017).
Beda yang dimaksud pria kelahiran Makassar ini lantaran bahan dasar untuk mienya merupakan buatan sendiri, bukan membeli dari pabrikan seperti kebanyakan resto maupun kafe lainnya.
“Semua bahan mie untuk menu mie kami dibuat sendiri dari chef Waroenk. Tentu, hasilnya berbeda jika membeli dari pabrikan. Sebab, kami dapat menjaga standar dan higienisnya. Selain itu, tentu lebih bergizi karena menggunakan bahan pendukung yang berkualitas,” imbuh Steven.
Terkait kelezatan menu mie pihaknya yang diklaim berbeda ketimbang menu mie lainnya, ia mengatakan tidak lain lantaran penggunaan beberapa bumbu signature yang khas.
“Salah satunya adalah minyak wijen. Seperti yang kita ketahui, wijen adalah bumbu khas Indonesia yang berfungsi sebagai penyedap alami,” beber Steven.
Adapun menu mie pihaknya di antaranya Cwie Mie Ayam yang dibanderol Rp 22 ribu, Cwie Mie Ayam Bakso Rp 22 ribu, Cwie Mie Ayam Jamur Rp 22 ribu, dan Cwie Mie Ayam Waroenk Rp 25 ribu,” urai Steven.
Sekadar diketahui, mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk terhadap mie kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air.
Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mie, meskipun tulisan tertua mengenai mie berasal dari Dinasti Han Timur di Tiongkok, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, artefak mie tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.
Orang Eropa menyebut mie sebagai “pasta” yang berasal dari bahasa Italia. Sementara, secara generik mereka menyebut pasta yang berbentuk memanjang dengan kata “noodle” yang berasal dari bahasa Inggris.
Kendati demikian, di Eropa bahan baku mie biasanya dari jenis-jenis gandum, sementara di Asia bahan baku mie lebih bervariasi.
Di Asia sendiri, pasta yang dibuat selalu berbentuk memanjang. Berbagai bentuk mie dapat ditemukan di berbagai tempat. Perbedaan tekstur dan corak mie terjadi karena campuran bahan, asal usul tepung sebagai bahan baku, serta teknik pengolahan.
Beberapa koki atau chef di Tiongkok dapat membuat mie hanya dengan kemampuan tangan tanpa bantuan mesin pembuat mie yang lazim digunakan di pabrik-pabrik mie.

16 September 2017

Rasakan sensasi pedas Ayam Gepuk ala Waroenk Resto and Cafe

Menu pedas Ayam Gepuk Level 1-5 yang diluncurkan Waroenk Resto and Cafe dibanderol dengah harga terjangkau Rp 25 ribu./Effendy Wongso
britaloka.com, KUPANG - Mayoritas penduduk di negara-negara Asia menyukai makanan pedas. Ini beralasan lantaran di kebanyakan negara Asia, khususnya Asia Tenggara, tanaman rempah-rempah seperti cabai tumbuh subur dan mudah diperoleh.
Sebagai negara tropis, Indonesia pun termasuk penghasil cabai besar dunia. Tumbuhan bertekstur pedas dan beraroma khas ini sudah akrab di lidah masyarakat Indonesia.
Beberapa menu Nusantara tidak dapat dipisahkan dari tumbuhan yang lazim berwarna merah atau hijau ini. Dengan bermodalkan “sensasi” pedasnya, cabai dapat menjadi menu-menu kreatif olahan berbagai koki pada menu utama.
Salah satu resto dan kafe representatif di Kota Kupang, Waroenk, juga tidak ketinggalan mengeluarkan menu-menu yang mengandung cabai sebagai pelecut kelezatan suatu makanan.
“Kami sadar jika cabai sudah tidak dapat dipisahkan dari menu, apapun varian makanannya. Makanya, hampir semua menu yang kami luncurkan mengandung cabai sebagai pelengkap cita rasa. Belum lama ini, kami juga mengeluarkan menu baru, Ayam Gepuk dengan tingkat kepedasan dalam bentuk level,” jelas owner Waroenk Resto and Cafe, Steven Marloanto saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Oebufu, Kupang, Sabtu (16/9/2017).
Level yang dimaksudnya mulai dari tingkat satu hingga lima. Artinya, semakin tinggi levelnya, maka pedasnya juga semakin “menggigit”.
“Kami mengeluarkan level pedas dari satu hingga lima, dimaksudkan untuk mengakomodir penikmat kuliner pedas sesuai kemampuan makan cabai mereka. Beberapa pelanggan memang menyukai pedas super, beberapa lagi menyukai pedas yang low,” imbuh Steven.
Secara umum, pihaknya juga terus meluncurkan menu-menu baru. Tidak hanya baru, tetapi juga memiliki cita rasa berbeda dibandingkan menu-menu sebelumnya.
Beberapa makanan, bahkan dapat dikatakan pionir atau pertama di Kupang. Sebut saja Nasi Goreng Kebuli yang mungkin hanya dapat ditemui di Waroenk,” bebernya.
Terkait menu baru yang baru diluncurkan pihaknya, Steven menjelaskan ada tujuh makanan baru dengan sensasi kelezatan baru.
“Di Awal September 2017 ini, kami meluncurkan tujuh menu di antaranya Ayam Gepuk Level 1-5 Rp 25 ribu, Ayam Goreng Lado Ijo Rp 42.500, Ayam Goreng Telur Asin Rp 47.500, Iga Asap Pedas Level 1-5 Rp 47.500, Iga Lada Hitam Rp 47.500,  Ayam Gepuk Mozza Level 1-5, dan Kangkung Crispy Rp 10 ribu,” urainya.
Sekadar diketahui, cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae), merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi.
Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah atau bumbu dapur.
Cabai dapat ditanam dengan mudah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar atau swalayan.

12 September 2017

Menu Korea Beef Bulgogi Waroenk paling digemari pelanggan

Dalam bidang kuliner, Negeri Gingseng ini juga “menggigit”. Berbagai varian makanan Korea sudah menjandi menu internasinal yang digemari warga dunia. Sebut saja Bulgogi dan Kimchi.
britaloka.com, KUPANG - Siapa yang tidak mengenal Korea Selatan (Korsel). Salah satu daerah di Semenanjung Korea ini adalah negara yang sebelumnya dikenal sebagai penghasil telepon seluler ternama, Samsung. Tidak hanya itu, dalam bidang otomotif pun mereka menghasilkan produk mobil yang juga cukup ternama, Hyundai.
Tidak kalah dengan produk komersial dalam bidang teknologi, Korsel yang kerap disebut “Korea” saja juga tak kalah pamor dalam bidang fashion, juga entertainment seperti film dan musik. Film dan musik bahkan sudah menjadi industri di sana.
Dalam bidang kuliner, Negeri Gingseng ini juga “menggigit”. Berbagai varian makanan Korea sudah menjandi menu internasional yang digemari warga dunia. Sebut saja Bulgogi dan Kimchi.
Di Kota Kupang, salah satu resto dan kafe representatif, Waroenk juga sudah mengeluarkan menu Korea, Bulgogi.
“Selain Bulgogi, kami juga menyediakan menu Korea lainnya seperti Korean Chicken Pop dan Sticky Wings,” papar owner Waroenk saat ditemui di Waroenk, Jalan WJ Lalamentik, Kupang, Nusa Tenggara Barat (NTT), Senin (12/9/2017).
Ditambahkan, pihaknya memang sudah menyediakan beberapa menu Korea tadi sejak peluncuran Waroenk  pada 8 Juli 2017 lalu.
“Dari serangkaian menu Korea, Bulgogi menjadi menu terfavorit pelanggan. Menu ini kami namakan Beef Bulgogi, dengan bahan daging sapi pilihan yang empuk dan gurih,” beber Steven.
Sementara, menu Korea lainnya seperti Korean Chicken Pop dan Sticky Wings juga tidak kalah digemari. Pasalnya, bahan-bahan yang digunakan juga pilihan sayap ayam yang renyah.
Hal itu diakui salah seorang pelanggan Waroenk asal Korea yang tengah berkunjung ke Kupang, Kim (55). Pria yang fasih berbahasa Indonesia ini mengatakan, Beef Bulgogi yang dinikmatinya tidak jauh berbeda dengan apa yang disantapnya di Waroenk.
Sekadar diketahui, Bulgogi adalah olahan daging asal Korea. Daging yang digunakan antara lain daging sirloin atau bagian daging sapi pilihan.
Sementara, bumbu bulgogi adalah campuran kecap asin dan gula ditambah rempah lain bergantung pada resep dan daerah di Korea. Sebelum dimakan, daun selada digunakan untuk membungkus bulgogi bersama kimchi, bawang putih, atau bumbu penyedap lain.
Di Jepang, makanan yang sejenis disebut Yakiniku. Dibandingkan Yakiniku, bumbu daging untuk bulgogi dibuat lebih manis. Air bumbu cukup banyak sehingga daging tidak dipanggang di atas plat besi (teppan), melainkan di atas panci datar.