04 March 2016

Stimulus Program Sejuta Rumah, REI Usul Pembebasan IMB Rumah Murah

MBR - REI Sulsel mengusulkan Pemda Sulsel agar membebaskan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Guna menstimulus program sejuta rumah yang diamanatkan pemerintah, Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, mengusulkan kepada pemerintah daerah (Pemda) Sulsel agar membebaskan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Imbauan tersebut bakal dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI, Rabu (16/3).
Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum REI Sulsel, Sudarman Supardi di sela jumpa pers jelang perayaan HUT ke-44 REI di kantor REI Sulsel, Jalan Timah, Makassar, Rabu (2/3).
Ditambahkan, sebelumnya pengembang rumah murah sudah mendapatkan keringanan berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN). Sayangnya, hal itu dirasa belum maksimal dalam mendorong peningkatan pembangunan program sejuta rumah, termasuk mengatasi backlog atau kekurangan hunian.
“Usulan kami itu, sejalan program pemerintah yang mencanangkan pembangunan sejuta rumah. Makanya, kami berusaha memudahkan izin yang selama ini terkesan dipersulit. Padahal, pengembang sudah cukup berkorban dengan menerima konsekuensi mendapat keuntungan yang sangat tipis,” beber Sudarman.
Selain pembebasan IMB, REI Sulsel juga meminta kemudahan perizinan dan keringanan dalam pembelian tanah untuk kawasan pembangunan. Rakerda yang akan dihadiri sekitar 250 peserta tersebut, fokus membicarakan nasib pengembang rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau rumah subsidi.
“Rakerda akan dihadiri pengurus REI pusat, agar semua program dan masukan dari pengurus daerah dapat diteruskan ke tingkat lebih tinggi. Kegiatan rencananya dihadiri pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” imbuh Sudarman.
Dijelaskan, dua pejabat yang dipastikan datang, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Maurin Sitorus, dan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin.
Sudarman mengatakan, kehadiran Maurin dan Syarif untuk melakukan penandatangan nota kesepahaman pembangunan 10 ribu unit rumah subsidi di Sulsel sepanjang tahun ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakerda REI, Mustajab Mudji, menambahkan, REI Sulsel menargetkan akan membangun 10 ribu rumah di Sulsel. “Angka ini lebih besar dibandingkan 2015 lalu yang sekitar enam ribu unit,” jelasnya.
Untuk itu, sebut Mustajab, pihaknya optimistis mampu mencapai target lantaran sejak awal 2016 sudah terbangun tiga ribu unit rumah. “Artinya, dapat terbangun seribu rumah per bulan,” bebernya.
Sebagai rangkaian kegiatan, pihaknya juga menggelar turnamen golf di Padivalley pada Sabtu (12/3). Turnamen memperebutkan hadiah senilai Rp 2,5 miliar.