01 March 2016

Pengembalian Pelabuhan Makassar Sebagai Hub KTI Diproyeksi Dongkrak Sektor Ekspor

HUB KTI - Pengembalian Pelabuhan Makassar sebagai hub wilayah KTI intensif dilakukan guna mempercepat implementasi Tol Laut. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Upaya pengembalian Pelabuhan Makassar sebagai hub wilayah kawasan timur Indonesia (KTI) intensif dilakukan guna mempercepat implementasi Tol Laut yang diamanatkan Presiden RI, Joko Widodo. Sebelumnya, hub pelabuhan KTI memang masih berada di Jakarta dan Surabaya.
Dengan pengembalian Pelabuhan Makassar sebagai hub KTI, maka efisiensi dan aktivitas arus perdagangan dalam dan luar negeri dapat segera tercapai. Hal tersebut diungkapkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla belum lama ini, saat meninjau aktivitas bongkar-muat peti kemas PT Pelindo IV, Jalan Soekarno-Hatta, Makassar.
Menurutnya, pengembalian Pelabuhan Makassar sebagai hub KTI dianggap penting lantaran sektor maritim Sulsel pernah berjaya di masa pra kemerdekaan. Di Indonesia, saat ini terdapat empat hub yang menghubungkan perdagangan antarpulau dan luar negeri, di antaranya Pelabuhan Belawan, Sunda Kelapa, Tanjung Perak, dan Makassar.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, sangat mengapresiasi hal tersebut. Pasalnya, efisiensi dan efektivitas jalur perdagangan yang semakin lancar dapat menggenjot sektor ekspor.
 “Pelabuhan Makassar perlahan akan menjadi hub untuk KTI. Apalagi, ini juga dilakukan untuk mendukung program Tol Laut yang dicanangkan pemerintah. Pelabuhan Makassar akan dikembalikan menjadi hub pelabuhan-pelabuhan di KTI untuk efisiensi dan efektivitas arus perdagangan dalam dan luar negeri,” imbuhnya.
Menurut Syahrul, pihaknya optimis dapat mengembalikan kejayaan masa lalu Sulsel bila Pelabuhan Makassar dijadikan hub pelabuhan-pelabuhan di KTI.
Direktur Pelindo IV Makassar, Doso Agung, mengemukakan, dengan adanya direct call tersebut, efisiensi dan efektivitas dari segi biaya dan waktu dapat dioptimalkan, sehingga pengiriman barang komoditi ekspor dan impor dapat semakin berkembang.
“Berdasarkan data Pelindo, pada Desember 2015, pengiriman barang keluar negeri rata-rata 80 kontainer per minggu. Namun, sejak awal Januari 2016, naik menjadi 110 kontainer per minggu. Adapun komoditinya adalah coklat, marmer, ikan, dan rumput laut, dengan negara tujuan ekspor seperti Jepang, Korea, Hongkong, dan Tiongkok,” tutupnya.