08 March 2016

Pasokan Seret, Harga Daging dan Ayam Naik di Jembrana

HARGA MELONJAK - Harga sejumlah kebutuhan di pasar umum di Jembrana merangkak naik, di antaranya daging ayam dan daging sapi. Pedagang mengaku, kenaikan dipicu seretnya pasokan kedua daging sehingga berdampak pada harga jual setiap jelang hari raya. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Harga sejumlah kebutuhan di pasar umum di Jembrana merangkak naik, di antaranya daging ayam dan daging sapi. Pedagang mengaku, kenaikan dipicu seretnya pasokan kedua daging sehingga berdampak pada harga jual setiap jelang hari raya, seperti Galungan dan Kuningan belum lama ini.
Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi (Perindagkop) Pemkab Jembrana, Kamis (4/2), turun ke sejumlah pasar tradisional untuk memantau harga kebutuhan tersebut. Di Pasar Umum Negara, petugas menyasar sejumlah pedagang daging. Dari pemantauan, diketahui harga sejumlah daging mengalami kenaikan seminggu menjelang hari raya Galungan ini. Untuk daging ayam, naik berkisar Rp 5 ribu per kilogram. Dari semula Rp 35 ribu, sejak beberapa pekan ini naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
Hikmah Efendi, salah seorang pedagang daging ayam, mengaku kenaikan dipicu pasokan daging ayam yang tidak seperti hari biasa. Begitu juga untuk daging sapi, di pasar umum saat ini mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Harga yang tinggi ini berakibat pada sepinya pembeli, khususnya daging sapi.
Para pembeli mengharapkan agar dilakukan langkah agar harga daging stabil. Apalagi saat ini mendekati hari raya kebutuhan daging dipastikan akan lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. “Kalau bisa harganya stabil. Kalau terus naik, jelas masyarakat mengeluh,” terang Komang Damayanti salah seorang pembeli.
Selain daging, sejumlah kebutuhan untuk hari raya, di antaranya buah-buah harganya juga meroket. Khususnya pisang yang belakangan sulit ditemui di pasar. Sejumlah pedagang buah mengaku di antara buah-buahan kebutuhan untuk hari raya Galungan, hanya pisang yang harganya melonjak lantaran sulit diperoleh. Seperti pisang mas, rata-rata Rp 20 ribu per 100 sisir kini bisa menjadi Rp 40 ribu per 100 sisir. Termasuk jenis pisang raja yang sebelumnya Rp 70 ribu per 100 sisir kini melonjak mencapai Rp 125 ribu per 100 sisir.
Kepala Dinas Perindagkop, Made Sudantra kepada sejumlah wartawan, mengatakan apabila harga di pasaran tidak terkendali dan terus naik, pemerintah akan melakukan operasi pasar. Akan tetapi, dari pengawasan kenaikan tidak terlalu signifikan. Seperti daging ayam hanya berkisar dua persen hingga lima persen dan itu masih wajar.