07 March 2016

Nissan dan Habitat For Humanity, Implementasikan Pembangunan Lingkungan Layak Huni

CSR - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) bekerja sama Habitat for Humanity (HFH) Indonesia, kembali mengimplementasikan program corporate social responsibility (CSR) di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (5/3). BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - PT Nissan Motor Indonesia (NMI) bekerja sama Habitat for Humanity (HFH) Indonesia, kembali mengimplementasikan program corporate social responsibility (CSR) di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (5/3).
Program yang sudah berjalan sejak 2011, tidak hanya fokus pembangunan kawasan pemukiman penduduk yang tertinggal, tetapi juga pembangunan, renovasi, dan perbaikan sarana pendidikan, fasilitas umum, pembuatan fasilitas air bersih dan drainase, serta pelatihan peningkatan kesadaran terhadap pemukiman yang sehat.
Head of Communications NMI, Hana Maharani, mengatakan, mengungkapkan, program lingkungan layak huni merupakan bentuk keseriusan pihaknya dalam membantu memperbaiki masalah sosial di Indonesia, salah satunya adalah kesenjangan ekonomi yang mengakibatkan banyaknya lingkungan tempat tinggal yang tidak layak.
“Sejalan visi Nissan Enriching People’s Life, kami ingin memberikan kontribusi sosial berkelanjutan melalui tiga pilar CSR Nissan, pendidikan, lingkungan, dan bantuan terhadap bencana alam jika diperlukan,” urainya.
Adapun relawan yang mengikuti kegiatan, antara lain Nissan Livina Club (NLC), Grand Livina Club Indonesia (Gravinci), Indonesia Serena Owners Community (ISOC), X-Trail Club Indonesia (XCI), Nissan March Indonesia (March-I), dan Nissan Evalia Community (NEC).
Sebelumnya, Hana berterima kasih kepada 50 relawan yang sudah meyumbangkan waktu dan tenaganya untuk berpartisipasi dalam kick-off pembangunan permukiman layak huni tahap kedua yang dilakukan di Mauk.
Relawan yang tergabung dalam komunitas pemilik mobil Nissan, langsung membantu membangun pondasi untuk pembangunan rumah baru. Tahun lalu, kegiatan serupa dilakukan NMI dan HFH, seperti pembuatan penampungan air bersih yang digunakan masyarakat Gunung Sari, Mauk untuk memasak dan mencuci baju.