01 March 2016

Menabur Benih di Jentera Samsara

BLOGKATAHATIKU/IST
Menabur Benih di Jentera Samsara
Oleh Effendy Wongso

Rindang tak pernah rinai
Gelinjang mungil sepasang tungkai
yang dibebat pepontoh
tiap sebentar bergerak kebas
iramanya satir
mengikuti jentera yang mati

Sudah sekalpa ia merunut
waktu yang tak terbilang
seperti mencari gelombang yang uzur

Dentuman nenova yang masih tertakar
masih menyisakan biliunan partikel
tinggal mengakar sebentar lantas layuk

Ia seperti tiang-tiang penyangga,
tiap sebentar lapuk
atau serupa rakit yang burai

Bukan sekali-dua ia menjauh
dari ning yang teduh
tapi, ia sudah menabur benih
di ranah para pendosa