09 March 2016

Makassar Target Raih Piala Adipura Paripurna

PIALA ADIPURA - Pemkot Makassar menargetkan dapat menyabet Piala Adipura kategori Adipura Paripurna yang mulai dilombakan pada 2016. britaloka.com/Ist
britaloka.com, MAKASSAR - Tekad Makassar mempertahankan Piala Adipura sebagai lambang supremasi tertinggi “Kota Bersih” se-Indonesia makin kuat, setelah mampu meraih piala tersebut pada 2015 lalu. 
Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan dapat menyabet kategori Adipura Paripurna yang mulai dilombakan pada 2016. Piala Adipura Paripurna merupakan penghargaan bagi kota/kabupaten dengan capaian minimal dua kategori dari beberapa kategori yang diperlombakan, di antaranya kategori Adipura Buana dan Adipura Kirana, serta Adipura Bhakti.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, saat menghadiri rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Melalui Program Adipura di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (1/2), mengatakan, pihaknya optimis mampu mempertahankan piala tersebut.
Ditambahkan, pengkategorian penilaian dan penghargaan untuk tahun ini, yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tidak menjadi kendala bagi Pemkot Makassar. “Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan kebijakan untuk memberikan beberapa kategori pada Piala Adipura, namun target kami tetap akan menyabet piala tersebut,” optimistisnya.
Menurut Ramdhan, kategori Piala Adipura yang dikeluarkan KLHK saat ini, menjadi lebih kompleks lantaran dikaitkan pada beberapa kriteria, seperti aspek sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kategori Piala Adipura Kirana misalnya, dititikberatkan pada penilaian kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui trade, tourism and investment yang berbasis pengelolaan lingkungan hidup,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nurbaya Bakar, dalam sambutan pembukaan Rakornas, menjelaskan, pemberian penghargaan Adipura dalam perspektif terkini, adalah suatu instrumen yang bisa membangun kepercayaan rakyat dan stabilitas pemerintah. 
Menurutnya, suatu daerah bisa meraih Adipura apabila memiliki platform dan strategi yang diterapkan secara jelas. “Strategi bukan hanya parameter dalam penilaian Adipura, namun harus bisa membangun kebersamaan dan kepercayaan masyarakat,” bebernya.
Ditambahkan, persoalan sampah bukan hal yang mudah. Di pusat sendiri, saat ini pemangku kepentingan juga masih menggodok beberapa dokumen teknis terkait kebersihan, persampahan, dan Adipura.
“Rakornas ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi daerah untuk memberikan masukan dalam mengevaluasi pelaksanaan penilaian Piala Adipura,” imbuh Nurhaya di hadapan wali kota maupun bupati se-Indonesia.