01 March 2016

Makassar Berpeluang Jadi Produsen Beras Organik

PADI ORGANIK - AMDA melansir, lahan pertanian seluas 2.636 hektare di Makassar berpotensi ditanami padi organik. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Potensi lahan pertanian seluas 2.636 hektare di Kota Makassar yang tersebar pada daerah pinggiran kota, seperti Kecamatan Manggala dan beberapa kecamatan lain, berpotensi ditanami padi organik untuk diolah menjadi beras yang sehat dikonsumsi.
Untuk menghasilkan padi organik berkualitas, sawah yang ditanami harus memiliki ketersediaan air bersih yang cukup. Selain itu, dibutuhkan adanya perbedaan suhu yang ekstrem antara panas dan dingin.
Hal tersebut diutarakan President Association of Medical Doctors of Asia (AMDA) Internasional, Suganami belum lama ini saat menemui Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto di Balaikota, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Makassar.
“Kami mencari lokasi yang bisa ditanami padi organik, Makassar memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan untuk itu,” bebernya.
Menurut Suganami, padi organik selain bermanfaat untuk kesehatan, pengembangannya juga bisa mendongkrak perekonomian warga. Ia mencontohkan, harga beras biasa di pasaran dijual Rp 6 ribu per kilogram, sementara harga beras organik mencapai Rp 30 ribu per kilogram.
“AMDA memiliki program membantu masyarakat hidup sehat dengan membudayakan makanan sehat melalui pertanian organik. Makassar memiliki lahan yang bisa dikembangkan untuk kebutuhan itu,” ulasnya.
Untuk mengembangkan pertanian organik di Makassar, petani akan dibekali pengetahuan teknik mengelola mikro organisme dalam tanah untuk menghasilkan padi organik berkualitas, termasuk teknik mengelola pertanian organik seperti yang dikembangkan AMDA di Malino, Gowa.