08 March 2016

Korporasi IT Perancis Engie Ineo, Siap Masuki Penerapan Teknologi Smart City di Makassar

ENGIE INEO - Pengembangan Kota Makassar dalam kerangka smart city melibatkan korporasi global Engie Ineo yang berbasis di Perancis, khususnya dalam penyediaan perangkat lunak untuk menunjang operasional pada beberapa bidang. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Pengembangan Kota Makassar dalam kerangka smart city melibatkan korporasi global Engie Ineo yang berbasis di Perancis, khususnya dalam penyediaan perangkat lunak untuk menunjang operasional pada beberapa bidang.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengungkapkan, kerja sama tersebut telah dituangkan dalam nota kesepahaman. Di sini, Engie Ineo akan segera studi kelayakan guna mengkaji potensi investasi skala besar dalam aplikasi smart city di Makassar.
Engie Ineo merupakan korporasi yang bergerak pada penyediaan peranti lunak dan sistem keamanan produk IT untuk  industri pada sejumlah negara.
Menurut Ramdhan, penjajakan investasi yang tertuang dalam nota kesepahaman akan berfokus pada dua bidang, manajemen lalu lintas (traffic management) dan keamanan publik (public safety) yang dimonitoring dengan sistem.
“Setelah nota kesepahaman diteken, mereka akan segera studi kelayakan. Jika cocok, dilanjutkan pada tahapan skema kerja sama termasuk investasinya,” paparnya usai penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkot Makassar dan Engie Ineo di ruang kerjanya, Kantor Balaikota Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Selasa (8/3).
Untuk jangka panjang, lanjut Ramdhan, sistem yang akan dibangun Engie Ineo akan diintegrasikan pusat pemantauan kota, War Room yang telah dibangun Pemkot Makassar.
Kendati demikian, besaran investasi untuk kerja sama tersebut belum bisa diprediksi lantaran mengikuti kebutuhan dan tingkat kelayakan dari sistem yang akan dibangun. Sejauh ini, Pemkot Makassar telah menjalankan konsep smart city yang masih terbatas pada pemantauan dan penyediaan informasi atas aktivitas kota pada beberapa bidang.
Adapun pusat kontrol program tersebut, dilakukan di War Room yang terletak di lantai 10 Gedung Balaikota Makassar, terkoneksi 69 unit CCTV yang terpasang pada sejumlah titik di Makassar.
“Kami harap, sistem yang dibangun Engie Ineo nantinya bisa lebih mengoptimalkan pengaturan lalu lintas, dilakukan secara otomatis termasuk rekayasa lalu lintas jika terjadi kemacetan. Begitu juga keamanan, jika ada tindak pidana langsung terdeteksi secara cepat. Ini terkoneksi dengan kepolisian dan lainnya,” ulas Ramdhan.
Sementara itu, General Manager Engie Ineo, Gaetan Taxier, mengatakan, Makassar merupakan kota pertama di regional Asean yang bakal menjadi lokasi penerapan sistem yang dikembangkan perusahaan.
“Sejumlah negara di Eropa dan beberapa negara maju dan berkembang di Asia, mempercayakan sistem yang dikembangkan Ineo untuk mengelola sektor strategis, di antaranya infrastruktur, energi, sistem informasi perkotaan, dan lainnya,” bebernya.
Menurut Gaetan, sebagian besar kegiatan operasional Engie Ineo berpusat di Perancis dengan 300 fasilitas IT.Khusus di Makassar, tidak langsung diterapkan. Jika dalam tahapan studi kelayakan sesuai standar dan memenuhi kebutuhan kota, baru kami akan masuk dan berinvestasi. Terutama pada penerapan sistem generasi baru yang telah kami kembangkan, imbuhnya.