09 March 2016

Hino Membuat Bisnis Pengusaha Lebih Mudah di 2016

DUKUNG KEBIJAKAN - Hino melansir, turut mendukung kebijakan dan proyek-proyek yang dijalankan pemerintah dalam menyediakan fasilitas untuk memajukan perekonomian masyarakat. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Tahun lalu, 2015 merupakan tahun yang berat dan berliku bagi perekonomian dan pasar kendaraan komersil di Tanah Air. Sektor pertambangan yang lesu dan lemahnya pertumbuhan ekonomi global, berdampak pada melemahnya ekonomi Indonesia akibat menurunnya daya beli masyarakat.
Tentunya, semua ini berimbas terhadap pasar kendaraan komersil. Sehingga, pebisnis yang merupakan konsumen kendaraan komersil cenderung menunda pembelian kendaraan. Pada akhirnya, penurunan angka penjualan di pasar kendaraan komersil tak dapat dihindari.
Meskipun kondisi pasar 2015 penuh tantangan, namun pada tahun tersebut PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) tetap mempersembahkan produk-produk terbaik bagi kelancaran bisnis konsumennya. Contohnya, pada Januari 2015, Hino menghadirkan generasi terbaru untuk medium duty truck dengan meluncurkan HINO500 Series New Generation Ranger yang merupakan truk tangguh dan produktif.
Selain menghadirkan truk generasi terbaru, di tahun sama Hino juga meluncurkan model bus terbarunya, FC Bus yang memiliki kapasitas hingga 40 tempat duduk dan merupakan segmen baru bagi Hino. Ini sekaligus melengkapi jajaran produk bus Hino, yang sebelumnya hanya terdapat bis besar berkapasitas 59 tempat duduk dan bus kecil berkapasitas 30 tempat duduk.
Tidak hanya itu, pada akhir 2015, Hino kembali memproduksi bus berbahan bakar gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG). Hal ini menjadikan Hino sebagai produsen bus pertama dan satu-satunya yang berhasil memproduksi bus CNG di Indonesia.
Semua merupakan bentuk total support Hino menghadirkan best fit product kepada konsumen Indonesia untuk membantu agar lebih mudah dalam menjalankan bisnisnya.

Jaringan dan Purnajual Hino

Tidak hanya menghadirkan produk baru berkualitas, selama 2015 Hino juga mengepakkan sayapnnya dengan terus memperluas jaringan penjualan, hingga total memiliki 164 outlet penjualan yang tersebar di Indonesia. Pada tahun yang sama, Hino  meresmikan 12 outlet terbarunya seperti di Palembang, Narogong, Daan Mogot, Sleman, Malang, dan lainnya guna menyapa konsumen Hino lebih dekat lagi.
 Selain itu, Hino juga fokus memberikan layanan purnajual untuk memuaskan pelanggannya, seperti merilis Express Maintenance atai perawatan berkala hanya 59 menit.
Ada juga free service program, layanan servis berkala gratis untuk dua tahun atau 60 ribu kilometer dan pelatihan untuk mekanik serta pengemudi. Dalam hal suku cadang, Hino memiliki Hino Genuine Part (HGP) yang merupakan suku cadang asli dari dari Jepang dan HMSI Original Parts (HOP) yang merupakan suku cadang lokal yang dibuat dengan kualitas standar Hino di bawah pengawasan Hino Motors Ltd Japan.
Hino juga menawarkan kemudahan dalam mendapatkan suku cadang dengan cara menjamin ketersediaan suku cadang, dan memberikan harga yang bersaing melalui beberapa program. Program tersebut antara lain konsinyasi, yaitu program yang bagi dealer untuk menempatkan sparepart di gudang pelanggan dengan tujuan memenuhi  kebutuhan suku cadang dalam jangka waktu tertentu.
Sementara, program National Parts Price Contract (NPPC) adalah kontrak pengadaan suku cadang melalui dealer Hino dengan harga dan diskon yang tetap dan mengikat bagi pelanggan yang mempunyai beberapa cabang di Indonesia.
Adapun program Parts Price Contract (PPC) adalah kontrak pengadaan suku cadang dalam jangka waktu tertentu (berdasarkan Forecast) dengan harga dan diskon tetap dan mengikat antara pelanggan dengan dealer Hino.
Sebagai bentuk total support dan bukti keseriusan Hino dalam menjaga kepuasaan pelanggannya, pada 19 November 2015 Hino meresmikan aftersales building yang berperan sebagai pusat kegiatan Hino dalam mengembangkan seluruh program purnajualnya, baik servis maupun suku cadang.

Hino Finance dan Implementasi Penggunaan B20

Hino memahami betul, 2015 merupakan tahun yang berat bagi pengusaha. Untuk itu, Hino memudahkan pengusaha dalam menjalankan bisnisnya dengan bekerja sama beberapa leasing company untuk mempermudah memiliki kendaraan komersial Hino. Bukan itu saja, pada 26 Juni 2015 Hino Finance resmi diluncurkan untuk meningkatkan dan memberikan solusi layanan pembiayaan terbaik bagi pelanggan.
Sesuai peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 12 Tahun 2015 Tanggal 18 Maret 2015 perihal Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati sebagai bahan bakar lain, mulai Januari 2016, pemerintah menerapkan Bio atau Diesel B20 untuk diimplementasikan terhadap kendaraan niaga.
Untuk menghadapi hal tersebut, Hino telah melakukan pengujian pada kendaraannya. Di sini, manajemen tidak menemukan efek berbahaya terhadap penggunan bahan bakar nabati. Beberapa kendala kecil hanya terjadi pada  penyumbatan filter bahan bakar akibat glicerol dan selulosa. Akan tetapi, dengan kontrol dan perawatan yang benar, penyumbatan filter tersebut dapat diminimalisir . Hasilnya, kendaraan Hino lulus uji menggunakan bahan bakar biosolar B20. Hal ini merupakan bukti dari kesiapan Hino dalam mendukung upaya pemerintah meminimalisir impor minyak bumi.
Sesuai data penjualan secara retail sales, pasar kendaraan komersial nasional untuk medium duty truck selama 2015 sebanyak 17.605 unit, atau mengalami penurunan minus 27 persen dibandingkan 2014.
Penurunan ini dirasakan imbasnya seluruh pelaku di industri mobil komersil. Meskipun pasar kendaraan komersil menurun, perolehan pangsa pasar Hino justru naik dengan menguasai 62 persen pangsa pasar atau setara 10.856 unit, dibandingkan 2014 yang memperoleh 60,3 persen. Hal ini semakin memperkuat posisi Hino sebagai market leader di segmen ini sejak 2000 atau selama 16 tahun berturut-turut.
“Hino selalu memberikan total support kepada pelanggan untuk membantu mereka menjalankan bisnis lebih mudah. Sehingga, kami memperoleh kepercayaan yang lebih dari pelanggan. Untuk itu, market share kami tetap meningkat walaupun pasar kendaraan komersil menurun,” tutur Presiden Direktur HMSI, Hiroo Kayanoki dalam rilisnya kepada sejumlah media di Tanah Air belum lama ini.
Menurutnya, hal serupa juga terjadi untuk segmen light duty truck. Melalui produk Hino Dutro yang menjadi unggulan di segmen ini, sejak 2014 berhasil terus tumbuh dengan mencatat 16 persen market share, dan membukukan penjualan 11.158 unit dengan meraup market share sebesar 17,25 persen.
“Ini merupakan rekor tertinggi bagi Hino Dutro. Hasil tersebut dapat dibilang positif, karena pertama kali diluncurkan pada 2002, Dutro hanya mampu membukukan penjualan sebanyak 153 unit atau hanya meraih satu persen market share. Tetapi, berkat rutin mengembangan dan memperbarui produk, sejak saat itu Dutro berhasil meraih penjualan yang mumpuni, meningkat setiap tahun serta berhasil melewati pesaingnya,” beber Hiroo.
Sementara itu, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo, menambahkan, hingga akhir 2015, jaringan penjualan Hino yang tersebar di Indonesia tercatat 164 unit.
“Hino terus berencana memperluas jaringan penjualan hingga lebih 170 outlet di 2016. Dengan pertambahan jaringan penjualan tersebut, kami mematok target dapat menguasai 65 persen pangsa pasar untuk segmen medium duty truck. Adapun light duty truck, ditargetkan dapat menguasai 20 persen market share, atau setara 25 ribu unit secara keseluruhan,” imbuhnya.
Menurut Santiko, pihaknya optimis dapat mencapai hasil tersebut. Pasalnya, banyak pembangunan infrastruktur akan dijalankan pemerintah. Hino siap mendukung setiap program tersebut.
“Pemerintah aktif mengeluarkan kebijakan ekonomi untuk mengatasi dampak perlambatan ekonomi terhadap kemampuan daya beli masyarakat. Seperti dana desa untuk infrastruktur di pedesaan, dan memperbaiki iklim investasi dengan meringkas waktu proses perizinan,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihaknya turut mendukung kebijakan dan proyek-proyek yang dijalankan pemerintah dalam menyediakan fasilitas untuk memajukan perekonomian masyarakat. “Tentunya, melalui produk-produk terbaik kami yang sesuai kebutuhan pengusaha,” tutup Santiko.