08 March 2016

Arwan Tjahjadi: Bisnis Harus Dijalani Secara Profesional

ARWAN TJAHYADI - Pemilik Losari Hotel Group. Bisnis adalah pilihan hidup, untuk itu harus dijalankan secara profesional. Banyak orang yang ingin menjadi pengusaha dengan “iming-iming” kebebasan waktu dan finansial, namun tidak banyak yang bertahan menghadapi risiko dalam dunia bisnis. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W

Arwan Tjahjadi
Pemilik Losari Hotel Group
“Bisnis Harus Dijalani Secara Profesional”

BLOGKATAHATIKU - Bisnis adalah pilihan hidup, untuk itu harus dijalankan secara profesional. Banyak orang yang ingin menjadi pengusaha dengan “iming-iming” kebebasan waktu dan finansial, namun tidak banyak yang bertahan menghadapi risiko dalam dunia bisnis. Sehingga, itu yang membuat banyak gagal dan berhenti di tengah jalan.
Hal tersebut diungkapkan pemilik Losari Hotel Group, Arwan Tjahjadi saat ditemui belum lama ini di Losari Beach Hotel, Jalan Pasar Ikan, Makassar. “Dulu, saya memulai semuanya dari (kontraktor) kecil-kecilan, dengan menangani job seperti pengecatan, pembersihan kamar mandi, dan usaha kecil lainya,” bebernya.
 Pria Tionghoa kelahiran Makassar, 30 Oktober 1952 ini mengungkapkan, usaha tersebut dimulainya sejak masih berstatus mahasiswa, hingga kini telah memiliki berbagai aset usaha, khususnya hotel yang tidak hanya terdapat di Kota Daeng, tetapi juga di Jakarta dan Pulau Dewata, Bali.
Lantas apa motivasi yang melatarbelakangi sukses usahanya? Arwan yang sudah tidak asing menghadapi kegagalan ini, hanya menjawab gamblang agar seseorang jangan mudah menyerah. Semua usaha memiliki risiko, tidak terkecuali bisnis perhotelan yang dirintisnya.
“Waktu awal membangun hotel, risiko yang saya hadapi sangat berat karena bertepatan krisis ekonomi pada 1997. Namun, itu tidak membuat saya menyerah. Saya tetap sabar dan tekun menyelesaikan pembangunan hotel-hotel saya, terutama yang di Jakarta, Hotel Losari Blok M,” ujar penasihat Indonesian Chinese Business Council Sulsel ini.
Arwan merunut, saat ini memiliki sejumlah hotel. “Di antaranya Hotel Losari Beach, Jalan Pasar Ikan, ini merupakan hotel kedua yang saya bangun setelah Hotel Losari Inn. Di Makassar, ada tiga hotel. Sementara, Hotel di Blok M Jakarta merupakan hotel keempat, dan hotel kelima adalah Hotel Losari Kuta, berdiri di Bali,” papar suami Fientje Djajakusli.
Di luar itu, sebut ayah dari Irma, Amri, dan Mira Tjahjadi, ia bukanlah orang yang “egois”. “Saya bukan orang yang ingin sukses seorang diri. Setiap ada waktu luang, saya sering mengadakan diskusi dengan karyawan. Melalui diskusi, saya selalu memberi motivasi, mereka juga bisa sukses seperti saya kalau bersungguh-sungguh dan bekerja keras menggeluti suatu usaha,” ujar sarjana arsitek alumni 1980 di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini.
Meskipun dikenal sebagai pengusaha perhotelan, namun tak seperti kebanyakan warga Tionghoa lainnya, sosok ramah dan murah senyum ini juga sebelumnya dikenal aktif dalam dunia politik. Ia memang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Makassar selama dua periode.
“Bagi saya, berpolitik itu bentuk kecintaan terhadap Tanah Air. Terus terang, boleh jadi ini tak lazim dilakoni kebanyakan warga Tionghoa yang lebih memilih bergelut dalam dunia bisnis. Tetapi, dunia politik adalah salah satu implementasi yang dapat diterapkan anak bangsa, siapapun ia dan tak mengenal identitas etnik,” ulas penyuka renang dan golf ini.