02 March 2016

2016, Peserta Jamsostek Diproyeksi Meningkat

JAMSOSTEK - Kepesertaan pekerja di wilayah Sulawesi dan Maluku yang mengikuti program Jamsostek tahun ini, diproyeksi tumbuh 30 persen. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Kepesertaan pekerja di wilayah Sulawesi dan Maluku yang mengikuti program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) tahun ini, diproyeksi tumbuh hingga 30 persen seiring gencarnya sosialisasi yang melibatkan pemerintah daerah (Pemda) secara aktif.
Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi dan Maluku, Kuswahyudi, mengatakan, peningkatan kepesertaan ditopang kecenderungan tingkat kepatuhan perusahaan yang mendaftarkan karyawannya dalam program jaminan sosial (Jamsos).
“Peserta aktif yang terjaring secara kumulatif diestimasi bakal mencapai hingga 399.869 pekerja hingga akhir 2016. Ini berarti tumbuh sekitar 30 persen dari tahun lalu yang mencapai 259.045 tenaga kerja,” bebernya belum lama ini saat ditemui di sela pertemuan rapat BPJS di Hotel Grand Clarion, Jalan AP Pettarani, Makassar.
Akan tetapi, sebut Kuswahyudi, untuk mencapai hal tersebut membutuhkan sosialisasi yang berkelanjutan, seperti sinergi dengan Pemda dan perusahaan setempat untuk mendaftar dalam kepesertaan.
Ditambahkan, selain menyasar segmen informal, secara simultan juga pihaknya akan fokus terhadap pekerja informal dengan menggunakan pendekatan kedaerahan, serta memanfaatkan komunikasi asosiasi pekerja sesuai sektornya.
“Guna merealisasikan hal tersebut, sosialisasi, edukasi, serta pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, kami lakukan secara aktif pada 38 jaringan kantor cabang yang tersebar pada delapan provinsi di Sulawesi dan Maluku,” ulas Kuswahyudi.
Menurutnya, sejumlah strategi dari sisi pelayanan juga telah disiapkan pihaknya. “Ini berorientasi pada penyediaan kemudahan, kecepatan, keramahan, dan keandalan layanan kepada peserta maupun calon peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sementara itu, jumlah perusahaan yang terdaftar mengikutkan karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan diharapkan sejalan pertumbuhan dunia usaha di wilayah tersebut.
“Kami optimis mampu mencapai estimasi yang ditetapkan. Pasalnya, beberapa Pemda yang telah mensyaratkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari perizinan operasional usaha perusahaaan,” imbuhnya.