20 February 2016

Uang Kartal, Konvensionalitas yang Hilang

LESS CASH SOCIETY - Jauh sebelum tren keuangan sistem elektronik atau lebih dikenal sebagai less cash society (LCS), seorang ekonom dan politik Amerika Serikat (AS), Robert Reich, memproyeksi akan tiba masanya era transaksi tunai akan berakhir. Kendati tidak menyebut persis, akan tetapi secara presisi apa yang dipikirkannya terkait masa depan “uang tunai” konvensional yang tergerus, saat ini sudah terbukti. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Jauh sebelum tren keuangan sistem elektronik atau lebih dikenal sebagai less cash society (LCS), seorang ekonom dan politik Amerika Serikat (AS), Robert Reich, memproyeksi akan tiba masanya era transaksi tunai akan berakhir. Kendati tidak menyebut persis, akan tetapi secara presisi apa yang dipikirkannya terkait masa depan “uang tunai” konvensional yang tergerus, saat ini sudah terbukti.
Secara perlahan, uang elektronik sudah terpinggirkan. Di Negeri Paman Sam, juga di ranah Eropa, uang tunai seperti barang “antik” yang sudah mulai terpinggirkan zaman. Hal itu didasarkan pada gaya hidup masyarakat Barat yang kini lebih banyak melakukan transaksi nontunai, bahkan untuk transaksi “recehan” seperti biaya parkir, tol, hingga membeli donat di pinggir jalan.
Tidak hanya Reich yang meramalkan kematian transaksi tunai, David Wolman, seorang jurnalis AS, pernah menulis sebuah buku mengenai senjakala uang tunai, The End of Money. Dalam bukunya, ia menulis uang kartal hanya merepotkan aktivitas sehari-hari. Uang kartal adalah uang berbentuk selembar kertas atau logam yang diterbitkan Bank Sentral AS. Pukulan paling mematikan yang bakal mengakhiri transaksi tunai adalah “costly”. Artinya, ongkos untuk memproduksi “barang” ini sangat mahal.
Selain itu, transaksi tunai juga mahal untuk dipindahkan, menyimpan, mengamankan, mengawasi, dan memproduksi, meredesain, serta mahal dibawa ke mana-mana. Pasalnya, transaksi tunai adalah sahabat bagi para kriminal. Penyuapan, sogokan, dan aneka transaksi terlarang selalu menggunakan uang tunai agar tidak terlacak.
Beda halnya uang elektronik. Jenis uang ini jauh lebih praktis, aman, dan nyaman digunakan. Seseorang tidak perlu membawa dompet tebal atau tas untuk bertransaksi dengan jumlah uang yang besar.
Entengnya, selembar kartu plastik yang memiliki seluruh catatan keuangan dalam chip magnetic-nya hanya membutuhkan satu selipan dalam dompet. Segala transaksi dilakukan hanya dengan selembar kartu itu. Jadi, silakan memilih yang mana.