26 February 2016

Tengku Badarsyah: Sukses Butuh Perjuangan

TENGKU BADARSYAH - General Manager PT Pertamina MOR VII Sulawesi. BLOGKATAHATIKU/IST
Tengku Badarsyah
General Mabager PT Pertamina MOR VII Sulawesi
“Sukses Butuh Perjuangan”

BLOGKATAHATIKU - Optimistis, pekerja keras, pantang menyerah, profesional, dan rendah hati merupakan karakter yang bisa ditemui dalam kepribadian Tengku Badarsyah. General Manager (GM) PT Pertamina Marketing Operational Region (MOR) VII Sulawesi itu, menyebut sifat-sifat tersebut sebagai eksistensi (moral).
Pasalnya, apa yang tercetus dari sosoknya memang tidak terlepas dari “eksistensi”. Paling tidak, lima prinsip yang merujuk pada jenjang keberhasilan seseorang, yang telah menjadi patronase hidupnya, secara otomatis telah menjadi pelecut bagi dirinya untuk maju dan berkembang lebih jauh.
“Jika eksistensi (moral) yang sudah seharusnya diimplementasikan dalam hidup, belum ada, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi, maka semua tidak berarti apa-apa,” ungkapnya saat ditemui di Kantor PT Pertamina MOR VII Sulawesi, Jalan Garuda, Makassar, Sabtu (20/2).
Pria kelahiran Riau, 12 Mei 1962 ini, mengaku, eksistensi berperan penting dalam kariernya. Pasalnya, eksistensi membentuknya menjadi pribadi yang mandiri, dan selalu berupaya menuai keberhasilan. “Sukses itu tidak gampang, karena membutuhkan perjuangan dan kesabaran. Di sinilah peran eksistensi bermain,” bebernya.
Tengku mengungkapkan,  pengalaman adalah guru berharga yang telah membentuk pribadinya, terutama ketika melewati masa-masa sulit. Masa sulit yang dimaksud adalah ketika secara pribadi tidak memiliki kemampuan di suatu bidang,  tetapi karena keinginan kuat untuk belajar dan pantang menyerah, maka ia pun dapat berhasil di bidang itu. Bahkan, berhasil meraih sukses.
“Terkadang, ada hal yang tidak disukai, tetapi dari situ seseorang bisa belajar banyak. Untuk bisa sukses, hal itu harus dilalui. Harus punya sikap pantang menyerah dan sikap optimistis,” pesannya.
Meskipun disibukkan aktivitas pekerjaaan yang seperti tidak ada habisnya, namun Tengku tetap mengutamakan keluarga. Pria hobi olahraga ini, mengatakan, secara prinsipil pandangan hidupnya tidak muluk-muluk.
“Saya hanya ingin bermanfaat bagi orang lain. Makanya, eksistensi sangat penting, karena merupakan penunjang keberadaan dan jati diri seseorang,” tutup Tengku.