08 February 2016

Temu Responden Survei dan Contact Liaison Bank Indonesia

PROYEKSI PERTUMBUHAN - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, M Dadi Aryadi saat diabadikan belum lama ini. BI Sulsel memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 7,5 persen hingga 8,5 persen pada 2016. Ini didukung pertumbuhan pada sektor sekunder dan tersier. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Survei dan pengumpulan informasi (liaison) memiliki peran penting sebagai salah satu dasar dalam pengambilan kebijakan ekonomi oleh Bank Indonesia (BI). Survei dilakukan untuk mendapatkan berbagai informasi terkini yang mendukung analisis perekonomian.
Hal tersebut juga bisa menghasilkan ekspektasi responden atas beberapa hal, seperti kondisi perekonomian, kondisi usaha, investasi, tingkat suku bunga, lapangan kerja, dan perkembangan harga.
“Ekspektasi responden tersebut akan menunjang analisis, karena biasanya akan mempengaruhi perilaku mereka atas setiap kegiatannya,” terang Direktur Bidang Survei BI, Leo Ediwijaya dalam kegiatan “Temu Responden Survei dan Contact Liaison” di Hotel Novotel, Jalan Chairil Anwar, Makassar, Kamis (4/2).
Karena pentingnya hasil survei yang akurat, setiap badan yang menjadi responden wajib memberikan keterangan dan data yang diperlukan BI. Adapun yang menjadi responden terdiri atas berbagai sektor, rumah tangga, dunia usaha, dan pakar ekonomi.
Sementara itu, liaison dilakukan dengan cara wawancara langsung atau tidak langsung kepada pelaku usaha terkait perkembangan terkini dan arah kegiatan usaha dengan cara yang sistematis serta didokumentasikan dalam bentuk laporan.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, M Dadi Aryadi, memaparkan, selama ini beberapa survei yang secara rutin dilakukan BI di antaranya survei konsumen, survei pemantauan harga, survei kegiatan dunia usaha, hingga survei kredit perbankan.
“Dari hasil survei yang sudah dilakukan, bisa diketahui pertumbuhan ekonomi di Sulsel sepanjang tahun lalu bisa mencapai 7,59 persen, jauh di atas pertumbuhan nasional 4,73 persen,” bebernya.
Pihaknya juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 7,5 persen hingga 8,5 persen pada 2016, yang didukung pertumbuhan pada sektor sekunder dan tersier. Sementara, inflasi diperkirakan pada angka empat persen dengan kisaran plus minus satu persen,” imbuh Dadi.