29 February 2016

Saatnya Berbagi dalam Corporate Social Responsibility

KEPEDULIAN - Program CSR benar-benar harus dilaksanakan atas dasar rasa kepedulian yang besar guna tercapainya kesejahteraan publik. Pasalnya, sebagian perusahaan hanya memahami CSR sebatas konsep, sehingga menciptakan budaya CSR yang “ngepop” tanpa makna. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Corporate Social Responsibility, sering disingkat CSR, jika didefinisikan berdasarkan bahasa Inggris, terdiri atas tiga suku kata, corporate yang berarti berkedudukan badan hukum, social yang berarti sosial, responsibility yang berarti tanggung jawab.
Jadi jika disulih dalam pengertian bahasa Indonesia, maka akan memberikan makna, CSR itu tanggung jawab sosial suatu lembaga atau organisasi yang berbadan hukum.
Beberapa ekonom lebih mengartikan CSR sebagai suatu upaya yang dilakukan suatu perusahaan bersama publik. Tentu, semua itu demi mencapai kesadaran dan kesejahteraan publik itu sendiri. Dari pengertian tersebut, dapat dianggap CSR sebagai satu medium penghubung antara perusahaan dengan stakeholders, termasuk pelanggan, pegawai, masyarakat, pemilik atau investor, pemerintah, penyedia, bahkan juga saingan.
Saat ini, banyak perusahaan di Indonesia sudah mengimplementasikan CSR dalam berbagai bentuk kegiatan. Kegiatan CSR juga sekaligus untuk memenuhi kepatuhan dan kewajiban dalam melaksanakan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 terkait aplikasi sosial dan kemasyarakatan yang diamanatkan pemerintah.
Untuk itu, program CSR benar-benar harus dilaksanakan atas dasar rasa kepedulian yang besar guna tercapainya kesejahteraan publik. Pasalnya, sebagian perusahaan hanya memahami CSR sebatas konsep, sehingga menciptakan budaya CSR yang “ngepop” tanpa makna.
Apalagi, jika merunut UU tadi, perusahaan dapat lebih memahami bagaimana pemerintah berusaha mengatur kewajiban pelaksanaan CSR bagi perusahaan atau penanam modal. Kondisi “pemaksaan” ini menjadi permasalahan bagi kebanyakan perusahaan, karena bagi beberapa perusahaan kegiatan CSR merupakan suatu kesukarelaan, bukan suatu kewajiban.
Pada dasarnya, CSR memang bukan kewajiban melainkan suatu “kesukarelaan” perusahaan. Kendati begitu, sukarela juga bukan berarti perusahaan boleh tidak melaksanakan CSR, ataupun melaksanakan CSR seperlunya saja.
Sehingga, inilah yang perlu dimaknai. CSR adalah bentuk humanitas yang tidak boleh dinafikan, suka maupun tidak suka.