26 February 2016

Percantik Fasad Rumah dengan Aksen Etnik

AKSEN ETNIK - Untuk tampil beda, pemilik rumah bisa menerapkan aksen etnik pada fasad rumahnya. Pasalnya, ragam etnik dari arsitektur tradisional Indonesia tergolong sangat variatif dan indah. BLOGKATAHATIKU/IST 
britaloka.com - Memiliki rumah dengan tampilan “cantik”, tentu impian semua orang. Bagi sebagian orang, meskipun memiliki cukup banyak dana untuk merenovasi atau mengubah tampilan rumah yang biasanya dimulai dari muka rumah (fasad), namun tidak sertamerta dapat mewujudkan “aura” rumah yang manis dan sedap dipandang mata.
“Jika tidak dibekali konsep yang matang, belum tentu pemilik rumah dapat merealisasikan keinginannya untuk memoles fasad ideal rumahnya. Ini beda apabila  setiap elemen pembentuk dirancang selaras satu sama lain,” terang Yenny Halim, pengusaha toko ritel yang menggemari tata griya, saat ditemui di kediamannya, Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis (25/2).
Menurut Cik Yen, demikian ia dipanggil, sebenarnya ide fasad dapat ditemui dengan mudah. “Referensi banyak, salah satunya dari majalah khusus yang membahas griya. Tinggal pilih mana yang hendak diaplikasikan untuk hunian,” bebernya.
Untuk tampil beda, wanita gemar traveling ini menyarankan untuk mencoba fasad beraksen etnik. “Ragam etnik dari arsitektur tradisional Indonesia tergolong sangat variatif. Fasad bergaya etnik tidak mesti menerapkan gaya etnik secara frontal. Ciri khas suatu daerah yang kemudian disesuaikan detail bangunan, saya kira sudah cukup mewakili gaya etnik tertentu,” imbaunya.
Yenny menambahkan, untuk menerapkan unsur tradisional tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang. Pasalnya, seperti yang ia kemukakan tadi, pemilik tidak perlu seratus persen mengadopsi rumah tradisional ke tampilan fasad.
“Cukup aksen yang dirasa agak ringan dan mudah. Misalnya, jika ingin menerapkan arsitektur rumah Toraja, maka bisa mengambil ide desain Tongkonan, atau tanduk khas Toraja,” paparnya.
Selain itu, dalam penerapan motif atau pola etnik, konsepnya mirip langkah pertama. “Bedanya, jika tadi mengambil ide fisik seperti Tongkonan, fasad rumah juga dapat mengambil motif atau pola etnik tertentu. Misalnya, motif batik atau ukiran khas Bali,” urai Yenny.
Ditambahkan, seseorang nantinya bisa “menempelkan” motif atau ukiran tersebut di salah satu elemen fasad. “Garda rumah juga bisa, seperti pintu atau jendela. Dengan demikian, ada kekontrasan yang justru bikin tampilan muka rumah jadi unik,” imbuhnya.
Masih senada dua penerapan yang dikemukakannya tadi, Yenny mengimbau agar pemilik rumah jangan terpaku pada satu bahan saja. “Jangan hanya berbahan kayu, tetapi boleh juga menggunakan batu. Pasalnya, kombinasi relief batu untuk bubungan atap misalnya, bakal menguatkan kesan pada etnik yang ingin ditampilkan,” sebutnya.
Merujuk desain etnik yang baik, wanita murah senyum ini mengatakan semua etnik di Tanah Air bagus dijadikan model. “Rumah Betawi yang memiliki teras terbuka sebagai ruang tamu, juga bagus diaplikasikan untuk fasad. Atau, bisa juga rumah tradisional khas Bugis-Makassar yang selalu menggunakan rumah panggung,” cetus Yenny.