23 February 2016

Pembenahan Direct Call Guna Antisipasi Imbalance Cargo

IMBALANCE CARGO - Jalur pelayaran internasional atau direct call di Pelabuhan Makassar diperkirakan hanya mampu bertahan hingga akhir tahun ini, seiring permasalahan muatan balik yang cenderung tidak seimbang atau imbalance cargo. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Jalur pelayaran internasional atau direct call di Pelabuhan Makassar diperkirakan hanya mampu bertahan hingga akhir tahun ini, seiring permasalahan muatan balik yang cenderung tidak seimbang atau imbalance cargo.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan, mengatakan, ketidakseimbangan muatan atau imbalance cargo masih menjadi momok bagi perusahaan pelayaran global dalam melayani pelayaran langsung melalui Makassar.
Kondisi tersebut, dipicu pengembangan infrastruktur pelabuhan yang cenderung timpang jika dibandingkan penguatan fasilitas rantai pasok secara menyeluruh di Sulsel.
“Jika tidak segera dibenahi, direct call Makassar tinggal menunggu waktu untuk ditutup, hanya bertahan paling lama setahun. Ini sama dengan Bitung yang lebih dulu ditutup direct call-nya karena persoalan imbalance cargo,” beber Akbar di sela pertemuan dengan sejumlah wartawan di Makassar, Senin (22/2).
Sebagai solusi, Pemprov Sulsel sebaiknya segera membangun Pusat Logistik Berikat (PLB) dengan menggandeng pihak terkait, yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan direct call, di antaranya Pelindo IV, Bea Cukai, dan lainnya.
Adapun PLB akan menjadi pusat penghimpunan komoditas berorientasi ekspor dari berbagai daerah, yang mana seluruh administrasi dan perizinan juga bisa dilakukan melalui skema satu atap.
Dengan demikian, kehadiran PLB akan menjamin ketersediaan muatan balik bagi perusahaan pelayaran, sehingga jalur pelayaran internasional bisa terlaksana secara berkelanjutan.
Sekedar diketahui direct call melalui Pelabuhan Makassar diselenggarakan oleh Pelindo 4 pada Desember 2015 lalu dengan menggandeng perusahaan pelayaran global berbasis di Hongkong, SITC Container.
Kendati demikian, volume peti kemas yang mampu terangkut saat muatan balik dari direct call ini hanya maksimal di kisaran 70 TEU’s, sementara kapasitas kapal yang melayani mencapai 1.000 TEU’s.
Jalur pelayaran dilalui SITC Container dimulai dari Hongkong, kemudian Makassar, Jakarta, lalu masuk ke Serawak dilanjutkan ke Manila dan terakhir kembali ke Hongkong.
Di sisi lain, direct call di Makassar menjadi satu-satunya pelayaran internasional yang dilayani Pelindo 4 setelah direct call di Pelabuhan Bitung resmi ditutup pada awal tahun ini.
“Padahal, direct call Bitung baru dibuka pada pertengahan 2014 lalu, yang dilayani Maersk Line dengan rute mulai dari Papua New Guinea melalui Port Moresby, Port Noro, LAE, kemudian masuk ke Bitung dan terakhir di Tanjung Pelepas, Malaysia,” imbuh Akbar.