26 February 2016

Patsigi Barber Shop, Jeli Melihat Tren Bisnis Pangkas Rambut Pria

PATSIGI - Sebagian konsumen Patsigi Barber Shop adalah pelanggan Telkomsel. Melalui SMS Blast, mereka tahu program promosi yang ditawarkan, seperti Telkomsel Poin. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Beberapa tahun terakhir, kehadiran pangkas rambut modern khusus pria atau lebih dikenal sebagai “barber shop” semakin menjamur di Indonesia. Dari yang dulunya berbasis di emperan toko maupun pinggir jalan raya dengan predikat “tukang cukur” sederhana, sekarang semakin berkembang dengan menempati outlet yang lebih nyaman di mal maupun pusat pertokoan.
Namun di luar itu, pertumbuhan keberadaan bisnis pangkas rambut tidak lepas dari meningkatnya kesadaran pria terhadap perawatan rambut. Selain itu, hal tersebut juga tidak lepas dari tren maskulinitas pria itu sendiri yang sudah tidak ingin merawat rambut berbaur perawatan kaum Hawa.
Dari survei independen yang dihimpun, kebanyakan konsumen barber shop mengungkapkan jika lebih percaya diri merapikan rambut di gerai pangkas rambut yang “fokus”. Fokus yang dimaksud tentu mengacu terhadap perawatan rambut saja tanpa diembeli perawatan lain seperti salon dan sejenisnya.
Salah satu barber shop yang turut merasakan imbas tren positif yang sebelumnya sudah masif di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) ini adalah Patsigi Barber Shop. Seperti dijelaskan pengelola Patsigi, Andry, sejak buka pada 11 April 2015, barber shop-nya memang tidak pernah sepi melayani konsumen.
“Kebanyakan konsumen lebih tertarik memangkas rambut di barber shop kami. Selain karena nyaman, perlengkapan Patsigi juga terbilang lengkap. Tidak hanya itu, konsumen juga dapat membeli berbagai pomade yang kami jual,” terang Andry saat dihubungi melalui telepon seluler di barber shop-nya, Jalan Kimaja, Palu, Rabu (24/2).
Ditambahkan, untuk menjaring konsumen lebih banyak, pihaknya juga menjual baju ala distro. “Penjualan baju hanya tambahan agar barber shop kami lebih ramai. Tetap, kami mengutamakan pangkas dan perawatan rambut. Sebab, secara omset pangkas rambut memang lebih mendominir penjualan Patsigi,” bebernya.
 Sayang, Andry enggan menyebut nominal omset. Kendati begitu, ia mengungkapkan jika pengunjung barber shop-nya tidak lepas dari peran Telkomsel. “Telkomsel berkontribusi penting, karena sebagian konsumen Patsigi juga merupakan pelanggan Telkomsel. Melalui SMS Blast, mereka tahu program-program promosi yang ditawarkan sehingga beramai-ramai ke tempat kami,” imbuhnya.
Melalui program penukaran poin, sebut Andry, Patsigi sangat terbantu soal promosi. “Saling menguntungkan, karena dengan menukarkan poin, pelanggan Telkomsel berhak mendapatkan diskon pangkas rambut ataupun pembelian produk kami,” ulasnya.
Diuraikan, prosedur memperoleh potongan harga pihaknya, pelanggan Telkomsel cukup menukarkan 10 poin sudah berhak memperoleh diskon 10 persen untuk semua jenis perawatan rambut.
“Selain itu, bagi pelanggan yang menukarkan 200 poinnya, berhak mendapatkan potongan harga Rp 25 ribu untuk setiap pembelian barang di Patsigi, baik pomade, baju, dan lainnya,” tutur Andry.
Terkait kompetisi terhadap bisnis serupa di Palu, suami Yanty ini mengatakan tidak khawatir dengan para pesaing mereka. “Kembali lagi kepada pelayanan, dan ini menjadi landasan usaha kami. Jadi, selama tetap mempertahankan pelayanan yang baik, tentu persaingan antar barber shop seperti saat ini tidak perlu kami cemaskan,” ungkapnya.
Andry menjelaskan, saat ini Patsigi hanya ada satu di Palu dan belum memiliki cabang di tempat lain. “Ada rencana untuk ekspansi dengan membuka cabang di tempat lain, tetapi sementara ini kami fokus membesarkan Patsigi Jalan Kimaja ini dulu,” tandasnya.