11 February 2016

OJK-Pemprov Sulsel Dorong Percepatan Akses Keuangan

POSITIF - OJK Regional 6 Sulampua melansir, secara umum kinerja perekonomian Sulsel pada 2015 sejalan kinerja industri jasa keuangan Sulsel yang menunjukkan perkembangan positif. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Kantor Regional 6 Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) bekerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, menggelar acara “Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan 2016” dengan mengambil tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Meningkatkan Kesejahteraan Melalui Percepatan Akses Keuangan Daerah”.
Kepala Regional 6 OJK Sulampua, Bambang Kiswono, dalam sambutannya mengungkapkan, secara umum kinerja perekonomian Sulsel pada 2015 sejalan kinerja industri jasa keuangan Sulsel yang menunjukkan perkembangan positif.
“Kinerja industri perbankan di Sulsel tersebut, berdasarkan indikator pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan kredit yang meningkat dari tahun sebelumnya, bahkan lebih tinggi dibanding perbankan nasional,” terangnya di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Rabu (10/2).
Ditambahkan, pertumbuhan indikator perbankan itu juga disertai non performing loan (NPL) atau risiko kredit yang terjaga. Penyaluran kredit perbankan Sulsel juga terus mengarah pada pertumbuhan yang berkualitas, ditopang pertumbuhan kredit produktif. 
“Secara keseluruhan, fungsi intermediasi perbankan Sulsel berada pada level yang sangat tinggi, tercermin pada tingginya loan to deposit ratio (LDR). Sementara itu, kinerja industri keuangan nonbank dan pasar modal Sulsel, meskipun memiliki volume usaha yang lebih kecil dibandingkan industri perbankan, tetapi secara umum tetap dalam kondisi yang terjaga,” ungkapnya
Selain itu, dalam pertemuan tahunan tersebut, Bambang juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2015 sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, menunjukkan pencapain 7,15 persen, jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 4,79 persen.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menambahkan, pencapaian kinerja industri jasa keuangan juga disertai beberapa tantangan yang perlu dibenahi. Dengan tantangan-tantangan itu, pihaknya bersama OJK membentuk tim percepatan akses keuangan daerah di Sulsel.
Kerja sama tersebut, juga sebagai forum koordinasi kerja sama antar seluruh elemen di daerah guna mencari terobosan untuk membuka dan mempercepat akses keuangan yang lebih efektif.
“Ini dengan memanfaatkan sumber dana yang ada untuk mendukung kegiatan yang produktif di daerah. Kerja sama ini sangat positif, karena dengan lebih terbukanya akses keuangan bagi masyarakat di daerah, diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata, lebih partisipatif, dan lebih inklusif,” papar Syahrul.
Kegiatan juga dihadiri jajaran instansi daerah, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan asosiasi pengusaha, pengamat ekonomi, pelaku perbankan, dan pimpinan perwakilan lembaga negara.