09 February 2016

OJK Dorong Kinerja Bank Pembangunan Daerah Bisa Berdaya Saing

STRATEGI BARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat menggelar acara iB Vaganza di Makassar beberapa waktu lalu. OJK bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD), menyusun perangkat strategi baru yang akan digunakan BPD dalam mentransformasikan perannya menjadi perbankan yang kompetitif dan memiliki daya saing industri. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD), menyusun perangkat strategi baru yang akan digunakan BPD dalam mentransformasikan perannya menjadi perbankan yang kompetitif dan memiliki daya saing industri.
Guna meningkatkan kinerja BPD tersebut, OJK telah membuat kerangka berupa pemetaan bisnis, risiko, dan pendukung lainnya. Pasalnya, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu dibenahi dari BPD, di antaranya terkait rendahnya kontribusi kredit produktif yang menandakan andil BPD masih sangat minim dalam pembangunan daerah.
Seperti diketahui, pangsa pasar kredit produktif BPD hanya 26 persen. Artinya,  masih sedikit upaya menggairahkan lintas sektoral dalam berbagai proyek pemerintahan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Region OJK Wilayah VI Sulampua, Bambang Kiswono. Diungkapkan, OJK mencatat masih ada 11 BPD dengan modal inti di bawah Rp 1 triliun. Kondisi ini dinilai menjadi momok yang membuat kinerja BPD hanya mampu jalan di tempat.
“OJK sendiri telah meramu enam strategi dalam program transformasi ini, di antaranya melalui pengembangan produk, pengelolaan layanan, pengembangan pemasaran, pengelolaan jaringan, pengelolaan portofolio, dan penguatan likuiditas,” urainya.
Masing-masing BPD itu, sebut Kiswono, akan memasuki setiap tahapan dan menetapkan sasaran dan target bisnis sesuai kapasitas dan kesiapannya. “Untuk sasaran implementasi, OJK membagi tiga fase yakni tahap pembangunan fondasi, percepatan pertumbuhan, serta pemimpin pasar atau market leadership,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, sejumlah strategi tersebut dinilai lebih konkrit dibandingkan pencanangan program “Regional Champion” beberapa waktu lalu yang masih kurang efektif. Dari pemantaun kinerja BPD sepanjang 2013 ke 2014, pertumbuhannya sudah cukup baik. “Total aset rata-rata meningkat 13,01 persen year on year. Pertumbuhan itu ditopang meningkatnya dana pihak ketiga (DPK) hingga 16,77 persen,” beber Kiswono.
Dengan kondisi ini, OJK mengaku optimis terhadap enam strategi yang dirancang bakal efektif mendorong kiprah BPD menjadi pemimpin dan grup bank terbesar di daerah, khususnya di Sulselbar yang sudah cukup positif,” imbuhnya.