15 February 2016

Modifikasi Sepeda Motor Rentan Gagalkan Klaim Garansi

MODIFIKASI - Modifikasi bagi pecinta otomotif, khususnya roda dua, merupakan cara untuk menunjukkan jati diri. Biasanya, modifikasi dilakukan mulai dari warna hingga kontruksi bodi sepeda motor. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - Modifikasi bagi pecinta otomotif, khususnya roda dua, merupakan cara untuk menunjukkan jati diri. Biasanya, modifikasi dilakukan mulai dari warna hingga konstruksi bodi sepeda motor. Kendati tampak menawan dan berbeda, namun kerap pemilik kendaraan tidak menyadari hasil dari modifikasi tersebut yang melanggar hukum dan menyebabkan klaim garansi resmi kendaraannya tidak berlaku. 
Teknikal Supervisor Astra Honda Motor (AHM), Daniel, mengatakan, ada anjuran dalam buku panduan kendaraan untuk tidak melakukan modifikasi terhadap sepeda motor, khususnya terkait klaim garansi. “Bukannya kami melarang, tetapi ditakutkan ketika melakukan modifikasi, ada problem garansi atau garansi jadi tidak berlaku,” bebernya, saat ditemui di Bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS), Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Selasa (9/2).
Menurut Daniel, yang paling banyak dimodifikasi pemilik sepeda motor adalah perubahan warna. Untuk hal itu, pihak dealer biasanya menyediakan banyak aksesori. “Kami menyediakan aksesori jika ada yang ingin mengganti. Misalnya, mengganti strip motor agar lebih bagus. Tetapi, kami harap pengendara tahu warna asli sepeda motornya, sehingga tidak menyalahi aturan (garansi),” pesannya.
Ia juga menyarankan, jika ingin melakukan modifikasi sebaiknya dibawa ke bengkel resminya. Pasalnya, ada Undang-undang (UU) yang mengatur tentang modifikasi sepeda motor, yakni Pasal 277 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
UU tersebut berbunyi, setiap orang yang memasukkan kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah RI, membuat, merakit, atau memodifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.
“Jadi bagi pecinta sepeda motor yang ingin memodifikasi, sebaiknya berhati-hati. Jangan sampai menyalahi aturan yang berlaku. Ingat, boleh modifikasi asal rela klaim garansi tidak berlaku,” imbau Daniel.