16 February 2016

Makassar Jadi Prioritas Proyek Pembangunan PLTS

PLTS - Sampah Kota Makassar bakal menjadi energi listrik. Dengan produksi yang saat ini mencapai 800 ton per hari, persoalan sampah yang terus menjadi polemik dan mengepung daerah berjuluk “Kota Daeng” selama beberapa tahun terakhir, dapat segera terselesaikan dengan hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS). BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKUSampah Kota Makassar bakal menjadi energi listrik. Dengan produksi yang saat ini mencapai 800 ton per hari, persoalan sampah yang terus menjadi polemik dan mengepung daerah berjuluk “Kota Daeng” selama beberapa tahun terakhir, dapat segera terselesaikan.
Dari hasil rapat kabinet terbatas yang diikuti Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto di Istana Negara yang dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo, Makassar ditunjuk menjadi satu dari empat kota yang akan diprioritaskan dalam proyek pengelolaan sampah menjadi energi lisrik.
Saat menyampaikan hasil rapat kabinet terbatas, Ramdhan mengungkapkan, upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang bekerja keras menangani persoalan sampah, telah berbuah hasil dan mendapat perhatian pemerintah pusat.
“Dari tujuh daerah kota/kabupaten, enam kota metropolitan dan satu kota besar, yakni Solo yang hadir dalam rapat kabinet itu, Makassar telah dipilih sebagai salah satu kota yang akan dibangunkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS),” bebernya.
Rencana pembangunan PLTS yang akan memanfaatkan sampah sebagai bahan baku utama, selama ini terkendala jumlah minimum sampah yang mencapai 1.000 ton. “Untuk menggerakkan turbin, harus 1.000 ton per hari. Namun, kami berinisiatif mencari solusi  dengan cara mengkolektifkan timbunan sampah yang telah ada,” urai Ramdhan.
Menurutnya, usulan tersebut telah disampaikan pada dua kali kesempatan bicara yang diberikan, dan akhirnya usulan itu diikuti seluruh kota yang hadir. Hal lain yang menunjang penunjukan Makassar sebagai pilot project PLTS, yakni keberhasilan Pemkot Makassar dalam menggerakkan Bank Sampah yang melibatkan peran aktif seluruh warga.
“Pemerintah pusat menilai Pemkot Makassar berhasil menggugah peran serta warga, sehingga membuka peluang-peluang ekonomi lebih luas dari pengelolaan sampah ini,” ulas Ramdhan.
Ditambahkan, pengelolaan sampah terpadu nantinya akan memberikan berbagai solusi persoalan secara komprehensif, tidak hanya dari segi penyediaan tenaga listrik yang bakal dihasilkan, tetapi juga penyelesaian masalah sosial seperti pengangguran dan peningkatan ekonomi.
“Di situlah contoh yang telah ditunjukkan Makassar. Jadi, sudah sepantasnyalah Makassar ditunjuk menjadi salah satu kota terpilih,” tutup Ramdhan.