26 February 2016

Luncurkan Sistem Pengindraan Jauh, Upaya BKPMD Gali Informasi SDA Sulsel

PENGINDRAAN JAUH - Maret tahun ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, akan meluncurkan teknologi sistem pengindraan jauh yang berfungsi untuk menggali informasi terkait sumber daya alam (SDA) di Sulsel. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Maret tahun ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, akan meluncurkan teknologi sistem pengindraan jauh yang berfungsi untuk menggali informasi terkait sumber daya alam (SDA) di Sulsel.
Kepala BKPMD Sulsel, Mukhlis, menjelaskan, sistem pengindraan jauh yang dimiliki Sulsel di antaranya sektor perikanan, kehutanan, dan sebagainya.“Di BKPMD sistemnya sudah ada, modelnya station room serta sistem pembangunan bumi nasional (SPBN). Semua ini, bisa dimanfaatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk pendataan mereka. Swasta juga bisa manfaatkan ini,” terang Mukhlis belum lama ini, usai kegiatan bertajuk “Sosialiasi Pengenalan Pengindraaan Jauh dan Pemanfaatannya untuk Peningkatan Investasi” di Hotel Grand Imawan, Jalan Pengayoman, Makassar.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengindraan Jauh, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Orbita Roswintiarti, mengatakan, sistem pengindraan jauh sudah ada di tujuh provinsi, antara lain Sulsel, Jawa Tengah, Bangka Belitung, Aceh, Yogyakarta, dan Sumsel.
Ditambahkan, tahun ini ada beberapa daerah yang akan disasar, di antaranya Sulut dan Kaltim. “Kami memilih bekerja sama dengan pemerintah provinsi (Pemprov) karena cukup sulit menanganinya sendiri. Dengan demikian, kami berharap semua program bisa tertangani tahun ini,” harap Orbita.
Disebutkan, dengan sistem pengindraan jauh, sektor seperti kehutanan, pertanian, perikanan, dan perkebunan, bisa menjadi acuan bagi SKPD dan swasta melihat peluang yang ada di Sulsel.
“Misalnya sektor perikanan, dapat memantau titik yang terdapat banyak ikan, kemudian untuk pertanian, dapat mengetahui titik penanaman padi dan sebagainya,” ulas Orbita
Ditambahkan, alat pemantau berupa satelit yang ada di Lapan hanya tiga, salah satunya di Parepare yang disebut stasiun bumi dengan keakuratan data 90 persen.
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Sulsel, Abdul Haris, mengungkapkan, pemanfaatan sistem pengindraan jauh itu, sangat menguntungkan pembangunan di Sulsel, karena ini bisa digunakan untuk mengelola pendataan SDA yang ada.
“Data yang ada dapat dikelola daerah, kemudian dijadikan acuan memberi informasi terkait SDA mereka. Juga bisa mengetahui potensi alam yang bisa dikelola,” terangnya.