17 February 2016

Genjot Kredit Usaha Rakyat, BNI Garap Pembiayaan Mall

KUR - PT Bank Negara Indonesia Kantor Wilayah (Kanwil) Makassar, tahun ini membidik penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 500 miliar. BLOGKATAHATIKU/EFFENDY W
BLOGKATAHATIKU - PT Bank Negara Indonesia Kantor Wilayah (Kanwil) Makassar, tahun ini membidik penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 500 miliar. Untuk menggenjot target kredit dengan bunga sembilan persen tersebut, BNI menggarap pembiayaan New Makassar Mall. 
Penyaluran KUR untuk pembiayaan kepemilikan kios New Makassar Mall dilakukan melalui perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemimpin BNI Sentra Kredit Ekonomi (SKC) Makassar, Alauddin Anwar dengan Direktur Utama PT Melatitunggal Intiraya (MTIR), Benidiktus L Bawotong selaku pengembang dan pengelola. 
Kepala Kanwil BNI Makassar, Slamet Djumantoro, menjelaskan, digenjotnya penyaluran KUR ini sesuai arahan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang menginginkan pengusaha kecil bisa didorong melalui akses keuangan yang inklusif. 
“Satu kios di New Makassar Mall nanti paling rendah Rp 500 juta, tetapi ini debitur potensial karena cabangnya di mana-mana. Kami tidak harap hanya di KUR, tetapi kalau sudah berkembang bisa berani ambil kredit komersil,” jelasnya, seusai penandatangan kerja sama di Kantor BNI Wilayah Sulsel, Jalan Ahmad Yani, Senin (15/2).
Slamet menambahkan, pihaknya juga akan memberi kemudahan dalam pelayanan dengan pencanangan agen laku pandai di lokasi pasar tersebut. Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi langkah untuk memudahkan dan mempercepat pengucuran kredit KUR.
“Nanti kami akan garap agen laku pandai, sekitar 200 agen di Kanwil Makassar tahun ini. Agen akan sangat membantu debitur dalam akses kredit dan edukasi keuangan,” imbuhnya.
Sementara, Pemimpin BNI SKC Makassar, Alauddin Anwar, mengatakan, tahun ini BNI menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 11,5 triliun dengan pencapaian sebesar Rp 662 miliar secara nasional. Untuk Kanwil Makassar, pihaknya menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 500 miliar dari realisasi Rp 132 miliar tahun lalu.
Direktur Utama PT Melatitunggal Intiraya, Benidiktus L Bawotong, juga menambahkan, New Makassar Mall adalah peremajaan dan pengembangan dari Pasar Sentral Makassar.
“Pembangunannya direncanakan terdiri 3.600 kios yang diperuntukkan bagi pedagang lama, yang sebelumnya menempati Pasar Sentral Makassar dan pedagang kaki lima (PKL) di sekitarnya,” tandasnya.