13 February 2016

Ekstremnya Pasar Beriman Tomohon

PASAR BERIMAN TOMOHON - Berkunjung ke Manado, selain wisata alam, juga kurang lengkap bila tidak berkunjung ke Pasar Beriman Tomohon. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Berkunjung ke Manado, selain wisata alam, juga kurang lengkap bila tidak berkunjung ke Pasar Beriman Tomohon. Di tempat ini, banyak jualan yang tidak lazim dijual di masyarakat bisa didapatkan.
Masakan Manado identik dengan budaya orangnya. Hampir setiap hari bakal ada pesta. Mulai pesta kelahiran, ulang tahun, perkawinan, ulang tahun perkawinan, masuk rumah baru, kedukaan, peringatan kematian. Belum lagi pesta-pesta keagamaan, seperti Natal, Paskah, dan lain-lain. Di Manado, rasanya tiada hari tanpa pesta.
Jenis makanan yang tersaji di setiap pesta, antara lain Ayam Garo Rica, Ayam Woku Balanga, Babi Rica, Babi Tore, Bebek Garo, Cakalang Fufu, Ikan Bakar Dabu-dadu Lilang, Ikan Nike, Kuah Asam, Telur Ikan Cakalang, Tinutuan (Bubur Manado) dan lain-lain. Sementara, untuk makanan ringan, tersedia Bagea Katu, Bobengka, Halua Kacang, Nasi Jaha, Panada, Palabutung, dan lain-lain.
Bahan baku semua jenis makanan tersebut sebagian besar dibeli di pasar tradisional yang bernama “Pasar Beriman Tomohon”. Beberapa waktu lalu, penulis sempat berkunjung ke tempat yang lebih dikenal dengan nama Pasar Ekstrem.
Pasar ini berada di jalur wisata ke arah agrowisata Rurukan, hutan kota dan jalur pendakian ke puncak Gunung Mahawu. Wisatawan lebih suka datang pagi-pagi untuk melihat keunikan ekstremnya pasar di Tomohon. Makanya, Pasar Ekstrem Tomohon menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi wisatawan saat datang ke Manado.
Pasar Beriman Tomohon berjarak 25 kilometer dari pusat Kota Manado. Dari Manado, wisatawan hanya perlu menuju ke terminal Karombasan, kemudian naik ke bus tujuan Tomohon. Dari Pasar Karombosan, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk bisa sampai ke terminal Tomohon. Begitu sampai, tinggal berjalan kaki sebentar untuk bisa tiba.
Layaknya pasar tradisional pada umumnya di Indonesia, Pasar Beriman Tomohon menjual aneka dagangan, mulai sembilan bahan pokok (Sembako), sayur mayur, ikan, dan kebutuhan dapur. Namun, apabila kaki melangkah lebih jauh ke dalam pasar, akan ditemukan hewan dagangan yang tidak lazim dikonsumsi, seperti daging babi, daging anjing, daging kelelawar, daging tikus, daging ular, dan daging kucing.
Bagi wisatawan yang termasuk golongan penyayang binatang, berkunjung ke Pasar Beriman Tomohon, akan membuat “geram”. Hewan peliharaan yang dikenal cerdik, seperti anjing dan tikus, tergeletak tidak bernyawa dan menunggu pembeli yang tertarik untuk membawa pulang serta menjadikannya makanan.
Di pasar Tomohon, pembeli bisa memilih hewan yang masih hidup atau sudah mati untuk dibeli. Bagi yang membeli anjing, setelah terjadi kesepakatan harga, barulah hewan tersebut dieksekusi dengan cara diikat lehernya, kemudian dipukul dengan besi atau kayu hingga mati dan dibakar. Daging anjing biasanya dijual Rp 250 ribu. itu tergantung ukurannya. Ritual pembantaian anjing yang dilakukan menimbulkan kontroversi.   
Yang ingin membeli tikus, penjual menjualnya dalam kondisi sudah mati, tetapi belum dibakar. Ada juga yang sudah dibakar, tetapi sengaja dibiarkan ekornya tidak dibakar. Ini sebagai penanda tikus yang dijual termasuk tikus berekor putih. Tikus yang dijual untuk dikonsumsi warga Tomohon kebanyakan diambil dari hutan. Yang lebih disukai adalah tikus berekor putih.
Sementara, untuk ular piton dan kucing, tidak setiap hari bisa ditemukan. Umumnya dagangan ekstrem ini tersedia hanya pada Sabtu dan Minggu. Sebaiknya memang datang pagi hari, supaya bisa menemukan berbagai dagangan sebelum laku terjual. Bahkan, wisatawan bisa melihat bagaimana hewan-hewan tersebut dieksekusi sebelum dijual.
Dulu, daging monyet hitam, hewan langka khas Sulawesi juga diperjualbelikan. Namun, sehubungan adanya peraturan tentang hewan yang dilindungi di Indonesia, para pedagang sudah tidak boleh menjual daging kera.
Ekstrem memang, namun itulah keadaan Pasar Beriman Tomohon. Bagi yang bukan merupakan penduudk asli Sulawesi Utara, akan terkesan terlalu sadis dan  menjijikkan. Tidak sedikit wisatawan yang datang tidak tahan melihat pemandangan yang tersaji di depan mata, dan langsung keluar kompleks pasar. Bahkan, ada juga yang sampai muntah-muntah.

Presiden Jokowi Jijik Ditawari Tikus

Sebelum menjadi Presiden RI, saat musim kampanye, Jokowi blusukan ke pasar Tomohon. Salah seorang pedagang menawarkan tikus hutan kepadanya dengan harga Rp 20 ribu per ekor. Jokowi bertanya, “Dimasak bagaimana itu tikus? Dijawab, masak rica, Pak”.
Ditawari membeli tikus bakar, Jokowi yang sempat memegang sebatang bambu tempat tikus ditancapkan itu meletakkannya kembali. Ia lalu menolak secara halus dengan mengangkat kedua telapak tangannya di depan dada sambil tersenyum.  
Jokowi bersama rombongan tiba di Pasar Tomohon sekitar pukul 09.30 Wita. Mantan Wali Kota Surakarta itu kemudian memasuki area pasar dan disambut kerumunan warga. Saat memasuki area pasar, disambut kerumunan warga yang mengajak untuk berfoto bersama.

Oleh-oleh Khas Manado

Jika kebetulan berada di Manado, kurang afdol rasanya bila tidak membawa oleh-oleh untuk keluarga. Yang paling paling banyak dicari adalah Klappertaart. Rasanya begitu nikmat, karena terbuat dari kelapa susu, tepung terigu, mentega, dan telur. Untuk harga tergantung ukurannya, antara Rp 20 ribu-Rp 200 ribu.
Sementara, Cakalang Fufu juga menjadi buruan wajib wisatawan, terbuat dari ikan cakalang yang sudah dibumbui dan diasapi. Ikan ini dijual setelah diikat kayu lalu dibentuk bulat. Harganya sekitar Rp 100 ribu, dan bisa diawetkan selama satu minggu.