19 February 2016

Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Gelar Pelatihan Entrepreneur dan Kewirausahaan

BRAND PRODUK - Founder UMKM MIC, Andi Nur Bau Masseppe saat membakan materi pelatihan. Dalam materinya, Nur mengimbau pelaku UKM harus membuat brand bagi produknya. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan UKM, belum lama ini menggelar kegiatan pelatihan untuk pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Hotel Alden, Jalan Lasinrang, Makassar.
Kegiatan dibuka Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Gani Sirman. Dalam sambutannya, ia mengingatkan saat ini masyarakat ekonomi Asean (MEA) telah berlaku.
“Bagi pelaku UKM, tentu akan menghadapi persaingan yang lebih sengit lagi. Karena pelaku UKM dari negara Asean saat ini telah mempelajari bahasa Indonesia, ini semua dilakukan guna ekspansi di pasar ritel Indonesia, tak terkecuali Makassar. Sehingga, pelaku UKM harus tahu produk-produk apa yang dibutuhkan konsumen Kota Makassar, dan bagaimana kemudian semua kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sendiri agar nantinya UKM-UKM Kota Makassar tidak kalah dengan produk dari luar,” imbaunya.
Kegiatan pelatihan yang melibatkan 100 pelaku UKM berlangsung dua hari, 18-19 Februari. Peserta imerupakan para pengiat usaha dengan berbagai jenis usaha, seperti kuliner, fashion, IT, travel, dan masih banyak lagi.
Sementara itu, Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar Enra Efni, yang juga selaku  ketua panitia kegiatan, menjelaskan, kegiatan merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk memajukan usaha pelaku UKM di Kota Makassar.
“Selain itu, kegiatan juga bagian upaya pendataan ulang pelaku UKM yang berada di bawah binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, serta upaya untuk mensosialisasikan peraturan Wali Kota No 65 tahun 2015 tentang pengurusan izin pendirian usaha yang semakin dimudahkan dan tidak terlalu lama,” bebernya.
Terkait upaya penguatan sosialisasi, ia mengungkapkan, saat ini Dinas KUMKM memiliki Facebook UKM Kota Makassar yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan dan program dari Dinas KUMKM.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Muhammad Ikhsan, yang juga penggiat UKM di bidang kuliner menuturkan, senang dapat mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Pasalnya, selain bisa mendapatkan pengetahuan dari materi yang dibawakan para trainer, juga bisa menjadi ajang promosi produk usahanya yang sudah dirintisnya selama lima tahun.
Kegiatan pelatihan pada hari pertama bawakan akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (FE Unhas) yang juga founder UMKM MIC, Andi Nur Bau Masseppe. UMKM MIC adalah organisasi yang peduli terhadap pengembangan UMKM di Indonesia.
Dalam materinya, Nur mengatakan, pelaku UKM harus membuat brand bagi produknya. “Brand di sini berguna sebagai identitas produk. Untuk menguatkan brand, diperlukan inovasi. Ini yang harus dihasilkan pelaku UKM agar nantinya dapat menjawab perubahan selera konsumen,” tutupnya.