24 February 2016

BPR Sulawesi Mandiri Genjot Tabungan Simpel

SIMPEL - BPR Sulawesi Mandiri hadirkan Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) yang merupakan OJK guna mendukung program pemerintah. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sulawesi Mandiri menghadirkan produk Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) yang merupakan salah satu produk prakarsa Otoritas (OJK) dalam mendukung program pemerintah. Ini sekaligus menumbuhkan semangat menabung di kalangan siswa.
Direktur Utama Bank Sulawesi Mandiri, Dalmasius Panggalo, menjelaskan, tabungan Simpel hadir untuk mengajak para siswa merencanakan masa depan mereka melalui biaya sendiri.
“Melalui tabungan ini, kami harap dapat menjadi solusi bagi anak-anak untuk mempersiapkan kebutuhan mereka agar tidak putus sekolah,” terangnya belum lama ini usai peluncuran tabungan Simpel di kantornya, Jalan Kakatua, Makassar.
Menurut Dalmasius, tabungan Simpel banyak memberikan kemudahan, seperti biaya setoran yang kecil hingga bebas biaya administrasi. Diuraikan, tabungan tersebut menyasar hampir semua sekolah di Makassar.
“Setiap bulan, kami menargetkan lima sekolah dengan masing-masing 50 nasabah pelajar. Tabungan ini ditawarkan hanya Rp 5.000 untuk setoran awal, dan Rp 1.000 untuk setoran selanjutnya,” paparnya.
Dalmasius menambahkan, pihaknya menargetkan penambahan nasabah minimal 1.000 pelajar setiap tahun melalui tabungan Simpel. Hingga saat ini, BPD Sulawesi Mandiri telah menjaring sekitar 1.000 nasabah pelajar dengan nilai tabungan Rp 2 miliar.
“Kami optimis, setiap tahun ada peningkatan. Pasalnya, jumlah aset 2015 yang sebesar Rp 74 miliar, naik Rp 85 miliar pada 2016 ini. Sementara, DPK pada 2015 yang sebesar Rp 54,5 miliar, naik Rp 70 miliar pada 2016. Adapun non performing loan (NPL) 4,53 persen pada 2015, dan tetap di bawah angka lima persen pada 2016,” bebernya.
Kepala Kantor Regional VI OJK Sulampua, Bambang Kiswono, mengapresiasi upaya yang digalakkan BPR Sulawesi Mandiri. Dijelaskan, survei nasional literasi keuangan OJK pada 2013 lalu, menunjukkan tingkat literasi keuangan bagi pelajar sebesar 44,01 persen, lebih rendah dari inklusi nasional yang sebesar 59,74 persen.
Sementara, dari data yang diterima OJK per Januari 2016 terkait program Simpel dan Simpel iB di Sulsel, telah mencapai 25.972 rekening, atau senilai Rp 8,96 miliar dengan jumlah penandatanganan kerja sama 477 sekolah.
“Melaui program ini, kami harap bank lain termotivasi mengambil peluang menawarkan produk tabungan khusus pelajar, sehingga ini akan membangun karakter anak sekolah yang sejak dini gemar menabung,” imbuhnya.