19 February 2016

Bisnis Sepatu Keliling Beromset Puluhan Juta Rupiah

PEDAGANG SEPATU KELILING - Syahadat, pedagang sepatu keliling menghabiskan waktu liburnya dengan berbisnis sepatu keliling menggunakan mobil. Bisnis yang ditekuni sejak 2009 tersebut, beromset puluhan juta rupiah. Dalam sehari, pemasukannya rata-rata mencapai Rp 1 juta. BLOGKATAHATIKU/IST
Syahadat
Pedagang Sepatu Keliling
"Bisnis Sepatu Keliling Beromset Puluhan Juta Rupiah"

BLOGKATAHATIKU - Banyak cara memanfaatkan waktu libur kuliah, termasuk mendulang fulus dari hasil penjualan barang seperti yang dilakukan Syahadat. Mahasiswa Jurusan Perbandingan Mahzab dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini, menghabiskan waktu liburnya dengan berbisnis sepatu keliling menggunakan mobil.
Bisnis yang ditekuni sejak 2009 tersebut, beromset puluhan juta rupiah. Dalam sehari, pemasukannya rata-rata mencapai Rp 1 juta. “Tetapi, itu juga tidak menentu,” akunya, saat ditemui belum lama ini.
Ketika ditanya awal memulai bisnisnya, pemuda berdarah Jawa ini mengungkapkan, awalnya cuma disuruh bantu jualan oleh orang tuanya. “Tetapi, karena keenakan jadi keterusan,” bebernya.
Syahadat mengaku, sepatu jualannya diperoleh dari orang tuanya yang merupakan pemilik pabrik sandal. “Sepatu dan sandal yang saya jual diperoleh dari kenalan orang tua saya. Kenalan orang tua saya itu pemilik pabrik sepatu dan sandal di Malang,” paparnya.
Dalam menjalankan usahanya, ia menggunakan mobil ayahnya yang dimodifikasi sendiri sehingga menjadi toko sepatu berjalan. “Sepatu yang saya jual ada sekitar 100 jenis dengan harga variatif, mulai Rp 150 ribu-Rp 600 ribu,” imbuhnya.
Pemuda yang mengusung prinsip hidup teguh, “Jalani saja dulu, urusan berhasil itu belakangan” ini, memaparkan, varian sepatu terlaris yang paling banyak dicari pembeli adalah Caterpilar, dibanderol sekitar Rp 300 ribu.
Syahadat menjalankan usahanya ketika libur kuliah, mulai pagi hingga pukul 22.00 Wita, dan lebih sering mangkal di Jalan Hertasning. Dalam menjalani bisnisnya, kelahiran 1994 ini selalu mengutamakan pelayanan.
Ia juga kerap menyarankan kepada mahasiswa lain untuk belajar mandiri, dan menjalankan bisnis dengan sungguh-sungguh. Selain menjual secara reguler, ia pernah beberapa kali mengikuti event pameran, baik lokal maupun nasional.