03 February 2016

Antisipasi Anomali Iklim, Sulsel Percepat Musim Tanam

ANOMALI IKLIM - Seorang petani beras saat diabadikan belum lama ini. Dinas Pertanian Sulsel mengimbau kabupaten dan kota di Sulsel untuk mempercepat musim tanam guna mengantisipasi anomali iklim. Imbauan tersebut sudah dikirimkan gubernur kepada seluruh bupati dan walikota di 24 kabupaten dan kota untuk mengambil berbagai langkah antisipasi. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Guna mengantisipasi anomali iklim tahun ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Fitriani, mengatakan pihaknya telah mengimbau kabupaten dan kota untuk mempercepat musim tanam.
Menurutnya, pihaknya telah mengantisipasi hal terkait anomali iklim tersebut, dengan mengirimkan surat gubernur kepada seluruh bupati dan walikota di 24 kabupaten dan kota. “Ini untuk mengambil berbagai langkah antisipasi, misalnya dengan mempercepat pertanaman,” terangnya, saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Jalan Amirullah, Makassar, Jumat (29/1).
Oleh karena itu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura juga akan mempercepat mobilisasi alat mesin tanam (alsintan) ke kabupaten dan kota. “Kami menyiapkan ratusan alsintan seperti traktor sesuai kebutuhan kabupaten dan kota,” beber Fitriani.
Selain Alsintan, pihaknya juga menjamin ketersediaan pupuk di masing-masing kabupaten dan kota. “Kami mengimbau agar persemaian tanaman dilakukan secara bersamaan dengan pengolahan tanah, atau dengan sistem tanam pindah (Tapin). Dengan demikian, setelah pengolahan tanah selesai, bibit padi juga siap ditanam,” ulasnya.
Fitriani menambahkan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura juga akan melakukan pemeliharaan jaringan irigasi dan menyiapkan pompa untuk mengantisipasi jika terjadi kekeringan.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, anomali iklim memang harus dihadapi dengan berbagai strategi. “Prediksinya, hujan akan turun dalam intensitas yang besar, tetapi dalam jangka waktu pendek. Oleh karena itu, tidak boleh lagi ada penundaan,” tegasnya.
Syahrul juga menekankan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura untuk benar-benar mengontrol pertanaman dalam 21 hari sampai 30 hari ke depan. Menurutnya, anomali iklim tidak boleh menjadi alasan.