28 February 2016

Aksi Perusahaan Gelontorkan Dana CSR

CSR SEMEN TONASA - Syamsir (kanan), seorang pandai besi yang sudah 30 tahun menggeluti usahanya, juga mendapatkan bantuan modal kerja dari CSR Semen Tonasa. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap lingkungannya, sehingga menyiapkan sejumlah dana corporate social responsibility (CSR). Penyaluran donasi perusahaan-perusahaan di Sulsel beragam wujudnya. Ada yang memilih bergerak sendiri-sendiri,  juga mengumpulkan dalam sebuah grup perusahaan.
Meskipun isu tanggung jawab sosial perusahaan sudah cukup lama muncul di negara-negara maju, namun di Indonesia isu tersebut baru satu dekade ini mendapat perhatian intensif dari berbagai kalangan, baik perusahaan maupun pemerintah.
Pentingnya CSR baru dirasakan setelah dikeluarkannya Keputusan Menteri BUMN No Kep-236/MBU/2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Peraturan menteri BUMN memang secara tegas tidak menggunakan istilah CSR, namun program kemitraan yang diatur sebetulnya identik CSR. Mengenai CSR diperkuat lagi dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas
Dari beberapa sumber, dapat disimpulkan CSR adalah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan perusahaan, sebagai rasa tanggung jawab terhadap sosial maupun lingkungan sekitar perusahaan itu berada. Bentuk CSR seperti melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan, memberikan beasiswa untuk anak tidak mampu, dana pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk membangun fasilitas masyarakat, dan lainnya.
PT Semen Tonasa yang merupakan produsen semen terbesar di kawasan timur Indonesia (KTI), terus berbenah guna mewujudkan visi misi perusahaan perseroan ini. Sesuai visi yang diemban, Semen Tonasa bertekad menjadi perusahaan semen terkemuka di Asia, dengan tingkat efisiensi tinggi, lebih profitable, berorientasi masa depan, lebih kompetitif di pasar domestik dan internasional.
Untuk mewujudkan salah satu misi perseroan terkait usaha menciptakan kondisi ramah lingkungan terhadap masyarakat sekitarnya, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas, mengungkapkan, pihaknya secara berkelanjutan dan sistematis menerapkan program CSR, meliputi kegiatan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) serta organisasi keagamaan.
Melalui program CSR tersebut, manajemen berharap masyarakat akan merasakan manfaat atas kehadiran Semen Tonasa di lingkungan mereka dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, memang merupakan komitmen dari manajemen. Termasuk juga, komitmen manajemen untuk tetap memperhatikan lingkungan sekitarnya, melalui pemanfaatan program-program CSR.
Manajemen PT Semen Tonasa sangat menyadari tanggung-jawab sosial dan lingkungan pada masyarakat, terutama yang bermukim di sekitar lokasi pabrik di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, sekitar 68 kilometer dari Makassar. Untuk memenuhi tanggung jawab itu, perusahaan merogoh kantong dari profit yang dihasilkan untuk disalurkan kepada masyarakat melalui penyaluran dana CSR.
Sejumlah desa di sekitar wilayah kerja Semen Tonasa mendapat bantuan dana CSR pada 2015 lalu. Beberapa desa yang masuk kategori ring satu penerima dana CSR seperti Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, bersama 10 desa dan kelurahan lainnya, seperti Mangilu, Bontoa, Kalabbirang, Samalewa, Sapanang, Bulu Cindea, Bowong Cindea, Birengere, Taraweang, dan Tabotabo.
Ketua Forum Desa Bulu Tellue, Haspar, menjelaskan, pihaknya telah mengelola anggaran CSR untuk kegiatan penguatan forum, penyediaan air bersih berupa pembangunan broncaptering dan perpipaan air bersih di lokasi Tabbu Sala dan Bujung Tokka, pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK, pengadaan alat mesin pertanian dan pembangunan MCK untuk KK prasejahtera.
“Kami sangat terbantu adanya program CSR Tonasa ini. Dana CSR ini telah ikut membantu percepatan pembangunan desa. Kami sangat mengharapkan adanya peningkatan anggaran untuk dana CSR di wilayah desa Bulu Tellue,” ujarnya.
Sementara itu, Syamsir, seorang pandai besi yang sudah 30 tahun menggeluti usahanya, juga mendapatkan bantuan modal kerja dari CSR Tonasa Bersaudara, PT Semen Tonasa. Bantuan yang diterimanya untuk mengembangkan bengkel sederhananya di Pangkep.
Setiap hari, Syamsir memproduksi, pisau, parang, dan alat-alat pertanian. Hasilnya, dijual di Pangkep, Maros, Makassar, Malili, bahkan ke Kalimantan dan Papua. Baginya, CSR dari PT Semen Tonasa sangat membantu mata pencaharian buat menghidupi keluarganya.
“Sudah tiga kali saya mendapat program CSR Tonasa Bersaudara, berupa bantuan modal kerja Rp 30 juta dengan bunga dan cicilan ringan dua tahun,” akunya.
Bantuan modal kerja yang diberikan Semen Tonasa, dipakai untuk membeli keperluan alat-alat pertukangan, besi baja, dan menggaji dua karyawannya.

Kampung Binaan dari CSR

Lain lagi dengan perusahaan-perusahaan Astra yang tergabung dalam Astra Affiliated Company (AFFCO) di Sulsel. Memasuki momen ulang tahun ke-59, sepakat mengembangkan sebuah kampung binaan di Makassar, “Kampung Astra”. Setelah beberapa kali survei, akhirnya terpilih Kelurahan Rappocini, Kecamatan Rappocini.
Koordinator AFFCO Sulsel, Suhardi, mengatakan, Kampung Astra dibentuk untuk memberikan bantuan terhadap dunia usaha, pendidikan, kesehatan dan pengelolaan lingkungan hidup. “Daerah yang ada di Kelurahan Rappocini sangat strategis, juga memiliki pertumbuhan usaha yang cukup potensial. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak program CSR dari Astra Group,” bebernya.
Sementara itu, Lurah Rappocini, Aulia Arsyad, menjelaskan, ada dua RW yang diberikan bantuan oleh Astra, RW 1 dan RW 4. Bantuan tersebut diberikan pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), PAUD, dan Posyandu. Bantuan dana pembinaan dan pengembangan itu masing-masing Rp 5 juta. Selanjutnya, pengelolaan dana dipercayakan kepada manajemen masing-masing pihak yang diberikan bantuan.

Donasi untuk Pendidikan di Papua

Hotel Best Western Plus Makassar Beach (BWPM) memiliki cara berbeda untuk menyalurkan CSR perusahaannya. Hotel bintang empat itu memiliki dua program CSR, baik yang bersifat nasional maupun lokal. Untuk program lokal, setiap tiga bulan sekali, manajemen menggelar donor darah. Itu untuk membantu PMI dalam mengumpulkan darah yang sering kekurangan stok darah di Makassar.
Marketing Communication Best Western Plus Makassar, Abdul Azis, BWPM juga memiliki program CSR yang bersifat nasional, yakni bekerja sama World Vision mengumpulkan donasi di setiap jaringan BWPM, hasilnya disumbangkan pada salah satu sekolah di Papua.
“Kami memasang kotak sumbangan di depan reception. Semua tamu bisa memberikan donasinya di kotak tersebut,” jelas pria hobi traveling ini.
Semua dana yang terkumpul dari cabang Best Western, dikumpulkan ke kantor pusat untuk diserahkan ke World Vision selaku penyampai donasi. “Kalau dari Makassar, sudah ada sekitar Rp 2 juta yang sudah disumbangkan.