20 January 2016

Yayasan Astra Honda Motor Hijaukan Kawasan Merapi dan Merbabu dengan 1.000 Pohon


PENGHIJAUAN - Ketua Yayasan Astra Honda Motor (YAHM), Hari Sasono (dua dari kiri), Ketua Umum Forum Merapi Merbabu Hijau (FMMH), Helly Sucipto (tiga dari kiri), serta beberapa perwakilan anggota FMMH berfoto bersama pada acara aksi penghijauan 1.000 pohon di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dan Merbabu, Magelang, Jawa Tengah (17/01). Sebagai bentuk kepedulian dalam pelestarian lingkungan, YAHM melakukan aksi penghijauan dari mulai pembibitan tanaman, penanaman pohon di area hutan, serta pengaliran air ke kawasan penghijauan melalui pipanisasi. BLOGKATAHATIKU/IST
BLOGKATAHATIKU - Sebagai bentuk kepedulian dalam pelestarian lingkungan, Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) melakukan aksi go green dengan melakukan penanaman 1.000 pohon di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dan Merbabu, Magelang, Jawa Tengah. Berbagai kegiatan terkait penghijauan juga digelar guna mendukung terciptanya kelestarian lingkungan.
 Aksi go green YAHM dilakukan mulai pembibitan tanaman, penanaman pohon di area hutan, serta pengaliran air ke kawasan penghijauan melalui pipanisasi. Program penghijauan yang bekerja sama dengan Forum Merapi Merbabu Hijau (FMMH) tersebut, ditandai penanaman pohon di Dusun Gejugan, Desa Ngargosuko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang (17/1).
YAHM menjadikan Taman Nasional Gunung Merapi dan Merbabu sebagai target penghijauan karena besarnya peran Gunung Merapi dan Gunung Merbabu bagi masyarakat di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Wakil Ketua YAHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan, Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dan Merbabu bagaikan paru-paru untuk Pulau Jawa. Berada tepat di tengah Pulau Jawa, kawasan tersebut memiliki peran penting sebagai suplai oksigen sekaligus menjadi ekosistem bagi beragam organisme yang hidup di sana.
“Kami berharap, aksi penghijauan di berbagai aspek ini mampu mendukung keseimbangan area hijau yang menghasilkan udara bersih dan sehat. Bagi kami, hijau di bumi untuk langit yang biru, harus selalu menjadi tujuan sebagai bentuk kearifan bangsa dalam melestarikan lingkungan,” pesannya.
Proses penghijauan YAHM di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dan Merbabu dilakukan secara komprehensif. Tahap pertama, proses pembibitan 1.000 tanaman endemik khas Merapi dan Merbabu, pohon gayam, beringin, salam, ipe, elo puspa, kersen, trembelu, serta jenis pohon buah-buahan seperti mangga, jambu, rambutan, dan manggis. Pohon-pohon tersebut diprioritaskan karena mampu menyimpan air, berumur panjang, berdaun lebat, kayunya tidak bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, dan tahan terhadap perubahan lingkungan.
Proses pembibitan dilakukan guna menyiapkan tanaman ini menjadi pohon setinggi 30 sentimeter, sehingga cukup kuat saat ditanam di area hutan. Setelah pepohonan ditanam di area hutan, dilakukan penyiraman, perawatan, pemeliharaan, dan pengecekan secara berkala untuk memastikan pohon-pohon tersebut tumbuh dengan baik.
Untuk mendukung program penghijauan yang dilakukan ini, YAHM juga melakukan pipanisasi dengan memasang pipa paralon untuk mengalirkan air dari Kali Blongkeng ke kawasan penghijauan yang berjarak sekitar 500 meter. Melalui pipanisasi, YAHM berupaya memastikan pasokan air di kawasan penghijauan tetap terjaga meskipun pada musim kemarau. Bak penampung air sebagai rangkaian pipanisasi juga dapat dimanfaatkan warga sebagai kolam pembudidayaan ikan.
Untuk mendukung peran FMMH dalam pelestarian Merapi dan Merbabu, YAHM juga melakukan pengembangan basecamp dan posko FMMH dengan mendukung kelengkapan dan fasilitas kerja para relawan FMMH.