24 January 2016

Wali Kota Makassar Paparkan Program On The Road

ON THE ROAD - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, belum lama ini mengajak jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, berkeliling kota dan memaparkan program rencana penataan pembangunan di 2016. Pemaparan dilakukan “on the road” di atas bus, mengunjungi setiap lokasi yang akan ditata. BLOGKATAHATIKU/ANITA ANNY
BLOGKATAHATIKU - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, belum lama ini mengajak jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, berkeliling kota dan memaparkan program rencana penataan pembangunan di 2016.
Pemaparan dilakukan “on the road” di atas bus, mengunjungi setiap lokasi yang akan ditata. Pada titik pertama di Jalan HM Daeng Patompoto, Tanjung Bunga, Ramdhan menjelaskan, di sekitar pelataran selatan “masjid terapung” Amirul Mukminin, akan dibangun pusat pedagang kaki lima (PKL) yang bakal beroperasi 24 jam.
“Sebanyak 231 PKL Pantai Losari akan dipusatkan di tempat ini, dengan kapasitas parkir 200 kendaraan. Penataan pendestrian dan penghijauan juga menjadi menjadi prioritas yang akan dikerjakan secara bersamaan. Untuk sementara, di depan Pantai Losari, akan dibangun pusat PKL khusus oleh-oleh kerajinan tangan dan industri lorong di bawah binaan kecamatan di Makassar. Kami tidak izinkan lagi ada PKL di berbagai tempat, selain titik yang sudah ditentukan,” tegasnya.
Selain itu, Ramdhan juga akan membangun parking center (pusat parkir) berlantai empat di Jalan WR Supratman, karena tempat parkir itu merupakan parkiran untuk warga yang hendak ke pulau, berolahraga, atau sekadar menikmati keindahan Pantai Losari.
Secara garis besar, tujuh titik menjadi prioritas penataan tahun ini, antara lain Jalan HM Daeng Patompo, Jalan Penghibur, Jalan WR Supratman, ujung tol dari arah Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jalan Antang Raya, Jalan Nikel, dan by pass Hertasning-Aroepala.
Menurut Danny, sapaan akrab Wali Kota Makassar, pada dasarnya konsep penataan seragam, fokus pada pendestrian, PKL, parkir, dan penghijauan dengan total dana sebesar Rp 35 miliar.
“Ada beberapa tempat yang kami desain dengan kualitas terbaik, namun beberapa di antaranya disesuaikan atas pertimbangan PKL, dan bisa tertampung semua dengan penyesuaian anggaran yang dimiliki,” bebernya.
Ramdhan berharap, semua program yang dicanangkan pihaknya, harus berdaya manfaat tinggi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ketersediaan fasilitas umum seperti toilet dan akses untuk lansia dan difabel menjadi bahan pertimbangan besar setiap penataan yang dilakukan